Ngeri, Ulat Bulu Mewabah di Perkantoran Pemkot Pagar Alam

- Redaksi

Jumat, 27 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keberadaan hama Ulat Bulu yang 'menyerbu' sejumlah perkantoran di lingkungan Pemkot Pagar Alam, yang cukup meresahkan. (Photo: Delta Handoko) 

Keberadaan hama Ulat Bulu yang 'menyerbu' sejumlah perkantoran di lingkungan Pemkot Pagar Alam, yang cukup meresahkan. (Photo: Delta Handoko) 

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Wabah Ulat Bulu mulai meresahkan pegawai yang bertugas di Perkantoran Pemerintah kota (Pemkot) Pagar Alam. Keberadaan puluhan Ulat Bulu ini pun, menggeliat di sejumlah bangunan perkantoran.

Tidak hanya merayap di bagian dinding bangunan, melainkan pula di lantai hingga sejumlah pas pot bunga. Tak sedikit juga dari larva yang memiliki warna kekuning-kuningan ini, mati terinjak kaki dan berserakan di lantai.

“Sudah hampir satu pekan terakhir, keberadaan Ulat Bulu telah memasuki halaman Kantor. Kita merasa kurang nyaman dan merinding,” ujar Angga, seorang petugas jaga di salah satu Perkantoran Pemkot Pagar Alam, Jum’at (27/8/2021).

Sebagai langkah mengurangi jumlah Ulat Bulu, diakui Angga, dirinya beserta rekannya yang lain, mengumpulkan Ulat tersebut lalu dimasukan ke dalam kaleng dan direndam dengan air.

“Ada juga sebagian dari ulat bulu ini terlihat sudah mati. Mungkin terinjak kaki,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini, Koordinator Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Pagar Alam Budi Darma menuturkan, Ulat Bulu yang ada di Perkantoran ini, berjenis Ulat Api Merah dan Ulat Bulu berwarna kekuningan. Ulat itu memang banyak terdapat di sejumlah perpohonan di Perkantoran.

“Biasanya bila terjadi perubahan iklim, populasi Ulat Bulu akan meningkat, sehingga lebih cepat berkembang bila cuaca panas ataupun musim kemarau. Bila populasinya banyak, bisa dikendalikan dengan aplikasi bahan kimia (insektisida). Tapi bila sedikit masih tergolong aman,” jelasnya.

“Ini siklus tahunan perkembangbiakannya, seperti yang sudah-sudah dari tahun ke tahun, populasi berkurang dengan sendiri,” tambah Budi. (ANA)

Berita Terkait

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar
Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder
CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin
Sambut Baik Penurunan Biaya Haji, Kemenhaj Pagar Alam Minta Jamaah Bersiap Lakukan Pelunasan
HUT PKK ke-54, TP-PKK Pagar Alam Ditantang Adu Kreativitas
Bukan Sekadar Jargon! Pemkot Pagar Alam Ditantang Buktikan Pemerintahan Bersih Dari KKN
Bukan Pemangkasan! Kemenhaj Pagar Alam Bongkar Fakta Masa Tunggu Haji 2027 Dari 26 Menjadi 14 Tahun
Bukan Sekedar Publikasi! Deni Priansya : LTN NU Dilantik Sebagai Penyeimbang Pemerimtah Wujudkan Visi Misi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Perkuat Legalitas, LTN NU Pagar Alam Serahkan SK Kepengurusan ke Stakeholder

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:16 WIB

CANTIK-CANTIK JADI PENGEDAR! Dua Ratu Sabu Muda Ditangkap di Kontrakan Pagar Alam, Simpan Sabu 0,76 Gram Dalam Bungkus Soklin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Sambut Baik Penurunan Biaya Haji, Kemenhaj Pagar Alam Minta Jamaah Bersiap Lakukan Pelunasan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

HUT PKK ke-54, TP-PKK Pagar Alam Ditantang Adu Kreativitas

Berita Terbaru

Kota Palembang

Cemburu Mantan Pacar, AG Bacok JC dan Bawa Kabur Avanza

Jumat, 9 Okt 2026 - 14:21 WIB