Masuk Musim Pancaroba, BMKG Imbau Masyarakat Lakukan 3 Hal Ini

- Redaksi

Kamis, 3 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto. (Photo: Suci)

Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto. (Photo: Suci)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini masuk musim peralihan, yakni dari musim kemarau menuju musim penghujan atau pancaroba. Pada musim pancaroba, cuaca di siang hari terik atau panas, lalu pada sore hari terjadi turun hujan.

Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Siswanto menjelaskan, bahwa karakteristik cuaca di musim pancaroba, cuaca akan berubah dalam waktu singkat.

“Ketika terjadi hujan, biasanya intensitas durasi juga cukup singkat,” jelas Siswanto, Kamis (3/10/2024).

Bahkan, diterangkan Siswanto, beberapa daerah terjadi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan disertai kilat atau petir.

“Kilat atau petir ini berpotensi terjadi puting beliung,” terang Siswanto.

Kata Siswanto, pancaroba akan terjadi hingga pertengahan Oktober mendatang.

“10 hari terakhir Oktober itu sudah masuk musim penghujan. Namun, tidak terjadi secara serentak, tetapi bertahap,” kata Siswanto.

Musim penghujan diawali di sisi barat Sumsel, yakni Musi Rawas Utara (Muratara), Linggau, Empat Lawang, Musi Rawas, Lahat, Pagar Alam, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

“Setelah itu terjadi di Sumsel bagian tengah, yakni Musi Banyuasin (Muba), Pali, Muara Enim dan OKU Timur,” jelas Siswanto.

Kemudian musim hujan akan terjadi di Sumsel bagian timur, yakni Banyuasin dan Ogan Ilir (OI).

“Sebelum musim penghujan tiba, kami mengimbau masyarakat agar melakukan gotong royong serta pembersihan sanitasi maupun lingkungan, sehingga tidak terjadi banjir maupun genangan air,” imbau Siswanto.

“Dan untuk masyarakat yang melaksanakan aktifitas di wilayah perkotaan agar memangkas pohon yang sudah rindang sehingga tidak terjadi bencana,” tutur Siswanto. (ANA)

Berita Terkait

Target Operasi Sikat I Musi 2026 Dibekuk Jatanras Polda Sumsel, Bobol Rumah Guru Agama
Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan
Pledoi Saesilawati: PH Bantah Ada Niat Membunuh, Minta Dakwaan Dialihkan ke Penganiayaan
OJK Sumsel Dorong Pembiayaan Rp185,88 Miliar untuk Perkuat Hilirisasi Kelapa
Pj Sekda Palembang Evaluasi Pengawasan Realisasi Pendapatan 
Penemuan Mayat Mr. X Gemparkan Warga IT 1
Empat Bulan Buron Usai Keroyok Buruh Hingga Kritis AP Diringkus Opsnal Polsek Plaju
The Alts Hotel Palembang Hadirkan Social Galas, Tawarkan Beragam Benefit untuk Event

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 23:25 WIB

Target Operasi Sikat I Musi 2026 Dibekuk Jatanras Polda Sumsel, Bobol Rumah Guru Agama

Kamis, 24 September 2026 - 19:55 WIB

Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan

Kamis, 24 September 2026 - 17:10 WIB

Pledoi Saesilawati: PH Bantah Ada Niat Membunuh, Minta Dakwaan Dialihkan ke Penganiayaan

Kamis, 24 September 2026 - 17:03 WIB

OJK Sumsel Dorong Pembiayaan Rp185,88 Miliar untuk Perkuat Hilirisasi Kelapa

Kamis, 24 September 2026 - 14:31 WIB

Pj Sekda Palembang Evaluasi Pengawasan Realisasi Pendapatan 

Berita Terbaru