Usia 55-69 Dominasi Angka Kematian Akibat COVID-19

- Redaksi

Kamis, 5 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ferry Yanuar. (Photo: Reza Mardiansyah)

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ferry Yanuar. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Angka kematian akibat COVID-19 di Sumatera Selatan (Sumsel) masih terbilang tinggi. Saat ini, tercatat angka kematian COVID-19 di Bumi Sriwijaya mencapai 2.207 orang, mengalami penambahan 37 kasus pada Rabu kemarin (4/8/2021).

Sementara kasus positif COVID-19 di Sumsel saat ini tercatat sebanyak 49.175 kasus. Artinya persentase angka kematian di Sumsel mencapai 4 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ferry Yanuar mengatakan, berdasarkan catatan Dinkes, masyarakat Sumsel yang meninggal dunia akibat COVID-19 didominasi kelompok usia 55-69, yakni mencapai 1.058 kasus atau 47,9 persen.

“Angka kematian di Sumsel memang terus meningkat, namun kelompok usia yang mendominasi yakni usia 55-69 tahun,” ujar Ferry, Kamis (5/8/2021).

Untuk usia diatas 70 persen juga masih tercatat tinggi yakni mencapai 407 kasus atau 18,4 persen. Untuk usia produktif 45-54 tercatat 446 kasus 20 persen.

“Berdasar catatan kita, untuk usia produktif yakni 20-44 tahun jumlahnya tercatat ada 257 kasus atau 11,6 persen. Untuk usia ini memang tidak begitu tinggi, karena rata-rata mereka yang meninggal dunia adalah masyarakat yang usianya sudah lanjut dan memiliki penyakit penyerta atau komorbid,” ujarnya.

Selain itu, Ferry menjelaskan, untuk usia 15-19 tahun tercatat ada 7 kasus, usia 5-14 tahun ada 12 kasus, usia 1-4 tahun ada 4 kasus. Selebihnya, untuk usia dibawah satu tahun ada 10 kasus.

“Kita mencatat penyakit penyerta yang pada suspek Covid-19 yang meninggal dunia yakni hipertensi, diabetes melitus, TB paru, stroke, asma, ginjal, jantung, gastritis, kanker, dan tifoid. Lalu ada juga HIV, serosis hepatis, DBD dan meningitis. Tapi yang paling mendominan yakni hipertensi,” jelasnya.

Sebagai upaya untuk menekan angka kematian di Sumsel, pihaknya kini melakukan langkah lebih dini. Diantaranya menggencarkan testing dan tracking.

“Dalam satu harinya, kita mampu melakukan testing hingga 7.000-9.000 sampel. Ini bukan hanya testing dari PCR saja, melainkan juga dari tes rapid antigen. Sudah dua pekan ini memang jumlah testing harian meningkat, karena memang kita sedang mengupayakan pendeteksian lebih dini terhadap keberadaan COVID-19,” katanya. (ANA)

Berita Terkait

Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan
Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar
Tingkatkan Akuntabilitas, Siwas Polres OKU Timur Gelar Supervisi Tahap II di Polsek Buay Madang Timur
Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian
Wujud Kepedulian Sosial, Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Warga Sumber Asri
Karutan Baturaja Hadiri Sosialisasi Optimalisasi Penyerapan Anggaran TA 2026
SMKN 2 Palembang Raih Juara 2 Creativity Activity di Cari Aman Academy 2026 Tingkat Nasional
Bupati Muba Cek Dampak Asap Karhutla, Fasilitas Kesehatan Disiagakan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Akuntabilitas, Siwas Polres OKU Timur Gelar Supervisi Tahap II di Polsek Buay Madang Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Warga Sumber Asri

Berita Terbaru