Tag: Banyuasin

  • Dari 21 Desa 11 Desa di Kecamatan Banyuasin III Mulai Cairkan DD Termin Kedua

    Dari 21 Desa 11 Desa di Kecamatan Banyuasin III Mulai Cairkan DD Termin Kedua

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN — Para Kepala Desa yang ada di wilayah Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, hari ini Selasa (25/7) mulai melakukan pencairan Dana Desa (DD) reguler APBN tahun 2023 untuk termin kedua.

    Dana Desa yang dicairkan oleh para Kades di Kecamatan Banyuasin nilainya sebesar 40%. Hal ini disampaikan Camat Banyuasin III Santo SSos MSi, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/7).

    Menurut Santo, untuk di Kecamatan Banyuasin III dari 21 desa baru 12 desa yang sudah melakukan pencairan Dana Desa termin kedua. Sedangkan untuk 9 desa masih dalam proses pencairan.

    “Untuk 9 desanya masih dalam proses pencairan karena terkendala salah satunya terlambat penyampaian reaslisasi dan ada pajak yang belum terinfut dan terbayarkan,” ungkap Santo.

    Santo menjelaskan, proses pencairan itu langsung ditransfer ke kas desa melalui kas daerah.”Dari rekening kas daerah transfer ke rekening kas desa,” imbuh dia.

    “Diharapkan berbagai kegiatan yang sudah teranggarkan dalam APBDesa TA 2023 bisa segera dilaksanakan, diantaranya untuk kegiatan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat,” pungkas dia. (Adm)

  • 1 Abad NU dan Harlah PKB Ke-25, DPC PKB Banyuasin Sambangi Panti Asuhan

    1 Abad NU dan Harlah PKB Ke-25, DPC PKB Banyuasin Sambangi Panti Asuhan

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Dalam Rangka 1 abad NU dan Harlah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-25, Dewan Pimpinan Cabang PKB Kabupaten Banyuasin menggelar kegiatan dengan menyantunin Anak Yatim di Panti Asuhan Al Hikmah Kecamatan Talang Kelapa, Minggu (23/7).

    Ketua DPC PKB Kabupaten Banyuasin Rudiyanto, melalui Sekretaris DPC PKB Emi Sumirta, mengatakan bahwa kegiatan ini rangkaian dari 1 abad NU dan Harlah PKB ke- 25, dengan menggelar berbagai kegiatan salah satunya dengan menyantuni anak yatim.

    Menurut Emi, pihaknya menyambangi Panti Asuhan ini sebagai bentuk syukur dengan usia PKB yang sudah 25 tahun berdiri sebagai partai politik besar di Indonesia, dan bisa terus mengabdi untuk bangsa dan negara. Apalagi, PKB sebagai satu-satunya partai politik anak kandung Nahdatul Ulama (NU), di mana PKB usianya sudah cukup dewasa dan mandiri.

    “Kita ingin berbagi dengan anak-anak panti asuhan dan berharap ke depan PKB akan semakin besar. Ini juga bisa menjadi momentum bagi PKB untuk terus melakukan pengabdian dan perbaikan demi Indonesia, mengingat PKB selama ini sebagai saluran politiknya NU, ” kata Emi.

    Emi, juga mengucapkan terima kasih banyak kepada pimpinan panti dan akan membawa usulan dan harapan pengurus panti asuhan, tidak hanya Al Hikmah tapi seluruh panti asuhan yang ada di Kabupaten Banyuasin pada pandangan Fraksi, agar lebih diperhatikan serta mengalokasikan anggaran untuk panti-panti yang ada.

    Dikatakan Emi, bahwa kegiatan menyantuni panti asuhan ini dilaksanakan serentak se Indonesia, termasuk di Kabupaten/ kota se Sumsel, sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

    “DPC tingkat kabupaten/kota se-Sumsel juga melaksanakan serentak hari ini. Nah karena ketua DPC PKB Kabupaten Banyuasin saat ini sedang menunaikan ibadah haji, maka saya yang mewakili DPC disini, dan beliau menitipkan salam dan mohon doa kepada semuanya untuk kemenangan PKB di Banyuasin 2024 nanti,” ungkap Emi.

    Anggota DPRD Banyuasin Fraksi PKB ini, menuturkan, PKB Banyuasin sendiri pastinya memiliki target besar di Pemilu 2024, salah satunya bisa mengantarkan Ketum Umum (Ketum) PKB, Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, ikut dan memenangkan kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres), serta menang Pemilu Legislatif.

    Sementara Pengurus Panti Asuhan Al Hikmah Amir, meminta agar banyak pihak yang bisa membantu operasional pendidikan anak panti asuhan, terutama perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuasin. (Adm)

  • Hadiri Syuquran HBA Ke-63, Bupati Askolani Apresiasi Kinerja Kejari Banyuasin

    Hadiri Syuquran HBA Ke-63, Bupati Askolani Apresiasi Kinerja Kejari Banyuasin

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN — Seluruh insan Adhyaksa sangat dibutuhkan rakyat Indonesia, yakni bakti menegakkan hukum, bakti menjunjung keadilan, dan bakti untuk kemajuan Indonesia.

    Hal ini disampaikan Bupati Banyuasin H Askolani SH MH saat menghadiri acara Syukuran Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-63 Tahun sekaligus HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke-23 Tahun 2023, yang berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Banyuasin Sabtu (22/7).

    Syukuran ini merupakan salah satu acara puncak perayaan HBA yang diselenggarakan oleh Kejari Banyuasin, setelah sebelumnya menggelar berbagai kegiatan mulai dari kegiatan sosial hingga berbagai perlombaan olahraga.

    Dikatakan Askolani, kewenangan Kejaksaan sangat besar yang meliputi penyidikan, penuntutan, perampasan dan pengembalian aset dan kewenangan lainnya. Oleh karenanya, kewenangan besar itu harus dimanfaatkan secara benar, profesional dan tanggung jawab.

    “Atas nama Pribadi dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengucapkan selamat Hari Adhyaksa, kepercayaan masyarakat harus dipertahankan dan ditingkatkan dengan kinerja semakin baik, melalui kerja-kerja sistematis dan terlembaga, serta melakukan transformasi terencana dan komprehensif di Bumi Sedulang Setudung,” ujar dia.

    Dirinya juga mengapresiasi atas kerja keras, cerdas dan ikhlas kinerja yang dilakukan Kejaksaan dalam pengembalian kerugian negara yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir ini. Ia berharap Kejaksaan mampu terus meningkatkan kinerjanya dan memperoleh kepercayaan masyarakat yang tinggi.

    “Terus tingkatkan efektivitas kerja, digitalisasi, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, mempermudah akses masyarakat pada pelayanan hukum, meningkatkan keterbukaan informasi, serta responsif menangani laporan-laporan masyarakat,” imbuh dia.

    Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Banyuasin Agus Widodo SH MH mengatakan, Hari Bhakti Adhyaksa merupakan momentum bersama untuk melakukan evaluasi dan introspeksi atas semua yang telah dikerjakan selama setahun terakhir dan menyusun strategi guna mempersiapkan diri menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

    “Sebelum puncaknya pada hari ini kita juga sudah menggelar berbagai kegiatan dalam rangka menyemarakkan HBA ini, mulai dari donor darah, santunan, olahraga dan sebagainya, sebagai penyemarak menyambut HBA ke-63 ini,” jelas dia.

    Ia uga menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran dalam meningkatkan citra institusi, sehingga masyarakat mampu merasakan kehadiran negara dalam setiap problematika hukum.

    Menurut dia, kepastian hukum yang humanis adalah penegakan hukum yang dilakukan dengan memperhatikan keadaan sekitar dan memahami apa yang dibutuhkan oleh masyarakat secara proporsional.

    “Oleh karena itu seluruh aparat penegak hukum harus senantiasa menempa keterampilan hukum dan nilai-nilai keadilan, agar hukum yang adil dapat ditegakan dengan sempurna,” pungkas dia.

    Diketahui, dalam acara puncak peringatan HBA ini juga dilaksanakan tes urin seluruh pegawai Kejari Banyuasin yang dikomandoi langsung oleh Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Banyuasin Drs HM Yusuf MSi.

    Turut hadir, Wakil Bupati Banyuasin H Slamet Somosentono SH didampingi Sekda Banyuasin Ir Erwin Ibrahim ST MM MBA, Ketua DPRD Banyuasin, Dandim 0430 Banyuasin, Kapolres Banyuasin, Segenap Pengurus IAD Banyuasin, dan Sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemkab Banyuasin. (Adm)

  • Akan Utamakan Kepentingan Masyarakat

    Akan Utamakan Kepentingan Masyarakat

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN — Honi Bin Ahmad Ali, sudah menyatakan dirinya siap akan maju di Pemilahan Kepala Desa Tanjung Kepayang, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Hal ini ia ungkapkannya kepada sejumlah awak media, Jum’at (21/7).

    Honi adalah mantan kades dua Periode yang mana Periode pertama 2006-2012, dan Periode kedua 2013- 2018. Ia kembali maju mencalonkan diri Kepala Desa Tanjung Kepayang dengan alasan kepala desa yang aktif menjabat sekarang dinilainya sudah bagus tapi kurang dalam melayani masyarakat.

    Honi, juga menyampaikan pengalamannya selama dua Periode memimpin Desa Tanjung Kepayang. Termasuk beberapa keluhan warganya dan itu akan dijadikan sebagai bahan koreksi. Karena menurut dia masyarakat itu butuh pendampingan.

    Dengan dasar inilah Honi menyatakan kesiapan dirinya untuk bertarung kembali di pemilihan kepala desa yang akan digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin pada 9 September 2023 mendatang.

    “Jika masyarakat masih memberi kesempatan untuk memimpin kembali. Kita perbaiki lagi Desa Tanjung Kepayang ini. Terutama dalam melayani masyarakat, karena kepala desa itu adalah pelayan masyarakat,” ujar Honi.

    Diceritakannya, dulu selama dua Periode ia memimpin di Desa Tanjung Kepayang telah banyak yang dilakukan. Baik pembangunan fisik maupun pemberdayaan yang menyentuh langsung masyarakat.

    Disini juga Honi kembali menegaskan, niat maju kembali dalam pemilihan kepala desa berangkat dari keinginan untuk membangun desa yang jujur, adil, sejahtera, aman, damai dan berbudaya sesuai dengan Visi yang ada.

    “InsyaAllah saya akan berkomitment untuk selalu transparan dalam hal pembangunan, melalui musyawarah desa dirancang bersama masyarakat dan lembaga, menuju desa yang lebih baik,” ucap dia.

    Menurut Honi, visi dan misinya tidak muluk-muluk, semata-mata hanya ingin kembali mengabdikan diri serta fokus untuk memajukan Desa Tanjung Kepayang. Selain itu, ia berjanji untuk siap melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

    “Bukan hanya sebagai pemimpin yang tidak tahu hajat masyarakatnya cuman duduk di kantor, jika saya dipercaya untuk memimpin desa ini, saya akan jemput bola. Kepentingan masyarakat yang diutamakan dari pada kepentingan pribadi dan keluarga,”tegas dia.

    Dia menuturkan, karena Desa Tanjung Kepayang yang di cintai ini sebagai tanah kelahirannya. Maka dari itu Honi memiliki konsep yakni, Melayani masyarakat yang lebih baik, kesehatan, pemberdayaan, pendidikan, pengajian rutin, ketertiban umum dan keamanan, peningkatan hasil pertanian, dan olahraga.

    “Termasuk membenahi administrasi baik kepemerintahan, kependudukan dan pertahanan, sistem ini yang akan saya lakukan dan tidak akan tebang pilih,”ungkap dia. (Adm).

  • Karyawan PT SAL Tewas Dilindas Ban Jonder, Ini Harapan Kades Sedang Dengan Pihak Perusahaan

    Karyawan PT SAL Tewas Dilindas Ban Jonder, Ini Harapan Kades Sedang Dengan Pihak Perusahaan

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Afriyadi (19) karyawan PT Sawit Andalan Lestari (SAL) yang mengalami kecelakaan kerja, ternyata baru masuk dua bulan bekerja di perusahaan PT SAL tersebut. Ia bekerja sebagai pemanen buah kelapa sawit.

     

    Hal ini disampaikan rekan kerjanya Edi Efendi, saat ditemui media ini di rumah duka yang beralamat di RT 05 Dusun II Desa Sedang, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Kamis (20/7).

     

    Menurut keterangan Edi Efendi, pada pukul 08.30, korban bersama dia dan dua rekannya yang lain, melakukan brifing, setelah itu dengan menaiki jonder mereka berangkat menuju lokasi PT SAL Inti 2 Blok AA 14 untuk memanen buah kelapa sawit.

     

    “Kami berempat berangkat menuju lokasi untuk memanen buah kelapa sawit dengan menaiki jonder, dan pas diperjalanan tiba – tiba Afriyadi terjatuh dari jonder dan perutnya langsung terlindas ban jonder,” ungkap dia.

     

    Setelah kejadian, menurut Edi Efendi dia bersama dengan rekan kerjanya yang lain langsung menolong korban dengan membawanya ke RSUD Banyuasin.” Korban langsung kami bawa ke RSUD Banyuasin untuk segera mendapatkan pertolongan medis,” jelas dia.

     

    Dikatakan Edi Efendi, waktu di RSUD korban masih sadar, dan sempat mengatakan kalau dirinya tadi terpeleset dari jonder hingga membuatnya terjatuh.

    “Waktu di UGD korban masih sadar dan sempat menceritakan kalau ia jatuh karena terpeleset,”ujar dia.

    Saat di UGD, lanjut dia, pihak dari RSUD telah melakukan pertolongan pertama dan juga sudah memasang selang infus, namun setelah selang infus terpasang tiba – tiba saja korban langsung tidak sadarkan diri dan setelah diperiksa oleh pihak RSUD, ternyata korban telah meninggal dunia.

     

    “Menurut pihak RSUD ada pendarahan dalam perut korban akibat lindasan ban jonder tersebut, dan korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.00 WIB, dan oleh keluarganya jasad korban langsung dibawa pulang kerumah duka,” imbuh dia.

     

    Atas musibah ini, Kepala Desa Sedang H Iwan Suparmadi berharap kepada pihak dari PT SAL agar koperatif dalam masalah ini, setidaknya ada kepedulian kepada keluarga korban karena ini kecelakaan kerja.

     

    “Juga disini atas nama pribadi maupun atas nama Pemerintah Desa Sedang, kami turut berbela sungkawa terhadap ahli musibah yang ditinggalkan korban,”ucap dia.

     

    Ia juga menghimbau untuk para pekerja di PT SAL khususnya warga Desa Sedang lebih berhati – hati lagi dalam bekerja dan jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi.”Utamakan keselamatan. Kita tidak tau kapan ajal akan menimpa kita,” tutur dia.

     

    Diberitakan sebelumnya, dimana seorang karyawan PT Sawit Andalan Lestari (SAL) Afriyadi (19) mengalami kecelakaan kerja. Korban terlindas ban jonder dan meninggal dunia. Kejadian ini terjadi di area lokasi PT SAL, Desa Sedang, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Kamis (20/7).

     

    Kepala Desa Sedang H Iwan Suparmadi SKM saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut dan korban merupakan warga Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh.”Memang benar dan korban adalah warga saya sendiri,” Ujar Iwan.

     

    Dijelaskan Kades Iwan, bahwa korban memang merupakan karyawan PT SAL bagian panen buah kelapa sawit.”Korban ini karyawan bagian panen buah kelapa sawit, setelah brifing jam 8.30 WIB berangkat menuju lokasi panen, menaiki jonder dan ditengah perjalanan korban jatuh dan terlindas ban jonder,” terang dia.

     

    Iwan menerangkan, dugaan sementara korban terjatuh karena terpeleset, dan saat terjatuh korban langsung terlindas ban jonder pada bagian perut.”Korban langsung dibawa ke RSUD Banyuasin dan setelah di RSUD korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap dia.

     

    “Jasad korban kini telah dibawa pulang oleh pihak keluarganya kerumah duka yang beralamat di RT 05 dusun II Desa Sedang. Atas musibah ini saya atas nama Pemerintah Desa Sedang turut berduka cita dan semoga keluarga almarhum diberi kekuatan menerima musibah ini,” ucap dia. (Adm).

  • Terlindas Ban Jonder, Karyawan PT SAL Meninggal Dunia

    Terlindas Ban Jonder, Karyawan PT SAL Meninggal Dunia

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN — Seorang karyawan PT Sawit Andalan Lestari (SAL) Afriyadi (19) mengalami kecelakaan kerja. Korban terlindas ban jonder dan meninggal dunia. Kejadian ini terjadi di area lokasi PT SAL, Desa Sedang, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Kamis (20/7).

     

    Kepala Desa Sedang H Iwan Suparmadi SKM saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut dan korban merupakan warga Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh.”Memang benar dan korban adalah warga saya sendiri,” Ujar Iwan.

     

    Dijelaskan Kades Iwan, bahwa korban memang merupakan karyawan PT SAL bagian panen buah kelapa sawit.”Korban ini karyawan bagian panen buah kelapa sawit, setelah brifing jam 8.30 WIB berangkat menuju lokasi panen, menaiki jonder dan ditengah perjalanan korban jatuh dan terlindas ban jonder,” terang dia.

     

    Iwan menerangkan, dugaan sementara korban terjatuh karena terpeleset, dan saat terjatuh korban langsung terlindas ban jonder pada bagian perut.”Korban langsung dibawa ke RSUD Banyuasin dan setelah di RSUD korban dinyatakan meninggal dunia,” ungkap dia.

     

    “Jasad korban kini telah dibawa pulang oleh pihak keluarganya kerumah duka yang beralamat di RT 05 dusun II Desa Sedang. Atas musibah ini saya atas nama Pemerintah Desa Sedang turut berduka cita dan semoga keluarga almarhum diberi kekuatan menerima musibah ini,” ucap dia. (Adm).

  • AKBP Ferly Rosa Putra SIK, Jabat Kapolres Banyuasin

    AKBP Ferly Rosa Putra SIK, Jabat Kapolres Banyuasin

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN — Prosesi Tradisi Pedang Pora digelar dalam acara pisah sambut Kapolres Banyuasin, yang dilaksanakan di Markas Polisi Resort (Mapolres) Banyuasin, Rabu (19/7).

    Pisah sambut ini merupakan tindak lanjut pelaksanaan mutasi perwira di jajaran Polda Sumsel yang pengambilan sumpah janji atau pelantikannya telah dilaksanakan beberapa hari yang lalu di Mapolda Sumsel.

    Kapolres Banyuasin yang baru AKBP Ferly Rosa Putra SIK menggantikan AKBP Imam Syafi’i SIK MSi yang saat ini menjadi Kapolres Musi Banyuasin (Muba).

    Adapun rangkaian kegiatan, yakni pelaksanaan penyambutan dan perpisahan, pisah sambut Kapolres Banyuasin yang akan digantikan, dan melaksanakan Apel Kenal Pamit Kapolres Banyuasin.

    Kapolres Banyuasin AKBP Ferly Rosa SIK didampingi Ketua Bhayangkari Ny Windya Ferly Rosa, juga memperkenalkan diri kepada seluruh personil Polres Banyuasin serta Pengurus Bhayangkari Polres Banyuasin.

    Dalam pelaksanaan Apel Kenal Pamit yang berlangsung khidmat itu, Kapolres Banyuasin yang lama AKBP Imam Syafi’i SIK MSi menyampaikan pesan dan kesan selama menjabat sebagai Kapolres Banyuasin.

    Setelah itu Kapolres Banyuasin yang baru AKBP Ferly Rosa Putra SIK memberikan pengenalan dan harapan kedepan untuk Polres Banyuasin kepada seluruh personil Polres Banyuasin.

    Kepada awak media, Kapolres Banyuasin yang baru AKBP Ferly Rosa Putra SIK mengatakan, dirinya akan fokus pada aspek keamanan dan ketertiban masyarakat. Sehingga tercipta kondisi wilayah Banyuasin yang kondusif dan mengantisipasi konflik sosial.

    “Kita tetap melanjutkan apa-apa yang sudah dilaksanakan Kapolres yang lama. Atensi kita tetap pada permasalahan Kamtibmas, kita menghindari dan mengantisipasi adanya konflik-konflik sosial. Saat ini dalam pantauan pihak kondisi Kamtibmas di Banyuasin kondusif dan kita juga pertahankan selalu,” ujar dia.

    Diketahui, bahwa AKBP Ferly Rosa Putra SIK terkenal telah banyak memecat oknum anggota Polisi yang nakal atau melanggar hukum sewaktu dirinya menjabat Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Musi Rawas Utara (Muratara) Polda Sumsel.

    Kini AKBP Ferly Rosa Putra SIK tersebut menjabat sebagai Kapolres Banyuasin dan dia menegaskan bukan tidak mungkin dirinya akan melakukan hal yang sama kepada oknum anggotanya yang melanggar hukum yang tidak bisa ditolerir lagi merusak nama baik institusi Polri.

    “Saat saya menjabat Kapolres Muratara sudah 15 anggota yang di pecat secara tidak hormat (PDTH) karena 15 oknum anggota tersebut tidak bisa dibina lagi Mungkin saya dibilang sadis dan itu mengecewakan namun saya yakin di Polres Banyuasin ini anggota Polres nya baik baik semua,”tutur dia.

    Disampaikan nya, bahwa pemecatan ini bertujuan untuk menjaga nama baik institusi kepolisian dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Polri.

    “Tindakan pemecatan itupun tidak serta merta dilakukan, kita sudah melewati berbagai tahapan dan prosedur yang ada, karena PDTH adalah langkah terakhir,”jelas dia.

    Turut hadir dalam kegiatan ini, Pejabat Utama Polres Banyuasin, Kapolsek jajaran Polres Banyuasin, seluruh personil Polres Banyuasin, serta Ketua Cabang Bhayangkari Polres Banyuasin dan jajarannya. (Adm).

  • Puluhan Kendaraan di Banyuasin Terjaring Operasi Patuh Musi – 2023

    Puluhan Kendaraan di Banyuasin Terjaring Operasi Patuh Musi – 2023

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN — Operasi Patuh Musi 2023 di wilayah hukum Polres Banyuasin berhasil menjaring puluhan pelanggar aturan berlalu lintas sejak Oprasi ini digelar 10 Juli lalu. Hingga rencananya akan berlangsung selama dua pekan sejak 10-24 Juli 2023.

    Kasat Lantas Polres Banyuasin AKP Indrowono mengatakan, pihaknya menindak tegas pelanggar lalin yang ditemukan saat operasi dilakukan. Setidaknya, untuk hari ini, Selasa (18/7) sudah ada puluhan pelanggar yang ditindak tegas oleh petugas.

    “Melakukan penindakan terhadap pelanggaran aturan lalu lintas. Tujuan utamanya adalah menciptakan keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas (kamseltibcarlantas),” kata Kasat Lantas AKP Indrowono, seraya menyebut, Patuh dan Tertib Berlalu Lintas, Cermin Moralitas Banyuasin.

    AKP Indrowono menyebut, Operasi Patuh Musi 2023 ini berfokus pada pengendara yang tidak tertib berlalu lintas. Hal ini mencakup pengemudi di bawah umur, melawan arus, menggunakan strobo/sirine yang tidak sesuai peruntukannya.

    “Juga berfokus pada pengemudi yang menggunakan nomor kendaraan yang tidak sesuai aturan, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI, hingga yang menggunakan knalpot brong, dan pelanggaran lainnya,” ujar dia.

    Terhadap pelanggar lalu lintas yang ditemukan, langsung ditindak dengan memberikan surat tilang. Selain itu, pihaknya juga memberikan teguran kepada pengendara yang melakukan pelanggaran.”Sudah diberikan teguran kepada puluhan pengendara yang melanggar aturan,” ungkap dia.

    Melalui Operasi ini, diharapkan dapat membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait pentingnya patuh pada peraturan dan tata tertib lalu lintas. Dengan begitu, juga diharapkan dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di Kabupaten Banyuasin.

    “Masyarakat diharapkan menjadi lebih sadar akan pentingnya aturan lalu lintas dan berperan aktif dalam membangun keamanan bersama. Dengan demikian, jalanan di Banyuasin akan menjadi tempat yang lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan,” jelas dia. (Adm)

  • Kades Air Senggeris Lantik Perangkat Desa Yang Baru dan Mutasi Jabatan Perangkat Desa

    Kades Air Senggeris Lantik Perangkat Desa Yang Baru dan Mutasi Jabatan Perangkat Desa

    SUARAPUBLIK..ID, BANYUASIN — Setelah melakukan beberapa tahapan proses seleksi oleh Timsel yang bekerja independen beberapa waktu lalu, Kepala Desa (Kades) Air Senggeris Ardiansyah melantik dan mengambil sumpah jabatan Fina Anggraini, selaku Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha dan Umum.

     

    Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan perangkat desa ini, bertempat di Kantor Desa Air Senggeris, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin, Senin (17/7). Hadir Camat Suak Tapeh Bambang Setiadi SE MSi, Ketua BPD Air Senggeris Subendi, beserta anggota, P2UKD Ustadz Arkondi dan tokoh masyarakat.

     

    Dalam kesempatan itu Kepala Desa Air Senggeris Ardiansyah, juga melakukan Mutasi jabatan guna untuk penyegaran. Dimana dalam mutasi jabatan ini, Deni Andriadi yang sebelumnya menjabat Kepala Urusan Perencanaan dilantik untuk menduduki jabatan baru selaku Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan.

     

    Sementara, Rosihan Topan yang sebelumnya menjabat selaku Kepala Urusan (Kaur) Tata Usaha dan Umum, dilantik untuk menduduki jabatan yang baru selaku Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan.

     

    Kepala Desa Air Senggeris Ardiansyah, menerangkan, sebelumnya Kepala Seksi Pelayanan dijabat Yayanti Misnaini, berhubung yang bersangkutan telah mengundurkan diri, maka untuk mengisi kekosongan, Pemerintah desa Air Senggeris melakukan penjaringan perangkat desa yang baru.

     

    Lanjut Ardiansyah, dari hasil penjaringan dan setelah dilakukan seleksi oleh Timsel, dimana Fina Anggraini dinyatakan lolos dalam seleksi tersebut. Namun karena adanya Mutasi jabatan guna untuk penyegaran jadi Fina Anggraini dilantik untuk menduduki jabatan selaku Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum.

     

    “Guna untuk penyegaran, jadi hari ini selain melantik perangkat yang baru, kami juga melakukan Mutasi jabatan yang mana Deni Andriadi yang sebelumnya menjabat Kepala Urusan Perencanaan dilantik untuk menduduki jabatan baru selaku Kepala Seksi Pelayanan,” ungkap Ardiansyah.

     

    “Sementara, Rosihan Topan yang sebelumnya menjabat Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum, dilantik untuk menduduki jabatan baru selaku Kepala Urusan Perencanaan. Untuk Fina Anggraini yang baru saja dilantik menduduki jabatan selaku Kepala Urusan Tata Usaha dan Umum,” timpal dia.

     

    Ardiansyah, mengharapkan khususnya Fina Anggraini yang baru saja usai dilantik sebagai perangkat desa yang baru untuk menduduki jabatan selaku Kaur Tata Usaha dan Umum agar segera bisa berkontribusi yang baik kepada rekan -rekan perangkat desa lainnya.

     

    “Selamat bergabung Fina Anggraini. Semoga bisa bekerjasama yang baik demi memajukan Desa Air Senggeris yang lebih baik lagi. Begitu juga kepada Deni Andriadi dan Topan Rosihan, untuk bisa lebih giat lagi dalam melaksanakan tugas,”ungkapnya.

     

    “Kepada seluruh perangkat desa mari kita bekerja sama, dan bahu membahu dalam melayani masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kalian masing – masing secara profesional. Bukan tidak mungkin kedepannya perangkat desa diangkat menjadi ASN,” tegas dia.

     

    Ardiansyah, juga menekankan kepada seluruh jajaran perangkat desa agar handphone selalu aktif 24 jam karena pemerintah desa adalah pelayan masyarakat.”Bagi perangkat desa yang piket jama 07.30 WIB kantor desa harus sudah buka. Kalau tidak sanggup silahkan mengundurkan diri,”jelasnya.

     

    Sementara itu, Camat Suak Tapeh Bambang Setiadi SE MSi berpesan kepada seluruh perangkat desa, baik yang baru dilantik maupun yang sudah lama agar bekerjasama dengan Kepala Desa. Jangan mengambil keputusan sendiri.

     

    “Kepada seluruh perangkat desa, saya ingatkan agar bekerjasama dengan Kepala Desa. Jangan mengambil keputusan sendiri, karena di jajaran Pemerintah desa itu atasannya Kepala Desa,” ungkap Bambang Setiadi.

     

    Dikatakan nya juga, bahwa Kepala desa tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya bantuan dari perangkat desa.”Juga perlu kami sampaikan disini, mari kita sukseskan 7 program dan 12 gerakan yang selalu digaungkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin,” pungkas dia. (Adm)

  • Santri di Banyuasin Dukung Ganjar Jadi Presiden, Dinilai Bisa Bawa Moderasi Beragama

    Santri di Banyuasin Dukung Ganjar Jadi Presiden, Dinilai Bisa Bawa Moderasi Beragama

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Ratusan santri di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar selawat dan doa bersama di daerah Sembawa pada Minggu (11/12/2022). Para santri yang tergabung dalam relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) wilayah Sumsel tersebut berdoa agar Indonesia bisa diberikan pemimpin yang mampu membawa kesejahteraan untuk bangsa.

     

    “Harapan itu kami temukan hanya pada diri Pak Ganjar,” ujar Koordinator Wilayah SDG Sumsel, Faisal Tanjung.

     

    Faisal menjelaskan, alasan para santri mendukung Ganjar adalah karena pemimpin berambut putih tersebut memiliki sifat religius. Kedekatan Ganjar dengan para ulama dan pondok-pondok pesantren di Jawa Tengah telah menjadi ciri yang melekat pada diri Ganjar.

     

    Lebih lanjut, Faisal juga menyebut bahwa Ganjar adalah pemimpin yang selalu mendorong program moderasi beragama. Ganjar diketahui telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk menciptakan generasi penerus yang moderat. Salah satunya dengan memberikan hibah bidang pendidikan keagamaan.

     

    Pada tahun 2022, total dana hibah yang telah diberikan Ganjar adalah senilai Rp107,1 miliar untuk 2.201 lembaga pendidikan keagamaan. Mulai dari lembaga pendidikan agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha di Jawa Tengah. Bantuan tersebut diberikan Ganjar untuk membangun pendidikan yang lebih maju dan berkarakter. Sehingga generasi muda memiliki karakter dan pergaulan antaranak yang bagus.

     

    Faisal berharap, Ganjar bisa secara resmi mencalonkan diri dalam pilpres 2024. Para relawan SDG berkomitmen untuk terus mengkonsolidasikan dukungan terhadap Ganjar dari kalangan santri di berbagai kabupaten di Sumsel.

     

    “Semoga beliau diberikan kesehatan selalu, jika nantinya dia diberikan amanah oleh Allah SWT memimpin bangsa ini, semoga beliau tetap konsisten dengan sikapnya saat memimpin Jateng, selalu ada untuk masyarakatnya, kemudian beliau selalu religius,” kata Faisal.

     

    Tidak hanya itu, Faisal juga berharap, kedekatan Ganjar dengan para ulama dan pondok-pondok pesantren bisa semakin meluas ke seluruh Indonesia bila berhasil menjadi presiden. “Agar Pak Ganjar selalu bisa memperhatikan kalangan guru, ustaz, para santri, dan pondok-pondok pesantren,” pungkasnya.