Sumsel Bersiap Hadapi Bencana Hidrometeorologi, 9 Daerah Diminta Waspada

- Redaksi

Kamis, 9 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Palembang, telah mengeluarkan peringatan dini potensi curah hujan tinggi di Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini karena adanya potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat dampak dari badai La Nina dan puncak musim hujan akhir tahun. Secara khusus berisikan peringatan dini potensi hujan tinggi bakal terjadi, khususnya di sembilan Kabupaten/kota.

Kepala BMKG Kelas I Palembang, Wandayantolis mengatakan, fenomena La Nina pada akhir tahun 2021 ini berpotensi bertahan hingga awal tahun 2022. La Nina adalah fenomena yang berkebalikan dengan El Nino.

Diketahui El Nino merupakan fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya. Sementara itu La Nina merupakan fenomena Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan di bawah kondisi normalnya.

“Kondisi tersebut secara umum dapat memicu peningkatan curah hujan sekitar 20-40 persen dari rata-ratanya. La Nina juga memicu peningkatan jumlah hari hujan ekstrem dengan intensitas lebih dari 50 mm per hari. Puncak musim hujan diprediksi berkisar pada Januari – Februari 2022,” kata dia, Kamis (9/12/2021).

Sembilan Kabupaten dan kota itu di antaranya, Kabupaten Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, OKU Selatan dan Kota Pagaralam.

“Khususnya sembilan daerah itu diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat dan Pemerintah setempat mesti proaktif dan responsif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengatakan kondisi geografis Sumsel memang punya potensi banjir dan tanah longsor cukup tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap potensi banjir dan longsor karena saat ini intensitas hujan menunjukkan peningkatan, masyarakat di wilayah perbukitan perlu mewaspadai kelabilan tanah dan warga di sekitar sungai harus mewaspadai luapan air,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Polsek Sanga Desa Gencarkan Patroli dan Imbauan Hentikan Aktivitas Illegal Drilling
Sidang Chromebook & Smart Board, Saksi Sebut Ada Jatah Fee 5 Persen untuk Bupati
Pemprov Sumsel Pastikan Stimulan Rp30 Miliar Karhutla Fokus pada Peralatan dan Petugas Lapangan
Jatanras Polda Sumsel Ringkus DPO Kasus Bongkar Rumah di Talang Jambe
Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI
Delapan Terdakwa Kasus Kredit BRI-BSS dan SAL Tak Ditahan, Ini Penjelasan PN Palembang
Dua Sopir Pengangkut 10 Ribu Liter BBM Ilegal Divonis 1,5 Tahun
Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tindak Puluhan Kasus 3C dan Premanisme

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:53 WIB

Polsek Sanga Desa Gencarkan Patroli dan Imbauan Hentikan Aktivitas Illegal Drilling

Selasa, 29 September 2026 - 12:19 WIB

Sidang Chromebook & Smart Board, Saksi Sebut Ada Jatah Fee 5 Persen untuk Bupati

Selasa, 29 September 2026 - 12:17 WIB

Pemprov Sumsel Pastikan Stimulan Rp30 Miliar Karhutla Fokus pada Peralatan dan Petugas Lapangan

Selasa, 29 September 2026 - 11:15 WIB

Jatanras Polda Sumsel Ringkus DPO Kasus Bongkar Rumah di Talang Jambe

Senin, 28 September 2026 - 20:08 WIB

Delapan Terdakwa Kasus Kredit BRI-BSS dan SAL Tak Ditahan, Ini Penjelasan PN Palembang

Berita Terbaru

Pelaku saat diamankan.

Kota Palembang

Jatanras Polda Sumsel Ringkus DPO Kasus Bongkar Rumah di Talang Jambe

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:15 WIB