Orang Miskin RI Nambah 1,12 Juta Orang Jadi 27,54 Juta Jiwa

- Redaksi

Kamis, 15 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber: bps

Sumber: bps

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kondisi profil kemiskinan Indonesia per Maret 2021. Dibandingkan September 2020, terjadi perbaikan, tetapi terhadap Maret tahun lalu malah memburuk (yoy).

Margo Yuwono, Kepala BPS, melaporkan jumlah penduduk miskin per Maret 2021 adalah 27,54 juta orang. Turun 0,02 juta orang dibandingkan September 2020 tetapi naik 1,12 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi persentase, tingkat penduduk miskin pada Maret 2021 adalah 10,14%. Turun 0,05 poin persentase dibandingkan September 2020 tetapi naik 0,36 poin persentase dibandingkan Maret 2020.

“Pada triwulan I-2021, pertumbuhan ekonomi masih terkontraksi tetapi menunjukkan arah pemulihan. Inflasi terlihat arahnya dari waktu ke waktu semakin meningkat, terjadi supply-demand di pasar. Sudah ada transaksi,” kata Margo dalam jumpa pers, Kamis (15/7/2021) dilansir cnbc indonesia.

Namun, lanjut Margo, pemulihan ekonomi belum merata. Masih ada provinsi yang mengalami kontraksi ekonomi dalam, seperti Bali, tetapi ada yang sudah tumbuh positif seperti Yogyakarta.
Secara sektoral, pemulihan ekonomi juga tidak seragam. Masih ada sektor yang mengalami kontraksi dalam, paling parah adalah transportasi dan perdagangan. Sektor industri pengolahan pun belum pulih betul.

“Catatan lain, kita juga melihat konsumsi rumah tangga masih terkontraksi, masih menghadapi tantangan berat. Pada triwulan I, konsumsi masih terkontraksi 2,23%,” tutur Margo.

Masyarakat, terutama kelompok menengah-atas, sebenarnya menikmati tambahan penghasilan. Ini terlihat dari kenaikan penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 sebesar 14,41% dari kuartal III-2020 ke kuartal I-2021.

Akan tetapi, kelompok ini cenderung menahan konsumsi dan mengalihkannya ke pos lain. Tabungan kelompok menengah-atas naik 3,19%. Investasi pun meningkat, misalnya di ekuitas (saham) meningkat 3,19% dan reksadana melonjak 54,83%.

“Golongan menengah-atas masih menahan konsumsi karena melihat kondisi yang belum pasti di tengah pandemi. Peningkatan pendapatan tidak dibelanjakan, tetapi ditabung dan diinvestasikan, tidak untuk konsumsi,” papar Margo. (*)

Berita Terkait

Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Muhammad Suryadi Resmi Pimpin Bank Sumsel Babel, Siap Perkuat Kepercayaan dan Transformasi Digital
Muhamad Suryadi Resmi Jadi Dirut BSB, Siap Percepat Transformasi dan Ekspansi Bisnis
Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026
Honda Victory Meriahkan Perusahaan dan Instansi di Palembag
Rayakan Hari Kartini dengan “Kartini Treat” di THE 1O1 Palembang Rajawali
BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan
BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:45 WIB

Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:16 WIB

Muhammad Suryadi Resmi Pimpin Bank Sumsel Babel, Siap Perkuat Kepercayaan dan Transformasi Digital

Senin, 8 Juni 2026 - 19:14 WIB

Muhamad Suryadi Resmi Jadi Dirut BSB, Siap Percepat Transformasi dan Ekspansi Bisnis

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:46 WIB

Honda Victory Meriahkan Perusahaan dan Instansi di Palembag

Berita Terbaru

Ilustrasi - Logo Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Selatan. Foto: istimewa

Kota Palembang

Ombudsman RI: Ada Lima Pelanggaran SPMB di Sumsel

Jumat, 26 Jun 2026 - 21:29 WIB