Tag: Wong Kito Dewe

  • Gelar Pelatihan Buat Keripik Pisang, Wong Kito Ganjar Cetak UMKM Baru di Palembang

    Gelar Pelatihan Buat Keripik Pisang, Wong Kito Ganjar Cetak UMKM Baru di Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Para sukarelawan Ganjar Pranowo berjuluk Wong Kito Dewe konsisten mendorong perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah dengan menggelar Pelatihan Membuat Keripik Pisang.

    Kegiatan yang digelar pada Minggu (24/9/2023) siang itu diikuti oleh sejumlah Ibu-ibu di Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

    “Kegiatan kami hari ini yaitu pelatihan pembuatan keripik pisang. Tujuannya, untuk meningkatkan perekonomian melalui UMKM,” kata Koordinator Daerah (Korda) Wong Kito Dewe Kota Palembang, Indra Kasumah.

    Kegiatan tersebut diisi beberapa pemateri dari kalangan pelaku usaha lokal yang telah sukses memproduksi dan menjual keripik pisang dan produk-produk sejenisnya.

    Indra mengungkapkan potensi ekonomi dari produk olahan pisang masih sangat besar karena ditunjang beberapa faktor seperti ketersediaan bahan baku hingga pangsa pasarnya yang besar.

    “Di sini pisang merupakan (komoditas) yang banyak di tempat kami sendiri. Jadi, cara pengolahannya mudah, bahannya juga mudah didapat dan penggemarnya juga banyak,” ujarnya.

    Menurut pengakuan pelaku usaha yang sudah ada, potensi keuntungan memproduksi dan menjual keripik pisang bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. Terlebih, pada bulan Ramadan dan hari besar lainnya.

    Potensi keuntungan yang besar itu diakui menarik minat warga mengikuti pelatihan yang diselenggarakan para sukarelawan Wong Kito Dewe kali ini. Salah seorang di antara peserta itu adalah Nuryani.

    “(Kegiatan ini) sangat positif sekali karena bisa menambah penghasilan untuk warga sekitar kami di sini. Karena, bahan bakunya memang berasal dari tempat kami di sini. Melimpah sekali. Sangat banyak,” tuturnya.

    Setelah mempelajari cara membuat keripik pisang dari ahlinya, para peserta pelatihan tersebut mengaku termotivasi untuk membangun usaha sendiri untuk menambah pendapatan keluarganya.

    “Kami tertarik untuk membuka usaha keripik pisang untuk (dipasarkan) di daerah kami di sini,” kata Nuryani mengapresiasi para sukarelawan Wong Kito Dewe Ganjar Pranowo.

    Melalui kegiatan kali ini, warga juga semakin mengenal sosok Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden 2024-2029 yang dinilai berhasil mengembangkan sektor UMKM saat menjabat Gubernur Jawa Tengah.

  • Berikan Bibit Sawit Unggul Jadi Cara Wong Kito Ganjar Dorong Perekonomian Warga Musi Banyuasin

    Berikan Bibit Sawit Unggul Jadi Cara Wong Kito Ganjar Dorong Perekonomian Warga Musi Banyuasin

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Sukarelawan Wong Kito Dewe memberikan bantuan bibit sawit unggul jenis sriwijaya kepada puluhan warga di Desa Jirak, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

    Koordinator Wilayah Wong Kito Dewe Musi Banyuasin, Ahmad Nurhadi mengatakan, bantuan yang diberikan pada Rabu (20/9) tersebut, bertujuan untuk mendongkrak taraf perekonomian warga.

    Hal ini karena bibit sriwijaya merupakan kualitas unggul yang telah teruji bisa menghasilkan panen yang lebih berkualitas. Nurhadi menyebut, keunggulan bibit sriwijaya bahkan telah teruji dalam penelitian.

    “Kenapa bibit sriwijaya ini, karena memang telah teruji klinis dari pihak terkait, yaitu dari penelitian sawit di Sembawa, bahwa memang bibit sawit unggul sriwijaya ini jelas sudah teruji laboratorium,” jelas Nurhadi.

    Dengan hasil panen yang lebih optimal, para pendukung Ganjar Pranowo ini berharap bisa memberikan dampak langsung pada peningkatan jumlah pendapatan warga di sana.

    “Selain itu, bisa mendongkrak perekonomian masyarakat. Dari (bibit unggul) hasilnya itu bisa lebih banyak, bisa lebih unggul dibanding variaritas bibit sawit yang ada di daerah lain,” katanya.

    Dengan demikian, upaya Wong Kito Dewe untuk menyejahterakan petani selaras dengan keberhasilan program Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dapat terealisasi.

    “Ini wujud dari cita-cita Bapak Ganjar Pranowo yang ingin meningkatkan ekonomi dari masyarakat. Kami di sini menjadi perpanjangan lidah, menjadi perpanjangan tangan dari Bapak Ganjar, itu menjelaskan program-program yang beliau canangkan,” sebutnya.

    Selain memberikan bantuan bibit unggul, relawan juga memberikan pelatihan bagaimana cara melakukan pembibitan sawit yang baik. Mulai dari penempatan bibit, jarak antar bibit, hingga metode pemupukan.

    Bantuan dari relawan Wong Kito Dewe ini pun akan berkelanjutan. Nurhadi menyebut, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap bantuan yang telah diberikan. Termasuk memantau bagaimana pembibitan yang dilakukan oleh para peserta.

    “Semoga bisa bermanfaat. Kalau nanti ada bantuan-bantuan lain seperti pupuk, atau bahkan nanti bisa dikoordinasikan untuk bantuan lahan para petani di sini, nanti kita akomodir,” pungkasnya.

  • Pelatihan Pembibitan Kelapa Hibrida Jadi Cara Wong Kito Ganjar Tingkatkan Taraf Ekonomi Masyarakat

    SUARAPUBLIK.ID, OGAN ILIR –  Kelapa menjadi komoditas perkebunan yang memiliki sejuta manfaat kehidupan baik ekonomi maupun sosial (socio tropical crops). Sebab, varietas ini bisa dimanfaatkan hampir semua bagian tanamannya.

    Melihat potensi itu, simpatisan Ganjar Pranowo yang berjejaring dalam Wong Kito Dewe bergerak mengedukasi masyarakat Kabupaten Ogan Ilir dengan pelatihan usaha perkebunan “pembibitan kelapa hibrida”.

     

    Kelapa hibrida sendiri merupakan hasil persilangan antara kelapa genjah dan kelapa dalam. Agenda itu berlangsung di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan (Sumsel), Sabtu (16/9/23).

     

    Perwakilan Relawan Wong Kito Dewe, Ahmad Nurhadi mengatakan sebelum memulai bisnis di bidang perkebunan, tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti memahami varietas tanaman yang hendak dibudidayakan.

     

    “Untuk kali ini kami dari relawan Wong Kito Dewe ini melakukan kegiatan yaitu peningkatan usaha perkebunan yaitu meliputi pelatihan pembibitan kelapa. Kelapa ini jenisnya ini kelapa hibrid,” kata Hadi.

     

    Pria yang kerap disapa Hadi mengungkapkan pada pelatihan tersebut masyarakat diberikan edukasi mulai dari penyemaian, penanaman, panen, hingga pembibitan kelapa meski di lahan terbatas.

     

    Hadi berharap masyarakat dapat lebih produktif dengan melakukan penanaman dan budidaya kelapa hibrida ini sehingga berdampak pada taraf hidup serta perekonomian keluarga.

     

    Kegiatan tersebut, lanjut Hadi, terinspirasi dari Ganjar Pranowo yang selalu mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) di Jawa Tengah selama memimpin dua periode sejak 2013-2023 sebagai gubernur.

     

    “Kalau untuk tujuannya itu kan ya kita sama sama tau untuk potensi dari kelapa ini sangat banyak. Seperti contoh tadi mulai dari yang ibu-ibu itu keperluannya bisa untuk bahan-bahan (memasak) mereka, bapak-bapak bisa untuk bahan bakar menjadi bahan bakar atau menjadi minyak kelapa itu kan banyak potensi dari kelapa,” ucap dia.

     

    Salah seorang warga, Sumardianto merasa pelatihan ini mampu menginspirasi masyarakat untuk lebih semangat dalam bercocok tanam.

     

    Pria 41 tahun ini berharap sukarelawan Ganjar dapat menelurkan kegiatan-kegiatan positif lain untuk masyarakat.

     

    “Untuk relawan Ganjar kami seluruh masyarakat di sini mengucapkan terima kasih karena adanya kegiatan ini. Harapan ke depannya ya seluruh masyarakat kami itu pengen itu tadi kita bisa lanjut dan program ini bisa (terus) terlaksana,” ungkap dia.

     

    Sebagai informasi, relawan Wong Kito Dewe juga menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo yang telah berhasil memimpin Jawa Tengah selama 10 tahun dengan gaya kepemimpinannya merakyat, luwes, dan tegas anti korupsi.

  • Cara Wong Kito Ganjar Lestarikan Pempek Sebagai Kuliner Khas Daerah Palembang

    Cara Wong Kito Ganjar Lestarikan Pempek Sebagai Kuliner Khas Daerah Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Wong Kito Dewe sebagai sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo yang berbasis di Sumatera Selatan (Sumsel) terus menebar aksi bermanfaat untuk masyarakat di Bumi Sriwijaya.

     

    Sabtu (12/8/2023), sukarelawan ini mengadakan pelatihan pembuatan pempek untuk ibu-ibu di Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Sumsel.

     

    Koordinator Wilayah Wong Kito Dewe Palembang Indra kasumah mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu cara untuk melestarikan pempek sebagai kuliner khas daerah Sumsel.

     

    Dia berharap, lewat pelatihan ini bisa menambah keterampilan para ibu-ibu di daerah tersebut dalam membuat pempek.

     

    Sebab, menurutnya masih banyak ibu-ibu yang belum mengetahui cara membuat dan mengolah makanan yang berasal dasar tepung kanji dan daging ikan tersebut.

     

    “Pempek ini merupakan makanan khas Palembang. Tetapi tidak seluruh ibu-ibu itu tahu cara pembuatan pempek,” kata Indra.

     

    Relawan Wong Kito Dewe mengandeng salah satu pelaku UMKM pempek untuk mengajarkan para ibu-ibu memasak pempek dari bahan-bahan dasar.

     

    Para peserta diharapkan Indra, kelak bisa membuat pempek sendiri, dan ikut meramaikan khazanah usaha pempek di Kota Palembang.

     

    “Untuk melestarikan makanan khas Palembang kita di sini, untuk meningkatkan UMKM, dan untuk menambah kualitas (keterampilan) ibu-ibu dalam membuat pempek,” sebutnya.

     

    Lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa kegiatan yang disebutnya terinspirasi dari sosok Ganjar Pranowo ini akan terus berlanjut. Dia menjelaskan, agenda terdekat Wong Kito Dewe Palembang adalah aksi pembibitan jamur konsumsi.

     

    “Kegiatan ini terinspirasi dari Pak Ganjar Pranowo. Karena beliau sangat bersosialisasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu. Jadi kita adakan kegiatan ini,” pungkasnya.

     

    *Dukung Ibu-Ibu Ramaikan UMKM Oleh-oleh Khas Palembang*

     

    Salah satu peserta, Agustina (52) mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan yang digelar oleh loyalis Ganjar Pranowo tersebut. Dia mengatakan, kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk kalangan ibu-ibu.

     

    “Ini sangat bermanfaat sekali, karena kami kan belum bisa buat pempek. Kalau bisa ada lagi pembuatan selain pempek, misalnya kemplang atau cukanya, jadi ada peluang untuk berdagang,” kata Agustina.

     

    Lewat kegiatan tersebut pula, disebutnya bisa mendukung para ibu-ibu untuk membuka UMKM yang menjual berbagai makanan khas Palembang.

     

    “Kalau bisa nanti kami ibu-ibu di sini, bisa usaha yang bisa bikin untuk orang yang datang ke Palembang,” harapnya.

  • Wong Kito Ganjar Adakan Pelatihan Pertanian Pembibitan Sawit Bagi Warga Sumsel

    Wong Kito Ganjar Adakan Pelatihan Pertanian Pembibitan Sawit Bagi Warga Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Sukarelawan Wong Kito Dewe Dukung Ganjar mengadakan pelatihan usaha pertanian pembibitan sawit unggul kepada puluhan warga di dua titik lokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

    Acara yang menyasar para petani itu diselenggarakan di Desa Sinar Jaya dan Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada Minggu (6/8/2023).

    Koordinator Daerah (Korda) Wong Kito Dewe Kabupaten Musi Banyuasin, Ahmad Nurhadi mengatakan pelatihan ini penting diadakan mengingat sawit merupakan komoditi utama pertanian yang ada di wilayah Sumatera Selatan.

    Mayoritas para petani daerah setempat menggantungkan keberlangsungan hidup mereka pada sektor pertanian, terutama perkebunan sawit.

    “Kami menyadari pentingnya edukasi pengetahuan mengenai pembibitan sawit itu karena sawit menjadi komoditi utama yang ada di Sumatra Selatan. Karena juga hasilnya banyak dari sawit ini berupa minyak masak, minyak bahan bakar, alat-alat lain seperti sabun dan lain-lain,” ujar pria yang akrab disapa Hadi tersebut.

    Melalui pelatihan tersebut, Hadi berharap para petani menjadi lebih termotivasi untuk melihat potensi pengembangan usaha di bidang pembibitan sawit agar bisa meningkatkan hasil yang optimal.

    Dengan demikian, upaya Wong Kito Dewe untuk menyejahterakan petani selaras dengan keberhasilan program Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dapat terealisasi.

    “Relawan wong kito dewe memang bergerak menjadi penyambung lidah, menjadi perpanjangan tangan sosialisasi Pak Ganjar, salah satunya program pertanian ini,” jelas Hadi.

    Sambutan hangat dari warga dalam menerima kehadiran para sukarelawan menunjukkan bahwa mereka sangat mendukung Ganjar Pranowo jadi Presiden 2024-2029.

    Hadi berharap nantinya keberhasilan Ganjar Pranowo dalam menyejahterakan para petani di Jawa Tengah dapat diimplementasikan lebih luas lagi mencakup skala nasional.

    “Masyarakat di sini alhamdulillah menerima sampai hari ini, juga mendukung apa yang diprogramkan oleh Bapak Ganjar karena selaras dengan apa yang mereka lakukan sekarang,” ucap Hadi.

    Di lokasi yang berbeda, semangat untuk mendukung Ganjar Pranowo juga diungkapkan oleh salah seorang peserta pelatihan, Mismanto (50).

    Mismanto yakin untuk melabuhkan pilihannya pada Ganjar setelah melihat jejak rekam pria berambut putih tersebut selama dua periode menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.

    “Alhamdulillah berkat adanya ini kami dari masyarakat Desa Jirak sangat menanggapi (positif), karena ini program yang sangat membaur dengan masyarakat untuk acuan ke depan masalah program pertanian. Ini sangat cocok untuk di sini,” ungkap Mismanto.

    “Dan juga untuk masalah dukungan Pak Ganjar untuk melanjutkan menjadi presiden alhamdulillah kami sangat mensupport. Satu-satunya dukungan kami hanya Pak Ganjar. Harapan di 2024 untuk Pak Ganjar memang sosok yang cukup potensial untuk negara kita,” pungkasnya.

  • Wong Kito Ganjar Adakan Pelatihan Pembuatan Wajik di Musi Banyuasin

    Wong Kito Ganjar Adakan Pelatihan Pembuatan Wajik di Musi Banyuasin

    SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Sukarelawan Wong Kito Dewe Dukung Ganjar Pranowo menggelar kegiatan pelatihan pembuatan kudapan wajik di Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (23/7/2023).

     

    “Hari ini kami Wong Kito Dewe Kabupaten Banyuasin mengadakan pelatihan pembuatan wajik,” kata Koordinator Daerah (Korda) Wong Kito Dewe Kabupaten Musi Banyuasin, Ahmad Nurhadi.

     

    Dalam pelatihan tersebut, ibu-ibu Desa Jirak mendapatkan ilmu praproduksi sampai pascaproduksi kudapan khas Palembang itu. Mulai dari bahan-bahan yang diperlukan, proses pembuatan, hingga penyajian.

     

    Antusiasme ibu-ibu saat mengikuti kegiatan ini pun tak terbendung. Mereka tampak semangat mendengarkan teori pembuatan wajik dan mempraktekkannya langsung di lokasi.

     

    “Kami melibatkan ibu-ibu di wilayah sini. Sekilas dapat terlihat antusias ibu-ibu di sini cukup ramai. Gunanya juga bisa untuk mengembangkan UMKM (Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro) di wilayah sini,” tutur Ahmad.

     

    Ahmad mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk membuka peluang usaha bagi ibu-ibu di Kabupaten Musi Banyuasin. Pasalnya kudapan wajik merupakan salah satu komoditas potensial untuk dijual.

     

    Ditambah lagi, kata Ahmad, wajik seringkali menjadi santapan ringan dalam berbagai kegiatan perkumpulan masyarakat. Seperti pengajian, arisan, penjamuan tamu, dan acara-acara lain.

     

    “Kami di sini hadir menjadi relawan untuk memanjangkan cita-cita dari Pak Ganjar, yakni meningkatkan perekonomian masyarakat. Kita di Musi Banyuasin ini semangat,” katanya.

     

    Di samping itu, Ahmad menyebut kegiatan ini juga merupakan upaya sukarelawan Wong Kito Dewe untuk melestarikan kudapan tradisional nusantara agar tidak hilang keberadaannya di masyarakat.

     

    “Kami berupaya mengembangkan juga kembali makanan tradisional di Kota Palembang, khususnya di Sumatera Selatan ini,” turur Ahmad.

     

    Ahmad berharap, ibu-ibu di Kabupaten Musi Banyuasin semakin maju dan berkembang, terlebih bagi para pelaku UMKM. Ahmad juga berharap semua kegiatan Wong Kito Dewe memberikan banyak manfaat untuk masyarakat luas.

     

    “Untuk ke depan rencananya kami akan membuat pelatihan juga untuk bapak-bapak. Seperti pelatihan pembibitan sawit. Nanti buat ibu-ibunya juga akan diadakan pelatihan pembuatan makanan tradisional lagi seperti ini,” pungkas dia.

     

    Setya Ningsih, salah satu peserta pelatihan pembuatan wajik berterima kasih kepada relawan pendukung Ganjar Pranowo itu. Pasalnya Wong Kito Dewe memberikan kebermanfaatan buat masyarakat sekitar.

     

    “Banyak sekali ilmu yang didapat. Yang pertama kita bisa buat wajik, yang kedua kita bisa buka usaha buat acara di pengajian, senam, PKK, dan lain-lain,” imbuhnya.

     

    Setya pun akan menerapkan ilmu-ilmu yang didapatkan saat pelatihan. Setya berharap perekonomian ibu-ibu setempat menjadi lebih baik dengan adanya pelatihan seperti ini.

     

    “Semoga usaha ibu-ibu di sini selalu lancar dan dapat memajukan ekonominya,” pungkas Setya.

  • Wong Kito Ganjar Geliatkan Ketahanan Pangan Warga Lewat Alpukat Mentega

    Wong Kito Ganjar Geliatkan Ketahanan Pangan Warga Lewat Alpukat Mentega

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR – Sukarelawan Wong Kito Dewe dukung Ganjar memberikan edukasi kepada warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur tata cara penanaman bibit alpukat mentega, Kamis (20/7/23).

    Kegiatan ini merupakan upaya ketahanan pangan yang digeliatkan simpatisan Ganjar Pranowo dengan menyulap pekarangan rumah menjadi lahan hijau.

    Berlokasi di Desa Sidowaluyo, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan (Sumsel), acara ini disambut baik oleh warga.

    Koordinator Wilayah Wong Kito Dewe Kabupaten OKU Timur, Dwiyanto mengatakan edukasi tersebut meliputi pemilihan bibit, menyediakan lubang, pemberian pupuk yang tepat, dan lain sebagainya.

    Wong Kito Dewe OKU Timur turut melakukan penanaman bibit alpukat mentega secara langsung di pekarangan rumah warga. Di samping itu, mereka menyerahkan 730 bibit untuk dibagikan ke 12 desa.

    “Tujuan kami ialah menciptakan ketahanan pangan ataupun penambahan pendapatan dari masyarakat di desa itu. Nantinya agar supaya masyarakat ini mendapatkan tambahan penghasilan dari hasil daripada alpukat mentega,” ucap dia kepada wartawan.

    Dwiyanto menyebut, pihaknya memilih alpukat mentega lantaran varietas tersebut mudah dibudi dayakan serta digemari warga meskipun hanya mengoptimalkan lahan yang dimiliki seperti pekarangan rumah.

    Budi daya ini memiliki banyak manfaat bagi warga diantaranya menjadi stimulus penguatan ekonomi masyarakat, mengentaskan kemiskinan, serta ketahanan pangan penuhi gizi keluarga.

    Wong Kito Dewe OKU Timur juga bakal memberikan pendampingan kepada warga yang menanam bibit alpukat mentega itu mulai dari penanaman, perawatan berkala, hingga berbuah.

    “Nanti dari relawan memonitoring ataupun perawatan berkala dari pemupukan sampai penyemprotan nantinya kita yang memberikan sekaligus edukasi di lapangan dan penanganan di lapangan,” jelas dia.

    Erlan (55) salah satu warga Desa Sido Waluyo mengaku tertarik untuk membudidayakan alpukat mentega ini.

    Menurut dia, apa yang telah dilakukan sukarelawan Ganjar Pranowo itu dinilai tepat dan bermanfaat bagi warga setempat.

    “Soal alpukat ini insyaallah kalau cepat berbuah dan cepat dikonsumsi mungkin memperbaiki daripada vitamin termasuk yang berkeluarga. Jadi insyaallah kalau berbuah lebih banyak jadi pendapatan daripada buah itu sendiri,” ucap dia.

  • Wong Kito Ganjar Berikan Ratusan Bibit Alpukat Madu untuk Warga Desa di OKU Timur

    Wong Kito Ganjar Berikan Ratusan Bibit Alpukat Madu untuk Warga Desa di OKU Timur

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR – Sukarelawan Wong Kito Dewe memberikan ratusan bibit tanaman alpukat madu untuk warga di beberapa desa di Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

    Total ada sekitar 730 bibit yang diberikan oleh pendukung Ganjar Pranowo tersebut. Nantinya, bibit-bibit tersebut akan disebar penanamannya pada 12 desa yang ada di Semendawai Suku III.

    Koordinator Wilayah Wong Kito Dewe Kabupaten OKU Timur, Dwiyanto mengatakan sebelum memberikan bibit dilakukan juga penyuluhan tentang tata cara penanaman alpukat madu.

    “Tentang penumpukan, jarak tanam, hingga tempat ideal untuk menanam,” ujar Dwiyanto pada Jumat (14/7/2023).

    Melalui bantuan tersebut, Dwiyanto berharap agar warga desa bisa memanfaatkannya dengan berkebun alpukat madu. Dengan cara itu, maka bisa menambah penghasilan warga desa.

    “Menurut saya, alpukat madu itu sekarang sedang booming. Harga jual buahnya juga nanti akan bagus untuk ke depannya. Ada nilai ekspornya,” katanya.

    Dia juga menegaskan bahwa sukarelawan Wong Kito Dewe OKU TIMUR akan memberikan pendampingan kepada warga yang nanti akan berkebun dari bibit yang telah mereka berikan.

    Pendampingan akan dilakukan mulai dari penanaman, perawatan berkala, hingga nanti tanaman tersebut mulai berbuah.

    “Program kami tetap akan memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam penanganan perawatan bibit alpukat hingga berbuah. Dari penyemprotan, pemupukan,” sebutnya.

    Siap Bantu Pasarkan Hasil Panen

    Tidak berhenti di situ, sukarelawan ini juga menyatakan siap untuk membantu warga desa dalam pemasaran buah alpukat setelah dipanen.

    “Nanti panen dan penjualannya nanti tetap akan berkoordinasi dengan kami sukarelawan Wong Kito Dewe,” katanya.

    Namun saat ini, pihaknya masih akan fokus mendampingi warga di 12 desa untuk menanam ratusan bibit yang telah diberikan sukarelawan.

    “Masih banyak penanaman bibit alpukat di desa lain di bulan tujuh hingga bulan delapan. Dan mungkin nanti kami mencari terobosan-terobosan baru untuk memberikan bantuan langsung ke desa-desa lain,” kata Dwiyanto.

    “Kami terinspirasi dari Bapak Ganjar Pranowo yang mendukung sekali program-program masyarakat, terjun langsung ke masyarakat,” tambahnya.

  • Wong Kito Ganjar Edukasi Masyarakat OKI Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban

    Wong Kito Ganjar Edukasi Masyarakat OKI Tata Cara Penyembelihan Hewan Kurban

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Sukarelawan Wong Kito Dewe dukung Ganjar memberikan pelatihan tata cara penyembelihan hewan kurban secara syar’i kepada masyarakat. Adapun, mereka menyiapkan dua ekor kambing dalam agenda tersebut.

     

    Koordinator Wilayah Wong Kito Dewe Sumatra Selatan, Harun Rasyid mengatakan edukasi ini berlangsung di Desa Suka Maju, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, Jumat (30/6/2023).

     

    Menurut dia, berkurban berarti menunjukkan rasa syukur atas sebagian rezeki yang dimiliki untuk berbagi kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, masyarakat perlu mencermati hal penting seperti memilih hewan kurban.

     

    “Tujuan kami karena polemik di masyarakat juga banyak yang (berkurban) belum sesuai. Seperti halnya hewan kurban harus laki-laki padahal dalam syariat islam kan enggak harus laki-laki, harus jantan kan enggak. Padahal syariat islam cuman yang penting kambing atau sapi,” ucap dia.

     

    Di sisi lain, lanjut Harun, proses penyembelihan hewan kurban tidak boleh sembarangan, ada sejumlah ketentuan dan rukun yang harus dipenuhi agar ibadah tersebut afdal di hadapan Allah.

     

    Misalnya dalam tata cara penyembelihan, hewan harus dibaringkan terlebih dulu dengan cara diikat keempat kakinya supaya mudah dijagal, lalu petugas penyembelih maupun hewan kurban harus menghadap kiblat, dan lain-lain.

     

    “Terus yang kedua, kami ingin mengajak masyarakat itu lebih sadar lagi untuk berkurban karena potensi di desa sini itu hampir semua masyarakat itu punya kambing, masyarakat punya sapi,” ucap dia.

     

    “Kami berharap masyarakat ke depannya pemikirannya lebih cenderung kepada konsep agama daripada konsep adat turun temurun. Kami ingin mengubah image masyarakat yang seperti itu lebih dekat lagi dengan syariat Islam,” imbuh dia.

     

    Salah satu masyarakat, Eriyanto (46) mengatakan pelatihan kali ini begitu menarik minat masyarakat.

     

    Selain belum pernah dilakukan di lingkungan masyarakat setempat, kegiatan ini juga dapat menambah wawasan lebih dalam mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam.

     

    “Belum pernah, ini yang pertama. Bagus dan sangat mendukung dari lingkungan desa sukamaju. Agak grogi sedikit tadi pas mencoba menyembelih,” ucap Yanto.

     

    Sebagai informasi, sukarelawan Wong Kito Dewe dukung Ganjar turut berkontribusi dalam menyambut hari raya Iduladha 1444H, Kamis (29/6) untuk menyembelih hewan kurban di kawasan Desa Suka Maju, Kabupaten OKI.

  • Wong Kito Ganjar Berikan Hewan Kurban di 3 Titik Kota Palembang

    Wong Kito Ganjar Berikan Hewan Kurban di 3 Titik Kota Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sukarelawan Wong Kito Dewe dukung Ganjar menyambut suka cita momentum Iduladha 1444H dengan menyerahkan sejumlah hewan kurban untuk membantu masyarakat, Kamis (29/6).

    Simpatisan Ganjar itu menyediakan sembilan ekor kambing untuk disebar pada tiga titik di Kota Palembang, yakni, Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang, Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarame, dan Kelurahan 2 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1.

    Perwakilan Koordinator Wilayah Wong Kito Dewe Kota Palembang, Ahmad Nurhadi mengatakan penyerahan hewan kurban ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur sekaligus menebar kebermanfaatan kepada warga “Bumi Sriwijaya”.

    “Hari ini kami memang dari relawan Wong Kito Dewe melakukan kegiatan yang bertepatan dengan momentum Iduladha. Kami melaksanakan penyembelihan tiga ekor kambing diatasnamakan untuk bapak Ganjar Pranowo dan ibu Nyai Hj. Siti Atiqoh,” kata Nurhadi ditemui di Kelurahan Lebong Gajah.

    Setelah dilakukan prosesi penyembelihan hewan kurban, daging kambing tersebut langsung didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima atau mustahik.

    Dia pun berharap penyerahan hewan dan distribusi daging kurban ini dapat mempererat tali silaturahmi serta memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

    “Rencananya itu nanti daging-daging itu akan dibagikan ke 40 mustahik di setiap titik itu jadi lebih kurang 120 mustahik akan menerima daging yang kita sumbangkan atas nama bapak Ganjar ini,” jelas dia.

    Di sela-sela kegiatan, pihaknya bersama panitia kurban juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih hewan kurban, hingga tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam.

    Kegiatan positif ini disambut baik oleh masyarakat, salah satunya Ruslan (56) selaku tokoh masyarakat setempat. Dia mengapresiasi langkah positif relawan Ganjar untuk menolong masyarakat khususnya dalam momentum Iduladha.

    “Kami dari seluruh warga RT28 tentunya banyak mengucapkan terima kasih atas bantuan dari relawan Bapak Ganjar Pranowo dalam hal ini saya pribadi ketua dari panitia kurban mengucapkan banyak terima kasih dalam hal ini kami turut terbantukan kepada masyarakat di sini,” ucap dia.

  • Relawan Ganjar Wong Kito Dewe Coba Raih Keberkahan Malam Lailatulkadar

    Relawan Ganjar Wong Kito Dewe Coba Raih Keberkahan Malam Lailatulkadar

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR – Malam lailatulkadar adalah sesuatu yang istimewa bagi seluruh umat muslim karena di malam tersebut diturunkannya Al-Qur’an.

    Malam tersebut hanya akan terjadi pada bulan Ramadan, sehingga banyak pula orang yang berburu untuk mendapatkan pahala ganda dari malam lailatulkadar.

    Keberkahan malam lailatulkadar ini pun coba digapai relawan Ganjar Wong Kito Dewe dengan menggelar kegiatan khotmil Al-Qur’an dan santunan anak yatim pada Selasa (18/4).

    Puluhan anak yatim hadir dan diberikan sejumlah bingkisan oleh relawan yang berbasis di Sumatera Selatan tersebut.

    Kegiatan yang dihadiri ratusan orang tersebut, dihelat di halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Tibil Qulub di Desa Mujorahayu, Kecamatan Semendawai Suku III, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

    “Mudah-mudahan apa yang kami santunkan, kami berikan, bisa bermanfaat untuk mereka anak-anak yatim piatu di Bulan Ramadan ini menuju bulan syawal,” ujar Ketua DPD Relawan Wong Kito Dewe Kabupaten OKU Timur, Dwiyanto.

    Acara yang berlangsung usai salat terawih tersebut, dikatakan Dwiyanto, diikuti oleh warga Desa Mujorahayu dan desa-desa di kecamatan lainnya.

    “Ini di bulan Ramadan, selain kami mencari untuk mendapatkan malam lailatulkadar, kami menggalang masyarakat untuk bisa menyantuni (anak yatim), agar bermanfaat untuk anak yatim di bulan Ramadan ini,” katanya.

    Khotmil Al-Qur’an berlangsung hikmat dengan pembacaan Al-Qur’an yang dipimpin oleh pengasuh sekaligus pengasuh Ponpes Tibil Qulub, Abdul Qorib.

    Lebih lanjut, Dwiyanto menuturkan bahw relawan Wong Kito Dewe akan kembali melaksanakan kegiatan bermanfaat dan aksi sosial lain di kecamatan-kecamatan lainnya di Kabupaten Oku Timur.

    “Kwmi terinspirasi dari sosok Pak Ganjar yang berjiwa sosial, dermawan, gemar blusukan, jadi kami mengikuti jejak beliau,” sebutnya.

    Wong Kito Dewe sendiri, merupakan bahasa Palembang yang memiliki arti orang kita sendiri. Relawan ini terbentuk karena rasa cinta mereka terhadap Ganjar, dan menganggap pemimpin tersebut telah menjadi bagian dari mereka

    Berkah Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan

    Pendiri dan pengasuh Ponpes Tibil Qulub, Abdul Qorib menyebut kegiatan santunan anak yatim yang digelar relawan Wong Kito Dewe sangat bermanfaat dan membawa berkah karena dilakukan di Bulan Ramadan.

     

    “Dikarenakan santunan yatim piatu kiranya kita sebagai manusia itu tidak meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu merawat, melindungi, dan tidak menelantarkan anak yatim,” katanya.

     

    Dia juga turut mengapresiasi kegiatan khotmil Al-Qur’an yang disebutnya berguna untuk menambah wawancara keagamaan para peserta. Dia ingin agar relawan bisa kembali menggelar kegiatan serupa di pesantrennya.

     

    “Insyaallah harapan kami dari pemburu lailatul qadar, mudah-mudahan dengan adanya khotmil Al-Qur’an dan santuan anak yatim ini, besar harapan kami itu bisa mengambil hikmah dari malam lailatul qadar,” tutur Qorib.

     

    “Kami berharap tim relawan ini bisa benar-benar membantu masyarakat di sini, khususnya pesantren ini. Harapannya semoga relawan bisa benar-benar merakyat dan membantu rakyat.” tambahnya.

  • Relawan Ganjar Wong Kito Dewe Tebar Aksi Sosial Saat Ramadan di Ogan Komering Ilir

    Relawan Ganjar Wong Kito Dewe Tebar Aksi Sosial Saat Ramadan di Ogan Komering Ilir

    SUARAPUBLIL.ID, OKI – Dukungan untuk Ganjar Pranowo menjadi presiden terus meluas dan hadir dari berbagai kalangan masyarakat. Termasuk dari kalangan masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel) yang tergabung dalam jaringan relawan Wong Kito Dewe.

     

    Wong Kito Dewe merupakan bahasa Palembang yang memiliki arti orang kita sendiri. Relawan ini terbentuk karena rasa cinta mereka terhadap Ganjar, dan menganggap pemimpin tersebut telah menjadi bagian dari mereka.

     

    Selain menyosialisasikan figur Ganjar di Sumsel, mereka juga berkomitmen untuk aktif dalam berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat untuk masyarakat.

     

    Salah satunya pada Selasa (18/4), relawan ini menggelar santunan kepada anak-anak anak yatim di Desa Suka Maju, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel.

     

    Koordinator Daerah Wong Kito Dewe, Harun Rasyid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat nyata kepada puluhan anak yatim di Desa Suka Maju. Dia juga berharap keberkahan lewat kegiatan tersebut.

     

    “Ini lah yang lebih bermanfaat kepada anak-anak, dan saya berharap doa dari pada anak yatim itu, khusus untuk Pak Ganjar. Apa yang kita usahakan agar beliau menjadi orang nomor satu di Indonesia, bisa diwujudkan,” ujar Harun.

     

    Dalam menghimpun dan memberikan bantuan kepada anak-anak yatim tersebut, relawan Wong Kito Dewe turut bekerja sama dengan pihak Pondok Pesantren Mamba’ul Huda.

     

    Harun berharap kegiatan itu bisa membuat figur Ganjar semakin dikenal hingga daerah-daerah pelosok di Ogan Komering Ilir.

     

    “Walaupun lewat YouTube mereka ini sudah kenal, oh ini Pak Ganjar. Tapi ada yang tidak tahu kalau nanti dia mau calon jadi presiden. Insyaallah hari ini, lewat sosialisasi tadi, kami sampaikan dan banyak dari mereka yang memahami,” katanya.

     

    Selain santunan kepada anak yatim, para relawan juga menggelar kegiatan lainnya. Mulai dari doa bersama untuk bangsa dan masyarakat Indonesia, hingga pemberian paket makanan untuk berbuka puasa.

     

    Lebih lanjut, Harun menjelaskan bahwa semenjak relawan Wong Kito Dewe dibentuk, pihaknya telah menggelar kegiatan sosialisasi di beberapa kecamatan di OKI.

     

    Dia mengaku, semua kegiatan yang telah digelarnya mendapat tanggapan positif dari masyarakat.

     

    “Relawan wong kito dewe ini didasari atas keikhlasan masyarakat Sumsel dalam memberikan dukungan penuh pada Ganjar Pranowo. Bahkan mereka-mereka ini menganggap beliau ini adalah orang asli Palembang,” kata Harun.

     

    *Doa Bersama Minta Pemimpin yang Bawa Perubahan Baik untuk OKI*

     

    Dalam doa bersama yang dipimpin oleh pimpinan Ponpes Mamba’ul Huda, Kiai Ali Purnomo tersebut, ia meminta agar Indonesia diberikan pemimpin yang bisa membawa perubahan baik untuk masyarakat OKI.

     

    “Kami sebagai rakyat mendoakan agar terpilihnya pemimpin yang amanah. Mengerti akan keluhan dan kebutuhan rakyat, terutama saat ini di OKI, ada permasalahan di akses jalan, lampu, dan lain sebagainya,” ujar dia.

     

    Dalam wawancara dengannya, Kiai Ali juga mengapresiasi kegiatan yang digelar para relawan. Dia menyebut, santunan anak yatim adalah kegiatan yang sangat cocok dilakukan di Bulan Ramadan.

     

    “Manfaatnya sangat besar, apalagi ini bulan puasa dan dilaksanakan menjelang malam ganjil. Bisa jadi malam lailatul qadar,” pungkasnya.