Inflasi Palembang September 2025: Cabai Merah, Ayam Ras hingga Emas Jadi Penyumbang Utama

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang mencatat, laju inflasi pada September 2025 mencapai 0,30 persen secara bulanan (m-to-m), 3,28 persen secara tahunan (y-on-y) dan 2,37 persen secara tahun kalender (y-to-d).

Kepala BPS Kota Palembang, Edi Subeno menjelaskan bahwa penyumbang utama inflasi bulanan berasal dari kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau dengan andil sebesar 0,17 persen. Tiga komoditas yang paling mendorong kenaikan harga adalah cabai merah, daging ayam ras, dan sigaret kretek mesin (SKM).

Selain cabai, harga daging ayam ras juga mengalami kenaikan signifikan. Faktor penyebabnya antara lain terbatasnya bibit ayam, meningkatnya permintaan masyarakat serta kebutuhan untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG), serta naiknya biaya produksi.

“Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau andil 1,64 persen, terutama dari komoditas cabai merah, bawang merah, dan beras. Kemudian, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya andil 1,19 persen, didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan.

Menurut BPS, kenaikan harga emas dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global dan konflik geopolitik internasional yang membuat harga logam mulia melambung.

Di tengah berbagai kenaikan harga, masyarakat sedikit lega dengan adanya penurunan harga BBM non-subsidi per 1 September 2025. Berdasarkan data Pertamina, harga turun dengan rincian Pertamax Turbo turun Rp100 per liter, Solar Delite turun Rp250 per liter, Pertamina Dex turun Rp300 per liter.

Meski ada lonjakan pada beberapa komoditas, Edi Subeno menegaskan, laju inflasi Palembang masih berada dalam kondisi terkendali. Namun, ia mengingatkan perlunya antisipasi gejolak harga pangan, khususnya menjelang akhir tahun ketika konsumsi masyarakat biasanya meningkat.

Menurut Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disdag Palembang, Elsa Noviani harga cabai merah kembali meroket akibat stok yang menipis.

“Musim hujan yang melanda membuat banyak petani mengalami gagal panen. banyak cabai membusuk di lahan sehingga pasokan menurun drastis. Ketika musim hujan, kualitas cabai menurun. Banyak petani tidak memanen karena cabainya busuk,” jelas Elsa.

Untuk mengatasi Inflasi, sambung Elsa, Pemkot Palembang sudah berusaha melakukan beberapa hal. Diantaranya, Pasar Murah yang sudah dilakukan di 44 titik dari Februari sampai September 2025.

“Ini tinggal 22 titik lagi, untuk bulan Oktober sampai Desember 2025. Untuk lokasi nanti kami koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan khususnya untuk keluarga menengah kebawah,” tukasnya.

Berita Terkait

Mantan Guru P3K di Palembang Diciduk, Uang Rp 250 Juta Raib dengan Janji Lolos CPNS
Didi Yanto Serahkan Berkas, Jadi Pendaftar Pertama Calon Ketua PSSI Sumsel
Diduga Anaknya Difitnah Saat Live TikTok Ibu ini Laporkan Pemilik Akun ke Polisi
Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi
KLF III Unsri Perluas Kompetisi Literasi Finansial ke Tingkat Nasional, Angkat Isu FOMO
Guru Fisika dari Ogan Ilir Tembus Top 12 Nasional Terpujilah Guru Telkomsel
Dipergoki Bawa Golok di Kawasan Monpera, YS Diamankan Polisi
Didakwa Terima Uang Pengurusan Pangkat ASN, Kepala BKPSDM Muratara Jalani Sidang Perdana

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Mantan Guru P3K di Palembang Diciduk, Uang Rp 250 Juta Raib dengan Janji Lolos CPNS

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Diduga Anaknya Difitnah Saat Live TikTok Ibu ini Laporkan Pemilik Akun ke Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Anak Perempuan 9 Tahun Diduga Jadi Korban Asusila, Ibu Lapor Polisi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:06 WIB

KLF III Unsri Perluas Kompetisi Literasi Finansial ke Tingkat Nasional, Angkat Isu FOMO

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Guru Fisika dari Ogan Ilir Tembus Top 12 Nasional Terpujilah Guru Telkomsel

Berita Terbaru

Sekretaris Daerah OKI, Ir. Asmar Wijaya, M.Si., saat sidak di Pasar Kayuagung kabupaten OKI

Ogan Komering Ilir

Kendalikan Inflasi, Pemkab OKI Hadirkan Pangan Bersubsidi untuk Warga

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:06 WIB