Gagal Paham Soal Gender, Calon Bupati Muba Dikritik Aktivis Perempuan

- Redaksi

Jumat, 1 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Debat pertama kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) yang diselenggarakan oleh KPU Muba berlangsung di Gedung Dharma Wanita, Kamis (31/10). Dalam debat ini, calon bupati nomor urut 01, Lucianty, tampil lebih aktif dan lugas, menyampaikan visi dan misinya dengan jelas serta menjawab pertanyaan dari panelis dan lawannya dengan percaya diri.

Di sisi lain, calon bupati nomor urut 02, Toha Tohet, terlihat gugup dan beberapa kali meminta bantuan wakilnya, Rohman, untuk menjawab pertanyaan. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah ketika Toha Tohet menanggapi isu kesetaraan gender yang diangkat oleh Lucianty.

“Hadirnya kami di sini adalah bukti penerapan keadilan gender dalam pencalonan kami. Kami juga berencana membuat peraturan yang ramah gender dan memberikan pelatihan bagi perempuan untuk menduduki posisi struktural dalam pemerintahan guna menciptakan tata kelola yang baik,” ungkap Lucianty.

Namun, Toha Tohet memberikan tanggapan yang membingungkan terkait pemahaman istilah gender. “Gender itu adalah badan, perempuan atau misalnya di parlemen DPR itu diisi 30 persen perempuan dan di pemerintahan juga ada 30 persen kepala dinas perempuan. Tapi kalau bupati, itu bukan gender, karena tidak mungkin 30 persen,” jawabnya.

Pernyataan tersebut menimbulkan kritik dari berbagai pihak, termasuk aktivis Solidaritas Perempuan Palembang, Mutia Maharani. Ia menilai bahwa Toha Tohet menunjukkan kurangnya pemahaman tentang istilah gender. “Menurut kami, gender berkaitan dengan pembagian peran, kedudukan, dan tugas antara laki-laki dan perempuan,” ujarnya.

Mutia menambahkan bahwa kurangnya pemahaman calon pemimpin tentang gender bisa menjadi tanda kurangnya wawasan terhadap isu-isu kesetaraan dan hak-hak perempuan. “Pemahaman gender sangat penting bagi seorang pemimpin karena berdampak pada kebijakan yang mereka buat serta layanan yang diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Ini bisa membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan adil,” jelasnya.

Berita Terkait

Disdukcapil Muba Jemput Bola ke Desa Sungai Dua, Penuhi Kebutuhan Administrasi Kependudukan Masyarakat
Sopir Truk Dianiaya Diduga Oknum Memakai Senjata Laras Panjang
Sukseskan Program Prioritas Presiden, Kemenag Sumsel Kawal Pembangunan PHTC 2026 di 9 Madrasah
Forum CSR Muba Pastikan TJSL Terealisasi Dalam Bentuk Program Fisik, Berikut Realisasinya
QITA by BRI Makin Dikenalkan di Muba, Transaksi Digital Kini Lebih Praktis
Polres Muba Ungkap Kasus Narkoba, 1.5 Kg Sabu Diamankan
BRI Cabang Sekayu Perkuat Peran BUM Desa sebagai Agen BRILink, Dorong Ekonomi Digital
Bencana Karhutla, Polres Muba Gelar shalat istisqa dan Doa Bersama.
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Disdukcapil Muba Jemput Bola ke Desa Sungai Dua, Penuhi Kebutuhan Administrasi Kependudukan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Sopir Truk Dianiaya Diduga Oknum Memakai Senjata Laras Panjang

Rabu, 30 September 2026 - 10:56 WIB

Sukseskan Program Prioritas Presiden, Kemenag Sumsel Kawal Pembangunan PHTC 2026 di 9 Madrasah

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Forum CSR Muba Pastikan TJSL Terealisasi Dalam Bentuk Program Fisik, Berikut Realisasinya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:23 WIB

QITA by BRI Makin Dikenalkan di Muba, Transaksi Digital Kini Lebih Praktis

Berita Terbaru