Wujudkan Kemandirian: Pertamina Beri Pelatihan Keterampilan bagi Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas II B Bengkulu

- Redaksi

Senin, 11 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Pulau Baai bersama Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Bengkulu resmi menggelar Program Pelatihan Keterampilan bagi warga binaan yang berlangsung pada 7 sampai akhir Agustus 2025. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.

Program ini dilaksanakan dengan memberikan tiga bidang pelatihan strategis: tata boga, tata rias, dan membatik. Berbeda dari tahun sebelumnya yang sudah melaksanakan tata rias dan membatik, kali ini Pertamina menjadikan tata boga sebagai fokus utama, dipadukan dengan kedua keterampilan lainnya. Ketiga bidang dipilih berdasarkan potensi pasar yang luas dan kemampuan mengembangkan usaha mandiri bagi peserta setelah kembali ke masyarakat.

Pertamina bersama Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II B Bengkulu menggandeng instruktur dari pelaku usaha ternama di Bengkulu, yaitu Syarah Bakery untuk pelatihan tata boga, Ewy Wona Make Up Artist (MUA) untuk pelatihan tata rias, dan Batik Kagano khas Bengkulu Utara untuk pelatihan membatik. Secara khusus, pelatihan tata boga juga melibatkan perwakilan dari UMKM Serawai Jaya binaan Pertamina sebagai bentuk kolaborasi dan pertukaran pengalaman antar pelaku usaha.

Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Wilayah Bengkulu Haposan Silalahi, Fuel Terminal Manager Pulau Baai Yusman Fitrianto, Kepala Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas II B Bengkulu Suci Winarsih, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Utara Fitriansyah. Kehadiran mereka mencerminkan kuatnya sinergi lintas pihak dalam mendukung proses pembinaan warga binaan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Wilayah Bengkulu, Haposan Silalahi, menegaskan pentingnya kolaborasi ini. “Program ini menunjukkan bahwa pembinaan di lapas tidak hanya fokus pada pembentukan karakter, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan nyata yang bisa menjadi modal mereka untuk hidup mandiri dan berintegrasi kembali ke masyarakat.”

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dan praktik langsung dari para instruktur berpengalaman. Pelatihan tata boga mencakup teknik pembuatan berbagai produk makanan bernilai jual seperti roti, kue, dan aneka kudapan modern. Pada pelatihan tata rias, peserta dikenalkan pada keterampilan merias wajah untuk berbagai acara, mulai dari rias harian hingga rias pengantin. Sedangkan pelatihan membatik mengajak peserta memahami filosofi motif batik khas Bengkulu Utara sekaligus teknik yang dapat diaplikasikan dalam produk fesyen dan kerajinan.

“Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti pelatihan ini. Tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membangkitkan semangat saya untuk memulai hidup yang lebih baik setelah masa pembinaan selesai. Kini saya yakin memiliki bekal untuk mandiri dan berkarya,” ungkap Sherly Anggela, salah satu peserta pelatihan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Utara, Fitriansyah, mengapresiasi langkah Pertamina dan Lapas Perempuan. “Kami bangga karena batik Kagano khas Bengkulu Utara dapat menjadi bagian dari pelatihan ini. Harapan kami, keterampilan membatik yang diajarkan dapat menjadi peluang usaha bagi warga binaan sekaligus memperluas promosi batik khas daerah ke tingkat yang lebih luas.”

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi menegaskan komitmen Pertamina dalam pemberdayaan masyarakat. “Kami berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun rasa percaya diri, motivasi, dan semangat kewirausahaan bagi para peserta. Ke depan, hasil karya dari pelatihan ini diharapkan dapat dipamerkan dalam berbagai kegiatan promosi dan pemasaran, sehingga menjadi langkah awal bagi warga binaan untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” katanya.

Program ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya pada poin 4 (Quality Education), poin 8 (Decent Work and Economic Growth), dan poin 10 (Reduced Inequalities). Pertamina FT Pulau Baai berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti warga binaan pemasyarakatan.

Berita Terkait

Tongkang Batubara Tabrak Fender Tiang LRT Ampera di Sungai Musi
Sabu 9,6 Gram Gagal Beredar, Januardi-Ali Akbar Divonis 7 Tahun
Sidang Perdana BBM Tiruan 10.000 Liter, Taufik Didakwa Beli dari Muba Rp74 Juta
MyTelkomsel Ajak Pelanggan Sumbagsel Nikmati Keseruan Stamp Berhadiah Setiap Hari
Pengurus DPK BKPRMI Kalidoni Resmi Dilantik
Terbukti Abai terhadap Karhutla, Izin Usaha Terancam Dicabut
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Budidaya Ikan Kemang Agung melalui Pakan Mandiri
“Laga Para Juara” Berlanjut di Palembang Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Southern Sumatra Siapkan Wakil ke Panggung Nasional

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Tongkang Batubara Tabrak Fender Tiang LRT Ampera di Sungai Musi

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Sabu 9,6 Gram Gagal Beredar, Januardi-Ali Akbar Divonis 7 Tahun

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:47 WIB

MyTelkomsel Ajak Pelanggan Sumbagsel Nikmati Keseruan Stamp Berhadiah Setiap Hari

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Pengurus DPK BKPRMI Kalidoni Resmi Dilantik

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Terbukti Abai terhadap Karhutla, Izin Usaha Terancam Dicabut

Berita Terbaru

Kapal Tongkang yang Melintas di Ampera dan tertutup oleh Kabut Asap

Kota Palembang

Tongkang Batubara Tabrak Fender Tiang LRT Ampera di Sungai Musi

Senin, 5 Okt 2026 - 17:42 WIB