Category: Peristiwa

  • Imron Ditemukan Tewas Membusuk di Rumahnya

    Imron Ditemukan Tewas Membusuk di Rumahnya

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Imron (66), ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi telah membusuk di lantai dua rumahnya di Jalan Demak RT 18, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring Palembang.

    Kapolsek Seberang Ulu I, Kompol Farizon, membenarkan penemuan mayat tersebut. Dia menjelaskan, bahwa korban pertama kali ditemukan Ketua RT setempat, Mus Mulyono (36), dan Rusdianto (37), pada Selasa (10/8/2021), sekitar pukul 20.30 WIB.

    Penemuan bermula, ketika Mus Mulyono, mendapat laporan dari warga, bahwa ada bau busuk menyengat dari lantai dua rumah korban. Lalu Mus Mulyono bersama saksi Rusdianto, berinisiatif untuk melihat asal bau menyengat itu dengan memanjat dinding bagian luar rumah korban.

    “Ketika kami naik ke lantai dua, melihat korban dalam keadaan terlentang sudah tak bernyawa. Diperkirakan korban sudah lebih dari dua hari meninggal,” jelas Farizon, Rabu (11/8/2021).

    Mengetahui adanya kejadian tersebut, kata Farizon, Polsek Seberang Ulu I bersama Unit Inafis mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). “Lalu anggota kita dan Inafis Polrestabes mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP,” katanya.

    Dari pemeriksaan awal, lanjut Farizon, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Setelah itu, mayat korban dibawa ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, untuk mengetahui penyebab kematiannya. (ANA)

  • Mayat Musidin Ditemukan Mengapung di Sungai Musi Dekat Pulau Kemaro

    Mayat Musidin Ditemukan Mengapung di Sungai Musi Dekat Pulau Kemaro

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung di sekitar perairan Sungai Musi Palembang, tepatnya didekat Pulau Kemaro, Minggu (8/8/2021), sekira pukul 15.45 WIB.

    Piket Satpolair Polda Sumsel dan Piket Patroli, Gakkum Polairud Polrestabes Palembang, yang menerima laporan dari masyarakat, langsung melakukan pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR).

    Informasi dihimpun, ciri-ciri korban jenis kelamin laki-laki, menggunakan baju kaos berwarna hijau, menggunakan celana panjang berwarna coklat muda, perawakan sedang dengan tinggi sekira 160 centimeter.

    Sesuai dengan identitas di Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) yang ditemukan di saku celananya, mayat tersebut bernama Musidin (34), warga Lorong Kuto RT 14 RW 2 Kelurahan 12 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang.

    Jenazah korban pun, saat ini sudah dievakuasi ke pelabuhan Boom Baru, kemudian diterima Unit Identifikasi Polrestabes Palembang untuk dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan.

    Evakuasi mayat dilakukan setelah sekira pukul 12.55 WIB, piket Polairud Polrestabes Palembang mendapatkan informasi dari masyarakat TB. Mandiri Tanggo 1 via VTS Navigasi Palembang.

    TB. Mandiri Tanggo 1 kemudian menghubungi VTS Navigasi lalu VTS Navigasi melaporkan ke piket KSOP Palembang dan meneruskan ke piket patroli dan Gakkum Polairud Polrestabes Palembang.

    Pada pukul 15.45 WIB piket Patroli dan Gakkum Polairud Polrestabes Palembang, mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa di sekitar Pulau Kemaro Sungai Musi Palembang ada mayat yang terapung. Kemudian personel Polairud Polrestabes Palembang melakukan SAR dan evakuasi mayat.

    Kasat Pol Airud Polrestabes Palembang, Kompol Dedi Ardiansyah membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. “Mayat berjenis kelamin laki-laki. Pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya,” katanya.

    Guna pemeriksaan lebih lanjut, mayat saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk divisum. (ANA)

  • Hantam Mobil Pengangkut Sampah, Pemotor Tewas

    Hantam Mobil Pengangkut Sampah, Pemotor Tewas

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Peristiwa kecelakaan terjadi di Jalan Pangeran Ratu, Kecamatan Jakabaring Palembang, tepatnya di depan kantor DPP Aliansi Indonesia, Jum’at malam (6/8/2021) sekira pukul 23.20 WIB.

    Kecelakaan yang melibatkan dua jenis kendaraan berbeda ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Di mana, yang menjadi korban meninggal dalam peristiwa ini ialah Irvan Setiawan.

    Irvan tewas usai motor Honda Beat yang ia kendarai menghantam mobil dam truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota (DLHK) Palembang.

    Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Palembang, AKP Malina, terjadinya tabrakan ini bermula saat mobil dam truk pengangkut sampah datang dari arah Pasar Induk menuju ke Jalan Gubernur H. A. Bastari.

    Mobil ini berhenti di lajur sebelah kanan sedang mengambil sampah di tempat kejadian perkara (TKP). Pada saat bersamaan motor yang dikendarai Irvan melintas, dan menabrak bagian belakang sebelah kiri mobil.

    Pengendara motor Honda Beat yang menabrak bagian belakang sebelah kiri dam truk, mengalami luka-luka dan meninggal dunia. Irvan meninggal dunia saat perjalanan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang.

    “Untuk kendaraannya, baik R6 dan R2, sudah kami amankan, begitu juga dengan surat suratnya. Sopir mobil dam truk DLHK juga sudah kami amankan dan mintai keterangan secara intensif,” ujar Malina, Sabtu (7/8/2021).

    Malina mengatakan, keadaan sopir mobil dam truk DLHK tidak sedang dalam keadaan mengantuk ataupun mabuk.

    “Sopirnya ini kan memang sedang bertugas mengambil sampah. Mereka berhenti di lajur sebelah kanan untuk mengambil sampah. Untuk pengendara R2 itu dia sendirian dan mengalami luka-luka karena menabrak mobil dam truk,” bebernya.

    Atas peristiwa kecalakaan tersebut menyebabkan satu orang tewas ini telah melanggar pasal UU Nomor 22 tahun 2009 pasal 310 ayat 4 dengan hukuman 6 tahun penjara.

    Sementara, sopir mobil dam truk DLHK, Muslimin (31), mengatakan bahwa dirinya bersama kernet sedang bertugas mengambil sampah.

    “Waktu kejadian saya bersama kernet. Biasanya kami itu sore sudah pulang, tapi kemarin itu pas kejadian pulang malam karena mobil baru selesai diperbaiki. Namanya harus menjalankan tugas, jadi kami tetap kerja di malam hari,” ungkap Muslimin. (ANA)

  • Warga Meninggal Terpapar COVID-19, Kapolsek IT I Langsung Evakuasi

    Warga Meninggal Terpapar COVID-19, Kapolsek IT I Langsung Evakuasi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dua hari isolasi mandiri karena terpapar COVID-19, Muhammad Heriyadi (61), warga Jalan Ali Gatmir RT 01 RW 01 Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, ditemukan meninggal di dalam rumahnya, pada Sabtu (31/7/2021), sekitar pukul 06.00 WIB.

    Kapolsek IT I Palembang, AKP Ginanjar Aliya Sukmana, yang mendapatkan informasi adanya warga meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 di wilayah hukumnya, bersama Dinas Kesehatan Palembang, dan Puskesmas Dempo, langsung mendatangi tempat kediamannya korban, untuk evakuasi jenazah.

    “Atas permintaan pihak keluarga korban, jenazahnya langsung di makamkan di kompleks pemakaman COVID-19 di Gandus. Namun sebelum di makamkan jenazah kita salat-kan dulu,” terang AKP Ginanjar, saat diwawancarai di Mapolsek IT I Palembang.

    Berdasarkan hasil diagnosa dokter Puskesmas Dempo, pada 29 Juli 2021, menunjukkan bahwa korban memang positif COVID-19.

    “Kita juga bersama Babinsa, Babinkamtibnas, serta tokoh masyarakat, dampingi pihak keluarga bersama-sama melakukan sholat jenazah, sebelum di makamkan di Gandus,” tuturnya. (ANA)

  • Baru Beberapa Hari di Palembang, Pria Asal NTB Tewas Gantung Diri

    Baru Beberapa Hari di Palembang, Pria Asal NTB Tewas Gantung Diri

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemuda asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Doni (19), ditemukan tewas gantung diri di kamar kosan Arini Minang di Jalan Kapten Abdulah, Kecamatan Plaju Palembang, Jum’at (30/7/2021) sekitar 14.00 WIB.

    Doni mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, dengan menggunakan seutas kawat yang diikat di paku di dinding kosannya. Diduga, penyebabnya dikarenakan permasalahan keluarga.

    Kakak ipar almarhum, Ade Putra menjelaskan, Doni baru beberapa hari tinggal di Palembang untuk mencari pekerjaan.

    “Beberapa hari yang lalu dia telepon, katanya mau ikut saya tinggal di Palembang sambil mencari pekerjaan. Jadi, saya jemput dia di Lampung,” kata Ade, ketika ditemui di Polsek Plaju Palembang, Jum’at (30/7/2021).

    Ade mengatakan, sebelum korban ditemukan tidak bernyawa, dia sempat mendengar Doni terlibat cekcok mulut melalui sambungan telepon dengan salah satu keluarga orangtuanya yang tinggal di Lampung.

    “Pagi tadi saya dengar dia ribut-ribut di telepon dengan keluarga yang tinggal di Lampung. Dia memang diusir dari Lampung, waktu telepon saya. Waktu kejadian, saya sedang keluar, pas pulang melihat dia sudah tergantung,” tambah Ade.

    Sementara itu, pemilik kosan Arini Minang Lia mengatakan, jasad Doni pertama kali ditemukan oleh adiknya, Hendra, yang mau mengambil helm di lantai atas.

    “Adik saya yang menemukan pertama kali. Dia (korban) baru tiga malam di sini. Sedangkan kakaknya (Ade) sudah sekitar seminggu. Semuanya orang dari luar Palembang,” ucapnya.

    Sementara Kapolsek Plaju Palembang, Iptu Novel Siswandi, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat laki-laki yang diduga bunuh diri. “Jenazah sudah kita bawa ke Rumah Sakit M Hasan Bhayangkara Palembang untuk di visum,” jelasnya. (ANA)

  • Kematian Hendra Bikin Heboh, Sempat Diduga Terpapar COVID-19

    Kematian Hendra Bikin Heboh, Sempat Diduga Terpapar COVID-19

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Hendra Gunawan (35), warga Lorong Kebumen Dalam No. 848 RT. 11 RW. 04 Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, meninggal dunia secara mendadak. Kematian ini sempat membuat heboh masyarakat sekitar, lantaran diduga Hendra terpapar virus corona (COVID-19).

    Polsek IT I Palembang, yang menerima laporan masyarakat, bahwa Hendra ditemukan sudah meninggal Dunia, Sabtu (24/7/2021) sekira pukul 11.00 WIB, langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

    Untuk mengevakuasi jenazah, Kapolsek IT I Palembang, AKP Ginanjar Aliya Sukmana, pun turun tangan secara langsung. Dalam melakukan evakuasi ini, pihak kepolisian dibantu tim Gugus Tugas COVID-19.

    “Jenazah langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara dengan menggunakan mobil ambulans Dinas Kesehatan, dibantu Tim Gugus Tugas COVID-19 untuk diperiksa lebih lanjut,” ujar Ginanjar, Sabtu (24/7/2021).

    AKP Ginanjar menambahkan, bahwa setelah dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Palembang, diketahui korban negatif COVID-19. “Korban Negatif COVID-19 dan meninggal dikarenakan penyakit jantung,” tegasnya.

    Lanjut Ginanjar, korban diduga terpapar COVID-19 karena telah kontak erat dengan istrinya. “Korban tinggal serumah dengan istrinya, di mana sang istri Indrawati sedang melaksanakan isolasi mandiri akibat terpapar COVID-19,” jelasnya.

    Sementara menurut keterangan sang istri, bahwa korban sendiri meninggal pada pukul 08.00 WIB, Sabtu (24/7/2021), setelah tiga hari mengalami gejala demam dan batuk-batuk. (ANA)

  • Gara-Gara Bakar Sampah, Dua Warga Pagar Alam Rugi Ratusan Juta

    Gara-Gara Bakar Sampah, Dua Warga Pagar Alam Rugi Ratusan Juta

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARALAM – Diduga akibat pembakaran sampah di halaman belakang, dua rumah milik warga Desa Rantau Unji RT 02 RW 01 Kelurahan Karang Dalao, Kecamatan Dempo Tengah Pagar Alam, Boby (28) dan Lidios (32), habis dilalap Si Jago Merah pada Kamis malam (22/7/2021) sekira pukul 21.00 WIB.

    Akibatnya, selain menghanguskan dua unit rumah, sejumlah barang berharga seperti satu unit mobil Carry, satu unit sepeda motor Suzuki Satria FU, satu unit Sepeda motor Byson dan empat ekor Kambing, serta bahan bangunan material habis terbakar. Sehingga total kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.

    Kapolres Pagar Alam, AKBP Dolly Gumara, mengungkapkan, saat terjadi peristiwa kebakaran tersebut, kondisi rumah sedang dalam keadaan kosong. Di mana, Boby pemilik rumah sedang menginap di rumah keluarganya. Sementara Lidios pemilik rumah satunya, sedang mengantar orangtuanya berobat.

    “Syukurnya dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian material, jika di total sampai ratusan juta,” jelas Kapolres, Jum’at (23/7/2021).

    Kronologisnya, kata Kapolres, api diketahui oleh salah seorang warga. Melihat api semakin membesar dan menjalar ke rumah lainnya, warga yang melihat langsung berteriak dan meminta pertolongan.

    “Meskipun warga sekitar berusaha memadamkan dengan kemampuan yang ada, namun api tetap menjadi. Sampai akhirnya mampu dipadamkan oleh pemadam kebakaran,” ucapnya.

    Belajar dari kejadian ini, Dolly mengimbau, agar masyarakat lebih waspada dan hati-hati. Terlebih jika akan meninggalkan rumah untuk memeriksa terlebih dulu setiap hal yang bisa berakibat terjadinya musibah kebakaran, seperti kompor, instalasi listrik dan barang-barang yang mudah terbakar dari sumber api.

    “Begitu juga bila melakukan pembakaran terhadap sampah dan semacamnya, jangan sampai ditinggal dan pastikan bahwa api benar-benar sudah padam,” tegasnya. (ANA)

  • Kaitan Kepala Mobil Terlepas, Fuso Tabrak Tiang Lampu Jalan

    Kaitan Kepala Mobil Terlepas, Fuso Tabrak Tiang Lampu Jalan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Akibat kepala truk Fuso lepas kaitannya, Tomi (37) tidak bisa mengendalikan mobil lalu menabrak tiang lampu yang ada di tengah jalan, di Jalan Lintas Sriwijaya Raya Simpang Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Rabu petang (21/7/2021).

    Dalam insiden ini, beruntung Tomi yang mengemudikan truk Fuso bisa menyelamatkan diri dan hanya mengalami sakit di bagian pinggang dan kaki.

    “Saya dari rumah hendak menuju Tanjung Raja, tadi berhenti ke bengkel dulu memperbaiki ban. Tidak tahunya lupa saya kaitkan pancing kepala mobil ke badan mobil,” kata dia, yang memegangi kakinya karena sakit.

    Lanjut Tomi, saat melintas di tempat kejadian perkara (TKP) tiba-tiba kepala mobil langsung terjungkal kedepan, sehingga menabrak tiang lampu. “Tiba-tiba saja kepala mobil terjungkal kedepan, jadi saya tidak bisa mengendalikan mobil dan menabrak tiang lampu,” ujarnya.

    Petugas Pos Laka Lantas Kayu Are Ogan Ilir Briptu Tinton ketika dikonfirmasi langsung di tempat kejadian perkara (TKP). Dia mengatakan mobil truk mengarah dari Palembang menuju ke Indralaya.

    “Sempat mampir ke bengkel membenarkan ban mobilnya, nah sopir ini lupa mengunci kancing kepala mobil. Saat di TKP mobil mengerem sehingga kepala terjungkal kedepan dan menabrak tiang lampu,” katanya.

    Tinton mengatakan dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. “Sopir tidak apa-apa hanya sakit pada pinggang dan kakinya, untuk sementara mobil truk sedang di evakuasi ke tempat lain, sehingga tidak membuat macet jalan,” tuturnya. (ANA)

  • Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Musi

    Mayat Laki-Laki Tanpa Identitas Mengapung di Sungai Musi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sesosok mayat laki-laki mengapung di perairan Sungai Musi di wilayah Kelurahan 28 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) II Palembang, Selasa (20/7/2021) sekira pukul 15.20 WIB. Saat ini, mayat tersebut sudah dievakuasi Sat Polair Polrestabes Palembang, setelah menerima informasi dari masyarakat.

    Mayat yang ditemukan tidak dikenali. Sebab, saat digeledah tidak ditemukan kartu identitas apapun. Adapun ciri mayat, berjenis kelamin laki-laki berusia sekitar 65 tahun, memakai baju kaos warna hitam motif garis putih, memakai celana pendek warna hitam, tubuh gemuk, rambut gundul, tinggi badan sekitar 160 cm.

    Menurut keterangan saksi Ali (42), dirinya tidak sengaja melihat di sungai ada sesosok mayat manusia mengapung. “Saya langsung memberitahukan kepada warga lainnya dan menghubungi polisi,” kata warga Ki Gede Ing Suro Kelurahan Tangga Buntung Kecamatan IB II Palembang ini.

    Sementara itu, Kasat Polairud Polrestabes Palembang Kompol Dedi Agus Ardiansyah membenarkan adanya penemuan mayat laki-laki tanpa identitas. “Berawal menerima laporan telpon dari masyarakat, piket patroli dan piket Gakkum langsung meluncur ke TKP untuk mengevakuasi mayat,” ujarnya.

    Lanjutnya, mayat kemudian dibawa ke Pelabuhan Boom Baru, kemudian diterima piket SPKT Polrestabes Palembang untuk dibawa ke rumah sakit Bhayangkara guna diperiksa lebih lanjut.

    “Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh mayat, dan tidak ditemukan pula kartu identitas diri,” tuturnya. (ANA)

  • Pajero Sport Hantam Tiang LRT, Penjual Pempek Ikut Tertabrak

    Pajero Sport Hantam Tiang LRT, Penjual Pempek Ikut Tertabrak

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport dengan nomor polisi BG 1635 VK, mengalami kecelakaan hingga menabrak tiang Light Rail Transit (LRT), Kamis (15/7/2021) sekira pukul 17.30 WIB.

    Peristiwa kecelakaan ini terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, tak jauh dari Simpang Charitas Palembang. Tak hanya itu, pengendar mobil Pajero Sport tersebut, juga turut menabrak penjual pempek sepeda keliling yang sedang melintas.

    Kasat Lantas Polrestabes Palembang, Kompol Endro Ariwibowo, mengatakan, pengendara mobil diketahui dari arah Pasar Cinde menuju Rumah Sakit RK Charitas Palembang. Namun diperjalanan, mobil itu tiba-tiba naik ke arah trotoar tengah hingga menabrak tiang LRT.

    “Jadi pengendara mobil ini dari arah Cinde mau ke Charitas, tidak tahu kenapa mobilnya bisa naik ke arah trotoar sehingga menabrak tiang LRT,” kata Endro.

    Sementara untuk pengendara, kata Endro, sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi. Pengendara mobil tersebut masih dalam perawatan di rumah sakit.

    “Sampai saat ini kami belum mintai keterangan karena pengendara mobil dibawa ke rumah sakit. Tidak ada luka parah, pengendaranya sadar,” bebernya.

    Tidak hanya menabrak tiang LRT, pengendara mobil mewah itu juga menabrak pedagang pempek sepeda.

    “Korbannya tukang pempek sepeda, tukang pempek ini dari arah RS RK Charitas mau ke Pasar Cinde. Tukang pempeknya aman, tidak ada yang luka, hanya saja sepedanya agak rusak,” jelasnya. (ANA)

  • Geger, Penjaga Musala Meninggal Dunia dengan Mulut Berbusa

    Geger, Penjaga Musala Meninggal Dunia dengan Mulut Berbusa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kamis pagi (15/7/2021), warga sekitar Terminal Induk Jakabaring, Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring Palembang, dibuat heboh terkait penemuan sesosok mayat di dalam kamar Musala.

    Mayat tersebut tak lain ialah Bambang, seorang penjaga Musala. Ironisnya, kondisi pria berusia 58 tahun itu, dalam keadaan tergeletak mengenakan baju putih dan mulut berbusa.

    Berdasarkan data yang dihimpun, jasad Bambang pertama kali ditemukan oleh saksi Muhammad Djamil. Saat itu, ia memanggil korban, namun tidak ada jawaban dari dalam kamar. Sementara pintu kamarnya terkunci.

    Djamil meminta bantuan saksi Jay untuk mengintip ke dalam kamar dengan cara memanjat tembok. Jay melihat, Bambang sudah terbujur kaku dengan mulut berbusa. Mereka pun menghubungi aparat kepolisian setempat.

    Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, setelah menerima informasi masyarakat terkait penemuan mayat, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

    “Dari pemeriksaan saksi, almarhum merupakan penjaga Musala dan tinggal di kamar belakangnya. Dia memiliki riwayat sakit stroke,” ungkap Tri saat diminta konfirmasi, Kamis (15/7/2021).

    Dia mengatakan, saat ini jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang untuk dilakukan visum. “Dari pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” terangnya. (ANA)