Dua Proyek Pemprov Bermasalah tak Dianggarkan Dewan

- Redaksi

Sabtu, 11 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lahan di Kramasan yang akan dibangun kantor gubernur Sumsel, hanya saja proyek ini masih ditangguhkan pembangunanya oleh DPRD Sumsel

Lahan di Kramasan yang akan dibangun kantor gubernur Sumsel, hanya saja proyek ini masih ditangguhkan pembangunanya oleh DPRD Sumsel

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dua proyek bermasalah di kota Palembang yang saat ini sedang dilakukan Pemprov Sumsel di APBD Perubahan Sumsel tahun 2021, dipastikan tidak akan dianggarkan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Hasbi Asadiki mengatakan, pada APBD Perubahan Sumsel tahun 2021, ada dua proyek yang tidak dianggarkan oleh DPRD Sumsel, yakni pembangunan Masjid Sriwijaya dan pemasangan tiang pancang pembangunan Komplek Perkantoran Gubernur Sumsel di Keramasan.

“Anggaran ke dua proyek bermasalah itu akan dialihkan untuk program pembangunan yang lainnya. Waktu di APBD Induk tahun 2021 sudah kita bahas bersama-sama dengan Dinas Perkim Sumsel, tapi memang ada persoalan,” katanya, Sabtu (11/9/2021).

Menurut Hasbi, pembatalan anggaran untuk kedua proyek tersebut, dikarenakan pihaknya tidak ingin anggaran yang ada tidak dapat terserap.

“Anggarannya pasti dialihkan dan kami tidak akan menganggarkan baik untuk Masjid Sriwijaya maupun pemasangan tiang pancang di Keramasan. Kami pastikan tidak ada lagi,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Sumsel, Muchendi Mahzareki mengatakan, untuk sedikit gambaran besaran RAPBD-P tahun 2021 ini lebih dari Rp11 triliun dari APBD Induk Sumsel TA 2021 sebesar Rp10,8 trilyun.

“Besaran RAPBD-P proyeksinya di kisaran Rp500-600 miluar yang terbesar bersumber dari penambahan pajak BBMKB lebih kurang Rp300 miliar. Di luar itu, ada pula dari pendapatan lain-lain,seperti dari dana PEN,” katanya.

Ditambahkan pula oleh wakil rakyat dari Partai Demokrat ini, dalam rapat yang digelar maraton selama tiga hari terakhir, porsi terbesar alokasi RAPBDP 2021 ini sama seperti sebelumnya. Meliputi bidang pendidikan sebesar 20 persen, kesehatan 10 persen, dan lainnya dengan fokus utama tetap pada upaya penanggulangan pandemi Covid-19. (Nat)

Berita Terkait

Produksi Listrik PSEL Palembang Tembus 21,55 MW, Wamen LH: Sudah On Track
Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan
Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar
Tingkatkan Akuntabilitas, Siwas Polres OKU Timur Gelar Supervisi Tahap II di Polsek Buay Madang Timur
Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian
Wujud Kepedulian Sosial, Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Warga Sumber Asri
Karutan Baturaja Hadiri Sosialisasi Optimalisasi Penyerapan Anggaran TA 2026
SMKN 2 Palembang Raih Juara 2 Creativity Activity di Cari Aman Academy 2026 Tingkat Nasional

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:51 WIB

Produksi Listrik PSEL Palembang Tembus 21,55 MW, Wamen LH: Sudah On Track

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:57 WIB

Pledoi Dito Prayoga: Kuasa Hukum Bongkar Kelemahan Tuntutan, Minta Terdakwa Dibebaskan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Meski Beda Dinamika Politik, Ludi Oliansyah Tetap Jaga Hubungan Baik Dengan Partai Golkar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Tingkatkan Akuntabilitas, Siwas Polres OKU Timur Gelar Supervisi Tahap II di Polsek Buay Madang Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:51 WIB

Hakim Tolak Eksepsi Pasutri, Kasus Sembako Rp2,28 Miliar Masuk Babak Pembuktian

Berita Terbaru