SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Distribusi energi nasional selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NATARU) tercatat berjalan aman dan lancar. Hal tersebut disampaikan dalam penutupan Posko Nasional Satuan Tugas (Satgas) NATARU Sektor ESDM yang digelar pada Senin (5/1/2026) di Kantor BPH Migas, Jakarta.
Pertamina Patra Niaga berperan aktif sebagai bagian dari Satgas NATARU dalam menjaga keandalan pasokan serta layanan energi nasional selama masa libur akhir tahun.
Penutupan posko dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono yang mewakili Menteri ESDM, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Satgas NATARU Erika Retnowati, Direktur Logistik dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero) Jaffee Arizon Suardin, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, serta jajaran BPH Migas dan pemangku kepentingan terkait lainnya.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Satgas NATARU, Erika Retnowati, menyampaikan bahwa selama periode posko yang berlangsung sejak 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, penyaluran energi nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali.
“Ketersediaan stok BBM selama masa posko terpantau aman. Ketahanan stok BBM nasional atau coverage day dapat dipertahankan pada kisaran 16 hingga 35 hari, dengan rata-rata sekitar 21 hari,” ujar Erika.
Ia menambahkan, selama masa Posko Nasional Sub-sektor BBM, konsumsi Gasoline mengalami peningkatan sebesar 0,9 persen dan Avtur meningkat 5,5 persen. Sementara itu, konsumsi Gasoil tercatat turun 3,4 persen dan Kerosene turun 6,2 persen dibandingkan rerata normal.
Tak hanya BBM, Erika juga menyampaikan bahwa penyaluran LPG selama masa Satgas NATARU berada dalam kondisi aman. Seluruh agen dan pangkalan LPG siaga beroperasi selama periode Satgas, dengan rerata penyaluran LPG meningkat sebesar 10,6 persen dibandingkan penjualan normal.
Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Irjen Pol. Yudhiawan Wibisono menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor dalam pengamanan pasokan energi selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah bekerja sama dengan baik dalam mengamankan Natal dan Tahun Baru, termasuk jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, serta instansi terkait lainnya,” ujarnya.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa selama periode NATARU, pihaknya menyiagakan seluruh infrastruktur dan operasional distribusi BBM serta LPG di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mendukung kelancaran layanan, khususnya di jalur tol, kawasan wisata, dan wilayah dengan potensi peningkatan permintaan.
Lebih lanjut, Mars Ega mengungkapkan bahwa konsumsi BBM selama masa Satgas menunjukkan tren positif. Produk BBM non-subsidi jenis Pertamax mencatat konsumsi tertinggi hingga 21.609 kiloliter per hari atau meningkat 3,5 persen dibandingkan penjualan normal.
Selain pengamanan pasokan, Pertamina Patra Niaga juga menghadirkan layanan Serambi MyPertamina di jalur-jalur strategis. Hingga 5 Januari 2026, jumlah pengunjung Serambi MyPertamina tercatat lebih dari 37.000 orang atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan masa Satgas tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, Pertamina Patra Niaga menyiapkan total 34 titik Serambi MyPertamina sebagai tempat singgah yang nyaman bagi masyarakat.
Dengan berakhirnya Posko Nasional Satgas NATARU Sektor ESDM, Kementerian ESDM bersama Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen untuk terus menjaga keandalan distribusi energi nasional serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi lonjakan kebutuhan energi dan potensi kebencanaan ke depan.

















