HD Minta Pertamina Benahi Distribusi Solar Agar Tak Ganggu Aktivitas Warga

- Redaksi

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru saat diwawancarai, Senin (10/11/2025). Foto: Tia

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru saat diwawancarai, Senin (10/11/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru meminta Pertamina segera membenahi sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi khususnya jenis solar, menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Menurut Deru, antrean kendaraan tersebut tidak hanya menyebabkan kemacetan di jalan, tetapi juga berdampak pada kegiatan ekonomi di sekitar SPBU.

“Saya sudah memanggil Pertamina sejak seminggu lalu. Saya minta mereka tidak berpikir secara ego sektoral. Kalau memang ada pembatasan subsidi silakan, tapi tolong cari formula lain agar tidak menyusahkan masyarakat,” ujar Deru, Senin (10/11/2025).

Ia mengtakan jika persoalan distribusi solar bersubsidi sudah masuk ranah kepentingan publik dan kemanusiaan.

Selain menghambat arus lalu lintas, antrean panjang juga membuat sejumlah usaha sekitar SPBU tidak dapat beroperasi optimal.

“Satu antrean panjang membuat lalu lintas macet, usaha di sekitar SPBU terhalang, mobilitas warga terganggu, dan biaya transportasi ikut naik. Ujungnya masyarakat yang menanggung,” katanya.

Ia menegaskan Pertamina harus bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengatur kembali mekanisme penyaluran solar agar antrean serupa tidak terulang.

“Kasihan masyarakat. Ini bukan semata urusan teknis, tapi sudah menyentuh aspek kemanusiaan. Pertamina sebagai pihak yang berwenang dalam distribusi seharusnya lebih peka,” tegasnya.

Ia menyebut keberadaan SPBU bukanlah hal baru di Sumsel, sehingga seharusnya persoalan antrean panjang semacam ini bisa diantisipasi lebih awal.

“Sejak kita lahir, SPBU sudah ada di Sumsel. Tapi baru sekarang terjadi antrean sepanjang ini, ada apa sebenarnya?,” ucap dia.

Berita Terkait

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka
Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi
Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet
Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel
Fernando Divonis 8 Tahun 6 Bulan, Kasus Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan
Curi Puluhan Kaleng Susu, Karyawan Indomaret Diserahkan ke Polisi
Astra Motor Sumsel Hadirkan Promo Spesial Shocktober
Pegadaian Hadirkan ATM Emas, Cetak Emas Fisik Tanpa Waktu Tunggu

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Abdul Jafar Kecam Dugaan Penganiayaan Mahasiswa dan Jurnalis di Polda Sumsel

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Fernando Divonis 8 Tahun 6 Bulan, Kasus Sabu 31,65 Gram dan Senpi Rakitan

Berita Terbaru