PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Menanamkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda tidak cukup hanya melalui upacara atau pemahaman teori. Sikap bela negara juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menaati aturan hingga menciptakan lingkungan kampus yang bebas dari perundungan atau bullying.
Pesan tersebut disampaikan tim hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bima Sakti dalam kuliah umum di Politeknik Prasetiya Mandiri, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari masa orientasi mahasiswa baru tahun ajaran 2026–2027.
Direktur LBH Bima Sakti, M Novel Suwa SH MH, hadir sebagai pemateri untuk memberikan perspektif praktisi hukum mengenai pentingnya bela negara di kalangan mahasiswa.
Menurut Novel, memasuki dunia perkuliahan bukan sekadar mengejar prestasi akademik. Mahasiswa juga perlu membangun karakter, menanamkan rasa cinta tanah air, serta memahami tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa.
Bagi mahasiswa, kata Novel, nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui ucapan, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.
“Bagi seorang mahasiswa, pembuktian nasionalisme justru tecermin dari tindakan nyata sehari-hari,” ungkap Novel.
Sementara itu, tim hukum LBH Bima Sakti, Indah Permatasari SH MH, menjelaskan bahwa bela negara dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk kampus dan kehidupan sosial.
Ia bersyukur kegiatan kuliah umum tersebut berjalan lancar dan materi yang disampaikan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa baru untuk memahami makna bela negara secara lebih luas.
“Alhamdulillah, kuliah umum hari ini berjalan lancar. Sesuai materi, bela negara kami menekankan pentingnya mahasiswa dapat membela negaranya. Dimulai dari tempat dia berdiri, di lingkungan sosial maupun kampus,” ujar Indah.
Indah menegaskan, bela negara tidak selalu identik dengan mengangkat senjata. Mahasiswa juga dapat menunjukkan sikap tersebut melalui kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, kesungguhan dalam belajar, serta kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, menghindari tindakan bullying dan menjaga lingkungan kampus tetap aman serta nyaman merupakan bagian dari penerapan nilai-nilai bela negara.
“Bela negara pada peranan mahasiswa bisa diterapkan di lingkungan kampus, dengan tidak berbuat bullying, tetap menaati aturan kampus dan belajar dengan sungguh-sungguh. Itu termasuk dalam materi kita pagi ini dan alhamdulillah berjalan lancar,” jelasnya.
Indah berharap mahasiswa Politeknik Prasetiya Mandiri mampu tumbuh menjadi generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan memiliki keberanian untuk mempertahankan nilai-nilai kebangsaan.
Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi turut berkontribusi dalam memajukan bangsa dan institusi pendidikan tempat mereka menimba ilmu.
“Adik-adik mahasiswa ini merupakan generasi muda yang hebat, mahasiswa yang pintar dan intelektual. Semoga mereka dapat memajukan negara ini dengan semangat jiwa juangnya, juga termasuk memajukan Politeknik Prasetiya Mandiri, tempat dirinya belajar,” tutup Indah.
Penulis : Hermansyah
Editor : Jaks


















