Kalah di Jakabaring, SFC Anggap sebagai Pelajaran Berharga

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Awal yang kurang manis harus diterima Sriwijaya FC dalam laga perdana Pegadaian Championship. Bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (14/9/2025), Laskar Wong Kito takluk 0-2 dari tamunya Garudayaksa.

Gol cepat dari Dheco di menit ke-4 menjadi pukulan pertama bagi Sriwijaya FC. Belum sempat bangkit, tuan rumah kembali kebobolan pada menit ke-18 lewat eksekusi penalti Everton. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-2 tak berubah.

Pelatih Sriwijaya FC, Achmad Zulkifli, menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat dan suporter setia. Ia menegaskan kekalahan ini akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki performa tim di laga-laga berikutnya.

“Saya mewakili tim memohon maaf sebesar-besarnya. Kami butuh dukungan suporter agar bisa bangkit di pertandingan selanjutnya,” ucapnya saat Konferensi Pers usai Pertandingan.

Ia mengakui skuadnya belum tampil maksimal. “Kita kalah secara taktikal di awal pertandingan. Lini belakang, terutama di sisi kiri, belum siap menghadapi tekanan lawan,” jelasnya.

Meski tanpa pemain asing, Zulkifli menilai SFC masih mampu mengimbangi permainan. “Besok pemain menjalani recovery, lalu Selasa dan Rabu latihan penuh. Kamis kita berangkat ke markas Persekat untuk melanjutkan perjuangan,” katanya.

Salah satu pemain SFC, Fathur Rochman, juga meminta maaf lantaran belum bisa mempersembahkan tiga poin di laga perdana. “Semoga hasil ini jadi pemicu semangat kami,” ungkapnya.

Sementara itu, pelatih Garudayaksa, Hamid Mulyono, bersyukur timnya mampu mencuri tiga poin penting di kandang lawan. “Alhamdulillah pemain bisa memanfaatkan peluang yang ada. SFC juga bermain bagus, hanya saja belum maksimal dalam penyelesaian akhir,” ujarnya.

Senada, kapten Garudayaksa Asep Berlian menilai kemenangan ini berkat disiplin tim dalam menjalankan instruksi pelatih. “Kami belum tampil sempurna, tapi bisa memanfaatkan peluang yang ada,” katanya.

Dengan hasil ini, Sriwijaya FC harus segera berbenah agar tidak kehilangan momentum di awal musim, sementara Garudayaksa berhasil pulang dengan kepercayaan diri tinggi.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *