Category: Ogan Komering Ulu

  • Gubernur Herman Deru Resmikan Groundbreaking Perbaikan Jalan Batu Kuning–Kurup untuk Percepat Mobilitas Warga OKU

    Gubernur Herman Deru Resmikan Groundbreaking Perbaikan Jalan Batu Kuning–Kurup untuk Percepat Mobilitas Warga OKU

    SUARAPUBLIK.ID,OKU — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur daerah. Pada Senin (1/12/2025), Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru didampingi Ketua DPRS Sumsel

    Andie Dinialdie, SE melakukan groundbreaking pembangunan peningkatan Jalan Cor Batu Kuning–Kurup di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Kegiatan ini disambut antusias warga yang selama bertahun-tahun menantikan perbaikan akses jalan utama tersebut.

    Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan jawaban langsung atas aspirasi masyarakat. Menurutnya, jalan tersebut menjadi salah satu urat nadi aktivitas warga sehingga kelayakan jalannya sangat mempengaruhi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi lokal. “Kita ingin menjawab keinginan masyarakat untuk memperbaiki jalan di Kabupaten OKU, khususnya ruas Batu Kuning–Kurup,” ujarnya.

    Gubernur menjelaskan bahwa kerusakan jalan selama ini disebabkan oleh tingginya intensitas kendaraan besar yang melintas. Banyak truk bermuatan berat mengalihkan rute ke jalan kabupaten karena adanya perlintasan kereta api rendah pada jalan nasional sehingga jalur alternatif ini menjadi pilihan.

    “Kita perbaiki jalan ini supaya arus logistik tetap berjalan baik. Namun, tentu dibutuhkan kesadaran pengguna jalan, terutama pengendara truk besar, karena jalan ini dibangun dengan uang rakyat dari pajak yang dibayarkan,” tegasnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa peningkatan ruas jalan tersebut merupakan bagian dari konstruksi berkelanjutan yang akan dilanjutkan hingga tahun depan. Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan seluruh ruas dapat tuntas secara menyeluruh untuk memastikan kelancaran akses warga.

    Pada tahap ini, pembangunan akan menelan anggaran sebesar Rp 7 miliar. Gubernur menekankan bahwa penggunaan dana tersebut difokuskan pada peningkatan kualitas dan kekuatan jalan agar lebih mampu menahan beban kendaraan yang melewati jalur tersebut.

    Selain itu, Herman Deru menjelaskan bahwa pihaknya akan berdiskusi dengan PT KAI untuk mencari solusi terhadap kondisi perlintasan kereta api yang menjadi penyebab kendaraan besar mengalihkan jalur. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pembangunan underpass untuk meminimalkan kemacetan dan potensi kecelakaan.

    Terkait keselamatan pengguna jalan, Gubernur kembali mengingatkan pentingnya disiplin pengendara, terutama terkait pelanggaran Over Dimension Overloading (ODOL). Menurutnya, pelanggaran ODOL tidak hanya merusak jalan, tetapi juga membahayakan masyarakat yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut.

    “Ini jalan utama. Aktivitas warga di sini tinggi, mulai dari berangkat kerja hingga mengantar anak sekolah. Jangan sampai ekonomi masyarakat terhambat gara-gara kendaraan besar tidak disiplin,” katanya.

    Sementara itu, Bupati OKU Teddy Meilwansyah menyampaikan apresiasinya terhadap perhatian Pemerintah Provinsi Sumsel. Ia menilai pembangunan ini sangat berarti bagi masyarakat yang selama ini harus beraktivitas di tengah kondisi jalan yang rusak.

    “Jalan ini sudah lama dinantikan masyarakat. Banyak kejadian bukan hanya kerugian materi, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. Terima kasih atas bantuan ini. Kami berharap dukungan seperti ini berlanjut di tahun depan dan seterusnya,” ungkap Bupati.

    Dalam laporan teknisnya, perwakilan PU Bina Marga Sumsel M. Affandi menjelaskan bahwa ruas Batu Kuning–Kurup merupakan salah satu dari 16 kegiatan infrastruktur di Kabupaten OKU. Selain itu, terdapat tiga kegiatan sektor Sumber Daya Air (SDA) dengan total anggaran Rp 86 miliar.

    Dari jumlah tersebut, Rp 77 miliar dialokasikan untuk pembangunan jalan dan Rp 9 miliar untuk rehabilitasi irigasi. Panjang fungsional ruas Batu Kuning–Kurup mencapai 11 kilometer, dengan pekerjaan efektif sepanjang 900 meter dan lebar 7 meter menggunakan anggaran Rp 7 miliar.

    Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat OKU berharap akses transportasi akan semakin lancar dan aktivitas harian lebih aman. Pemerintah Provinsi Sumsel berkomitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan agar manfaatnya segera dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Kemandirian Ekonomi Hijau Lewat Budidaya Lebah Trigona di Desa Tanjung Dalam

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Kemandirian Ekonomi Hijau Lewat Budidaya Lebah Trigona di Desa Tanjung Dalam

    SUARAPUBLIK.ID, OKU — Di tepian hutan Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Lubuk Batang, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, dengung lebah kini menjadi simbol perubahan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) bersama Fuel Terminal (FT) Baturaja, warga mengubah potensi alam menjadi sumber ekonomi berkelanjutan lewat budidaya lebah madu Trigona, lebah tanpa sengat penghasil madu bernilai tinggi.

    Sejak 2021, program ini menjadi awal kemandirian delapan peternak binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. Kini, lebih dari 80 stup lebah Trigona menghasilkan madu murni dua hingga tiga kali seminggu sebagai sumber penghidupan bagi keluarga desa, dengan budidaya alami tanpa bahan kimia dari nektar bunga liar sekitar hutan.

    Meski panen menurun saat musim hujan, para peternak tetap tekun merawat koloni dan menjaga lingkungan tanpa pestisida agar lebah dapat hidup alami. Saat kemarau, produksi madu mencapai 20 kilogram per hari dengan harga Rp75.000–Rp130.000 per botol (250–500 ml), menghasilkan pendapatan hingga Rp3,5 juta per bulan yang dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga dan pengembangan usaha.

    Di balik keberhasilan tersebut, ada sosok Sartono, sang penggerak utama program sekaligus inspirasi bagi warga. Ia sangat bersyukur atas Program TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif untuk budidaya lebah.

    “Awalnya kami hanya mencoba beberapa stup di hutan, hasilnya lumayan. Sekarang kami bisa panen di rumah sendiri. Madu ini bukan hanya manis, tapi juga membawa harapan dan semangat baru bagi kami,” ujar Sartono dengan senyum bangga.

    Program ini juga membuka peluang kerja bagi warga lain, termasuk dua mantan buruh harian lepas yang kini mandiri secara ekonomi melalui panen madu yang bermanfaat untuk kesehatan, seperti meredakan batuk, demam, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

    “Dulu saya hanya buruh harian, tapi setelah belajar budidaya lebah, kini saya bisa punya penghasilan sendiri dari panen madu. Rasanya bangga bisa berusaha dari alam sendiri,” tutur Jumali, salah satu penerima manfaat program.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut memberikan pelatihan teknis, bantuan sarana produksi, dan pendampingan manajemen usaha, hingga kini Madu Trigona Desa Tanjung Dalam mulai dikenal di pasar lokal dan menembus pasar regional. Warga bahkan berencana mengembangkan produk turunan seperti propolis, sabun madu, dan lilin alami untuk memperluas nilai ekonomi.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung kemandirian masyarakat dan pelestarian lingkungan.

    “Budidaya lebah Trigona adalah bentuk sinergi antara manusia dan alam. Program ini bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga kontribusi nyata terhadap ekonomi hijau dan keberlanjutan lingkungan. Melalui dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Desa Tanjung Dalam tumbuh menjadi simbol kemandirian sekaligus kepedulian terhadap bumi,” ujar Rusminto.

    Program ini membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan, dan menumbuhkan kesadaran untuk hidup selaras dengan alam. Inisiatif ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Tujuan 8 tentang pekerjaan layak, Tujuan 12 tentang produksi berkelanjutan, dan Tujuan 15 tentang pelestarian ekosistem daratan melalui keberlanjutan budidaya lebah.

  • “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” Desa Kelumpang Sumsel Leburkan Ekowisata,Lingkungan dan Berdayakan Masyarakat

    “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” Desa Kelumpang Sumsel Leburkan Ekowisata,Lingkungan dan Berdayakan Masyarakat

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” yang merupakan program binaan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Lumut Balai meleburkan kegiatan ekowisata,pengelolaan lingkungan dan memberdayakan masyarakat di sekitar Desa Kelumpang Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

    Kegiatan meleburkan ekowisata mencakup berbagai bentuk perjalanan yang bertujuan untuk melestarikan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan mengadopsi konsep ekowisata, destinasi wisata tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat.

    Ekowisata di Indonesia juga berkontribusi pada pelestarian habitat alami, menjaga kesehatan fisik dan mental serta menumbuhkan kepedulian sosial. Seperti halnya ekowisata “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga sarana untuk berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat Desa Kelumpang Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten OKU Provinsi Sumsel.

    Seperti yang diceritakan Ketua Kelompok “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“, Darul Kutni SPd bahwa keberadaan “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” yang merupakan mitra binaan dari PGE sangat membantu pemberdayaan masyarakat Desa Kelumpang. Berdiri sejak tahun 2021 yang diinisiasi oleh PGE masuk ke dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan menjadi wadah bagi para pemuda Desa Kelumpang untuk memiliki kegiatan positif dengan memanfaatkan alam dan lingkungan yang ada.

    Dijelaskan pria yang juga berprofesi sebagai guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 128 OKU ini bantuan yang diberikan PGE pertama kali tahun 2021 adalah membawa para pemuda Desa Kelumpang ke Kabupaten Pangandaran Jawa Barat untuk mengikuti pelatihan dan pembekalan menjadi pemandu wisata atau tour guide yang handal. Sekitar tujuh pemuda Desa Kelumpang diajak langsung melihat aktivitas pengarungan di sungai.

    Ketua Kelompok “Belanting River Tubing Ayakh Ugan”, Darul Kutni SPd dan anggota PKK Desa Kelumpang, Samsimar.

    “Pembekalan tersebut berlangsung selama satu sampai dua minggu meliputi materi teknik dasar river tubing dan manejemen risiko untuk memastikan keselamatan river tubing. Melihat para pemuda Desa Kelumpang antusias untuk menjadi tour guide, akhirnya pihak PGE mendatangkan langsung pelatih dari Pangandaran ke Desa Kelumpang serta untuk melihat kondisi langsung arus Sungai Ogan Kanan yang akan dipakai untuk pengarungan,”jelas pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepsek SDN 128 OKU ini saat ditemui di area river tubing,Jumat (24/10/2025).

    Saat ini dijelaskannya, jumlah anggota Kelompok “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” sekitar 45 orang yang direkrut dari pemuda-pemuda yang berada di sekitar Desa Kelumpang. Para pemuda yang direkrut dari pemuda yang tidak memiliki pekerjaan, pemuda putus sekolah hingga mereka yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa.

    Sejak bergabung di Kelompok “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” dikatakan Darul, para pemuda yang dulunya pengangguran kini berprofesi sebagai tour guide bahkan para pemuda yang dulunya bertindak kriminal sekarang dapat diarahkan dengan kegiatan positif. Kondisi Desa Kelumpang juga mengalami perubahan, dimana tingkat kriminalitas menurun serta ekonomi masyarakat meningkat.

    Dituturkan pria yang berusia 49 tahun ini, untuk operasional “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” dibuka dari hari Senin-Kamis mulai pukul 09.00-16.00 WIB kemudian Sabtu dan Minggu, sedangkan hari Jumat libur tidak ada pengarungan mengikuti tradisi masyarakat Desa Kelumpang bahwa saat hari Jumat aktivitas difokuskan untuk kegiatan ibadah masyarakat serta untuk kegiatan bersih-bersih sungai.

    Untuk tarif dijelaskan Darul, bagi pengunjung yang ingin mengarungi sungai dengan jarak tempuh sekitar 2 kilo meter dengan durasi waktu 1 hingga 1,5 jam dikenakan tarif 50 ribu/orang/ban dengan pembagian komisi 35 ribu untuk tour guide dari dua orang yang dikawal dan 65 ribu masuk kas komunitas. Bagi pengunjung yang ingin snack dikenakan tambahan biaya Rp 25 ribu/orang sudah mendapatkan makanan ringan kopi dan teh. Untuk pengadaan snack, pengelola melibatkan ibu-ibu setempat, ada sekitar 10 kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang ikut berpartisipasi mengelola “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“.

    Sedangkan untuk penginapan dikatakannya, pengelola mempersiapkan tenda dengan tarif Rp 80/tenda, satu tenda untuk 2 orang. Biaya Rp 80 ribu juga dibagi masuk ke kas kelompok Rp 50 ribu dan 30 ribu diberikan kepada tour guide untuk biaya pemeliharaan seperti untuk membeli kopi, gula dan mei instans saat mereka menjaga seputar area tenda.

    Fasilitas tenda yang digunakan pengunjung untuk menginap di seputar area “Belanting River Tubing Ayakh Ugan”.

    Dituturkannya, bukan hanya pemuda dan ibu-ibu yang dilibatkan tetapi masyarakat setempat juga dilibatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“. Karena untuk penginapan sering memakai rumah penduduk dengan tarif diserahkan kepada kesepakatan si pemilik rumah dengan pengunjung yang akan menginap,selain pengelola juga  menyediakan 2 homestay dan 23 tenda. Untuk parkir,pengelola juga memberikan kompensasi ke masyarakat dengan aturan satu kendaraan Rp 5 ribu dibayar oleh pengelola tidak dibebankan kepada pengunjung karena sudah include dari tarif yang dibayarkan.

    Untuk pengunjung dikatakannya, mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Saat ini jika weekday sekitar 500-700 pengunjung/bulan sedangkan weekend atau musim liburan sekitar 900 sampai seribu pengunjung/bulan. Rata-rata pengunjung berasal dari Kabupaten Muara Enim, Kabupaten OKU, Kota Prabumulih, Kabupaten OKU Timur dan Kota Palembang didominasi kawula muda dan mahasiswa.

    Kata-kata “Belanting” menurut Darul memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Desa Kelumpang yaitu mengandung pengertian menghanyutkan tubuh dengan menggunakan alat bambu dan “gedebong” pisang, namun saat ini pengarungan diganti dengan mengunakan ban sehingga nama program tersebut dinamai “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” sesuai dengan makna warga setempat. Dipilihnya sungai yang berada di Desa Kelumpang karena letak sungainya paling ulu atau paling ujung sebelum dilewati desa-desa lain. Sehingga kondisi air sepanjang sungai yang airnya bersumber dari Bukit Lumut Balai masih bersih belum banyak tercemar limbah-limbah penduduk.

    “Untuk menjaga kebersihan sungai,kita selalu menekankan jargon “Jangan Buang Sampah dan BAB di sungai.Karena yang kita jual ke pengunjung adalah potensi alam, jika alam tercemar dan tidak bersih maka pengunjung akan enggan untuk datang ke desa. Dengan jargon tersebut kesadaran masyarakat terus tumbuh untuk menjaga dan melestarikan lingkungan,”tuturnya.

    Sementara itu Chandra (25 tahun), Apriadi (36 tahun) dan Nizar (22 tahun) yang berprofesi sebagai tour guide mengungkapkan,banyak dampak positif yang dirasakan pemuda Desa Kelumpang sejak adanya “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“. Jumlah penganguran berkurang,tingkat kriminalitas menurun dan perekonomian keluarga sangat terbantu.

    “Saya dari pertama “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” berdiri sudah bergabung bahkan kami bertiga ikut pelatihan di Pangandaran untuk menjadi tour guide. Kami dulu tidak memiliki pekerjaan tetap alias menganggur hanya membantu keluarga di kebun dan sawah. Tetapi sejak direkrut sebagai tour guide banyak pengalaman yang kami dapat,”tutur Chandra saat dijumpai ketika hendak mengawal pengunjung, Sabtu (25/10/2025).

    Sejak menjadi tour guide dituturkan Chandra, wawasan bertambah,teman bertambah bahkan belajar memahami berbagai karakter dari setiap pengunjung yang datang. Selain itu bisa membantu perekonomian keluarga dari komisi yang didapat,minimal bisa mencukupi kebutuhan untuk diri sendiri.

    Hal senada diungkapkan Apriadi,keberadaan “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar sungai. Selain itu Desa Kelumpang semakin dikenal masyarakat luas bukan hanya sekitar Kecamatan Ulu Ogan tetapi luar Kabupaten OKU juga sudah tidak asing lagi jika nama Desa Kelumpang disebut.

    “Sebelum adanya “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“, desa kami kurang terkenal tetapi sejak “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” beroperasi desa kami semakin dikenal masyarakat luas. Karena para pengunjung yang datang juga secara tidak langsung ikut berperan untuk mempromosikan desa kami lewat media sosial mereka masing-masing,”ujarnya.

    Sedangkan tour guide lainya bernama Rangga Saputra (23 tahun) mengungkapkan, banyak suka dan duka yang dijumpai ketika mengawal pengunjung atau saat melakukan pengarungan. Sukanya ketika bisa mengawal pengunjung dengan selamat tanpa hambatan apapun dan penjunjung menunjukkan kepuasannya dengan pelayanan yang diberikan saat mengarungi sungai. Dukanya ketika kondisi cuaca tidak bersahabat seperti musim hujan dan arus deras yang tidak mungkin melakukan pengarungan.

    “Melihat pengunjung tidak jadi melakukan pengarungan membuat kita sedih, karena mereka sudah jauh-jauh datang tetapi batal mengarungi sungai. Kami selalu tekankan keselamatan nomor satu,keladasan nomor dua dan itu sesuai dengan standar keselamatan,”tuturnya sembari menambahkan selama hampir 5 tahun menjadi tour guide “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” tidak ada insiden besar yang dialami pengunjung,hanya lecet-lecet karena kena benturan batu atau ban pengunjung terbalik,”ujar alumni SMAN 12 OKU ini

    Sementara itu salah warga Desa Kelumpang, Samsimar (69 tahun) mengungkapkan, merasakan dampak langsung dari kehadiran “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“. Apalagi bagi dirinya yang membuka toko kelontong dengan menjual berbagai kebutuhan yang diperlukan pengunjung saat datang ke desanya.

    “Terkadang pengunjung tidak membawa perlengkapan mandi seperti sabun,shampo,sikat gigi, odol hingga sandal. Dengan adanya toko kami, pengunjung bisa berbelanja kebutuhan yang diperlukan selama menginap di Desa Kelumpang. Selain itu,ketika hendak pulang pengunjung juga tidak lupa membeli oleh-oleh khas Desa Kelumpang mulai dari kopi hingga aneka kerajinan yang dibuat oleh ibu-ibu anggota PKK,”ujar Wanita yang juga menjadi anggota TP PKK Desa Kelumpang ini.

    Semakin banyak kunjungan menurut Wanita yang lahir di desa tersebut, akan semakin menambah penghasilan keluarga. Selain barang-barang di tokonya dibeli, ia juga merasa gembira bisa bertemu dengan beragam karakter orang dari luar desanya.

    “Masyarakat desa sini, mulai terbuka untuk menerima kedatangan orang luar dari desanya. Karena kehadiran “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” membawa pengaruh dan dampak positif bagi masyarakat desa sekitar. Terutama bagi para pemuda yang selama ini suka sabung ayam sudah tidak lagi karena direkrut menjadi tour guide bahkan tingkat kriminalitas menurun,”tutur ibu dari tiga anak ini.

    Sementara itu Community Development Officer PGE Lumut Balai, Daffa Hilmi Putra menjelaskan bagi PGE “Belanting” merupakan kepanjangan dari Bersama Lindungi Alam Hutan dan Lingkungan (Belanting), program inisiasi dari PGE untuk masyarakat Desa Kelumpang. Hadir sejak 2021 “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” bermula dari temen-temen kelompok di Desa Kelumpang yang ingin memanfaatkan potensi alam sungai untuk sesuai kegiatan yang bermanfaat.

    Para pengunjung menikmati keindahan Sungai Ogan Kanan usai melakukan pengarungan, Sabtu (25/10/2025).

    Hal tersebut menurutnya sejalan dengan program CSR perusahaan, sehingga ide tersebut langsung disambut baik oleh pihak perusahaan dengan melibatkan karang taruna dan masyarakat desa setempat untuk mengelolanya. Awal mulai bantuan yang diberikan PGE adalah dengan memberangkatkan sekitar 7 pemuda Desa Kelumpang untuk mengikuti pelatihan di Pangandaran selanjutnya PGE mendatangkan langsung pelatih ke Desa Kelumpang untuk melatih para pemuda yang ada di desa tersebut.

    Berbekal pengetahuan dan pelatihan dikatakannya, “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” mulai beroperasi di tahun 2021 dibantu oleh sekitar 10 tour guide. Peminat saat itu masih sedikit sekitar puluhan pengunjung,hal tersebut juga disebabkan awal-awal covid sehingga cukup susah untuk berkembang. Namun, setelah covid sekitar tahun 2023 peminat mulai banyak hingga anggota kelompok mencapai 45 orang.

    Selain pelatihan dikatakan alumni Universitas Gajah Mada ini, bantuan yang diberikan PGE juga berupa peralatan seperti helm, ban hingga rompi yang digunakan untuk pengarungan. Sedangkan untuk fasilitas yang dibantu berupa tenda,alat-alat camping, pembangunan homestay, pembuatan MCK hingga pembangunan aula.

    “Dengan fasilitas tersebut,operasional “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” hingga sampai saat ini mengalami kemajuan. Bahkan untuk biaya operasional tidak tergantung lagi dengan bantuan yang diberikan. Selain itu masyarakat di sekitar desa tersebut merasakan langsung dampak dari kehadiran “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” baik dari segi ekonomi,sosial maupun infrastruktur yang dibangun,”jelas pria berusia 24 tahun ini.

    Sedangkan Asisten Manager GOV. & PR PGE Area Lumut Balai, Anshoruddin menambahkan,bantuan yang diberikan untuk operasional “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” secara bertahap. Tahun 2021 bantuan dalam bentuk pelatihan dan pembekalan, tahun 2022 pembangunan fasilitas aula, tahun 2023 bantuan tenda, tahun 2024 bantuan ban, starlink internet dan kamera. Kemudian tahun 2025 bantuan yang sedang berjalan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), karena dengan jumlah pengunjung yang semakin meningkat kebutuhan listrik sangat diperlukan sementara kondisi listrik di desa tersebut sering padam. Dengan pembangunan PLTS tersebut diharapkan dapat memback up ketika terjadi pemadaman listrik.

    Dengan keberadaan “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” menurutnya memberikan dampak multi efek banyak pemuda yang dapat diakomodir berkaitan dengan memerangi narkoba, menurunkan tingkat kriminalitas dan mengurangi jumlah penganguran. Selain itu juga perputaran uang di desa tersebut berjalan karena para pengunjung yang datang bukan hanya sekedar untuk bermain air atau menginap saja tetapi ketika mau pulang mereka membeli oleh-oleh yang dijual oleh penduduk setempat.

    “Sehingga secara tidak langsung,masyarakat desa juga merasakan dampak dari hadirnya “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“. Karena ekonomi berkelanjutan berkembang,kemudian pola pikir masyarakat mulai maju.Sebelum adanya “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” masyarakat desa kurang bisa menerima masyarakat dari luar desa. Namun, setelah adanya “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“, mereka sudah terbiasa dengan kehadiran masyarakat dari luar desa mereka,”tuturnya.

    Sementara itu Operational Manager PT PGE Tbk Area Lumut Balai, Aris Kurniawan ST MT menambahkan,“Belanting River Tubing Ayakh Ugan” merupakan program yang mengintegrasikan pariwisata berkelanjutan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dalam suatu ekosistem hijau di Desa Kelumpang Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten OKU Provinsi Sumsel. Program tersebut berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat lokal hingga 30%, mengelola hingga 250 kilogram limbah/bulan, dan mengurangi emisi hingga 0,822 ton CO2eq/tahun. Sejak tahun 2021, PGE Area Lumut Balai telah menginisiasi berbagai program pariwisata yang secara langsung melibatkan pemuda, perempuan lokal, dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area tersebut, serta memberikan program peningkatan kapasitas dan bantuan infrastruktur, hingga manajemen sampah.

    Jajaran manajemen PGE Lumut Balai foto bersama dengan salah satu penghargaan yang diterima yaitu Penghargaan di Asia Power Awards 2024 yaitu di kategori ESG Programme of the Year.

    Sehingga menurutnya, tidak salah jika PGE Lumut Balai diganjar beberapa penghargaan bergengsi dengan menjadikan “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” sebagai mitra binaan. Penghargaan tersebut diantaranya Juara Pertama Kategori Daya Tarik Pengunjung Anugerah Pesona Desa Wisata Sumsel 2023 dari Gubernur Sumsel,Herman Deru. Kemudian mendapatkan sertifikat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)atas partisipasinya sebagai peserta Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia” yang diberikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto.

    “Penghargaan bergengsi lainnya adalah Penghargaan di Asia Power Awards 2024 yaitu di kategori ESG Programme of the Year. Kemudian penghargaan Local Hero, Darul Kutni sebagai kader lingkungan-KLHK. Kami berharap Kami harap capaian ini mampu menjadi pendorong bagi seluruh pekerja PGE Area Lumut Balai untuk terus memberikan dampak bagi lingkungan maupun kehidupan sosial,”harapnya. (Soimah)

  • Polsek BMT Goes To School, Ingatkan Semangat Nasionalisme dan  Memberikan Edukasi Keamanan

    Polsek BMT Goes To School, Ingatkan Semangat Nasionalisme dan Memberikan Edukasi Keamanan

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Dalam rangka menjaga silaturahmi, memelihara nasionalisme, dan memberikan edukasi keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Polsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur melaksanakan Cooling System/Goes To School dengan Menjadi Pembina Upacara di SMA Muhammadiyah 2 Karang Tengah.

     

     

    Dalam kegiatan Upacara tersebut sebagai Irup/Pembina dipimpin langsung oleh Kanit Samapta Polsek Buay Madang Timur IPDA Alim Susilo dan di ikuti oleh Kepala Sekolah SMA Muhamadiyah 2 Karang Tengah Sagiman, Kanit Binmas Polsek BMT Bripka Ari Wicaksono, Bhabinkamtibmas Bripka Corry Syamsuarni, Para Dewan Guru Muhamadiyah 2 Karang Tengah, dan siswa-siswi SMA Muhamadiyah 2 Karang Tengah.

     

     

    Pembina upacara Kanit Samapta Polsek Buay Madang Timur IPDA Alim Susilo mengucapkan terimakasih kepada Kepala Sekolah telah memfasilitasi program Pembina Upacara di Sekolah dan dalam rangka silaturahmi, memelihara nasionalisme, edukasi Kamtibmas.

     

     

    “Sekolah sangat punya andil dalam Harkamtibmas, terkhusus Kehadiran pelajar pada demo akhir-akhir ini salah dan sama sekali tidak tepat,” ungkapnya.

     

     

    Untuk itu, IPDA Alim Susilo mengingatkan kepada para siswa/wi untuk fokus belajar demi masa depan, Indonesia butuh generasi yang beriman, berpengetahuan dan berketerampilan.

     

     

    “Berekspresi itu hak, tapi ada kewajiban taat aturan sekolah tempat terbaik untuk pelajar, Ber medsos cerdas dan bijak, yang mengajak kebaikan dan hindari kejelekan seperti provokasi anarkisme,” Imbuhnya.

     

     

    Menurutnya, para siswa/wi dapat mengambil pelajaran dari aksi demo yang telah terjadi belakangan ini, yang menjadi aksi anarkis. Sehingga, siswa/wi dapat lebih berhati-hati dalam setiap tindakan.

     

     

    “Gantungkan cita-citamu setinggi harapan kalian, masa depan bangsa dan negara ada di pundak adik-adik, Siswa/Siswi sekalian. Hati-hati dengan jari, mulut dan pikiran kita. Harapan dan doa terbaik, tidak ada lagi pelajar jadi korban dan pelaku kejahatan dan pelanggaran, serta demo anarkis,” harapnya.

     

     

    Kapolsek BMT Iptu Swisspo menambahkan, siswa/siswi generasi penerus untuk tidak melakukan tindakan yang tidak baik, seperti narkoba, judi online, begal, tindak pidana pencurian, balap liar, tawuran, bullying, minuman keras, bolos sekolah dan taat peraturan lalu lintas.

     

     

    “Berprilaku attitude yang baik kepada Orang tua, guru, serta orang yang dituakan. Polsek tidak segan untuk menindak sesuai hukum guna zona zero begal, zero narkoba dan zero judi online. Dalam mewujudkan Wilayah BMT aman dan nyaman,” terangnya.

  • Antusiasme Warga Sambut Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Desa Tanjung Kemala OKU

    Antusiasme Warga Sambut Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Desa Tanjung Kemala OKU

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Warga Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menyambut hangat sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN). Program ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

    Sosialisasi yang digelar pada Selasa (5/8/2025) tersebut mengangkat tema “Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia”. Kehadiran ratusan warga menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini, yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif.

    Acara turut dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani, Staf Analisis Madya Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Alwin Supriyadi, serta Anggota DPRD Kabupaten OKU Komisi III Sapriyanto. Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan dukungan lintas lembaga terhadap keberhasilan program MBG di daerah.

    Dalam sambutannya, Irma Suryani menekankan bahwa persoalan gizi masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten OKU. Tingginya angka stunting dan kasus kekurangan gizi pada anak-anak menjadi alasan pentingnya pelaksanaan program ini secara berkelanjutan.

    “Sebagaimana kita ketahui bersama, masalah gizi masih menjadi pekerjaan rumah kita. Program Makan Bergizi Gratis ini hadir untuk menjawab persoalan tersebut sekaligus memberi dukungan penuh bagi tumbuh kembang anak, khususnya di usia sekolah dasar,” ujarnya.

    Irma menambahkan, keberhasilan program tidak dapat dicapai tanpa partisipasi aktif semua pihak, terutama masyarakat dan tokoh lokal. Kolaborasi menjadi kunci agar edukasi gizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah pedesaan.

    BGN memastikan program MBG akan berjalan sesuai standar gizi nasional. Pendampingan, pelatihan, serta pengawasan akan dilakukan secara berkala di setiap kecamatan. Pemerintah daerah juga dilibatkan untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan siswa.

    Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045. Program ini diharapkan menjadi pilar penting dalam mempersiapkan generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

  • Wujudkan Generasi Sehat, Tim Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan

    Wujudkan Generasi Sehat, Tim Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan

    SUARAPUBLIK.ID,OKU — Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, bersama mitra kerja dari Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Padepokan PSHT Cabang OKU, Desa Marta Jaya, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten OKU, pada Kamis, 5 Juni 2025.

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 300 peserta dari kalangan masyarakat setempat. Acara turut dihadiri oleh Staf Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama, Alwin Supriyadi dan Rudi Hartono.

    Dalam sambutannya, Irma Suryani menyatakan bahwa program MBG merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pentingnya pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

    “Program MBG akan memberi manfaat bagi 60 ribu siswa di Kabupaten OKU. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas melalui penyediaan makan siang bergizi secara gratis bagi anak-anak usia sekolah,” ungkap Irma.

    Ia menegaskan bahwa program ini bukan sekadar soal makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. “Anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa di masa depan,” tambahnya.

    Irma juga menyampaikan apresiasi atas peran serta masyarakat dan para tokoh lokal OKU yang dinilai menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi dan dukungan terhadap keberhasilan program ini.

    “Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama para tokoh masyarakat OKU yang selama ini aktif mengedukasi warga terkait pentingnya gizi seimbang,” jelas Irma.

    Tak lupa, Irma menyampaikan terima kasih kepada Badan Gizi Nasional atas pendampingan dan arahan dalam penyusunan program sesuai standar gizi nasional.

    Selain itu, Polres OKU juga disebut turut berkontribusi dalam pengawasan dan monitoring pelaksanaan program di seluruh kecamatan, guna memastikan kualitas makanan yang disajikan sesuai dengan standar kesehatan dan kebutuhan gizi anak-anak.

    Kegiatan ini bertujuan mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, pengolahan makanan yang sehat, serta peran keluarga dan lingkungan dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.

    Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menciptakan sumber daya manusia unggul dengan memastikan pemenuhan gizi masyarakat secara baik, merata, dan berkelanjutan.

  • Dorong Generasi Sehat dan Cerdas, Program Makan Bergizi Gratis Disosialisasikan di OKU Induk  L

    Dorong Generasi Sehat dan Cerdas, Program Makan Bergizi Gratis Disosialisasikan di OKU Induk L

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi yang merata. Salah satu langkah strategis tersebut adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang kini mulai disosialisasikan ke berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

    Pada Rabu, 4 Juni 2025, DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG di Batumarta I, Kecamatan Lubuk Raja, OKU Induk. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari sekitar 300 warga yang hadir sejak pagi hari.

    Acara tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani, Staf Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Alwin Supriyadi, serta Anggota DPRD OKU Induk Rudi Hartono. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen kuat untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang.

    Dalam sambutannya, Irma Suryani menekankan bahwa MBG bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang masa depan bangsa. “Program ini merupakan investasi jangka panjang bagi Indonesia. Anak-anak yang tumbuh sehat hari ini adalah calon pemimpin masa depan yang akan membawa Indonesia maju,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa program ini ditujukan untuk kelompok rentan seperti anak-anak sekolah, lansia, dan ibu hamil, yang kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap makanan bergizi. Dengan menyediakan makan siang gratis yang sesuai standar gizi nasional, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang tumbuh dalam kondisi stunting atau kekurangan gizi.

    Lebih lanjut, Irma mengapresiasi peran masyarakat lokal dan tokoh-tokoh setempat yang telah mendukung keberhasilan program ini. Menurutnya, tanpa keterlibatan komunitas, program MBG tidak akan berjalan optimal. “Kami percaya bahwa perubahan besar berawal dari partisipasi warga di tingkat paling bawah, mulai dari keluarga hingga lingkungan sekolah,” tambahnya.

    Selain penyampaian materi sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi mengenai cara pengolahan makanan sehat, pentingnya gizi seimbang, dan peran keluarga dalam membentuk kebiasaan makan yang baik. Harapannya, pemahaman ini akan menjadi awal perubahan pola pikir masyarakat terhadap konsumsi pangan.

    Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan terwujudnya generasi unggul dan produktif. Dengan populasi muda yang diprediksi akan mendominasi pada 20 tahun mendatang, upaya pemenuhan gizi sejak dini menjadi fondasi penting dalam menciptakan bangsa yang sehat, kuat, dan siap bersaing di level global.

  • Beredar Informasi, Tim Gabungan Polda Sumsel – Dirjen Minerba Setop Aktifitas AOC karena Menambang di Hutan Produksi

    Beredar Informasi, Tim Gabungan Polda Sumsel – Dirjen Minerba Setop Aktifitas AOC karena Menambang di Hutan Produksi

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Aktivitas pertambangan batu bara milik PT Abadi Ogan Cemerlang (AOC) yang berlokasi di Desa Gunung Kuripan, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, dilaporkan dihentikan oleh pihak berwenang.

    Penghentian ini dilakukan setelah tim gabungan dari Polda Sumsel dan Inspektur Tambang Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Kementerian ESDM, melakukan pemeriksaan di lapangan.

    Informasi yang berkembang di Baturaja menyebutkan bahwa langkah ini merupakan respons cepat pihak berwenang atas laporan masyarakat terkait dugaan aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan perusahaan tersebut di atas lahan yang belum bersertifikat dan tanpa dokumen perizinan yang lengkap.

    “Informasinya, tim gabungan sedang mendalami legalitas dan seluruh perizinan,” ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

    Kedatangan tim gabungan ini diduga sudah direncanakan sebelumnya. Sebab, selama ini aktivitas PT AOC sering dikeluhkan masyarakat karena menimbulkan keresahan dan diduga menyebabkan kerusakan lingkungan.

    Salah seorang warga Baturaja, Nopriadi, mengaku telah mengajukan klarifikasi ke Kantor Pertanahan OKU. Dalam surat balasan yang diterimanya, lahan yang digunakan PT AOC belum memiliki sertifikat kepemilikan resmi. Dugaan kuat pun mengarah bahwa aktivitas pengerukan selama ini berlangsung di atas lahan ilegal.

    Parahnya lagi, PT AOC tetap beroperasi dan mengeruk hasil bumi tanpa dasar hukum atas tanah tersebut. Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang seharusnya menjadi prasyarat penting dalam kegiatan pertambangan juga dipertanyakan legalitasnya. Tanpa sertifikat tanah, AMDAL yang dikeluarkan pun disinyalir cacat prosedur, bahkan ilegal.

    Lebih jauh, PT AOC juga disebut-sebut melakukan penambangan dalam kawasan hutan produksi tanpa mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Tuduhan ini disampaikan oleh sejumlah aktivis dan organisasi masyarakat yang menilai keberadaan AOC telah melanggar UU Kehutanan dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang masif.

    Akibat dari aktivitas pertambangan tersebut, Kabupaten OKU mengalami bencana banjir besar pada tahun 2024. Endapan lumpur dari limbah tambang yang tidak tertangani dengan baik mengalir ke Sungai Ogan dan menyebabkan pendangkalan parah. Lokasi tambang yang berada di kawasan resapan air memperburuk kondisi karena daya serap tanah rusak total

    Tak hanya itu, PT AOC juga diduga terlibat dalam distribusi batu bara ilegal. Beberapa waktu lalu, beredar sebuah video memperlihatkan seorang sopir truk mengaku mengangkut batu bara dari AOC dengan menunjukkan surat jalan atas nama oknum anggota Polres Way Kanan.

    Dalam video berdurasi satu menit itu, sopir tersebut bahkan menyebut (mencatut) nama Kapolda Sumsel untuk memuluskan pengiriman batu bara secara ilegal—dugaan yang mengarah pada praktik “dokumen terbang”, yakni penggunaan surat jalan palsu atau menyewa legalitas perusahaan lain dalam aktifitas bisnis pertambangan.

    Rentetan dugaan pelanggaran itulah yang menjadi alasan Polda Sumsel dan Dirjen Minerba turun langsung melakukan penyelidikan.

    “Selama ini, kami warga OKU memang sudah resah dengan keberadaan tambang karena dampaknya terhadap lingkungan benar-benar kami rasakan. Seperti banjir besar yang kami yakini penyebabnya akibat penggarapan lahan di wilayah Ulu Sungai Ogan,” kata Ketua Himpunan Aktivis Masyarakat Republik Indonesia (HAM RI), Erhamudin.

    Ia mengapresiasi langkah aparat yang menghentikan aktivitas AOC. “Penindakan ini bukan hanya bentuk keadilan bagi warga, tapi juga peringatan bagi perusahaan-perusahaan tambang lain yang semena-mena terhadap lingkungan dan aturan hukum. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas,” tegasnya.

    Erhamudin menambahkan, selama ini masyarakat seolah dibiarkan menghadapi sendiri dampak buruk pertambangan—mulai dari rusaknya jalan akibat angkutan batu bara, polusi debu, hingga bencana banjir yang menghanyutkan rumah dan lahan warga.

    “Bencana banjir yang terjadi tahun lalu itu nyata. Kami kehilangan banyak, tapi pihak perusahaan seolah tutup mata. Jadi ketika sekarang aparat turun tangan dan menghentikan aktivitas AOC, ini adalah langkah awal yang harus dilanjutkan dengan proses hukum,” ujarnya.

    Ia mendesak agar hasil pemeriksaan tim gabungan diumumkan secara transparan ke publik. Masyarakat harus mengetahui sejauh mana pelanggaran yang dilakukan perusahaan dan bagaimana proses penegakan hukumnya.

    “Kami tidak ingin ini hanya jadi sandiwara hukum. Kami ingin penindakan nyata, perusahaan dihentikan operasinya sampai seluruh perizinannya benar-benar jelas dan sah. Dan kalau terbukti melanggar, harus diproses secara pidana,” tegasnya.

    Sementara itu, Sekretaris Dinas Kehutanan Sumsel, Susilo, menjelaskan bahwa setiap aktivitas di dalam kawasan hutan produksi wajib mengantongi IPPKH.

    Hal ini sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.27/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan. “Tanpa IPPKH, seluruh aktivitas dianggap ilegal dan melanggar hukum,” katanya.

    Ia menambahkan, pelanggaran atas ketentuan tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Pelaku dapat dipidana penjara hingga 15 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar.

    Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, juga memberikan atensi terhadap pelaku usaha pertambangan yang melanggar aturan, termasuk perambahan kawasan hutan tanpa izin. Ia menyatakan pihaknya tengah mendata seluruh usaha pertambangan yang beroperasi di dalam kawasan hutan.

    “Jika dalam pendataan nanti ditemukan pelanggaran, kami akan meminta Menteri Kehutanan menindak secara pidana. Untuk aspek perdata, akan kami tindaklanjuti di Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.

    Sementara itu, Humas PT AOC, Tisna saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemeriksaan dari tim Polda Sumsel tersebut.

    “Iya benar bang, ditutup sementara, paling sekitar dua hari,” katanya dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Selasa (27/5/2025).

    Ditanya mengenai materi pemeriksaan apakah terkait kelengkapan dokumen tambang, Tisna menyebut jika materi pemeriksaan seputar timbangan.

    “Tim dari Polda hanya melakukan pemeriksaan timbangan karena eror. Kita hanya disuruh memperbaiki saja. Kalau terkait dokumen tidak ada masalah,” jelas Tisna.

    Namun, dirinya menyebut jika salah satu permasalahan yang membuat AOC diperiksa, yakni adanya video viral pengakuan sopir angkutan batu bara yang mengaku dikawal oleh oknum polisi dan surat atau dokumen terbang.

    “Selain karena timbangan eror, gara-gara video dan berita viral kemarin bang. Tapi semuanya sudah selesai,” pungkasnya.

  • Isu Lingkungan dan Sosial Meningkat, Garda Prabowo Tuntut Operasional Perusahaan Batu Bara Perusak Lingkungan 

    Isu Lingkungan dan Sosial Meningkat, Garda Prabowo Tuntut Operasional Perusahaan Batu Bara Perusak Lingkungan 

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Organisasi masyarakat Garda Prabowo OKU menyatakan akan menggelar aksi damai sebagai bentuk keprihatinan terhadap persoalan lingkungan, pelanggaran hukum, dan janji-janji perusahaan tambang yang belum ditepati di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan sekitarnya.

    Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini mengalami tekanan berat akibat aktivitas pertambangan dan transportasi batubara yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar.

    Dampaknya bukan hanya pada infrastruktur jalan nasional yang rusak parah dan membahayakan pengguna jalan, tetapi juga terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat lokal yang semakin terpinggirkan. Aksi ini dipimpin oleh Rimbun Jaya selaku Koordinator Lapangan, didampingi oleh Yulis Idham Kholik (Koordinator Aksi), sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib lingkungan dan keadilan sosial.

    Garda Prabowo OKU menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah aksi yang bersifat politis, melainkan panggilan nurani masyarakat yang selama ini merasa tidak mendapat perlindungan dari negara. Mereka menilai, pemerintah daerah dan pusat belum cukup hadir dalam menyelesaikan konflik kepentingan antara industri besar dan hak masyarakat lokal, terutama yang berkaitan dengan hak atas lingkungan hidup yang sehat, keadilan ekonomi, serta perlindungan atas kawasan hutan dan sungai.

    Secara terpisah, Ketua Satgas Prabowo Sumsel Feriyandi menegaskan pentingnya keberanian untuk mengungkap praktik-praktik pelanggaran yang dilakukan oleh korporasi besar. “Kami berdiri di sisi masyarakat. Apa yang disuarakan Garda Prabowo OKU bukan isapan jempol. Ini adalah realita yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah dan aparat penegak hukum. Jika dibiarkan, maka kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial akan semakin parah,” tegasnya.

    Adapun lima tuntutan utama yang akan dibawa dalam aksi ini, yakni:

    1. Hentikan Operasi Angkutan Batubara di Jalan Nasional

    Menuntut dihentikannya seluruh aktivitas angkutan batubara dari Tanjung Enim dan Lahat menuju Baturaja, khususnya milik PT Bukit Asam menuju PT Semen Baturaja, yang dinilai membahayakan masyarakat dan merusak jalan nasional.

    2. Tangkap dan Adili Pihak Terkait Pembangunan Jembatan PLTU Keban Agung

    Jembatan di kawasan PLTU Keban Agung diduga tidak memiliki izin dari BBWS VIII dan mempersempit lebar Sungai Ogan, berpotensi menyebabkan banjir dan kerusakan ekosistem sungai.

    3. Tindak Tegas PT Abadi Ogan Cemerlang

    Perusahaan ini dituding melakukan penambangan dalam kawasan hutan produksi tanpa mengantongi dokumen Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

    4. Proses Hukum Terhadap PT Prima Lazuardi Nusantara

    PT ini diduga beroperasi tanpa dokumen lingkungan dan izin pengelolaan limbah. Meski telah mendapatkan sanksi proper merah dari KLHK, perusahaan ini tetap berproduksi di bawah naungan PLTU PT Bakti Nugraha Yudha.

    5. Realisasi Janji Keterlibatan Tenaga Kerja Lokal

    Mendesak pihak perusahaan tambang yang berkaitan dengan lingkungan di wilayah OKU Raya untuk menepati komitmen memprioritaskan tenaga kerja dari warga lokal Keban Agung dalam rekrutmen pekerja.

  • OTT di Baturaja OKU, KPK Ciduk Kepala Dinas, Anggota Dewan Hingga Kontraktor

    OTT di Baturaja OKU, KPK Ciduk Kepala Dinas, Anggota Dewan Hingga Kontraktor

    SUARAPUBLIK.ID, OKU — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan mengamankan sejumlah orang di Kabupaten OKU, Provinsi Sumatera Selatan, pada Sabtu (15/03/2025).

    Juru Bicara KPK Mahardhika Sugiarto membenarkan pihaknya telah melakukan OTT dan mengamankan sejumlah orang dari OKU. Meski, pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih rinci perihal OTT tersebut.

    “Benar kami (KPK) telah mengamankan 8 orang dari Kabupaten Ogan Komering Ulu, Propinsi Sumatera Selatan. Namun untuk lebih jelasnya akan disampaikan nanti pada saat Konpers resmi terkait kegiatan tersebut,” katanya.

    Dari informasi yang beredar mengenai adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap beberapa orang di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Diyakini ada lima orang yang terjaring OTT, yakni seorang Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab OKU, seorang pemborong dan tiga anggota DPRD OKU.

    Dari informasi yang dihimpun, kelima orang tersebut telah dibawa ke Palembang, untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta.

  • Bank Sumsel Babel Bantu Anak Yatim dengan Bingkisan Tali Kasih di Bulan Ramadhan

    Bank Sumsel Babel Bantu Anak Yatim dengan Bingkisan Tali Kasih di Bulan Ramadhan

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Dalam semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, Bank Sumsel Babel Cabang Baturaja menggelar acara penyerahan bingkisan tali kasih kepada sekitar 100 anak yatim di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Suci Ramadhan 1446 H, yang penuh berkah dan semangat saling membantu.

    Acara yang berlangsung dengan penuh haru ini dihadiri oleh pimpinan Bank Sumsel Babel Cabang Baturaja bersama staf, perwakilan pemerintah daerah melalui forkompinda, serta tokoh masyarakat setempat. Anak-anak yatim dari berbagai panti asuhan dan komunitas sekitar menerima bingkisan berisi kebutuhan sehari-hari yang sangat berarti bagi mereka.

    Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Baturaja, Bapak Zulhamda Ahsani, dalam sambutannya menyampaikan, “Kami ingin memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, terutama di bulan penuh berkah ini. Semoga bingkisan ini bisa memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim, sekaligus mendukung misi kami untuk memajukan perekonomian daerah.”

    Sementara itu, Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Bapak Achmad Syamsudin, menambahkan, “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menginspirasi anak-anak yatim untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Semangat berbagi ini mempererat hubungan kami dengan masyarakat, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.”

    Kegiatan ini semakin bermakna dengan tausiah singkat dan doa bersama, yang memberikan kedamaian dan memperkuat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.

    Acara ditutup dengan foto bersama dan penyerahan simbolis bingkisan oleh Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Baturaja dan Pemimpin Bank Sumsel Babel Syariah Baturaja kepada perwakilan anak yatim. Melalui inisiatif sosial seperti ini, Bank Sumsel Babel berharap dapat menyemangati anak-anak yatim dalam menjalani kehidupan mereka dengan penuh harapan dan kebahagiaan.

    Sebagai lembaga keuangan yang berkomitmen memberikan layanan terbaik, Bank Sumsel Babel juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

  • Pemkab OKU Naikkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor

    Pemkab OKU Naikkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menaikkan status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor hingga Maret 2025.

    Kepala BPBD OKU Selatan Koni Ramli mengatakan hal itu dilakukan karena Kabupaten ini merupakan salah satu wilayah yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama longsor.

    “OKU Selatan daerah yang memiliki curah hujan tinggi ketika tiba musimnya. Dengan kenaikan status siaga ini, maka seluruh personel BPBD OKU Selatan dibantu TNI/Polri dan lainnya, peralatan dan perlengkapan sudah disiapkan untuk penanganan ketika terjadi bencana,” kata Koni, Kamis (19/12/2024).

    Ia menjelaskan penetapan status itu juga sebagai benruk upaya guna meminimalisir korban jiwa, kerusakan fasilitas publik, ataupun dampak lainnya yang ditimbulkan.

    Ia mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir wilayah OKU Selatan sudah puluhan kali terjadi tanah longsor.

    “Dari 2015-2023, wilayah OKU Selatan sudah terjadi 55 kali bencana tanah longsor. Sementara tahun ini sudah lebih dari 10 kali terjadi tanah longsor dan jalan amblas. Ruas jalan yang amblas sudah dilakukan perbaikan seperti di Desa Talang Duku, Desa Sinar Marga, jalan Desa Bunut dan lainnya,”ungkapnya.

    Oleh sebab itu, ia mengimbau agar warga khususnya yang tinggal di wilayah perbukitan untuk selalu waspada dan siaga ketika terjadi hujan dengan intensitas lebat.

    “Seluruh wilayah memiliki potensi, jadi kita mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan siaga ketika hujan lebat terjadi,” ucap dia. (Tia)

  • Teddy Merasa di Rugikan Debat Pilkada Hanya Sampai Segmen 1

    Teddy Merasa di Rugikan Debat Pilkada Hanya Sampai Segmen 1

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Debat kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) malam tadi berakhir di Segmen 1 karena ada satu Pasangan Calon yang Walk Out dari Venue Debat. di The Hotel Zuri, Palembang, Minggu (17/11/2024) malam.

    Calon Bupati OKU nomor urut 02, Teddy Meilwansyah, bersama pasangannya Marjito Bachri (BERTAJI), mengaku terkejut dengan insiden walk out (WO) yang dilakukan oleh Paslon 01, Yudi Purna Nugraha-Yenny Elita Sofyan Sani (YPN-YESS).

    Tak hanya itu, Teddy merasa dirugikan dihentikannya Debat pada segmen 1 karena ia dan pasangannya tak bisa menyampaikan visi misi dengan baik dan tak bisa mendalami program yang akan diberikan kepada masyarakat jika ia terpilih menjadi Bupati OKU.

    ” Ya jelas kami dirugikan, karena tak bisa menjelaskan secara detail tentang Visi Misi program yang kami tawarkan kepada masyarakat,” kata Teddy.

    Terkait pihaknya yang disalahkan melanggar aturan, Teddy menyampaikan jika protes itu hanya terkesan dibuat buat. Ia berkata jika bahwa pihaknya tidak melanggar aturan apa pun selama debat tersebut.

    “Semua pendukung kami sudah sesuai aturan, memakai ID yang terdaftar, tidak ada ID palsu. Saya melihat tuduhan ini terkesan dibuat-buat, saya tidak mengerti ada apa ini. Tiba-tiba mereka langsung keluar dan mengatakan tidak adil, kami saja tidak kenal sama EO nya,” ungkap Teddy.

    Teddy juga menekankan bahwa kampanye BERTAJI akan terus berlangsung dengan santun, sesuai dengan tagline mereka, “Mari Sayangi OKU.” Ia berharap masyarakat bisa melihat dengan jelas siapa yang pantas untuk dipilih dalam Pilbup OKU.

    “Kami BERTAJI akan menyajikan kampanye politik yang santun dan penuh dengan kesejukan, karena kami memiliki tagline ‘Mari Sayangi OKU.’ Mudah-mudahan masyarakat tahu mana yang menjadi pilihan di hati,” tutupnya.

    Diketahui kericuhan pada debat Kedua Pilkada OKU terjadi pada segmen 1 usai penyampaian Visi Misi Paslon 01 YPN-YESS. Tim Pemenangan Paslon YPN-YESS merasa jika Tim Paslon 02 lebih banyak dari aturan yang ditentukan sebanyak 30 pendukung yang diperbolehkan masuk dalam ruangan debat.

  • Ricuh Debat Ke – 2 Pilkada OKU, Paslon 01 Walk Out Merasa di Curangi Panitia

    Ricuh Debat Ke – 2 Pilkada OKU, Paslon 01 Walk Out Merasa di Curangi Panitia

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Debat Ke – 2 Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) ricuh, Paslon Nomor urut 01, Yudi Purna Nugraha – Yenny Elita Sofyan Sani (YPN-YESS), Walk out dari Venue Debat karena merasa dirugikan, bertempat di Ballroom Hotel The Zuri, Palembang, Minggu malam (17/11/2024).

    Jalanya debat terhenti pada segmen pertama yakni penyampaian Visi – Misi dari kedua Paslon. Debat sempat berjalan Normal hingga Paslon 01 YPN-YESS menyampaikan Visi Misi mereka.

    Lantas, setelah penyampaian Visi Misi Paslon 01, ada ketegangan terjadi karena adanya Protes dari Tim pendukung Paslon 01 yang merasa Paslon 02 Teddy Meilwansyah – Marjito Bachri (BERTAJI) di spesial kan Panita dalam hal ini Event Organizer (EO) dan juga KPU Kabupaten OKU.

    Protes terbesar terjadi saat Tim Paslon 01 menilai jika Paslon 02 membawa lebih banyak pendukung ke dalam Venue Debat dari yang di tentukan 30 Orang. Namun tak ada hadangan dari KPU OKI untuk mengurangi jumlah pendukung 02.

    Merasa dirugikan, Tim Paslon 01 mulai protes dan sempat menimbulkan ketenangan, hingga akhirnya Paslon 01 bersama tim pemenangan keluar meninggalkan venue Debat.

    “Kami merasa dicurangi, kami merasa dirugikan, Paslon 02 di spesialkan dalam Debat kali ini,” kata Calon Bupati OKU Yudi Purna Nugraha.

    Sempat terhenti sejenak, penyelenggara Debat kembali melanjutkan jalanya debat hingga penyampaian Visi Misi dari Paslon 02, namun usai penyampaian Visi Misi Debat diselesaikan hanya sampai segmen pertama.

    Ketua KPU OKU, Rahmad Hidayat ketika dimintai komentar terkait berhentinya debat, mengaku belum bisa memberikan Komentar dan menjawab. ” Saya tak bisa memberikan Komentar, tanyakan kepada EO nya Saja ,” katanya.

    Ketika ditanyai aturan yang berlaku ketika adanya Paslon yang Walk Out, Hidayat hanya diam tak menjawab begitu pula saat ditanyakan mengenai Evaluasi yang akan dilakukan KPU.

  • Tanggapi Laporan Masyarakat, PLN ULP Baturaja Sigap Lakukan Upaya Turunkan Gangguan Kelistrikan

    Tanggapi Laporan Masyarakat, PLN ULP Baturaja Sigap Lakukan Upaya Turunkan Gangguan Kelistrikan

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Baturaja, Iswandi, sigap menanggapi keluhan gangguan listrik yang dialami warga Baturaja. Ia mengatakan bahwa pihaknya yang terdiri dari Tim Pelayanan Teknik (Yantek) langsung bergerak melakukan inspeksi kelistrikan sebagai upaya peningkatan keandalan sekaligus sebagai tanggapan atas keluhan gangguan listrik dari warga.

    “Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanan akibat gangguan kelistrikan, hari ini tim yantek kami langsung inspeksi lapangan menanggapi keluhan yang disampaikan oleh warga” tutur Iswandi.

    Iswandi mengatakan, gangguan kelistrikan sebagian besar terjadi akibat pohon yang mengenai jaringan listrik. Ia mengatakan akan berkoordinasi lebih intens dengan jajaran Kepala Desa, khususnya pada lokasi yang belum mendapatkan ijin tanam tumbuh dari masyarakat.

    “Gangguan ini cukup banyak disebabkan oleh pohon. Selain melakukan pemangkasan rutin, kami juga perlu dukungan masyarakat untuk izin tanam tumbuh pada beberapa lokasi yang saat ini belum diizinkan. Kami juga akan berkoordinasi lebih intens dengan Kepala Desa setempat.” Imbuh Iswandi.

    Pada awal Maret lalu, Iswandi mengatakan pihaknya telah melaksanakan Gebyar _Right of Way_ (ROW) guna mengantisipai gangguan pohon terhadap jaringan listrik. Gebyar ROW adalah kegiatan pembersihan jaringan listrik secara serentak dari benda-benda yang dapat berpotensi mengganggu kontinuitas pasokan listrik, seperti: batang atau ranting pohon, layang-layang, tanaman rambat dan umbul-umbul yang dekat dengan kawat jaringan listrik.

    “Bulan lalu kita sudah secara masif melakukan kegiatan pemangkasan melalui gebyar ROW. Namun memang sebagian pohon cukup cepat tumbuhnya, sehingga tim kami pun akan lebih intens melakukan pemangkasan” pungkas Iswandi.

    Terpisah, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lahat, Teguh Aang menambahkan bahwa dalam upaya menjaga kontinuitas pasokan listrik, petugas PLN senantiasa melakukan kegiatan pemeliharaan secara rutin dan terjadwal. Namun, pihaknya juga berharap kerjasama dan dukungan dari masyarakat terutama terkuat dengan pembersihan jaringan listrik dari potensi gangguan akibat tanam tumbuh.

    “Kami mohon dukungan dari warga masyarakat, jika ada tanam tumbuh yang dekat dengan jaringan listrik, agar kiranya diperbolehkan untuk kami pangkas sehingga tidak menjadi potensi gangguan listrik,” ungkap Aang.

    Dirinya juga menambahkan bahwa sebagian besar penyebab gangguan pasokan listrik adalah karena tanam tumbuh terutama saat memasuki musim penghujan. Untuk itu, dirinya berharap agar jaringan listrik dapat terbebas dari tanam tumbuh dengan jarak aman 3 meter di sekeliling kawat jaringan listrik.

    Aang juga menambahkan bahwa PLN memiliki saluran pengaduan dan pelaporan pelanggan yang selalu siaga 24 jam jika mengalami gangguan atau kendala pada layanan kelistrikan.

    “Jika terdapat kendala atau gangguan pada pasokan listrik ke rumah pelanggan, silahkan melaporkan melalui menu “Pengaduan” pada Aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh melalui Playstore atau AppStore. Atau masyarakat bisa menghubungi Contact Center PLN di nomor telepon kode area diikuti 123,” terang Aang.

    Untuk itu, Aang berharap bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait layanan kelistrikan PLN.

    “Petugas PLN senantiasa mengupayakan kontinuitas pasokan listrik ke seluruh masyarakat. Dan jika terdapat kendala, masyarakat dapat melaporkan melalui saluran yang telah disediakan.” pungkas Aang.

  • Aksi Nyata Mak Ganjar Sumatera Selatan Berikan Bantuan Sumur Bor Air Bersih di Tengah Kekeringan

    Aksi Nyata Mak Ganjar Sumatera Selatan Berikan Bantuan Sumur Bor Air Bersih di Tengah Kekeringan

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Mak Ganjar Sumatera Selatan melakukan sederet aksi nyata. Salah satu yang dilakukannya yakni dengan menyediakan akses sumur bor dan air bersih bagi masyarakat di Desa Belatung, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, Selasa (24/10).

    Tokoh Masyarakat Desa Belatung, Jonaidi (64) mengucapkan rasa syukur dan terimakasihnya atas kedatangan Mak Ganjar ke daerahnya. Mereka senang, lantaran wilayahnya yang selama ini dilanda kekeringan ekstrim bisa terbantu dengan disediakannya akses air bersih.

    “Saya mewakili masyarakat mengucapkan terimakasih atas adanya sumur bor bantuan dari Mak Ganjar yang mana kepanjangan tangan dari Pak Ganjar dan Pak Mahfud,” ungkap Jonaidi.

    Kendati demikian, kondisi air bersih di Desa Belatung masih kurang.

    “Kondisi air bersih di Desa Belatung masih sangat dibutuhkan dan belum mencukupi, tapi berkat bantuan yang diberikan saat ini, jumlahnya semakin meningkat,” jawabnya.

    Selama proses pembuatan sumur bor, Jonaidi mengaku masyarakat bahagia dan bahu membahu menyelsaikan sumur bor bersama Mak Ganjar Sumatera Selatan.

    “Semua gotong royong dengan senang hati, sebanyak 20 orang dilibatkan dan memakan waktu sekitar satu minggu untuk penyelsaiannya,” kata Jonaidi.

    Sementara, Sekretaris Jenderal DPP Mak Ganjar, Chlorophylla Athia (33) berharap sumur bor yang diberikan bisa bermanfaat dan digunakan untuk kepentingan bersama.

    “Semoga sumur bor yang ada hari ini sangat bermanfaat bagi para emak-emak, ini sebagai bentuk kasih pak Ganjar melalui kami ini bisa menjadi berkah bagi kita semua,” pungkasnya.

  • Tebar Kebaikan, Relawan Mak Ganjar Berikan Bingkisan Kepada Emak-Emak di Desa Belatung

    Tebar Kebaikan, Relawan Mak Ganjar Berikan Bingkisan Kepada Emak-Emak di Desa Belatung

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Relawan Mak Ganjar Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menebar kebaikan dengan mengunjungi puluhan emak-emak di Desa Belatung, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, Selasa (16/05/2023).

    Dalam kunjungan tersebut, relawan pendukung Ganjar Pranowo itu membawa bantuan berupa bingkisan yang akan dibagikan kepada masyarakat yang hadir.

    Seftiana selaku Kordinator Wilayah Mak Ganjar Sumsel mengatakan kegiatan yang dihadiri puluhan masyarakat itu berjalan dengan lancar.

    Menurut dia, sebagian masyarakat sangat antusias menghadiri acara yang sudah digelar oleh Mak Ganjar, meski terkendala karena jauhnya akses menuju lokasi.

    Hal itu terlihat masyarakat sekitar berbondong-bondong menghadiri acara tersebut.

    “Meski terkendala jauhnya akses dan cuaca panas saat menuju ke lokasi, tetapi warga sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” kata Seftiana dalam siaran persnya, Senin (15/5).

    Mak Ganjar Sumsel juga berusaha menyemangati kepada masyarakat setempat tetap semangat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

    Selain itu, dalam aksi sosial itu Seftiana menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo akan maju sebagai calon presiden 2024.

    Dia mengatakan Emak-Emak di Desa Belatung, Oku, Sumsel itu mendoakan agar Ganjar menang di Pilres 2024. Sehingga,

    Gubernur Jawa Tengah itu bisa mendengarkan keluh kesan masyarakat setempat.

    “Emak-emak berdoa semoga Pak Ganjar nanti yang terpilih menjadi Presiden tahun 2024-2029 bisa mendengarkan keluh kesah dan aspirasi dari masyarakat,” ungkap Seftiana seusai melakukan kegiatan tersebut.

    Heriawati, salah satu warga menyambut baik para relawan Mak Ganjar mengujungi ke desanya untuk memberikan bingkisan.

    Dia mengatakan bingkisan ini akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

    “Terima kasih sudah datang bingkisan ini sangat bermanfaat sekali untuk kami,” kata dia.

  • Polisi Selamatkan Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai

    Polisi Selamatkan Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Bhabinkamtibmas Polsek Semidang Aji, berhasil menyelamatkan seorang bocah laki-laki inisial ZA (11), yang hanyut di objek wisata Sungai Desa Keban Agung, Kecematan Semidang Aji, Kabupaten OKU, pada Selasa (25/4/2023) sekitar pukul 12.00 WIB.

    Hal ini dibenarkan Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo, melalui Kabid Humas, Kombes Pol Supriadi. “Benar, personel anggota Polri kita yang bertugas di Polsek Semidang Aji berhasil menyelamatkan seorang bocah yang hanyut,” ujarnya, Rabu (26/4/2023).

    Saat itu, personel yang diketahui bernama Bripka Rengga Dwi dan Briptu Hendri, sedang melakukan pengamanan di objek wisata Sungai Desa Keban Agung, Kecematan Semidang Aji, Kabupaten OKU.

    Personel tersebut memantau situasi seputar tempat wisata serta pengunjung yang sedang mandi di sungai. Bripka Rengga melihat salah seorang anak yang berteriak minta tolong dengan kepala timbul tenggelam di sungai dan sudah terpisah dari teman-temannya.

    “Dari laporan yang terima anak tersebut hanyut sekitar 200 meter dari tempat semula berenang. Kemudian Bripka Rengga berlari mengejar dan segera menolong anak tersebut,” terang dia.

    Selanjutnya, Bripka Rengga mencari orangtua dari anak itu dan menyerahkannya, serta berpesan untuk mengawasi anaknya yang beraktivitas di sungai. Diketahui bahwa pada saat peristiwa itu terjadi, kedua orangtuanya sedang makan di warung yang ada di sekitar objek wisata.

    “Untuk itu kita menekankan kepada seluruh personel agar melaksanakan tugas kepolisian, dengan selalu waspada menjaga kondusifitas kamtibmas dan memberikan pertolongan maupun pelayanan kepada masyarakat,” terang dia.

    Ia juga mengigatkan personelnya untuk mengigatkan kepada masyarakat, dan melakukan imbauan Kamtibmas hingga melakukan ekspose ke media mengenai hal yang terjadi maupun ungkap kasus yang berhasil diungkap. (ANA)

  • Dua Mantan Kades di OKU Diduga Terjerat Kasus Korupsi Dana Desa

    Dua Mantan Kades di OKU Diduga Terjerat Kasus Korupsi Dana Desa

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Dua mantan Kepala Desa (Kades) di Bumi Sebimbing Sekundang, terpaksa harus menginap di hotel Prodeo untuk mempertanggungjawabkan perbuatan melawan hukum.

    Salah satu mantan Kades tersebut dijerat pasal dugaan korupsi yang telah merugikan negara ratusan juta rupiah pada Tahun 2018 lalu.

    Sedangkan satu lagi dijerat pasal telah melakukan pungutan liar (pungli) dalam proses pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di tahun yang sama.

    Oknum Kades terjerat kasus dugaan korupsi penggunaan Dana Desa (DD), adalah Jhon Hendra (44), mantan Kades Tanjung Sari, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten OKU.

    Tersangka Jhon Hendra, dijerat kasus dugaan korupsi DD pada bidang pembangunan desa dan dana penyertaan modal pada Badan Usaha Milik Desa (Bundes) Tanjung Sari, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten OKU Tahun Anggaran 2018.

    Akibat keserakahannya, menyebabkan negara dalam hal ini Pemkab OKU mengalami kerugian sebesar Rp379.399.614.

    Kapolres OKU, AKBP Arif Harsono didampingi Waka Polres, Kompol Farida Aprillah menjelaskan, pada 2018 lalu, saat tersangka menjabat kepala desa, terjadi pencairan DD yang bersumber dari APBN sebesar Rp700.730.000.

    “Pencairannya dilakukan dalam tiga tahap. Pertama bulan Maret 2018 sebesar Rp140.147.800 ke rekening kas Desa Tanjung Sari. Pencairan tahap dua pada Juli 2018 sebesar Rp280.295.600 ke rekening kas desa yang sama. Pencairan ketiga pada bulan November Rp280.295.600, ke rek kas Desa Tanjung Sari,” rinci AKBP Arif Harsono, Selasa (28/03/2023).

    Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan PKN Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten OKU Tahun 2018 Nomor: 700/26/LHP/KH/XIV/2020 tanggal 17 Maret 2020 dan Inspektorat Kabupaten OKU terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp379.399.614.

    Pada saat pelaksanaan kegiatan DD yang bersumber dari APBN tersebut, diduga oknum Kades (pada saat itu) tidak melibatkan perangkat desa. Dan dari penggunaan DD itu didapat adanya mark up terhadap harga pembelian material dan barang-barang lainnya.

    “Bahkan, dalam kegiatan fisik terdapat kekurangan volume dan tersangka kades tidak merealisasikan pembiayaan penyertaan modal desa (Bumdes) 2018 ke pengurus,” jelasnya.

    Kapolres OKU menjelaskan, selama proses penyelidikan dan penyidikan oleh Unit Idik IV Tipidkor Satreskrim Polres OKU, tersangka tidak kooperatif dan sudah 2 tahun melarikan diri alias buron.

    Kemudian, pada Kamis 8 Desember 2022, telah dilakukan upaya penjemputan paksa terhadap tersangka di Karang Raja, Kabupaten Muara Enim.

    “Setelah dilakukan pemeriksaan, didapat keterangan dan alat bukti yang cukup terkait perbuatan yang dilakukan tersangka. Kemudian dilakukan gelar perkara dan penahanan di sel sementara Polres OKU,” ujarnya.

    Akibat ulahnya, tersangka dijerat Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagai mana diubah dan diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    “Tersangka terancam hukuman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun,” tegas Arif.

    Demikian juga dengan Saherman (59) Mantan Kades Bindu Kecamatan Peninjauan kabupaten OKU Sumsel ditetapkan Sebagai Tersangka oleh Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu, akibat kasus pungutan liar (pungli) pada program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). sertifikat rumah dan pekarangan serta pendaftaran sertifikat tanah perkebunan untuk masyarakat Desa Bindu Tahun Anggaran 2018 lalu.

    Polres OKU akan melaksanakan pelimpahan tahap 2 barang bukti dan tersangka atas nama Saherman (59) Mantan Kepala Desa Bindu

    Pada kasus mantan Kades Bindu tersebut korbannya sebanyak 366 warga Desa Bindu, yang mengikuti program PTSL sertifikat rumah atau pekarangan dan pendaftaran sertifikat tanah perkebunan tahun 2018 lalu.

    Kasi Humas AKP Syafaruddin menambahkan, peristiwa tersebut terjadi pada Februari hingga Desember 2018 ketika tersangka menjabat sebagai Kades Bindu menetapkan biaya kepada warga peserta program PTSL sebesar Rp.500 ribu.

    Lanjutnya, hal tersebut tidak sesuai dengan besaran biaya resmi yang telah ditetapkan pemerintah dalam SK bersama Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Mendagri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor: 25/SKB/V/2017; Nomor: 590-3167A Tahun 2017; Nomor: 34 Tahun 2017.

    “Dalam SK bersama itu disebut, biaya persiapan PTSL untuk wilayah Sumsel yaitu hanya Rp.200 ribu,” ungkap kasi Humas

    Sedangkan dari pungutan Rp500 ribu tersebut, tersangka mendapat jatah Rp.100 ribu. Sedangkan panitia PTSL lainnya di Desa Bindu sebanyak 10 orang, masing-masing mendapat bagian Rp20 ribu.

    Tersangka ditangkap dan ditahan oleh anggota Pidkor Satreskrim Polres OKU pada Kamis (16/03)2023).

    Selain tersangka turut diamankan barang bukti berupa dokumen penetapan lokasi pelaksanaan PTSL dari BPN OKU Tahun 2018.

    Berita acara pelaksanaan sosialisasi program PTSL oleh tim BPN OKU; surat pernyataan warga peserta program PTSL Desa Bindu terkait pembayaran biaya program PTSL Rp500 ribu kepada panitia; SK pengangkatan dan pemberhentian tersangka sebagai Kades Bindu, dan uang Rp 4 juta diduga hasil Pungli.

    Tersangka Saherman dikenakan Pasal 12 huruf e dan Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagai mana telah diubah dan diperbarui dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.(*)

  • Ganjar Milenial Center Sumsel Bantu UMKM Lewat Sosialisasi Gerakan Berbelanja di Warung Tetangga

    Ganjar Milenial Center Sumsel Bantu UMKM Lewat Sosialisasi Gerakan Berbelanja di Warung Tetangga

    SUARAPUBLIK.ID, OKU- Para sukarelawan Ganjar Milenial Center (GMC) Sumsel membantu pemerintah melakukan pemulihan ekonomi melalui kegiatan-kegiatan positif.

     

    Kali ini, GMC Sumsel menggelar kegiatan Sosialisasi Gerakan Berbelanja di Warung Tetangga di Desa Karang Lantang, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan pada Selasa, (7/3/2023).

     

    Salah satu usaha dalam pemulihan ekonomi nasional tersebut ialah mengajak masyarakat untuk belanja di warung tetangga guna menukung perkembangan UMKM yang menopang perekonomian masyarakat.

     

    “Kegiatan ini merupakan salah satu usaha Ganjar Milenial Center untuk mendukung perkembangan UMKM guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui warga setempat,” ujar Rahmad Nurul penanggung jawab acara GMC Sumsel tersebut.

     

    Dia mengatakan kegiatan ini terinspirasi dari program Lapak Ganjar yang digalakkan Gubernur Ganjar Pranowo untuk membantu UMKM warga Jateng sejak masa pandemi lalu.

     

    Dia berharap program ini juga bisa dilakukan di Sumsel untuk membantu UMKM kecil.

     

    “Ayah Ganjar Pranowo yang ikut mempromosikan berbagai UMKM rumahan, yang dikenal dengan program Lapak Ganjar yang sangat aktif dalam mempromosikan dagangan produk UMKM secara gratis, serta bersilaturahmi kepada pelaku umkm rumahan dari rumah ke rumah,” imbuhnya.

     

    Sementara, Nurhayati (47) salah satu pelaku usaha menyampaikan apresiasinya kepada Ganjar Milenial Center Sumatera Selatan.

     

    “Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik dari GMC Sumsel atas perhatiannya kepada kami, dan kami juga sangat berterima kasih kepada Bapak Ganjar Pranowo, dan semoga beliau dapat menjadi pemimpin kita semua di masa depan,” tutur Nurhayati.

  • Awali Tahun 2023, Relawan GMC Sumsel Lakukan Langkah Humanis Bantu Masyarakat OKU

    Awali Tahun 2023, Relawan GMC Sumsel Lakukan Langkah Humanis Bantu Masyarakat OKU

    SUARAPUBLIK.ID, OKU – Masih dalam momentum tahun baru 2023, Relawan Ganjar Milenial Center (GMC) Sumatera Selatan (Sumsel) mendistribusikan ratusan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel. Hal ini sebagai wujud kepedulian terhadap sesama serta menebar kebahagiaan.

     

    Puluhan milenial bahu membahu mendistribusikan bantuan dalam agenda bertajuk ‘GMC Berbagi: Door to Door’. Dinginnya angin malam tak menyurutkan niat mereka mendatangi satu persatu kediaman masyarakat yang membutuhkan.

     

    “Kegiatan ini kita tujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu agar dapat juga ikut merayakan tahun baru bersama keluarga dan sebagai wujud kepedulian Ayah Ganjar terhadap masyarakat,” ucap Abdel Hakim selaku penanggung jawab kegiatan, Senin (2/1/2023).

     

    Senyum bahagia tampak dari raut wajah para penerima bantuan dari GMC tersebut. Abdel menyebut, hal ini menjadi suatu kepuasan tersendiri bagi para milenial untuk menolong masyarakat.

     

    Sebab, tahun baru sepatutnya menjadi momentum suka cita bagi siapa saja tanpa terkecuali. Seraya berharap kebaikan dan semangat untuk menghadapi tantangan hidup di masa mendatang.

     

    “Semoga Tahun Baru menjadikan kita semakin dewasa dan kuat untuk menghadapi segala lika-liku kehidupan. dan Semoga gerakan Ganjar Milenial Center ini bisa menjadi contoh bagi para milenial di luar sana,” jelas Abdel.

     

    GMC akan terus merangkul generasi muda untuk menebar kebermanfaatan bagi masyarakat secara masif hingga ke pelosok-pelosok wilayah Provinsi Sumsel.

     

    Sementara, Gani (39) selaku tokoh masyarakat menyampaikan apresiasinya terhadap GMC Sumsel. Dia berharap, kegiatan positif ini dapat memantik seluruh generasi muda untuk berbuat baik.

     

    “Kami sangat berterima kasih kepada Ganjar Milenial Center yang terdiri dari anak-anak muda. Mereka sangat peduli terhadap masyarakat menengah ke bawah,” Ucap Gani.

  • Panglima TNI Tinjau Latihan Puncak Calfex Garuda Shield 2022

    Panglima TNI Tinjau Latihan Puncak Calfex Garuda Shield 2022

    Suarapublik.id, OKU

    Panglima TNI Jenderal Andika Prakasa bersama Panglima Komando Indo Pasifik Admiral Jhon C Aquiino meninjau pelaksanaan latihan puncak Combined Arms Life Fire Exercise (Calfex) latihan tembakan munisi tajam terintegrasi antar kecabangan Super Garuda Shield.

     

    Latihan puncak Calfex merupakan kemampuan Komandan Lapangan untuk merencanakan dan melakukan tembakan langsung yang cepat secara taktis, aman dan realistis, menerapkan prinsip-prinsip taktik manuver dalam lingkungan pertempuran.

     

    “Calfex dimaksudkan untuk membantu berlatih mengendalikan banyak satuan tempur antar kecabangan dalam formasi, banyak aset untuk mendukung formasi tersebut, untuk menyinkronkannya dalam ruang dan waktu,” kata Panglima TNI Jendral Andika Prakasa didampingi Panglima Komando Indo Pasifik Admiral Jhon C Aquiino di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja OKU, Provinsi Sumatera Selatan, Jumat (12/8/2022).

     

    Banyak personel yang terlibat dalam Combined Arms Life Fire Exercise (Calfex) terdiri dari TNI AD sebanyak 698, US ARMY sebanyak 750 personel dan Australia sebanyak 88 personel.

     

    “Untuk persenjataan dan Alusista yang digunakan dalam Calfex ini antara lain Mariam 105 KH178, Mariam 105 KH119, Heli AH-64 Apache, Heli UH-60 Blackhawk, Helly Bell 412, Astros, Himars, Mo 60, Mo 81,” imbuhnya.

  • Hadiri Pelantikan FAMS OKU Raya, Herman Deru : Berikan Literasi Informasi Yang  Tidak Melanggar Kode Etik

    Hadiri Pelantikan FAMS OKU Raya, Herman Deru : Berikan Literasi Informasi Yang  Tidak Melanggar Kode Etik

    Suarapublik.id, OKU – Gubernur Sumsel H Herman Deru hadir langsung dalam pelantikan Forum Admin Media Sosial (FAMS) OKU Raya di pendopo rumah dinas Bupati OKU, Jum’at (29/7) siang.

    Dalam kesempatan itu, Herman Deru menyarankan agar semua akun media sosial yang tergabung di FAMS OKU Raya diregistrasikan sehingga menjadi legal dalam memberikan informasi.

    “Daftarkan semua akun yang tergabung di FAMS sebagai bentuk legalitas anggotanya. Karena bukan tidak mungkin di OKU Raya iniakun-akun media sosial untuk menyebarkan informasi ini akan terus bertambah,” kata Herman Deru.

    Apalagi, menurutnya, media sosial saat ini sangat dibutuh sebagai tempat mencari informasi.

    “Bahkan, pemberitaan konvensional saat ini perlahan-lahan digantikan oleh media sosial. Ini karena pemberitaan yang real time sangat ditunggu masyarakat,” terangnya.

    Kendati begitu, lanjut Herman Deru, FAMS juga harus mempunyai tanggung jawab untuk memberikan literasi kepada anggotanya sehingga berita dan informasi disajikan tidak melanggar kode etik.

    “Harus ada training untuk pemegang akun media sosial ini. Baik soal cara mengutip berita agar tidak terjebak pada pelanggaran kode etik dan penggaran UU ITE,” bebernya.

    Bahkan, Herman Deru mengajak agar institusi seperti POLRI, TNI, Kejaksaan dan lainnya untuk mengajak para pemegang akun media sosial tersebut untuk berdiskusi terkait soal hukum.

    “Langkah ini agar pemilik akun mengerti soal aturan hukum dalam menyebarkan informasi. Ajak duduk bersama,” paparnya.

    Dia juga menghimbau para pemilik akun agar menyebarkan informasi yang berkaitan dengan kearifan lokal.

    “Jadikan juga media sosial ini untuk melestarikan kearifan lokal Sumsel,” pungkasnya.

  • Tingkatkan Implementasi Sistem Silviktur – SMBR Resmikan Kebun Durian dan Pembagian Bibit Tanaman ke Sekolah Adiwiyata

    Tingkatkan Implementasi Sistem Silviktur – SMBR Resmikan Kebun Durian dan Pembagian Bibit Tanaman ke Sekolah Adiwiyata

    Suarapublik.id, OKU – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menggelar kegiatan Peresmian Kebun Durian dan Pembagian Bibit Tanaman ke Sekolah Adiwiyata dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh 5 Juni 2022 lalu. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (8/7) yang bertempat di Lapangan Area Pabrik Baturaja.

     

    Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Produksi dan Pengembangan (Dirprod) SMBR Suherman Yahya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ogan Komering Ulu (DLH Kab OKU) yang diwakili oleh Sekretaris DLH Kab OKU H. Bahruddin dan Para Pembina Sekolah Adiwiyata di Kabupaten OKU.

     

    Peresmian Kebun Durian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Dirprod SMBR dan Sekretaris DLH Kab OKU. Dilanjutkan dengan penanaman pohon durian yang dilakukan oleh kedua belah pihak.

     

    SMBR sendiri selalu berkomitmen dalam melakukan penghijauan di lingkungan Perseroan. Kegiatan ini menjadi salah satu dari serangkaian program yang telah dilakukan SMBR. Penanaman kebun durian ini menggunakan sistem silvikultur dengan harapan dapat meningkatkan keanekaragaman hayati di sekitarnya.

     

    Suherman mengatakan hal ini merupakan wujud Komitmen SMBR untuk terus menerapkan program penghijauan melalui Sistem Silvikultur yang telah dilakukan sejak Tahun 2017.

     

    “SMBR telah menanam lebih dari 10.000 pohon di lingkungan Area Pabrik Baturaja yang sejalan dengan visi dari SMBR untuk menjadi Green Cement Based Building Material Company terdepan di Indonesia” tambahnya.

     

    Tidak hanya peresmian Kebun Durian, SMBR bersinergi dengan DLH Kab OKU membuat Program “Tree Planter School” yang merupakan program pelestarian lingkungan hidup dari SMBR, program ini mendukung pelestarian dan kepedulian lingkungan hidup melalui Sekolah Adiwiyata. Sekolah Adiwiyata merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

     

    SMBR memberikan apresiasi melalui piagam penghargaan kepada lima sekolah yang meraih predikat Sekolah Adiwiyata di Kabupaten OKU yang telah memberikan kontribusi dan mendukung pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan juga ini menjadi salah satu program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Bidang Lingkungan Hidup.

     

    “Tak hanya piagam, kami juga memberikan Bibit Tanaman kepada Sekolah Adiwiyata berupa bibit durian, jambu, alpukat, asam jawa. Semoga warga sekolah memiliki lingkungan yang sehat dan peduli dengan lingkungan” pungkasnya.

     

    Kegiatan ditutup dengan pemberian penghargaan dari SMBR kepada DLH Kab OKU yang diberikan simbolis oleh Dirprod SMBR kepada Sekretaris DLH Kab OKU atas pembinaan di bidang Lingkungan Hidup.

  • Bantu Warga Kurang Mampu PDIP Sumsel Adakan Sunatan Massal di OKU

    Bantu Warga Kurang Mampu PDIP Sumsel Adakan Sunatan Massal di OKU

    Suarapublik.id, PALEMBANG –

     

    PDI Perjuangan Sumsel kembali melakukan kegiatan sosial khususnya membantu masyarakat yang kurang mampu. Pada giat yang dilakukan guna memperingati Bulan Bung Karno.

     

    PDIP menggelar kegiatan sunatan massal secara gratis, yang digelar di Kelurahan Sekar Jaya Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumsel, Sabtu (25/6/2022).

     

    Puluhan pasien sunatan massal didampingi keluarganya, sudah menanti mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut di Klinik Siti Rahma PKBI cabang OKU Sumsel.

     

    Anggota DPRD Sumsel Fraksi PDIP Sumsel Tina Melinda, melihat langsung prosesi acara tersebut dan berinteraksi dengan para warga yang mengantarkan anak-anaknya untuk ikut sunatan massal.

     

    Diakuinya, ada sebanyak 50 orang anak dari keluarga tak mampu, yang ikut sunatan massal dan sangat antusias mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut.

     

    “Saya sangat tersentuh dengan antusias mereka, yang menyambut baik kegiatan sosial ini. Apalagi banyak dari mereka yang sudah lama menanti-nantikan sunatan gratis,” ucapnya, Sabtu (25/6/2022).

     

    Hatinya pun tersentuh saat ada salah satu warga yang akan sunat, sudah berusia remaja. Biasanya di usianya, sudah menjalani sunatan sejak usia kecil.

     

    Namun karena keterbatasan biaya, orang tuanya tak mampu membawa anaknya sunatan ke dokter atau fasilitas kesehatan (faskes) terdekat di tempat tinggalnya.

     

    “Ada remaja belasan tahun, sudah masuk SMP yang ikutan sunat. Orang tua mereka benar-benar tak mampu, karena itu anaknya sudah besar tapi belum disunat. Saya terharu, karena mereka sangat senang anaknya bisa disunat secara gratis,” ujarnya.

     

    Untuk menyukseskan sunatan massal tersebut, PDIP Sumsel menggandeng beberapa orang dokter spesial untuk sunatan massal. Di antaranya Teti Hendrayani, Dwi Fenti Atri dan Atia Julika.

     

    Para pasien sunatan massal juga mendapatkan sovenir, yang diberikan langsung oleh Tima Melinda. Yaitu berisi susu, kain dan uang tunai.

     

    “Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Ini merupakan tahun ke 17 acara ini. Tugas kader PDIP Sumsel memang harus turun ke bawah, melihat dan menyentuh langsung konstituennya,” ungkapnya.

  • Kepergian Eddy Yusuf, Tinggalkan Duka Mendalam Bagi Pemprov Sumsel

    Kepergian Eddy Yusuf, Tinggalkan Duka Mendalam Bagi Pemprov Sumsel

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) merasakan duka mendalam atas meninggalnya Mantan Bupati OKU, sekaligus Mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Eddy Yusuf.

    Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya saat menyampaikan kata sambutan pada upacara pelepasan jenazah H. Eddy Yusuf, Selasa (8/3/2022) di rumah duka Jalan PMD No 1 Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar.

    “Kami atas nama Pemerintah Provinsi Sumsel, turut merasakan duka mendalam atas kepergian Almarhum Eddy Yusuf,” kata Mawardi saat menyampaikan kata sambutan.

    Ia mengungkapkan, semasa hidup Almarhum telah banyak berbuat untuk pembangunan di Sumatera Selatan, khususnya di Ogan Komering Ulu (OKU).

    “Selama menjabat sebagai Wakil Bupati, Bupati serta terakhir sebagai Wakil Gubernur, Almarhum Eddy telah banyak sekali jasa-jasa dan hasil karya beliau, baik itu yang kita rasakan atau tidak dirasakan,” ungkap Mawardi.

    Menurutnya, tidak mudah untuk menjadi seorang pemimpin. “Tapi beliau sudah menunjukkan bahwa beliau mampu menjadi pemimpin yang bijaksana,” terang Mawardi.

    Terakhir, Mawardi meminta agar sama-sama dengan ikhlas mendoakan Almarhum agar ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya serta keluarga yang ditinggalkan selalu diberi ketabahan oleh Allah SWT.

    “Mari kita sama-sama mendoakan agar amal ibadah beliau dapat diterima di sisi Allah SWT dan semua dosa dosanya dapat diampuni oleh Allah SWT dan nantinya akan ditempatkak di syurganya Allah SWT,” pungkasnya. (Uci)

  • Gubernur Tunjuk Penjabat Bupati OKU dari Kalangan Profesional

    Gubernur Tunjuk Penjabat Bupati OKU dari Kalangan Profesional

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, segera menunjuk Penjabat Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menggantikan Edward Chandra.

    Edward, saat ini mengemban tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) sejak Maret lalu, karena kekosongan pemimpin sepeninggal Bupati terpilih, Kuryana Aziz, yang wafat satu pekan usai dilantik. Sementara wakilnya, Johan Anuar, justru terjerat masalah hukum.

    “Terkait OKU ini memang sedang saya bicarakan, karena beberapa waktu ini banyak pekerjaan jadi agak tertunda. Namun di September ini harus clear,” kata Deru, Sabtu (18/9/2021).

    Menurut Deru, dia juga telah didesak partai pengusung dan pendukung untuk Kabupaten OKU memiliki Bupati definitif. “Saat ini tengah dibahas, tapi yang saya harapkan siapapun yang ditunjuk nantinya bukan dari penjabat politik (kalangan profesional),” jelasnya.

    Deru juga berharap, nantinya partai pengusung dan pendukung menerima siapapun orang Penjabat Bupati OKU yang ditunjuk Mendagri melalui usulan Gubernur.

    “Kalau nanti sudah ditunjuk, terima saja dulu, jangan langsung like or dislike. Kalau nanti kerjanya tidak bagus langsung kita ganti,” ujarnya. (ANA)

  • Gubernur Sumsel Siapkan Tiga Opsi Nama Pj Bupati OKU

    Gubernur Sumsel Siapkan Tiga Opsi Nama Pj Bupati OKU

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Wafatnya Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kuryana Azis, pada Maret 2021, menimbulkan kekosongan jabatan kepala daerah. Apalagi pada saat yang sama Wakil Bupati Johan Anuar, terjerat kasus tindak pidana Korupsi. Saat ini hanya diisi Plh Bupati Edward Chandra untuk menjalankan Roda Pemerintahan.

    Untuk itu, saat ini Gubernur Sumsel Herman Deru telah memilih tiga nama yang akan diajukan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk menjadi Penjabat (Pj) Bupati OKU.

    “Ini sudah lebih dari 100 hari sepeninggalnya pak Kuryana, itu sudah saya rencanakan dan ada tiga nama yang akan saya ajukan ke Mendagri,” kata Deru, saat ditemui di kantornya, Selasa (31/8/2021).

    Meski tak memberitahukan siapa saja nama yang akan ia ajukan, Deru menjelaskan bahwa nama-nama tersebut telah dipertimbangan juga agar nama-nama itu bisa diterima masyarakat OKU.

    “Ada proses yang harus dilewati, tapi meskipun hak Gubenrur untuk mengajukan (Pj Bupati) tapi kita harus Sounding juga dan menghargai aspirasi daerah, agar tidak timbul pro kontra,” jelasnya.

    Diketahui Bupati OKU Kuryana Azis meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit Senin (8/3/2021) lalu.

    Terjadi kekosongan kepala daerah karena wakil bupati OKu Johan Anuar di nonaktifkan karena sedang berperkara di pengadilan terkait kasus dugaan tindak pidana Korupsi pada saat yang sama. (ANA)

  • Herman Deru: Mau Jadi Orang Sukses, Tatalah Potensi Diri Sejak Dini

    Herman Deru: Mau Jadi Orang Sukses, Tatalah Potensi Diri Sejak Dini

    SUARAPUBLIK.ID, BATURAJA –  Mau sukses? Tatalah diri dan potensi sejak dini. Demikian kunci sukses yang diberikan Gubernur Sumsel H. Herman Deru, saat memberi kuliah umum mahasiswa Universitas Baturaja (Unbara) dalam rangka Dies Natalis Unbara ke-22, Kamis (29/7/2021) siang. 

    Menurut Herman Deru, dia telah membuktikan bahwa assesment atau evaluasi diri yang dilakukan sejak dini oleh seseorang, dapat mengantarkannya lebih cepat pada kesuksesan. 

    “Saya dulu begitu, butuh waktu 10 tahun dari usia 18 sampai 28 tahun menjadi ASN. Sampai saya paham bahwa sesungguhnya keinginan Saya lebih berat menjadi pengusaha, maka Saya putuskan resign dan sekarang Alhamdulillah jadi Gubernur,” jelasnya. 

    Menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin ketat ke depan, HD mengajak para mahasiswa Unbara untuk mulai mengevaluasi dan menata diri. 

    Evaluasi itu kata HD, dapat dimulai dengan pemahaman awal mengenai siapa diri kita dan apa keinginan terbesarnya. Dari sanalah kemudian dapat diketahui apakah jalan yang sudah diambil saat ini memang sudah sesuai atau tidak. 

    ” Yang tak kalah penting lagi adalah cita-cita, karena adanya cita-cita inilah yang membuat kita bersemangat untuk mewujudkannya. Makanya adik-adik harus punya cita-cita,” terangnya. 

    Assesment sejak dini itu juga lanjut HD, diperlukan agar implementasi ilmu yang didapat semasa kuliah benar-benar digunakan sesuai pada bidangnya. 

    “Jadi tanya lagi ke diri sendiri. Saya ini apa? Mau Saya apa? Contohnya begini kalau tidak mau jadi guru ya jangan, ambil prodi pendidikan tapi cari yang sesuai dengan minat kita ,” jelasnya. 

    Untuk mewujudkan hal ini HD menghimbau, agar dalam penerimaan mahasiswa Kampus Unbara dapat melibatkan psikolog dalam penentuan minat dan bakat. 

    Sementara itu, Rektor Unbara Ir. Hj Lindawati mengatakan, dalam rentang waktu 22 tahun Unbara telah melahirkan banyak prestasi. Tak hanya itu, saat ini jumlah mahasiswa Unbara juga terus bertambah hingga saat ini, mencapai 4200 mahasiswa dengan lulusan yang tersebar lebih dari 10.000. 

    “Kami memiliki 15 Prodi yang terdiri dari S1 dan S2,” jelas Lindawati. 

    Tahun ini kata Lindawati, Unbara bahkan akan menambah prodi Magister Manajemen Pertanian. Menurut Linda prodi ini menjadi yang pertama di luar Kota Palembang. 

    Pembentukan prodi itu kata Rektor Unbara, sejalan dengan kebijakan Gubernur Sumsel H.Herman Deru yang memang berkomitmen memprioritaskan pertanian sebagai salah satu sektor andalan di Sumsel. 

    Dalam mendukung kemajuan Unbara ini, Lindawati juga mengusulkan beberapa permohonan bantuan ke Gubernur HD. Di antaranya mengenai rencana pembangunan Gedung Pasca Sarjana di Kampus A serta usulan kerjasama beasiswa bagi mahasiswa S2 peetanian bagi para penyuluh pertanian untuk peningkatan kompetensi. 

    Dikatakan Lindawati, program Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang memprioritaskan ekonomi kerakyatan serta sektor pertanian sejalan dengan apa yang dilakukan pusat. Pasalnya sektor pertanian masih memberikan kontribusi yang besar secara nasional sehingga patut didukung secara penuh. 

    Di usianya yang ke-22 tahun ini diharapkan Lindawati, Unbara akan semakin dapat mengembangkan diri dan memperluas kiprahnya bagi kemaslahatan masyarakat OKU. 

    Dalam kesempatan itu Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj Feby Deru, Plh Bupati OKU Edward Chandra, Anggota DPRD Provinsi Sumsel Tina Melinda, dan dari   Yayasan Pendidikan Sebimbing Sekundang (YPSS). (Rel)