Penutupan Rumah Tahfidz, 40 Santriwati Setor Hafalan Ayat Al-Qur’an

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 40 santriwati penghafal Al-Quran di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang menyetorkan bacaan hafalan Al-Qur’an secara estafet didepan guru tahfidz ataupun guru asuh yang telah ditunjuk oleh pihak madrasah, Rabu 5 November 2025.

Setoran hafalan ayat suci Al-Quran tersebut sengaja digelar sebagai salah rangkaian kegiatan penutupan Rumah Tahfidz Al-Qur’an MAN 1 Palembang Angkatan Kedua Tahun 2025.

Kepala MAN 1 Palembang Widiawaty S Pd MM mengatakan, kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momen penting bagi para peserta yang telah menyelesaikan program tahfidz dengan penuh semangat dan dedikasi dalam menghafal ayat-ayat suci Al-Qur’an.

“Pada kegiatan penutupan Rumah Tahfidz Al-Qur’an tahun ini, sebanyak 40 santriwati peserta penghafal Al-Quran menampilkan bacaan hafalan secara estafet didepan guru tahfidz,” terangnya.

“Para peserta anak-anak kita ini  menunjukkan kemampuan serta ketekunan mereka selama mengikuti pembinaan dalam membaca, menghafal dan memaknai isi yang terkandung di dalam Al-Quran,” katanya.

“Suasana haru dan kebanggaan terasa saat lantunan ayat suci menggema di ruangan, menjadi bukti nyata keberhasilan program Rumah Tahfidz di madrasah ini,” tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi, lanjutnya para peserta mendapatkan sertifikat penghargaan atas keberhasilan mereka dalam menyelesaikan hafalan.

Tara, salah satu peserta tahfidz, menyampaikan harapan besarnya agar program ini terus berkembang dan memberi manfaat bagi generasi berikutnya. “Kami berharap dengan adanya program ini, siswa-siswi MAN 1 Palembang dapat menjadi generasi yang lebih baik dan berjiwa Al-Qur’an,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, disampaikannya salah satu bentuk bukti MAN 1 Palembang yang terus berkomitmen membina siswa-siswi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an.

Siswi lainnya yakni Karin juga mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari madrasah yang memberikan pendidikan seimbang antara ilmu umum dan ilmu agama.

“Saya sangat bangga menjadi siswi di madrasah, karena di sini saya mendapatkan pelajaran agama lebih mendalam. Saya juga berhasil menghafal beberapa juz dan akhirnya diwisuda sebagai tahfidz,” kata Karin. (ANA)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *