Fakultas Hukum Unsri Jajaki Kemitraan dengan Leiden Law School Belanda

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri), menjajaki diskusi dengan salah satu fakultas hukum terkemuka yang menduduki peringkat top 21 dunia secara global, Kamis 27 November 2025.

Pertemuan diskusi melalui daring bertajuk “Leiden Law School and Its Library Belanda – Coffee Session” secara hybrid yang diselenggarakan ini, bertujuan untuk melanjutkan upaya UNSRI agar lebih dikenal lagi di kancah internasional.

Sesi diskusi interaktif ini dimoderatori oleh Najmah dari Subdirektorat Internasionalisasi, Direktorat Kerjasama Internasionalisasi yang juga merupakan alumni UNSRI

yang saat ini sedang menjalani program Research Fellow di Leiden University.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Internasionalisasi, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum Unsri, Dr Zulhidayat SH MH.

Kegiatan dilanjutkan penjelasan terkait perpustakaan Leiden Law oleh Law Library Ambassador dan Representative Overseas Law dari Leiden University, Bryan Beemer.

Bryan Beemer memberikan tinjauan menyeluruh mengenai Leiden Law Library yang diklaim sebagai salah satu pusat studi hukum terkemuka di Eropa.

Menurut Bryan Beemer, Leiden University memiliki akses ke jutaan buku dan sumber koleksi digital, dengan 25.000 sumber didedikasikan untuk subjek Hukum dan Sejarah Indonesia. Akses penuh ke koleksi ini terbatas hanya untuk staf, mahasiswa, atau peneliti tamu resmi yang terdaftar di Leiden University.

Kepala Unit Kerja Sama Internasionalisasi dan Alumni FH UNSRI, Almira Novia Zulaikha SH MH membuka peluang diskusi untuk kesempatan kolaberasi kelas internasional antara Fakultas Hukum Unsri dan Fakultas Hukum Leiden University dan joint research dan kegiatan guest lecture dan visiting professor ke depan untuk mendukung program World Class University Sriwijaya University.

Dalam sesi diskusi perwakilan dari Perpustakaan UNSRI, Elfi Moralita dan Kaprodi Sejarah Dr Hudaibiah dari FKIP UNSRI juga terlihat sangat aktif menyampaikan pertanyaan. Mereka berdua secara khusus mengungkapkan kekaguman dan rasa tidak percaya atas kesempatan berharga ini.

“Kami tidak kebayang berbicara dengan seseorang dari perpustakaan Leiden University, perpustakaan paling terkenal dengan koleksi Indonesianya,” kata dia.

Bryan Beemer menggarisbawahi bahwa prosedur kerja sama memerlukan proses komunikasi lanjutan dan koordinasi yang lebih detail dengan tim di Universiteit Leiden, termasuk Van Vollenhoven Institute (VVI) dan Anette van Sandwijk dari Head Office for International Education, dengan filosofi bahwa kolaborasi dimulai dari langkah-langkah kecil (small steps).

Sesi diskusi ditutup dengan pernyataan optimistis dari perwakilan Unsri yakni Abu Kosim dari Subdirektorat Internasionalisasi Unsri dan Dr Zulhidayat SH MH yang menyampaikan bahwa kesempatan berharga ini merupakan jembatan yang luar biasa untuk merealisasikan kegiatan selanjutnya antara kedua institusi dan ‘lets make dream come happen’.

Pihak Unsri juga menyampaikan harapan kuat agar rencana kunjungan Bryan Beemer ke Indonesia pada September tahun 2026 dapat mencakup kunjungan ke Fakultas Hukum UNSRI dan Perpustakaan Unsri untuk berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan perpustakaan hukum di Leiden Law Library dan fakultas lainnya serta bertemu dengan Rektor Unsri dan jajaran pimpinan.

Sesi ditutup dengan semangat untuk segera menindaklanjuti komunikasi formal guna mewujudkan kemitraan strategis ini. (ANA)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *