PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Pelaksanaan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sekaligus peluncuran Try Out TKA tingkat SD dan SMP negeri serta swasta se-Kota Palembang yang diikuti ribuan siswa semula diharapkan menjadi ajang pemetaan kemampuan akademik sekaligus latihan menghadapi tes sesungguhnya. Namun, kegiatan tersebut diwarnai berbagai kendala teknis yang memicu keluhan dari para peserta.
Gangguan utama terjadi pada sistem daring yang digunakan. Server ujian dilaporkan mengalami penurunan kinerja (take down) akibat lonjakan akses pengguna secara bersamaan. Akibatnya, sejumlah siswa kesulitan masuk ke laman ujian, terhambat saat memuat soal, hingga kehilangan waktu pengerjaan.
Situasi ini menimbulkan kecemasan di kalangan peserta, terutama karena simulasi tersebut dinilai penting sebagai tolok ukur kesiapan mereka menghadapi Tes Kemampuan Akademik yang sesungguhnya.
M. Jabbar Al Hadi, siswa kelas 9B, mengaku sempat mengalami kesulitan sejak awal pelaksanaan simulasi. Ia harus mencoba berulang kali untuk masuk ke sistem ujian.
“Waktu mau login, layarnya lama sekali loading. Bahkan sempat keluar sendiri. Kami jadi panik karena waktu terus berjalan, sementara soal belum bisa dibuka,” ujar.
Menurut Jabbar, gangguan teknis tersebut mengganggu konsentrasinya saat mengerjakan soal. Ia menilai simulasi seharusnya memberikan gambaran suasana ujian yang kondusif, bukan justru menambah tekanan bagi siswa.
“Namanya simulasi harusnya membantu kami belajar dan mengukur kemampuan. Tapi karena kendala teknis, fokus jadi buyar. Takut juga nanti hasilnya tidak mencerminkan kemampuan sebenarnya,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan M Nayaza Alief, siswa kelas 9A, yang menilai kesiapan sistem masih perlu dievaluasi. Ia mengaku sempat tertinggal waktu karena soal baru muncul setelah menunggu cukup lama.
“Soalnya susah loading. Ada teman yang sudah mulai mengerjakan, saya masih menunggu halaman terbuka. Rasanya tidak adil karena waktu tetap berjalan,” ujarnya.
Nayaza berharap ke depan penyelenggara lebih matang dalam menyiapkan infrastruktur digital, terutama jika kegiatan melibatkan ribuan peserta secara bersamaan.
“Kami mendukung adanya TKA dan try out seperti ini, tapi teknisnya harus benar-benar siap. Jangan sampai siswa yang dirugikan,”tutupnya.

Leave a Reply