Sabu 115 Kg Jaringan Internasional Dimusnahkan BNNP Sumsel

- Redaksi

Rabu, 22 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam Rangka HUT BNN RI ke 21, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan menggelar Pemusnahan Barang Bukti Narkotika jenis sabu sebanyak 115 kilogram, Rabu (22/3/2023).

Dengan cara dicampur aduk kedalam tong berisi air yang sudah dicampur porstex dan detergen, kemudian di blender bersamaan. Setelah hancur, campuran air tersebut di buang kedalam lobang closed.

Sabu yang dimusnahkan hasil ungkap kasus dan menangkap seorang distributor sekaligus bandarnya, tersangka Nurhasan (47) warga Jalan Supratman, Sukajaya Palembang.

Tim berantas BNNP bersama bea cukai melakukan pencegatan, Selasa (24/1/2023) sekira pukul 11.30 WIB di Jalan Kolonel Dani Efendi, Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang. Sabu rencananya akan di pasarkan ke seluruh wilayah yang ada di Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan.

Hasil penggeledahan didalam mobil yang dikendarai tersangka Toyota Avanza warna silver nopol BA 1866 KB ditemukan barang bukti (BB) di bagasi belakang kendaraan.

Yakni 1 buah koper warna hitam yang berisikan 20 bungkus sabu, 3 buah karung warna putih yang masing – masing karung berisi 20 bungkus jadi total 60 bungkus, 1 buah karung warna putih yang berisi 15 bungkus Sabu, 4 karung putih yang berisikan dengan masing – masing karung berisikan 5 bungkus sabu dengan total 20 bungkus.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Djoko Prihadi melalui Kabid Pemberantasan, AKBP Adi Herpaus mengatakan pemusnahan barang bukti ini dalam rangka HUT BNN RI ke 21, dan ada beberapa kegiatan acara yakni pemusnahan, pertandingan bulu tangkis, menyanyi yang diselenggarakan oleh yayasan terkait pembinaan Narkoba.

“Tersangka ini awalnya sebagai pengguna, meningkat pecandu, kurir, dan sekarang menjadi bandar,” kata AKBP Adi Herpaus kepada wartawan saat wawancara di kantor BNNP Sumsel.

Lanjutnya, dari hasil pemeriksaan terhadap Nurhasan, pengakuan tersangka bahwa sudah dua kali menerima barang tersebut. “Yang pertama diterima ada 50 kilogram dan yang kedua ini 115 kilogram, pengiriman sabu melalui jalur darat,” ujarnya.

Masih kata AKBP Adi Herpaus bahwa proses pengiriman barang dari asalnya dibawa menggunakan mobil yang berisi sabu didalamnya lalu diantarkan ke Palembang kemudian ditinggalkan mobil di TKP, lalu di jemput oleh kurir bukan Nurhasan. “Karena kurir pertama tidak muncul lagi, maka Nurhasan yang menggantikannya,” tuturnya.

Dikatakan sebelumnya, oleh Kepala BNNP Sumsel bahwa barang tersebut didistribusikan dari Aceh melalui Pekan Baru, Dumai, kemudian dibawa ke Palembang.

“Kita mendapatkan informasi melalui pengembangan intelijen IT, bahwa akan ada distribusi sabu berasal dari Aceh melalui Pekan Baru, Dumai, lalu langsung dilakukan pengecekan dilapangan. Ternyata terjadi transaksi penyerahan Sabu seberat 115 kilogram (kg) ke wilayah Palembang, Sumsel,” kata Brigjen Pol Djoko Prihadi.

Lanjutnya, tersangka menggunakan transaksi darat, ditemukan didalam bagasi belakang mobil Avanza. “Saat dilakukan penangkapan mobil tersebut dikemudikan oleh Nurhasan, jadi awalnya barang dan kendaraan ini diantar oleh kurir dari Pekan Baru Dumai, langsung diserahkan kepada tersangka di Palembang dengan tidak berganti mobil, langsung diserahkan kuncinya,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, tersangka ini bukanlah kurir tetapi sebagai pengendali dan distributor wilayah Sumatera Selatan. “Barang ini terindikasikan didistribusikan ke wilayah MLM yakni Pali, Musi Banyuasin, OKI, dan Lampung. Untuk pengembangan berikutnya jaringan – jaringan ini dengan bekerjasama stakeholder lainnya Kepolisian, Bea Cukai, BNN Pusat, Mabes Polri, untuk mengembangkan jaringan lebih besar lagi,” ungkapnya.

Brigjen Pol Djoko Prihadi menuturkan jaringan ini juga melibatkan jaringan Internasional dilihat dari kemasannya merupakan barang baru. “Didalamnya ada lambang hologram gambar Naga dan Diamond bertuliskan excellent artinya batang ini cukup bagus dan sudah di cek Labfor Polda memang cukup bagus dan benar Sabu,” tegasnya.

Masih katanya, barang ibu berasal dari golden tree angle yakni Laos, Myanmar dan Thailand. “Ini informasi di produksi pabrikan nya di Myanmar, memang di Myanmar, Thailand, dan Laos Utara ini merupakan daerah tempat mereka memproduksi dan daerah yang sulit di jangkau oleh aparat keamanan negara setempat maupun gabungan sehingga leluasa memproduksi,” ujar Brigjen Pol Djoko Prihadi.

Penangkapan besar Sabu ini bisa menyelamatkan generasi muda dan bangsa sekitar 11 juta lebih hampir seluruh penduduk Palembang. (ANA)

Berita Terkait

Dituduh Curi dan Pecahkan Kaca, Bocah 11 Tahun Diduga Dicekik dan Ditendang
Tim Jatanras Polda Sumsel Bekuk Pelaku Curanmor dalam OPS SIKAT-I MUSI 2026
Warga Lampung Tewas Dikeroyok di Palembang, Alami Luka Tusuk di Dada dan Punggung
CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin
Rebutan Bola Berujung Keributan, Pelajar 17 Tahun Lapor Polisi
Motor Indah Dicuri Mantan Pacar, Aksinya Terekam CCTV
Tak Diberi Uang Beli Sabu, Anak Aniaya dan Ludahi Ibu Kandung
Pria 45 Tahun Diamankan Usai Petani Tewas di Lapak Sawit Aur Duri

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Dituduh Curi dan Pecahkan Kaca, Bocah 11 Tahun Diduga Dicekik dan Ditendang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Tim Jatanras Polda Sumsel Bekuk Pelaku Curanmor dalam OPS SIKAT-I MUSI 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:20 WIB

Warga Lampung Tewas Dikeroyok di Palembang, Alami Luka Tusuk di Dada dan Punggung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:16 WIB

CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Rebutan Bola Berujung Keributan, Pelajar 17 Tahun Lapor Polisi

Berita Terbaru