Rampung 2024, Bendungan Tiga Dihaji Ditarget Capai 29 Persen hingga Akhir 2021

- Redaksi

Selasa, 12 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) bagian 8 menargetkan progres Pembangunan Bendungan Tiga Dihaji bisa mencapai 29 persen hingga akhir tahun nanti.

Kepala BBWS 8 Maryadi Utama menjelaskan, jika target itu masih dalam on the track pembangunan Bendungan yang ditargetkan selesai tahun 2024.

“Sampai Oktober ini progresnya sudah mencapai 26,4 persen. Target kita hingga akhir tahun bisa mencapai 29 persen sesuai target yang ditetapkan,” kata Maryadi, Selasa (12/10/2021).

Lanjut dia, bendungan yang terletak di Kabupaten OKU Selatan ini, memang terlihat lambat karena masih memiliki beberapa kendala dalam pengerjaan. Seperti pembebasan lahan akses kendaraan sepanjang 9,8 kilometer yang harus dilakukan di area hutan lindung seluas 7 hektar.

Saat ini, pihaknya tengah mengupayakan peminjaman pakai lahan Hutan Lindung yang berada di kawasan tersebut, untuk digunakan sebagai Jalan utama angkutan Material yang saat ini masih menggunakan jalan milik kabupaten yang dipinjam pakaikan.

“Kita sedang mengajukan izin pinjam pakai akses jalan ke Pak Gubernur dan Amdal dari KLHK untuk penggunaan hutan lindung itu. Selain itu, jika pembangunan sudah menuju progres pembangunan Fisik bendungan, persentasi pengerjaanya akan cepat,” ungkapnya.

Saat ini Progres pembangunan Bendungan Tiga Dihaji yang berbiaya Rp3,7 triliun ini,  tengah dalam proses pengerjaan pembangunan galian Spillway, pembuatan jembatan penghubung sandaran kiri dan kanan, serta pembuatan terowongan sepanjang 595 meter dan lainnya.

Nantinya, bendungan ini akan menjadi bendungan multi fungsi. Selain dapat menampung debit air untuk pengendalian banjir, nantinya bendungan ini juga sebagai juga akan mengaliri sawah padi yang ditargetkan dapat menjangkau bisa mencapai 72 Hektar lahan tani.

“Selaim itu juga bendungan ini juga diperuntukan sebagai PLTA sebesar 4X10 MW, sarana pariwisata dan olahraga,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan
Siapkan Generasi Melek IT, Polsek Buay Madang Timur Latih Siswa SMA Muhammadiyah 2 Program ‘Paham AI’
Gandeng Kesbangpol dan BIN, Polsek Buay Madang Timur Perkuat Kewaspadaan Dini Tangkal Isu Negatif
Peringati HANTRA 2026, Kantah BPN Muba Dorong Transformasi Digital dan Kepastian Hukum Pertanahan
Senyum 3.790 Keluarga Warnai Penyaluran Program Keluarga Maju Tahap II di Muba
Lakalantas Kembali Terjadi Di Jalintim, Diduga Hilang Kendali 1 Korban Alami Luka Berat.
Cegah Konflik SARA, Asisten I Dahnial Nasution Buka Raker FPK Kota Pagar Alam
Kejar Predikat Sangat Baik, Sekda Pagar Alam Pimpin Langsung Rapat Evaluasi NSPK Manajemen ASN

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:55 WIB

Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan

Kamis, 24 September 2026 - 19:17 WIB

Siapkan Generasi Melek IT, Polsek Buay Madang Timur Latih Siswa SMA Muhammadiyah 2 Program ‘Paham AI’

Kamis, 24 September 2026 - 19:09 WIB

Gandeng Kesbangpol dan BIN, Polsek Buay Madang Timur Perkuat Kewaspadaan Dini Tangkal Isu Negatif

Kamis, 24 September 2026 - 18:57 WIB

Peringati HANTRA 2026, Kantah BPN Muba Dorong Transformasi Digital dan Kepastian Hukum Pertanahan

Kamis, 24 September 2026 - 18:37 WIB

Senyum 3.790 Keluarga Warnai Penyaluran Program Keluarga Maju Tahap II di Muba

Berita Terbaru