PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang terus mematangkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Berbagai tahapan disiapkan secara sistematis, mulai dari simulasi, gladi bersih, hingga pengolahan dan pengumuman hasil, guna memastikan pelaksanaan TKA berjalan objektif, transparan, dan berkualitas.
Pelaksanaan TKA di Kota Palembang dirancang inklusif dan berkeadilan. Disdik memastikan bahwa peserta didik yang tidak dapat mengikuti tes pada jadwal utama baik karena sakit maupun kendala tertentu tetap memperoleh hak yang sama melalui pelaksanaan TKA susulan pada Mei 2026. Dengan skema tersebut, tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pemetaan capaian akademik.
Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dinas Pendidikan Kota Palembang, Dr. Alhadi Yan Putra, S.E., S.Sos., M.Si.,mengatakan bahwa TKA bukan sekadar agenda evaluasi rutin, melainkan instrumen penting untuk memotret kemampuan dasar siswa secara menyeluruh.
“Tes Kemampuan Akademik ini bukan untuk memberi label pada anak. TKA menjadi alat ukur untuk melihat sejauh mana kompetensi dasar siswa berkembang. Dari situ, kita bisa melakukan perbaikan pembelajaran secara tepat sasaran,” ujarnya.
Sebagai bagian dari persiapan, simulasi TKA tingkat SD direncanakan berlangsung pada Februari hingga Maret 2026. Tahap ini bertujuan memberikan gambaran teknis kepada peserta didik dan sekolah, mulai dari bentuk soal, mekanisme pengerjaan, hingga penggunaan sarana pendukung tes.
Setelah simulasi, seluruh sekolah akan mengikuti gladi bersih pada Maret 2026. Pada fase ini, sistem pelaksanaan TKA diuji secara menyeluruh, mencakup kesiapan perangkat, stabilitas jaringan, serta koordinasi pelaksana di tingkat satuan pendidikan.
“Gladi bersih sangat penting agar saat pelaksanaan utama tidak muncul kendala teknis. Sekolah dan siswa diharapkan sudah benar-benar siap, baik secara teknis maupun mental,” jelasnya.
Pelaksanaan utama Tes Kemampuan Akademik SD dijadwalkan pada April 2026. Selama periode tersebut, peserta didik akan mengikuti tes sesuai jadwal yang ditetapkan masing-masing sekolah.
Bagi siswa yang berhalangan hadir pada jadwal utama, TKA susulan akan dilaksanakan pada Mei 2026. Disdik menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjamin hak seluruh peserta didik.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mengikuti tes ini. Karena itu, kami menyiapkan jadwal susulan agar tidak ada peserta didik yang tertinggal,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa hasil TKA tidak digunakan sebagai penentu kelulusan maupun dasar perankingan siswa. Sebaliknya, hasil tes akan diolah secara kolektif untuk melihat gambaran capaian akademik di tingkat sekolah dan wilayah.
“Hasil TKA akan menjadi cermin bagi guru, sekolah, dan pemerintah. Dari sana kita bisa mengetahui kekuatan yang sudah baik dan area yang perlu ditingkatkan dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Dalam rangkaian sosialisasi, Disdik Kota Palembang juga mengajak orang tua berperan aktif dalam mendukung kesiapan anak, terutama dari sisi mental dan motivasi belajar. Orang tua diimbau tidak memberikan tekanan berlebihan kepada anak, melainkan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.
Sekolah pun diharapkan melakukan pendampingan berkelanjutan melalui penguatan literasi, numerasi, serta pembiasaan belajar yang positif.
“Yang terpenting adalah memastikan anak-anak merasa percaya diri dan siap menghadapi tes. TKA harus menjadi pengalaman belajar yang membangun, bukan sumber kecemasan,” tutupnya.


















