oleh

Jokowi: Problem Kita itu Impor Minyak Besar Sekali!

-Ekonomi-69 views

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan transisi dari energi fosil menuju energi hijau harus dilakukan. Penekanan itu disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada komisaris dan direksi PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) di Istana Kepresidenan, Selasa (16/11/2021).

Turut hadir antara lain Menteri BUMN Erick Thohir, Komisaris Utara Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, dan Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi.

Seperti dikutip dari video yang diunggah kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/11/2021), Jokowi mengungkapkan transisi menuju energi hijau tidak bisa ditawar-tawar.

“Itu tugas saudara-saudara mencari teknologi yang paling murah yang mana, tugasnya ke situ. Dan ini adalah kerja cepet-cepetan karena siapa yang bisa mengambil peran secepatnya itu yang akan mendapatkan keuntungan,” ujar Jokowi.

Eks Wali Kota Solo itu mengungkapkan, saat ini suplai energi tanah air masih didominasi batu bara 67%, disusul minyak 15%, dan gas 8%.

“Kalau kita bisa mengalihkan itu ke energi yang lain misalnya mobil diganti listrik semuanya, gas rumah tangga diganti listrik semuanya, karena di PLN over supply, artinya supply dari PLN terserap, impor minyak di Pertamina jadi turun,” kata Jokowi.

Tujuan besar dari semua itu, menurut dia, berkaitan dengan neraca pembayaran.

“Sudah berpuluh-puluh tahun kita tidak bisa menyelesaikan karena problem kita impor minyak kita besar sekali. Itu memengaruhi currency (nilai tukar) kita, kurs dolar kita karena setiap bulan, Pertamina harus menyediakan, harus beli dolar di pasar dalam jumlah yang tidak kecil, besar sekali,” ujar Jokowi.

“Oleh sebab itu kita ingin mendorong yang namanya mobil listrik, dan kompor listrik, problemnya di situ ada. Itu tugas bapak-ibu sekalian untuk tahapannya seperti apa, mana yang bisa cepat, mana yang harus tahun depan, dan mana yang harus tahun depannya lagi,” lanjutnya.

Komentar

Berita Hangat Lainya