SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, melakukan penebaran 1000 bibit ikan tembakang di kolam halaman belakang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang, Jumat 24 Oktober 2025.
Penebaran bibit ikan ini merupakan program bulan bakti yang dicanangkan oleh kementerian kelautan dan perikanan sebagai bentuk kepedulian terhadap perairan.
Disampaikan Kasubag Umum BRPPUPP, Rully Ismanto S Si penyebaran 1000 bibit ikan tembakang yang dilaksanakan di kolam MAN 1 Palembang ini turut pula diikuti oleh guru dan kepala MAN 1 serta beberapa siswa dan siswi lainnya.
“Kegiatan ini dapat membantu menambah wawasan dan juga untuk melatih kepedulian siswa siswi dengan bibit ikan yang sudah di sebar. Bibit ikan yang sudah disebar juga dapat menjadi media belajar yang nyata untuk mengajarkan para siswa tentang siklus hidup ikan serta pengelolaan air,” terang Rully.
Kedepan, lanjutnya, benih ikan dapat membantu menjaga populasi ikan tetap stabil dan beragam, sehingga ekosistem perairan tetap seimbang dan sehat.
“Benih ikan ini dapat menjadi sarana untuk mengedukasi siswa siswi tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya air dan tidak melakukan penangkapan ikan secara ilegal atau merusaknya,” katanya.
“Program bulan bakti ini sangat membantu menambah wawasan saya dan pengetahuan saya mengenai Perikanan dan kelautan,” ujar Apriani, salah satu siswi MAN 1 Palembang, yang ikut kegiatan penebaran benih ikan.
Tak hanya penebaran bibit ikan, ditambahkan kepala madrasah, Widiawaty, S Pd MM dalam upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, MAN 1 Palembang dikesempatan kali ini juga menggelar kegiatan pengarahan mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik, khususnya botol bekas.
“Kegiatan yang disampaikan di halaman sekolah ini mengkhususkan anak-anak untuk tidak membuang sampah plastik terutama di aliran dan saluran air terkhususnya sungai,” terangnya.
Kegiatan ini, menurutnya bertujuan untuk mengajak para siswa lebih bijak dalam membuang sampah, terutama botol plastik yang dapat didaur ulang.
“Melalui program ini, sekolah juga memperkenalkan sistem bank sampah sebagai wadah pengumpulan botol plastik agar dapat diolah kembali menjadi barang bernilai guna,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya menjelaskan cara memilah botol plastik serta bagaimana proses pengumpulan dan pengelolaan di bank sampah. Para siswa juga diajak untuk berpartisipasi aktif dengan membawa dan menaruh sampah botol plastik mereka ke tempat yang telah disediakan.
“Kami berharap para siswa dapat membiasakan diri untuk memilah sampah sejak dini. Dengan begitu, sekolah kita bisa menjadi lingkungan yang bersih sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa MAN 1 Palembang semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sekolah juga berharap program bank sampah dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi seluruh warga sekolah. (ANA)

Leave a Reply