Pertamina Patra Niaga Hadirkan SI CADIAK, Inovasi Kelola Limbah Berbasis Ekonomi Sirkular di Nagari Padang Toboh

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SUARAPUBLIK.ID – Dalam memperkuat kinerja lingkungan dan sosial secara berkelanjutan, dibutuhkan pendekatan terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada perlindungan lingkungan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat serta pengukuran dampak yang terstruktur dan terukur. Di Nagari Padang Toboh, tantangan pengelolaan limbah pertanian dan peternakan menjadi salah satu isu utama. Berangkat dari kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau menghadirkan SI CADIAK (Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah) sebagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berbasis ekonomi sirkular.

Limbah pertanian yang sebelumnya belum dikelola secara optimal kini diposisikan bukan lagi sebagai sisa hasil panen, melainkan sebagai sumber daya bernilai yang dapat dimanfaatkan secara produktif. Dengan pendekatan eco-inovasi, jerami diolah secara berkelanjutan untuk menekan praktik pembakaran terbuka, meminimalkan dampak lingkungan, sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan potensi lokal. Program ini mengubah limbah jerami dan kotoran ternak menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Melalui SI CADIAK, sebanyak 894 ton jerami per tahun dan 864 ton kotoran ternak diolah menjadi kompos, bioetanol, parfum jerami ramah lingkungan bernama ARUWA, mendukung Program Sawah Pokok Murah, serta menghasilkan energi baru terbarukan melalui PLTS yang dimanfaatkan untuk mendukung Learning Center UKASEMA.

Dampak yang dihasilkan pun signifikan, antara lain penurunan emisi hingga 1.305 ton CO₂e per tahun, pengurangan kasus ISPA sampai 80% dalam periode 2022–2025, serta peningkatan pendapatan masyarakat hingga 63% melalui diversifikasi produk dan efisiensi biaya pertanian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

“SI CADIAK menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan masyarakat mampu menghadirkan solusi berkelanjutan. Program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan energi berbasis biogas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari secara inklusif,” ujar Roberth.

Lebih lanjut, Roberth menegaskan bahwa SI CADIAK juga menjadi salah satu program andalan perusahaan dalam mendukung pemenuhan kriteria Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Pendekatan berbasis inovasi dan dampak terukur yang diterapkan tidak hanya memberikan manfaat nyata di lokasi pelaksanaan, tetapi juga menjadi tolak ukur praktik pengelolaan limbah produktif berbasis masyarakat yang dapat diimplementasikan di berbagai daerah lain.

Sejalan dengan hal tersebut, Siti, anggota Kelompok UKASEMA, merasakan langsung manfaat berkelanjutan dari program ini.

“SI CADIAK bersama Pertamina bukan hanya tentang pertanian biasa, tetapi kami diajarkan untuk mengolah limbah dengan tepat dan menghasilkan produk yang bisa dijual dari limbah tersebut. Hasil limbah sedikit banyaknya bisa membantu menyambung hidup kami, di mana sebagian besar kami hanya buruh tani dan ibu rumah tangga. Kami sudah bisa menjual produk dari limbah, sehingga menghasilkan pemasukan tambahan bagi kami,” ungkap Siti.

Inisiatif ini selaras dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan pendapatan masyarakat, poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penciptaan nilai tambah ekonomi lokal, poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan limbah berkelanjutan, serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan emisi dari praktik pembakaran jerami. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan dampak lokal, tetapi juga berkontribusi pada agenda pembangunan berkelanjutan nasional.

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pertamina Siapkan SDM Garap Potensi Migas Unconventional Indonesia
PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon
Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026
New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru
Pertamina Patra Niaga Dukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Penyaluran LPG
Bikin Desain Premium Lebih Mudah dari Mana Saja, Telkomsel Hadirkan Paket Bundling Canva Pro Lite
RUPSLB Indosat Sahkan Perpanjangan Masa Jabatan President Director dan CEO, Perkuat Transformasi Berbasis AI dan Pertumbuhan Inklusif
Songket Bidak Cukit Tampil Casual di Panggung Nasional

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Pertamina Siapkan SDM Garap Potensi Migas Unconventional Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:45 WIB

PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:24 WIB

New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:44 WIB

Pertamina Patra Niaga Dukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Penyaluran LPG

Berita Terbaru