Viral! Di Belokan Masjid Agung Bayar Dulu Baru Bisa Lewat, Dijaga ‘Pak Ogah’

- Redaksi

Senin, 14 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi tempat Pak Ogah diduga Pungli. (Photo: Kiki Nardance)

Lokasi tempat Pak Ogah diduga Pungli. (Photo: Kiki Nardance)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sejumlah pengendara resah saat melintas di kawasan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Joyo Wikramo Palembang, pada Minggu, 13 April 2025.

Pasalnya, Waterbarier yang berada dibawah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), tepatnya di Jembatan Pusri dijaga sejumlah ‘Pak Ogah’.

Sehingga, pengendara yang bisa melintas harus memberikan sejumlah uang terlebih dahulu kepada Pak Ogah tersebut agar dibukakan Waterbarier itu.

Salah seorang pengendara roda empat, Sabrina mengaku resah akibat ulah sejumlah oknum yak bertanggung jawab yang menjaga buka tutupnya Waterbarier.

Akibat itu, jika pengendara tak memberikan sejumlah uang, mau tak mau pengendara tersebut harus memutar arah ke Simpang Cinde Palembang jika hendak menuju kawasan Seberang Ulu.

“Kalau kita kasih uang Rp5 ribu kita dibukakan jalan. Jika tidak maka kita akan putar balik arah lebih jauh,” jelasnya.

Terkait banyaknya keluhan masyarakat, lantaran kerap buka tutupnya Waterbarier bilangan Masjid Agung Palembang yang hendak belok kanan ke arah Bundaran Air Mancur. Pasalnya, pak ogah ini berjaga tak hanya pada siang hari, bahkan juga hingga malam hari.

Sementara itu, Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan Sukma Paradibta, Senin (14/4/2025), menjelaskan bahwa mekanisme buka tutupnya Waterbarier tersebut situasional saja.

Dijelaskan, Waterbarier tersebut buka/tutup situasional melihat arus di Bundaran Air Mancur. Di mana, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dishub Palembang untuk menambah waterbarier rantai yang kunci akan di pegang petugas.

“Sedangkan Terkait preman kami akan koordinasikan dengan Satpol-PP untuk penertiban. Ini merupakan tanggung jawab bersama instansi terkait,” ujarnya. (ANA)

Berita Terkait

Dua Kali Jadi Korban Curanmor, Yuniati Menangis Saat Laporkan Motornya Dicuri
Tiga AC Outdoor Dicuri, Kepala Toko Lapor Polisi
Operasi Pekat Musi 30 Pelaku Diduga Lakukan Aksi Premanisme Diamankan
Diduga Ada Permasalahan Keluarga, SG Akhiri Hidupnya 
Ibu Bhayangkari Merugi Hampir Setengah Milyar, Korban Membuat Laporan Polisi
Dituntut 5 Tahun Kasus Pengeroyokan, Kuasa Hukum Dito Prayoga: Tidak Sesuai Fakta Persidangan
Delapan Terdakwa BRI BSS/SAL Tak Ditahan, Pengamat Soroti Potensi Ketimpangan Penegakan Hukum
Hermison Hadir di Sidang Chromebook, SIRA-PST Pertanyakan Ketidakhadirannya di Perkara Air Lemutu

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Dua Kali Jadi Korban Curanmor, Yuniati Menangis Saat Laporkan Motornya Dicuri

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Tiga AC Outdoor Dicuri, Kepala Toko Lapor Polisi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Operasi Pekat Musi 30 Pelaku Diduga Lakukan Aksi Premanisme Diamankan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Diduga Ada Permasalahan Keluarga, SG Akhiri Hidupnya 

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Ibu Bhayangkari Merugi Hampir Setengah Milyar, Korban Membuat Laporan Polisi

Berita Terbaru

Foto : korban membuat laporan polisi

Kota Palembang

Tiga AC Outdoor Dicuri, Kepala Toko Lapor Polisi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:55 WIB