Pertamina Patra niaga Regional Sumbagsel Sosialisasikan Mitigasi Bahaya Lubang Bekas Galian demi wujudkan lingkungan aman di Talang Betutu

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Sebagai wujud komitmen terhadap keselamatan masyarakat dan pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kota Palembang serta Pemerintah Daerah menyelenggarakan Sosialisasi Keselamatan dan Mitigasi Risiko Bahaya di Lubang Bekas Galian Tipe C. Kegiatan ini berlangsung di RT 30 RW 11, Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, pada Jumat (9/10/2025).

Kasus lubang bekas galian di Talang Betutu menjadi salah satu contoh nyata pentingnya kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya lingkungan di sekitar permukiman. Area bekas galian yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan risiko keselamatan, seperti tenggelamnya warga atau kerusakan lingkungan. Melalui kegiatan ini, AFT Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung upaya peningkatan keselamatan masyarakat.

Acara dibuka oleh perwakilan AFT Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, dan turut dihadiri oleh Ketua Tim Pemeliharaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Talang Betutu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Sukarami, serta perwakilan Basarnas Kota Palembang sebagai narasumber utama. Sosialisasi ini diikuti oleh sekitar 70 peserta, terdiri atas perwakilan RT/RW, tokoh masyarakat, dan warga Kelurahan Talang Betutu.

Dalam sambutannya, Wachid Siambar Buka, yang mewakili AFT SMB II, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mewujudkan keselamatan lingkungan dan masyarakat.

“Pertamina berkomitmen tidak hanya menjalankan operasional yang aman dan berkelanjutan, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat lebih waspada dan memahami langkah mitigasi yang tepat di area bekas galian,” ujar Wachid.

Kegiatan inti, diisi dengan penyampaian materi oleh Himawan Sulistiya Kusuma, perwakilan Basarnas Kota Palembang, beliau menjelaskan secara komprehensif mengenai potensi bahaya lubang bekas galian serta langkah mitigasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

“Banyak insiden terjadi karena kurangnya pemahaman terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar. Melalui sosialisasi ini, kami berharap masyarakat lebih siap dan mampu bertindak cepat dalam mengantisipasi risiko, khususnya di area bekas galian,” jelas Himawan.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan peserta yang antusias berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait kondisi lingkungan di wilayah mereka. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap keselamatan dan pelestarian lingkungan.

Nyimas Ida Apriani, selaku Ketua Tim Pemeliharaan Lingkungan Hidup DLH Kota Palembang, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Pertamina yang memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan.

“Kami menyambut baik langkah Pertamina yang berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengedukasi masyarakat. Sosialisasi ini sangat penting dalam meningkatkan kesadaran akan bahaya lubang bekas galian, sekaligus mengajak warga berpartisipasi aktif menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan,” ujar Nyimas Ida.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi program TJSL Pertamina yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Sosialisasi keselamatan dan mitigasi risiko di area bekas galian ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan program TJSL yang relevan dengan kebutuhan lokal serta berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Rusminto.

Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui AFT Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung upaya peningkatan keselamatan masyarakat, mitigasi bencana, serta pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Dengan pemahaman yang diperoleh, masyarakat diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan dari potensi bahaya area bekas galian, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta Tujuan 15 (Ekosistem Daratan)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *