Sumsel Target Mandiri Pangan pada Tahun 2025

- Redaksi

Kamis, 2 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel, Herman Deru, dan Bupati Lahat, Cik Ujang, tengah membajak sawah. (Photo: Ismail)

Gubernur Sumsel, Herman Deru, dan Bupati Lahat, Cik Ujang, tengah membajak sawah. (Photo: Ismail)

SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, me-launching program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) di tepian Plaza Lematang Lahat, Kamis (2/12/2021). Launching ini juga diikuti Pemerintah Kabupaten dan Kota di seluruh Sumsel secara virtual. Sumsel optimis dapat mandiri pangan 100 persen pada 2025.

“Disamping itu, berdampak penurunan angka kemiskinan di Sumsel, terutama sekali keluarga tidak mampu. GSMP akan mengubah pola pikir masyarakat Sumsel, dari konsumen menjadi produsen,” kata Deru.

Ia menambahkan, gerakan yang sangat sederhana, akan menjadikan orang-orang tercatat peduli kepada seluruh warga Sumsel. Tidak hanya Segmen tertentu, melainkan data terpadu kesejahteraan sosial, sudah linier kah penurunan angka kemiskinan dengan anggaran pendapatan belanja daerah.

“Saya selalu membandingkan dengan dana APBN maupun APBD, dalam bertujuan kesejahteraan masyarakat. Mengubah mindset berjiwa pembeli digeser jiwa penghasil,” ujarnya.

“Inilah disebut perbaikan pola pikir, pada 2022 semua CSR harus bertindak konkrit menuju Sumsel Maju, tidak perlu asesoris yang dibutuhkan kerja otentik,” tambah Deru.

Bupati Lahat, Cik Ujang merasa bangga dan berterimakasih kepada Gubernur Sumsel, atas program GSMP guna merubah cara berpikir dari konsumen jadi produsen.

“Di Lahat ini ada Sungai Lematang membentang, dan kebun-kebun dekat dengan desa. Nah, melalui inovasi dari Gubernur untuk bertanam di pekarangan rumah, sehingga tidak membeli lagi ke pasar, dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Gerakan Sumsel Mandiri Pangan di Kabupaten Lahat, di setiap desa dilaksanakan di rumah masing-masing terlebih dahulu sebagai contoh.

“Saya inginkan GSMP ini kita bergerak, agar dalam memenuhi kebutuhan pangan bisa teratasi, dan efeknya menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.

Asisten Ekonomi dan Keuangan Setda Pemprov Sumsel, DR Ekowati Ratnaningsih SKM MKes menerangkan, tepat sasaran berdampak penurunan angka kemiskinan. Target 2021 dilaksanakan 240 desa, dimana satu desa perkecamatan, semakin tahun semakin meningkat.

“Di 2022, 50 persen jumlah desa diseluruh kecamatan telah melaksanakan GMSP, lalu di 2023, terlaksana 70 persen, kemudian pada 2024, mencapai 90 persen dan 2025 semuanya tercapai 100 persen menerapkan GSMP,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Delapan Terdakwa Kasus Kredit BRI-BSS dan SAL Tak Ditahan, Ini Penjelasan PN Palembang
Dua Sopir Pengangkut 10 Ribu Liter BBM Ilegal Divonis 1,5 Tahun
Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tindak Puluhan Kasus 3C dan Premanisme
Tiga Pelaku Komplotan Curanmor Resahkan Warga Plaju Palembang Diringkus Unit Ranmor
Tata Kelola Pemkot Pagar Alam Diuji, Sekda Minta OPD Jangan Setengah-Setengah
Hilangnya Atap Alkan Ternyata Dicuri, Korban Melihat Rekaman CCTV 
Hakim Cecar Saksi Soal Biaya dan Pertanggungjawaban dalam Sidang Kredit BSS-SAL
Polsek Rambang Cek Laporan Satwa Diduga Beruang, BKSDA Segera Turun ke Lokasi

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 20:08 WIB

Delapan Terdakwa Kasus Kredit BRI-BSS dan SAL Tak Ditahan, Ini Penjelasan PN Palembang

Senin, 28 September 2026 - 17:30 WIB

Dua Sopir Pengangkut 10 Ribu Liter BBM Ilegal Divonis 1,5 Tahun

Senin, 28 September 2026 - 15:17 WIB

Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tindak Puluhan Kasus 3C dan Premanisme

Senin, 28 September 2026 - 15:13 WIB

Tata Kelola Pemkot Pagar Alam Diuji, Sekda Minta OPD Jangan Setengah-Setengah

Senin, 28 September 2026 - 14:37 WIB

Hilangnya Atap Alkan Ternyata Dicuri, Korban Melihat Rekaman CCTV 

Berita Terbaru