IDI Simpulkan Pandemi COVID-19 Belum akan Usai, Ini Alasannya

- Redaksi

Sabtu, 4 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua IDI Sumsel, Zulkhair Ali. (Photo: Istimewa)

Ketua IDI Sumsel, Zulkhair Ali. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Selatan (Sumsel), Zulkhair Ali, menyimpulkan jika pandemi COVID-19 belum akan usai dalam waktu dekat.

Ia berkesimpulan seperti ini, lantaran adanya varian baru virus corona yang terus muncul di berbagai negara. Termasuk juga kasus baru positif COVID-19 yang terus ada setiap harinya dengan gejala yang berbeda.

“Itulah kenapa saya berkesimpulan seperti itu, pandemi belum akan usai dalam waktu dekat ini meski saat ini tengah turun,” kata Ali, saat dihubungi, Sabtu (4/12/2021).

Menurutnya, belum diketahui apakah vaksin bisa menangkal varian baru COVID-19 atau tidak. Selain itu, mulai abainya masyarakat terhadap protokol kesehatan (Prokes), dinilainya juga menjadi salah satu faktor yang membuat ia berkesimpulan seperti itu.

“Kita tidak tahu, varian baru ini apakah bisa ditangkal dengan vaksin yang telah disuntikkan. Sehingga potensi penularan ataupun resiko kematian akibat COVID-19 masih bisa dialami penderita meskipun sudah divaksin,” ucapnya.

Ali mengibaratkan pandemi COVID-19 di Indonesia seperti kisah cinta yang tak kunjung usai. “Saya tulis status seperti itu karena memang hingga saat ini belum terlihat ujungnya seperti apa,” katanya.

Ia menilai, saat ini pemerintah telah cukup sigap mengantisipasi COVID-19. Terutama, saat diberbagai negara banyak terinveksi COVID-19 varian baru yakni Omicron, pemerintah sudah cukup sigap dengan menutup seluruh penerbangan dari beberapa negara.

“Pemerintah telah belajar dari awal awal pandemi masuk Indonesia, seperti dulu ketika pandemi sudah masuk ke negara tetangga, pemerintah tidak serius menanggapinya, malah bahkan diabaikan. Namun kini Pemerintah sigap menanggapi saat ada varian baru di negara lain,” jelasnya.

Tapi menurutnya, tetap paling utama kedisiplinan dari masyarakat dalam menerapkan Prokes. “Jadi tidak ada pilihan lain bagi masyarakat untuk disiplin prokes,” tegasnya. (ANA)

Berita Terkait

Delapan Terdakwa Kasus Kredit BRI-BSS dan SAL Tak Ditahan, Ini Penjelasan PN Palembang
Dua Sopir Pengangkut 10 Ribu Liter BBM Ilegal Divonis 1,5 Tahun
Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tindak Puluhan Kasus 3C dan Premanisme
Tiga Pelaku Komplotan Curanmor Resahkan Warga Plaju Palembang Diringkus Unit Ranmor
Tata Kelola Pemkot Pagar Alam Diuji, Sekda Minta OPD Jangan Setengah-Setengah
Hilangnya Atap Alkan Ternyata Dicuri, Korban Melihat Rekaman CCTV 
Hakim Cecar Saksi Soal Biaya dan Pertanggungjawaban dalam Sidang Kredit BSS-SAL
Polsek Rambang Cek Laporan Satwa Diduga Beruang, BKSDA Segera Turun ke Lokasi

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 20:08 WIB

Delapan Terdakwa Kasus Kredit BRI-BSS dan SAL Tak Ditahan, Ini Penjelasan PN Palembang

Senin, 28 September 2026 - 17:30 WIB

Dua Sopir Pengangkut 10 Ribu Liter BBM Ilegal Divonis 1,5 Tahun

Senin, 28 September 2026 - 15:17 WIB

Operasi Sikat I Musi 2026, Polda Sumsel Tindak Puluhan Kasus 3C dan Premanisme

Senin, 28 September 2026 - 15:13 WIB

Tata Kelola Pemkot Pagar Alam Diuji, Sekda Minta OPD Jangan Setengah-Setengah

Senin, 28 September 2026 - 14:37 WIB

Hilangnya Atap Alkan Ternyata Dicuri, Korban Melihat Rekaman CCTV 

Berita Terbaru