SUARAPUBLIK.ID.MUBA- Lapas Sekayu memindahkan sebanyak 25 warga binaan ke dua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Sumatera Selatan, Senin (05/10/2026). Pemindahan tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah strategis, dalam mengurangi tingkat over kapasitas sekaligus mendukung terciptanya kondisi keamanan dan ketertiban yang lebih optimal.
Dari 25 warga binaan yang dipindahkan, sebanyak 21 orang ditempatkan di Lapas Kelas I Palembang, sedangkan empat orang lainnya dipindahkan ke Lapas Narkotika Kelas IIB Banyuasin. Proses pemindahan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keamanan, kesehatan, serta kelengkapan administrasi warga binaan.
Kalapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, menjelaskan bahwa, sebelum dilakukan pemindahan, seluruh warga binaan telah melalui sejumlah pemeriksaan sebagai bagian dari prosedur yang wajib dilaksanakan.
“Seluruh warga binaan yang dipindahkan telah dilakukan pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan badan, serta pemeriksaan barang bawaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pemindahan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Aris.
“Pemindahan ini bukan hanya untuk mengurangi over kapasitas, tetapi juga menjadi bagian dari langkah deteksi dini dan mitigasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Dengan kondisi hunian yang lebih terkendali, pengawasan dan pelayanan terhadap warga binaan diharapkan dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Kalapas Sekayu mengungkapkan, saat ini jumlah penghuni Lapas Sekayu mencapai 1.241 orang, sementara kapasitas ideal lapas hanya sekitar 300 orang. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat hunian yang mencapai lebih dari empat kali lipat dari kapasitas yang tersedia.
“Saat ini Lapas Sekayu dihuni oleh 1.241 orang, sedangkan kapasitasnya hanya 300 orang. Artinya, tingkat hunian sudah mencapai sekitar 400 persen melebihi kapasitas. Meskipun menghadapi kondisi tersebut, kami tetap berkomitmen menjalankan tugas sesuai standar yang telah ditetapkan, serta memastikan keamanan, ketertiban, dan pelayanan tetap berjalan dengan baik,” kata Aris.


















