Cerita Penjaga Makam di Bukit Siguntang, Tak Pernah Terima Gaji

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bukit Siguntang salah satu destinasi wisata sejarah di Kota Palembang, terutama mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya.

Di Bukit tersebut terdapat beberapa makam para tokoh kerajaan Sriwijaya.

Kondisi peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Bukit Siguntang sangat memprihatinkan, rerumputan yang menjulang tinggi, serta dedaunan yang berserakan menandakan tempat bersejarah tersebut seperti tidak terawat.

Namun, kendati demikian, kondisi 7 makam para raja, panglima, serta putri Sriwijaya yang berada di taman tersebut masih sangat terawat. Semua berkat sosok Salim (50), juru kuncen atau penjaga makam.

Saat ditemui di lokasi, Salim nampak duduk menjaga makam Putri Kembang Dadar atau Putri Melur seorang putri berwajah cantik yang berasal dari khayangan.

“Selama menjaga makam di sini (Bukit Siguntang) saya tidak pernah menerima gaji dari pemerintah Kota Palembang,” ungkap Salim, Senin (12/12/2022).

Meski tak pernah menerima gaji sepeserpun dari pemerintah, Salim tak pernah absen untuk membersihkan makam para kerajaan Sriwijaya, sebab, ia menilai, tugas menjaga dan membersihkan makam memiliki nilai ibadah.

“Gak ada libur, saya setiap hari membersihkan makam, dari awal menjaga makam niatnya memang untuk mencari amal,” ucap pria paruh baya itu.

Salim sendiri di Bukit Siguntang dipercaya menjaga makam Putri Kembang Dadar.

“Alhamdulillah, saya dipercaya untuk menjaga makam Putri Kembang Dadar,” katanya.

Selain Salim, ada 2 juru kuncen lainnya, yang menjaga makam di Bukit Siguntang.

Saat disinggung harapan ke depan kepada pemerintah mengenai soal gaji, Salim hanya tersenyum.

“Jangankan mau memberi gaji Mba, taman ini dirawat saja saya sudah senang sekali,” ketusnya.

Pria yang sudah 20 tahun menjadi penjaga makam tersebut sangat menyayangkan, peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Bukit Siguntang sudah tidak diperhatikan oleh pemerintah setempat.

“Sangat disayangkan tempat bersejarah di Palembang ini seperti tidak diperhatikan oleh pemerintah setempat, contoh saja sekarang ini banyak rerumputan yang tumbuh menjulang tinggi di sekitar area Bukit,” terangnya.

Padahal menurut Salim, tempat atau benda-benda bersejarah harusnya bisa dijaga kelestariannya.

“Cara melestarikan benda atau tempat bersejarah sendiri dengan tidak mencoret dan membuat kotor, kebersihannya harus tetap terjaga,” jelasnya.

Salim berharap, agar ke depan, keberadaan Bukit Siguntang lebih diperhatikan.

“Yah harapannya Bukit Siguntang ke depannya bisa lebih terawat, jangan sampai seperti sekarang, merawatnya setengah-setengah,” harapnya.

Terlebih lanjut Salim, jika di Bukit Siguntang juga terdapat 7 makam yang terpisah, diantaranya makam Raja Sigentar Alam, Putri Rambut Selako, Pangeran Batu Api, Pangeran Djunjungan, Putri Kembang Dadar, Pangeran Bagus Karang dan Pangeran Bagus Kuning.

“Makam-makam tersebut kalau tidak dijaga bisa disalah gunakan oleh peziarah yang datang berkunjung,” tuturnya.

Ari Panji Akademisi sekaligus Sejarawan Palembang mengungkapkan, sangat menyayangkan kondisi Bukit Siguntang yang terawat.

“Saya pribadi sangat menyayangkan jika benar kondisi Bukit Siguntang tidak terawat, karena itu merupakan situs bersejarah,” ungkap Ari saat diwawancarai via telephone.

Menurut Ari, situs bersejarah itu bukan hanya untuk masyarakat Kota Palembang, tapi juga untuk dunia khususnya bangsa Melayu.

“Karena Bukit Siguntang merupakan cikal bakal masyarakat Melayu,” ujar Ari.

Untuk itu lanjut Ari, tempat bersejarah tersebut hendaklah dijaga serta dilestarikan.

Sebagai informasi, Bukit Siguntang sebagai dataran paling tinggi di Palembang, ketinggiannya mencapai 29-30 mdpl.

Bukit Siguntang merupakan tempat yang dianggap suci dan berkharisma sejak abad ke 14-17.

Di tempat ini terdapat makam para tokoh keturunan Kerajaan Sriwijaya.

Tidak heran, jika kawasan Bukit Siguntang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah, terutama mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya yang pernah menjadi pusat kegiatan agama Buddha di Nusantara.

Bukit Siguntang sendiri berlokasi di jalan Sultan Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Bukit ini berjarak sekitar 4 kilometer dari pusat Kota Palembang dengan waktu tempuh 10 menit.

Untuk menuju Bukit ini pengunjung dapat menggunakan angkutan kota (angkot) jurusan Bukit Besar, atau bisa juga melalui ojek online (ojol).

Harga tiket masuk ke Bukit Siguntang Rp 5.000 per orang dewasa serta Rp 3.000 untuk anak-anak.

Adapun jam operasional Bukit Siguntang sendiri dibuka setiap hari, dari pukul 08.00-16.00 WIB. (*)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *