Libatkan UMKM Jadi Pemasok Pembelajaan Pangan dan Jasa

- Redaksi

Selasa, 21 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta Workshop PaDi UMKM yang diselenggarakan oleh Kementerian Badan usaha milik negara (BUMN) bekerjasama dengan BDP HIPMI Sumsel, di Grand Atyasa Palembang, Selasa (21/12/2021)

Peserta Workshop PaDi UMKM yang diselenggarakan oleh Kementerian Badan usaha milik negara (BUMN) bekerjasama dengan BDP HIPMI Sumsel, di Grand Atyasa Palembang, Selasa (21/12/2021)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Workshop PaDi UMKM yang diselenggarakan oleh Kementerian Badan usaha milik negara (BUMN) bekerjasama dengan BDP HIPMI Sumsel, di Grand Atyasa Palembang, Selasa (21/12/2021), turut membahas untuk melibatkan UMKM sebagai pemasok barang pangan.

Demikian dikatakan, Ketua HIPMI Sumsel Hermansyah Mastari. HIPMI Sumsel sebagaimana permintaan Kementerian BUMN, diminta untuk bisa melibatkan UMKM dalam rantai pasokan pembelanjaan pangan jasa, yang selama ini bekerja sama dengan vendor itu-itu saja.

“Tujuan, pertama UMKM bisa naik kelas, kedua bisa memulihkan pemerataan dalam sisi penyaluran seperti kredit, arus pasok distribusi mereka sehingga tidak perlu ke Jakarta lagi. Kita merangkul komunitas lokal untuk memasarkan. Dan Kementerian BUMN menyambut baik hingga mensupport penuh acara ini,” katanya.

Untuk itu, UMKM diberikan peluang, dan kalau mau UMKM smart maka pelaku UMKM nya di smart kan terlebih dahulu. “Jadi mereka diberi tahu bagaimana meningkatkan pemahaman digitalisasi, dari sisi produknya, bagaimana pemasarannya, sehingga diharapkan UMKM tidak hanya memberi bantuan arus pasok ke BUMN tetapi juga bisa memberikan kepada masyarakat.”

Saat ini, lanjut Hermansyah, untuk pemahaman digitalisasi, pihaknya hanya perlu meningkatkan sosialisasi.

“Karena persaingan UMKM Sumsel sangat sengit. Saya yakin, karena produk-produknya selalu mempunyai update-update, dan progran digital bagi mereka bisa jadi pilihan tepat. Tapi yang pasti kami dari pihak HIPMI Sumsel, harus mendorong bagaimana mereka bisa tersosialisasikan. Jadi kita inginkan UMKM nya naik kelas karena HIPMI berfokus pada UMKM. HIPMI UMKM untuk UMKM,” ulasnya.

Hermansyah juga menjelaskan, bahwa untuk UMKM naik kelas masih mempunyai kendala. Pertama masalah packing atau kemasan, kedua distribusi, dan stok yang terbatas karena tidak bisa pesan banyak atau limited edition.

“Masalah utama dan penting itu pada kemasan, karena kita lihat di luar sana banyak menjual makanan yang biasa saja seperti kue yang standar tapi packinnya unik. Itu yang membuat orang penasaran, semakin banyak orang penasaran semakin banyak pemasaran,” ungkapnya.

Maka dari itu, poinnya, mereka harus melek digital, beda dengan dulu yang kita harus memasang di media cetak tapi sekarang hanya perlu handphone atau endores selebgram produk bisa laris.

“Untuk itu, pelaku UMKM harus mulai harus sadar digital, yang dulu harus ada tempat tapi sekarang cukup di rumah saja, usaha kita aman,” tuturnya.

Selain itu, untuk yang harus di dorong setiap ingin mau naik kelas, UMKM harus legalitas, sehingga bisa berkaloborasi dengan BUMN dan Pemerintah minimal ada CV. “Ada 3 standar UMKM yakni produk, pemasaran dan legalitas,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel Amiruddin TJ menambahkan bahwa pihaknya memfasilitasi UMKM dengan bermacam cara. Karena UMKM punya 3 kunci pokok kesulitan, yakni pemasaran, modal, dan Sumber Daya Manusia (SDM) karena untuk peningkatan kualitas.

“Dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel, 3 program ini difasilitasi, seperti untuk modal bisa melalui sumber pendanaan program pemerintah contohnya kredit usaha rakyat, Lembaga Pengelolahan dan Bergulir (LPDB), bantuan dana usaha pemula, telkomsel, hingga pebankan dengan suku bunga yang rendah,” bebernya.

Untuk fasilitas SDM, banyak pelatihan yang dilaksanakan, untuk pelatihan peningkatan SDM, seperti pelatihan tentang kewirausahaan dll. Dan fasilitas pemasaran produk punya Sumsel mall, marketplace lainnya.

“Fasilitas tidak hanya dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumsel, ada juga dari Kementerian BUMN dan Kementerian lainnya yang mempunyai aplikasi untuk membantu UMKM di Sumsel naik kelas dan maju,” tutupnya. (Rel)

Berita Terkait

5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang SMARTFREN Hadirkan Pengalaman Unlimited 5G untuk Dukung Aktivitas Digital Masyarakat  
Matematika Jadi Lebih Menyenangkan, Kolaborasi Telkomsel dan Pemprov Bali Hadirkan Ekosistem “AI for Education” yang Inklusif
Lebih dari Sekadar Belajar: Mahasiswa Kini Bisa Rasakan Pengalaman Kerja Nyata di Telkomsel lewat Virtuship
Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat
Melok Honda Bae Ramaikan Bulan Kemerdekaan di Sumsel
Cetak Generasi Melek Keuangan, Kemenag Sumsel dan BI Gelar Kick Off Edukasi Kebanksentralan
Yuk… Cobain RAGAM RASA di The Alts Movement
ARYADUTA Palembang sukses hadirkan 500+ Peserta dari Berbagai Kota Meriahkan “Ragam Raso Kito” Bersama Nicky Tirta

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:10 WIB

5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang SMARTFREN Hadirkan Pengalaman Unlimited 5G untuk Dukung Aktivitas Digital Masyarakat  

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Matematika Jadi Lebih Menyenangkan, Kolaborasi Telkomsel dan Pemprov Bali Hadirkan Ekosistem “AI for Education” yang Inklusif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Lebih dari Sekadar Belajar: Mahasiswa Kini Bisa Rasakan Pengalaman Kerja Nyata di Telkomsel lewat Virtuship

Kamis, 13 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Penyempurnaan Fitur PGN Mobile, Pelanggan Bisa Catat Meter Mandiri Semakin Akurat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Melok Honda Bae Ramaikan Bulan Kemerdekaan di Sumsel

Berita Terbaru

Kapal Tongkang yang Melintas di Ampera dan tertutup oleh Kabut Asap

Kota Palembang

Tongkang Batubara Tabrak Fender Tiang LRT Ampera di Sungai Musi

Senin, 5 Okt 2026 - 17:42 WIB