Selama Pandemi, 3.066 Warga Sumsel Meninggal karena COVID-19

- Redaksi

Selasa, 26 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy. (Photo: Reza Mardiansyah)

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel pada 25 Oktober 2021, tercatat ada penambahan 6 kasus positif. Dengan begitu secara keseluruhan kasus COVID-19 di Sumsel menjadi 59.838. Artinya penambahan kasus COVID-19 di willayah Sumsel masih dalam kategori melandai.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy mengatakan, Kasus sembuh pun semakin menunjukkan kondisi baik, di mana sampai saat ini tercatat sudah ada 56.610 orang. Sementara jumlah angka kematian mencapai 3.066 orang.

“Kita bersyukur karena angka penambahan kasus COVID-19 semakin melandai. Saat ini ada setidaknya dibawah 20 kasus positif bertambah per harinya. Jauh jika dibandingkan dengan penambahan kasus COVID-19 pada beberapa bulan lalu yang sempat mencapai lebih dari 1.000 kasus,” kata Lesty, Selasa (26/10/2021).

Untuk kasus aktif saat ini tercatat ada 162 orang. Melandainya kasus ini juga terlihat dari angka bed occupancy ratio di Sumsel yang semakin menunjukkan hal baik. “Saat ini BOR di Sumsel tercatat 4 persen. Ini adalah tanda-tanda baik bahwa kasus Covid-19 di Sumsel sudah mulai menurun,” ucapnya.

Menurunnya angka penambahan Covid-19 juga sudah terlihat dari zona penyebaran Covid-19 di Sumsel yang terlihat cukup baik. Bahkan 17 kabupaten dan kota di Sumsel semuanya sudah berstatus zona kuning.

“Semua daerah di Sumsel tercatat zona kuning. Kita berharap pandemi bisa terus menunjukkan kondisi baik, sehingga bisa turun lagi menjadi zona hijau,” jelasnya.

Untuk itu, ia tetap berharap kesadaran masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. Tidak hanya cukup memakai masker saja, namun harus tetap rutin mencuci tangan dengan sabun dan juga menjaga jarak saat beraktivitas diluar rumah.

“Yang paling penting adalah jangan terlalu euphoria dengan kondisi pandemi yang mulai berangsur membaik ini. Salah satunya, kita berharap agar mobilitas masyarakat tetap diminimalisir. Artinya jika memang tidak penting dan tidak mendesak, kurangi mobilitas,” katanya. (ANA)

Berita Terkait

Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan
Siapkan Generasi Melek IT, Polsek Buay Madang Timur Latih Siswa SMA Muhammadiyah 2 Program ‘Paham AI’
Gandeng Kesbangpol dan BIN, Polsek Buay Madang Timur Perkuat Kewaspadaan Dini Tangkal Isu Negatif
Peringati HANTRA 2026, Kantah BPN Muba Dorong Transformasi Digital dan Kepastian Hukum Pertanahan
Senyum 3.790 Keluarga Warnai Penyaluran Program Keluarga Maju Tahap II di Muba
Lakalantas Kembali Terjadi Di Jalintim, Diduga Hilang Kendali 1 Korban Alami Luka Berat.
Cegah Konflik SARA, Asisten I Dahnial Nasution Buka Raker FPK Kota Pagar Alam
Kejar Predikat Sangat Baik, Sekda Pagar Alam Pimpin Langsung Rapat Evaluasi NSPK Manajemen ASN

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:55 WIB

Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan

Kamis, 24 September 2026 - 19:17 WIB

Siapkan Generasi Melek IT, Polsek Buay Madang Timur Latih Siswa SMA Muhammadiyah 2 Program ‘Paham AI’

Kamis, 24 September 2026 - 19:09 WIB

Gandeng Kesbangpol dan BIN, Polsek Buay Madang Timur Perkuat Kewaspadaan Dini Tangkal Isu Negatif

Kamis, 24 September 2026 - 18:57 WIB

Peringati HANTRA 2026, Kantah BPN Muba Dorong Transformasi Digital dan Kepastian Hukum Pertanahan

Kamis, 24 September 2026 - 18:37 WIB

Senyum 3.790 Keluarga Warnai Penyaluran Program Keluarga Maju Tahap II di Muba

Berita Terbaru