Puluhan Mahasiswa Sambangi Kantor Gubernur Sumsel Hingga Bakar Ban

- Redaksi

Jumat, 14 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masa aksi saat membakar ban dan keranda di halam Kantor Gubernur Sumsel pada, Jum'at (14/3/2025). (Foto: Tia)

Masa aksi saat membakar ban dan keranda di halam Kantor Gubernur Sumsel pada, Jum'at (14/3/2025). (Foto: Tia)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Puluhan Mahasiswa dari Aliansi Organisasi Daerah Sumsel (Arogan) kembali menyambangi hingga membakar ban dan keranda di halaman Kantor Gubernur Sumatera Selatan buntut tindak lanjut aksi pertama yang belum mendapat kepastian.

“Kita kembali melakukan aksi di kantor Gubernur Sumsel karena belum adanya tindak lanjut aksi pertama,” kata Koordinator Lapangan M. Nanda Adianugraha, Jumat (14/3/2025).

Dalam hal ini ada enam tuntutan yang disampaikan, yaitu pertama menuntut gubenur dan wakil gubernur provinsi Sumsel untuk segera mengawal perbaikan dan menambah penerangan lampu jalan di 17 kabupaten/kota di Sumsel dengan memberikan surat intruksi kepada Walikota dan Wakil Walikota Bupati dan Wakil Bupati se-Sumsel dalam seratus hari kerja Gubenur dan Wakil Gubernur Provinsi Sumsel.

Kedua, menuntut gubenur dan wakil gubernur provinsi Sumsel untuk segera mengawal perbaikan jalan umum dan jalan desa di 17 kabupaten/kota se Sumsel dengan memberikan surat intruksi kepada walikota dan wakil walikota bupati dan wakil bupati se- Sumsel.

Ketiga, menuntut gubernur dan wakil gubernur provinsi Sumsel untuk memperbaiki fasilitas kesehatan di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Keempat, menuntut gubenur dan wakil gubernur provinsi Sumsel untuk segera menghentikan tambang batubara tanpa izin, minyak ilegal dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat serta membenahi angkutan batubara baik kereta api, darat dan sungai.

Kelima, menuntut gubenur dan wakil gubernur provinsi Sumsel untuk segera mengawal perbaikan pembangunan gedung pasilitas sekolah dan kesehatan di 17 kabupaten kota se-Sumsel dan menerapkan sekolah gratis.

Keenam, menuntut gubernur dan wakil gubernur untuk meningkatkan perekonomian, memberantas kemiskinan dan pengangguran di 17 kabupaten/kota di Sumsel.

Menanggapi aksi itu, Sekda Provinsi Sumsel Edward Candra mengatakan jika aspirasi tersebut akan disampaikan ke pimpinan.

“Kita akan memfasilitasi untuk diskusi bersama OPD terkait untuk mensingkronkan program Gubernur yang ada,” katanya.

Lebih lanjut, nantinya program-program yang ada akan dijelaskan mana yang sudah termasuk dan mana yang belum.

“Nantinya juga akan dipilih mana yang menjadi kewenangan Provinsi dan Kabupaten/Kota, sehingga bisa dikerjakan sesuai tupoksi masing-masing,” ungkap dia. (Tia)

Berita Terkait

TPID Sumsel Perkuat Pengendalian Inflasi, 493 Operasi Pasar Digelar hingga September
Wyndham OPI Hotel Palembang Buka Fitness Centre untuk Umum, Dorong Gaya Hidup Sehat
Operasi Pekat Musi 30 Pelaku Diduga Lakukan Aksi Premanisme Diamankan
Ditabrak Kereta Api Tubuh Nasrulpa Terbelah Dua 
Diduga Ada Permasalahan Keluarga, SG Akhiri Hidupnya 
Ibu Bhayangkari Merugi Hampir Setengah Milyar, Korban Membuat Laporan Polisi
Bocah Laki Laki Berumur 8 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam
Dituntut 5 Tahun Kasus Pengeroyokan, Kuasa Hukum Dito Prayoga: Tidak Sesuai Fakta Persidangan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:02 WIB

TPID Sumsel Perkuat Pengendalian Inflasi, 493 Operasi Pasar Digelar hingga September

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Wyndham OPI Hotel Palembang Buka Fitness Centre untuk Umum, Dorong Gaya Hidup Sehat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Operasi Pekat Musi 30 Pelaku Diduga Lakukan Aksi Premanisme Diamankan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Ditabrak Kereta Api Tubuh Nasrulpa Terbelah Dua 

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Diduga Ada Permasalahan Keluarga, SG Akhiri Hidupnya 

Berita Terbaru