Fenomena Hujan Lebat saat Musim Kemarau, Ini Penjelasan BMKG

- Redaksi

Jumat, 26 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pejalan kaki berlari menerobos hujan lebat menggunakan payung. (Photo: Istimewa)

Seorang pejalan kaki berlari menerobos hujan lebat menggunakan payung. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Koordinator Bidang Observasi dan Informasi SMB II Palembang, Sinta Andayani menjelaskan, saat ini secara klimatologi Sumsel berada dalam musim kemarau.

Namun akibat dari Dipole Mode Indeks (DMI) yang masih bernilai negatif, maka terjadi suplai uap air dari wilayah Selat Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat signifikan, khususnya bagian Sumatera.

“DMI saat ini masih bernilai negatif yakni di angka -1.06. Padahal normalnya kurang lebih 0.4,” ungkapnya.

Menurutnya, dari monitoring La Nina juga kembali aktif. Sehingga musim kemarau kali ini melimpah uap air (basah). Akibatnya potensi hujan meningkat.

“Kadang cuaca terasa panas umumnya disebabkan proses konvektif atau penguapan untuk membentuk awan. Umumnya menyebabkan udara disekitar terasa panas atau gerah. Tetapi kemudian turun hujan di sore hingga malam hari,” jelasnya.

Sinta mengungkapkan, kondisi cuaca yang seperti ini perlu diwaspadai masyarakat. Bilamana kering dan panas bisa memicu kebakaran dan meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, longsor dan angin kencang jika turun hujan.

“Untuk gempa memang kejadiannya hingga saat ini belum bisa diprediksi. Penjalaran gempa memang bisa dirasakan oleh daerah lain,” jelasnya.

Sinta mengimbau agar semua masyarakat di daerah, khususnya yang berpotensi rawan terjadinya gempa agar selalu untuk waspada dan memiliki pemahaman mengenai mitigasi gempa.

Masyarakat dapat memonitor informasi BMKG, baik gempa maupun prakiraan atau peringatan dini cuaca, melalui media informasi infoBMKG di aplikasi atau media sosial lainnya.

“Masyarakat juga diharuskan untuk selalu menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas karena cuaca yang tidak menentu ini rentan akan virus,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

The Alts Hotel Palembang Hadirkan Social Galas, Tawarkan Beragam Benefit untuk Event
Saksi Ungkap Uang Rp1 Miliar untuk Hengki Kurniawan, KPK Cari Bukti Pendukung
Kualitas Udara Palembang Membaik, Konsentrasi PM2.5 Turun Usai Diguyur Hujan
Saksi Ungkap 8 Kali Antar Uang ke Rumah Dinas Bupati Muara Enim, Nominal hingga Rp1 Miliar
Sidang Lanjutan Gugatan Warga Kenten, Legal standing kuasa Hukum PDAM Tirta Betuah Banyuasin Dipertanyakan”
Operasi Sikat I Musi 2026 Dimulai, Polda Sumsel Perkuat Penindakan Kejahatan Jalanan di Seluruh Wilayah
Tak Terima Kantornya Disatroni Maling, Eprilita Lapor Polisi
Uang Nasabah Rp1,5 Miliar Dipakai, Eks Kepala KCP Pos Akui Coba Gandakan ke Jogja hingga Cilacap

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 09:12 WIB

The Alts Hotel Palembang Hadirkan Social Galas, Tawarkan Beragam Benefit untuk Event

Rabu, 23 September 2026 - 23:00 WIB

Saksi Ungkap Uang Rp1 Miliar untuk Hengki Kurniawan, KPK Cari Bukti Pendukung

Rabu, 23 September 2026 - 17:00 WIB

Kualitas Udara Palembang Membaik, Konsentrasi PM2.5 Turun Usai Diguyur Hujan

Rabu, 23 September 2026 - 16:59 WIB

Saksi Ungkap 8 Kali Antar Uang ke Rumah Dinas Bupati Muara Enim, Nominal hingga Rp1 Miliar

Rabu, 23 September 2026 - 16:57 WIB

Sidang Lanjutan Gugatan Warga Kenten, Legal standing kuasa Hukum PDAM Tirta Betuah Banyuasin Dipertanyakan”

Berita Terbaru