Tragis, Siswa SMK Tewas Ditikam di Halaman Sekolah

- Redaksi

Rabu, 8 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tragis, siswa kelas 12 SMK Bina Jaya Palembang bernama Eka (16), tewas ditikam. Diduga, korban meninggal dunia akibat ditusuk oleh temannya sendiri saat berada di halaman sekolah.

Informasi yang dihimpun, korban didapati sudah dalam kondisi bersimbah darah di halaman sekolah, pada Rabu siang (8/2/2023). Sementara terduga pelaku sudah melarikan diri, dan identitasnya pun belum diketahui.

Saat ini, korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Jenazah korban terbujur kaku penuh darah di ruangan kamar mayat rumah sakit.

“Itu ada luka tikam di dada kiri satu. Dugaan sementara korban ditikam oleh temannya. Namun untuk kepastiannya, masih dalam penyelidikan,” kata Kapolsek Kertapati Palembang, AKP Afredo, saat ditemui di tempat.

Mengenai penyebab meninggalnya korban, dari pihak sekolah belum bersedia menjelaskan secara rinci. Seorang guru yang berada di ruang jenazah rumah sakit, juga tidak memberikan komentar apapun terkait penyebab meninggalnya korban.

“Saya tadi selesai salat melihat korban dengan kondisi tersebut dan langsung membawanya ke RSUD Bari,” kata seorang guru SMK Bina Jaya Palembang, yang tidak mau menyebutkan namanya.

Dari keterangannya, pihak keluarga sudah dihubungi untuk datang ke rumah sakit. Setelah menunggu selama dua jam, barulah pihak keluarga datang bersama guru sekolah yang lain.

Saat akan merekam dan bertanya kepada keluarga korban, oknum guru tersebut menghalangi tugas wartawan dan menutup pintu kamar jenazah. Hingga saat keluar pun  oknum guru itu juga tidak lagi berkenan mengeluarkan statement atas kejadian tersebut.

“Setahu kami korban tidak ada masalah dan musuh. Sikapnya juga biasa saja,” kata Kakek korban, Abdul Manap (60).

Dari keterangannya korban tinggal di daerah Sungki, Kertapati Palembang. “Sebelum pergi sekolah, dia (korban), sempat bicara dengan saya, bantu kerjaan saya. Setelah itu baru dia pamit pergi,” terang Manap. (ANA)

Berita Terkait

Rebutan Bola Berujung Keributan, Pelajar 17 Tahun Lapor Polisi
Motor Indah Dicuri Mantan Pacar, Aksinya Terekam CCTV
Tak Diberi Uang Beli Sabu, Anak Aniaya dan Ludahi Ibu Kandung
Pria 45 Tahun Diamankan Usai Petani Tewas di Lapak Sawit Aur Duri
Motor Honda PCX Milik ASN Hilang di Dalam Rumah
Pergoki Suami Bersama Wanita Lain, IRT di Palembang Malah Jadi Korban KDRT
Dua Kali Jadi Korban Curanmor, Yuniati Menangis Saat Laporkan Motornya Dicuri
Tiga AC Outdoor Dicuri, Kepala Toko Lapor Polisi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Rebutan Bola Berujung Keributan, Pelajar 17 Tahun Lapor Polisi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Motor Indah Dicuri Mantan Pacar, Aksinya Terekam CCTV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:17 WIB

Tak Diberi Uang Beli Sabu, Anak Aniaya dan Ludahi Ibu Kandung

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Pria 45 Tahun Diamankan Usai Petani Tewas di Lapak Sawit Aur Duri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Motor Honda PCX Milik ASN Hilang di Dalam Rumah

Berita Terbaru

Enam Perusahaan Diawasi, Pemkab OKI Verifikasi Area Terbakar

Ogan Komering Ilir

Enam Perusahaan Diawasi, Pemkab OKI Verifikasi Area Terbakar

Kamis, 8 Okt 2026 - 10:37 WIB

Foto, Bupati OKI Munchendi, saat meninjau lokasi karhutla di Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan,

Ogan Komering Ilir

OKI Optimalkan Peran MPA untuk Cegah Karhutla di Wilayah Raw

Kamis, 8 Okt 2026 - 10:35 WIB