Mantan Kepsek SMA 1 Mekakau Ilir Akui Dana BOS untuk Judi Online

- Redaksi

Selasa, 28 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Mantan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Mekakau Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Febri Susanto, menjalani sidang lanjutan atas dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (28/6/2022).

Dalam sidang yang diketuai Majelis Hakim Efrata Tarigan, terungkap jika dana BOS tahun 2019-2020 digunakan terdakwa sebagai modal untuk bemain judi online. Hal itu diakui oleh Febri.

Selain itu, bapak dua orang anak ini juga mengaku dana BOS afirmasi, reguler serta Program Sekolah Gratis (PSG), digunakan untuk keperluan pribadi lainnya, seperti membeli mobil dan membayar kreditan motor.

“Sebagian besar dana BOS itu untuk judi online dan keperluan untuk membeli mobil baru, serta membayar kredit motor NMax,” ungkap terdakwa.

Diakuinya, kegiatan judi online tersebut dilakukan hampir setiap hari saat masih menjabat sebagai Kepala Sekolah. Karena judi online tersebut juga, mobil serta motor yang telah dibeli dari dana BOS kini sudah terjual.

Mulanya, terdakwa Febri Susanto dipersidangan memberikan keterangan yang berbelit-belit, perihal penggunaan dana BOS yang diakuinya hanya dana BOS afirmasi dari anggaran tahun 2019 senilai Rp202 juta.

Namun saat ditunjukkan BAP penyidikan serta bukti hasil audit inspektorat menyatakan, adanya kerugian keuangan negara selain dana BOS afirmasi, terdakwa Febri Susanto, mengaku turut menikmati uang dana BOS reguler serta PSG di tahun 2020.

Selain itu, terungkap juga dipersidangan agenda pemeriksaan terdakwa mengaku uang dana BOS yang dipakai sebagian besar untuk judi online ini tidak diketahui sama sekali oleh anak dan istri.

“Saya menyesal dan mengaku salah, saya siap untuk mengganti uang yang saya pakai. Sekarang masih menunggu proses jual rumah saya dahulu,” ungkapnya.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim Tipikor Palembang memberikan waktu tujuh hari kedepan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari OKU Selatan untuk menyusun tuntutan pidana terhadap terdakwa, yang akan dibacakan pada Selasa pekan depan.

Kasi Pidsus Kejari OKU Selatan, Wawan Kurniawan, menjelaskan bahwa penyelewengan dana BOS yang dilakukan terdakwa yakni di tahun 2019 ada dana BOS afirmasi senilai Rp202 juta. Kemudian di tahun 2020 BOS reguler Rp284,5 juta, lalu PSG triwulan I dan II Rp78,9 juta.

“Dari item-item tersebut, saat dilakukan audit ada kerugian keuangan negara senilai Rp350 juta. Nilai inilah yang disinyalir digunakan terdakwa untuk keperluan pribadi, di antaranya judi online,” ungkap Wawan.

Menurutnya, dari keterangan terdakwa tersebut telah menguatkan dakwaan disusun oleh JPU adalah benar dan terbukti, terdakwa melakukan tindak pidana korupsi dana BOS di SMA 1 Mekakau Ilir Kabupaten OKU Selatan. (ANA)

Berita Terkait

KUR BSI Rp9,5 Miliar Bermasalah, Tiga Terdakwa Divonis hingga 6 Tahun 6 Bulan
Bantahan Edison soal Fee Rp3,3 Miliar, Jaksa KPK Ungkap Proyek Disebut Sudah ‘Diatur’ Sejak Awal
Edison Bantah Terima Rp3,3 Miliar, Sebut Saksi Abi Berbohong di Sidang
Hakim Tegur Saksi Harmison: Uang Dipinjam Wajib Dikembalikan
Atas Laporan Warga HI Diamankan, Diduga Bakar Lahan di Kawasan Kalidoni
DPO Begal Sadis di kota Palembang Ditangkap Unit Ranmor
Angkut 10 Ribu Liter Solar Cong, Dua Terdakwa Divonis 1,5 Tahun
Riduan Disebut Hanya Pembuat Aplikasi SANTAN, Kuasa Hukum: Keterlibatan Lain Tidak Ada

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:59 WIB

KUR BSI Rp9,5 Miliar Bermasalah, Tiga Terdakwa Divonis hingga 6 Tahun 6 Bulan

Rabu, 30 September 2026 - 16:52 WIB

Bantahan Edison soal Fee Rp3,3 Miliar, Jaksa KPK Ungkap Proyek Disebut Sudah ‘Diatur’ Sejak Awal

Rabu, 30 September 2026 - 14:05 WIB

Edison Bantah Terima Rp3,3 Miliar, Sebut Saksi Abi Berbohong di Sidang

Rabu, 30 September 2026 - 12:58 WIB

Hakim Tegur Saksi Harmison: Uang Dipinjam Wajib Dikembalikan

Rabu, 30 September 2026 - 11:48 WIB

Atas Laporan Warga HI Diamankan, Diduga Bakar Lahan di Kawasan Kalidoni

Berita Terbaru