Category: pendidikan

  • Prihatin, Kondisi Bangunan SD 149 Butuh Perhatian Serius dan Bantuan Pemerintah

    Prihatin, Kondisi Bangunan SD 149 Butuh Perhatian Serius dan Bantuan Pemerintah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Miris, di era serba kemajuan sekarang ini, Kota Palembang yang notabene adalah kota metropolitan masih ada  ditemukan sekolah dengan kondisi sangat memperhatikan.

    Wajah pendidikan yang memprihatinkan seolah luput dari sorot perhatian pemerintah itu, tergambar dari salah satu sekolah dasar yakni SD Negeri 149 Palembang.

    Terlihat jelas, SD yang berlokasi di Jalan Sosial RT 1 RW 1 Kelurahan Pulo Kerto Kecamatan Gandus itu, kondisi gedung sekolahnya tampak masih banyak sarana prasarana fasilitas pendidikannya yang rusak dan belum mendapatkan perbaikan maksimal dari pemerintah.

    Seperti lantai di hampir semua ruangan kelas siswa tidak rata akibat terjadinya penurunan keramik, bergelombang, dan sudah retak-retak serta banyak dinding-dinding kelas yang retak disebabkan pergeseran pondasi.

    Hal ini jika terus dibiarkan, tidak adanya langkah-langkah konkrit dalam perbaikan dapat dipastikan bisa mengancam keselamatan siswa yang tengah melakukan aktivitas belajar.

    Kepala SD Negeri 149 Palembang Ida Afrianti sangat berharap kepada Pemerintah Kota Palembang dalam hal ini Dinas Pendidikannya agar supaya sudi memperhatikan nasib mereka untuk memperbaiki sarana dan prasarana fasilitas di sekolah mereka.

    “Kami berharap kepada pihak terkait bisa segera memperbaiki kerusakan yang ada serta memfasilitasi sarana dan prasarana pendidikan yang memadai karena jika terus dibiarkan dengan kondisi bangunan dinding kelas yang hampir roboh itu, membuat aktivitas kegiatan belajar mengajar terganggu, dan sangat membahayakan keselamatan guru dan siswa,” katanya.

    “Saya berharap ada perhatian dari pemerintah untuk segera memperbaiki kerusakan sarana di SD Negeri 149 Palembang yang sejak beberapa tahun lalu sampai sekarang belum pernah ada perbaikan,” tambahnya.

    Ditambahkan salah seorang guru di SD tersebut, tak hanya lantai dan dinding saja yang mengalami kerusakan plafonnya pun juga sudah banyak yang jebol dan berlubang, ditambah kayu penyangga plafon sudah banyak yang lapuk.

    “Ya beginilah pak kondisi sekolah kami saat ini yang sangat minim dengan perbaikan, saya sendiri juga merasakan bagaimana rasanya menjadi anak-anak yang belajar di sekolah ini apa bisa konsentrasi belajar melihat keadaannya sangat memprihatinkan sekali,” katanya.

    “Kalau menurut saya kondisinya sudah tidak layak sekali, terlebih lagi melihat atap plafon sudah banyak yang lubang–lubang, lantai keramik banyak yang mengelupas terlebih lagi bagian kayu penyangga sudah banyak yang lapuk, yang kami khawatirkan kalau ada angin kencang apalagi sekarang musim penghujan yang ditakutkan tiba-tiba roboh disaat jam pelajaran, tetapi semoga saja jangan sampai terjadi,” tambahnya, penuh harap dapat perhatian serius dari pemerintah.

    Salah seorang orang tua murid yang anaknya bersekolah di SD Negeri 149 menyebutkan bahwa ini salah bentuk ketidakadilan dari pemerintah.

    “Pemerintah seolah-olah tidak adil, masa sekolah lain bagus-bagus, sedangkan sekolah ini dibiarkan rusak apalagi itu dinding-dindingnya sudah pada retak dan plafon juga sudah pada jebol, warna cet permukaan pun sudah menjamur kelihatan dari luar sekolah,” ujarnya.

    Lebih lanjut, kata emak-emak yang namanya enggan disebutkan ini jika memasuki musim hujan seperti sekarang ini sekolah yang memang lokasinya jauh dari tengah kota itu pasti terendam banjir air hujan, terutama dibagian lapangannya.

    “Terlebih lagi halaman sekolah kalau hujan terkadang becek dan licin, kami selaku wali murid sangat kasihan sekali melihat siswa-siswa yang selalu bersemangat belajar di sekolah SD ini,” tuturnya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, M Affan Prapanca mengatakan bahwa sekolah dengan kondisi darurat akan menjadi prioritas perbaikan.

    Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada tenaga pengajar saja, tetapi juga sarana dan prasarana penunjang lainnya.

    “Pembenahan sarana harus diiringi juga dengan peningkatan kualitas pendidik. Program ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menjamin keselamatan siswa di sekolah,” ungkapnya. (ANA)

  • Terima Bantuan Bank Mandiri, SMP 4 Diharap Ciptakan Lingkungan Belajar Lebih Efektif

    Terima Bantuan Bank Mandiri, SMP 4 Diharap Ciptakan Lingkungan Belajar Lebih Efektif

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – SMP Negeri 4 Palembang yang beralamat di Jalan Letjen Bambang Utoyo No 534, Kelurahan Duku, Kecamatan Ilir Timur III Palembang, menerima bantuan renovasi perbaikan sarana dan prasarana dari Bank Mandiri.

    Bantuan di SMP Negeri 4 Palembang ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan kondusif bagi para siswa.

    Regional CEO Bank Mandiri Region II/Sumatera 2, Ade Arief Mochtar saat serah terima rehab perpustakaan dan pojok baca di SMPN 4 mengatakan, melalui program ini, Bank Mandiri berkomitmen untuk mendukung generasi muda agar memiliki akses pendidikan yang lebih baik dan berdaya saing tinggi, terkhusus bagi layanan pendidikan di Kota Palembang.

    “Melalui program rehabilitasi perpustakaan dan pojok baca sekolah, langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif serta dapat meningkatkan minat baca siswa dan menyediakan akses yang lebih luas terhadap literasi,” jelasnya, Selasa 14 Oktober 2025.

    Melalui bantuan ini, sambung dia, Bank Mandiri ingin menghadirkan ruang belajar yang nyaman dan layak, agar semangat anak-anak dalam meraih cita-cita terus tumbuh.

    “Nantinya setiap pojok baca akan diisi dengan koleksi buku hasil donasi karyawan Bank Mandiri. Kehadiran Mandiri Peduli Sekolah ini sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian Bank Mandiri dalam mendukung tercapainya prioritas Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam membangun masa depan generasi muda,” jelasnya.

    “Dengan semangat sinergi majukan negeri, kami meyakini pendidikan adalah pondasi utama untuk menciptakan generasi yang berkarakter, percaya diri, dan mampu berkontribusi untuk bangsa, sekaligus mendorong peningkatan kualitas manusia Indonesia secara keseluruhan,” tambahnya.

    Sementara itu, di kesempatan yang sama, Kepala SMP Negeri 4 Palembang Susnaini Julita SE MPd mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang sudah diberikan Bank Mandiri kepada sekolahnya.

    “Harapannya kedepan, program ini tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tapi juga mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sarana, prasarana, dan metode pembelajaran secara berkelanjutan,” katanya.

    Sedangkan Kadisdik Palembang Muhammad Affan Prapanca ST melalui Kepala Bidang SMP juga  mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bank Mandiri atas dukungan dan kepedulian yang luar biasa melalui Program “Mandiri Peduli Pendidikan”.

    “Bantuan dan perhatian yang diberikan telah membantu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah baik dari segi sarana dan prasarana, fasilitas pembelajaran, maupun kesempatan bagi siswa untuk terus berprestasi,” jelasnya. (ANA)

  • Kapolsek BMT Pantau Pembukaan Dapur SPPG Tambak Boyo

    Kapolsek BMT Pantau Pembukaan Dapur SPPG Tambak Boyo

    SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR — Guna memastikan keamanan dan kebersihan, serta pemenuhan gizi makanan yang diterima anak didik. Kapolsek Buay Madang Timur (BMT) Polres OKU Timur Iptu Swisspo hadiri langsung Launching Dapur Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tambak Boyo.

     

     

    “Pembukaan Dapur SPPG desa Tambak Boyo di lanjutkan Pendistribusian pertama pembagian MBG ke sekolah-sekolah,” tegasnya, pada Senin (13/10/2025).

     

     

    Dapur SPPG Tambak Boyo melayani jumlah penerima manfaat untuk anak sekolah sebanyak 2.559 siswa, dan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Balita, Ibu Hamil dan Ibu menyusui sebanyak 626 org. Dengan total keseluruhan sebayak 3.185 orang.

     

     

    “Kami perlu memastikan keamanan dan kelayakan dapur MBG secara langsung. Guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

     

     

    Pembukaan atau Launching dapur SPPG berlangsung di Desa Tambak Boyo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur.

     

     

    Dapur SPPG Tambak Boyo mendistribusikan MBG ke sekolah – sekolah sebanyak 27 sekolah yaitu :

    1). RA Nurul Ulum sebanyak : 54 Siswa.

    2). TK Dewantara sebanyak : 25 Siswa.

    3). Paud SS KB Al Hidayah sebanyak : 52 Siswa.

    4). TK SS Tunas Mulya sebanyak : 36 Siswa.

    5). TK Mutiara Bunda sebanyak : 21 siswa.

    6). TK Lima Jari sebanyak : 18 siswa.

    7). TK Bhakti Pertiwi sebanyak : 21 siswa.

    8). TK Setia Budi sebanyak : 48 siswa.

    9). TK Al Ihsan sebanyak : 33 siswa.

    10). SDN Toto Margomulyo sebanyak : 275 Siswa.

    11). M.I Nurul Umum sebanyak : 134 Siswa

    12). SDN Rejodadi sebanyak : 179 siswa

    13). SDN Pengandonan sebanyak : 122 siswa

    14). SDN Sukoharjo sebanyak : 181 siswa

    15). SDN Sumber Asri sebanyak : 178 siswa

    16). M.I Wonokitri sebanyak : 59 siswa

    17). SMPN 2 BMT sebanyak : 468 siswa

    18). SMP NU Bumi Rahayu sebanyak : 103 siswa

    19). SMP Darul Falah sebanyak : 33 siswa

    20). SMAN 1 BMT sebanyak : 519 siswa

    21). Posyandu Mawar TB sebanyak : 71 org

    22). Posyandu Mekar Sari TB sebanyak : 65 org

    23). Posyandu Mawar esa RJD sebanyak : 47 org

    24). Posyandu Kencana RJD sebanyak : 62 org

    25). Posyandu Mawar merah PGD sebanyak : 65 org

    26). Posyandu melati putih PGD sebanyak : 51 org

    27). Posyandu Dahlia SKH sebanyak : 49 org

    28) Posyandu Mawar SKH sebanyak : 74 org

    29) Posyandu Gumuk Rejo sebanyak : 46 org

    30) Posyandu Nusa Indah BMR sebanyak: 51 org

    31) Posyandu Kamboja BMR sebanyak : 45 org

  • MAN 1 Tunjukkan Komitmen Jaga Kelestarian Melalui Program Adiwiyata

    MAN 1 Tunjukkan Komitmen Jaga Kelestarian Melalui Program Adiwiyata

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – MAN 1 Palembang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pelaksanaan program Adiwiyata.

    “Program ini bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan, dengan melibatkan seluruh warga sekolah dalam berbagai kegiatan ramah lingkungan,” ujar Kepala MAN 1 Palembang, Widiawaty S Pd MM, Senin 13 Oktober 2025.

    Beragam kegiatan dilakukan secara rutin, lanjut Widiawaty seperti kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah, penanaman pohon, pengelolaan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan lahan kosong untuk kebun sekolah. Selain itu, siswa juga aktif mengikuti lomba kebersihan kelas.

    Masih katanya, program adiwiyata di MAN 1 Palembang adalah inisiatif yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan perilaku peduli lingkungan di kalangan warga madrasah, dengan mengembangkan sekolah menjadi pusat pembelajaran lingkungan hidup yang berbudaya.

    “Program ini melibatkan integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum, pengelolaan fasilitas yang ramah lingkungan seperti pemilahan sampah dan penghijauan, serta mendorong partisipasi aktif seluruh civitas madrasah dalam upaya pelestarian lingkungan,” katanya.

    Sementara salah satu guru di MAN 1 Palembang menambahkan bahwa adiwiyata adalah tanggungjawab bersama baik tenaga pendidik ataupun para siswa.

    “Kami berupaya menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Program Adiwiyata menjadi wadah yang baik untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini,” ujar salah satu guru MAN 1 Palembang tersebut.

    “Dengan adanya program ini, diharapkan MAN 1 Palembang dapat menjadi contoh sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam kepedulian terhadap lingkungan hidup,” tambah guru itu. (ANA)

  • Songsong Generasi Emas Indonesia 2045, MAN 1 Lakukan Berbagai Persiapan

    Songsong Generasi Emas Indonesia 2045, MAN 1 Lakukan Berbagai Persiapan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Guna menyongsong terwujudnya generasi emas Indonesia tahun 2045, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang mulai dari sekarang ini sudah melakukan berbagai persiapan-persiapan.

    Salahsatunya seperti melalui penguatan pendidikan karakter, peningkatan kualitas akademik dan non akademik siswa, serta pengembangan kompetensi guru.

    “Contohnya seperti memperkuat pendidikan agama dan budi pekerti, mendorong pemikiran kritis dan inovatif bagi para siswa, serta menciptakan ekosistem belajar yang adaptif dan modern,” terang Kepala MAN 1 Palembang, Widiawaty S Pd MM, Senin 13 Oktober 2025.

    Hal lainnya yang dilakukan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia tahun 2045, lanjut Widiawaty yakni MAN 1 Palembang turut serta dalam kegiatan mengenal sekolah garuda sebagai harapan baru pendidikan unggul yang beberapa hari kemarin diselenggarakan di MAN Insan Cendekia Kabupaten OKI Sumatera Selatan.

    “Perwakilan dari MAN 1 Palembang hadir dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh

    Wakil Menteri Agama RI, Romo HR Muhammad Syafi’i itu, kami mengikuti berbagai sesi pengenalan program pendidikan unggulan, inovasi pembelajaran, serta strategi penguatan karakter kebangsaan yang menjadi dasar terbentuknya Sekolah Garuda,” ujarnya.

    “Kegiatan tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi madrasah-madrasah lain, termasuk MAN 1 Palembang, untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menyiapkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak dan berwawasan global. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, MAN 1 Palembang siap mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” tambahnya.

    Sementara dalam rilis yang diterima media ini Wakil Menteri Agama RI Romo HR Muhammad Syafi’i, menyampaikan pentingnya peran madrasah dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia tahun 2045.

    Wakil Menteri Agama menegaskan bahwa Program Sekolah Unggul Garuda merupakan bagian dari visi besar Presiden RI untuk melahirkan generasi muda berkarakter, unggul secara intelektual, dan siap menghadapi persaingan global.

    “Anak-anak madrasah diharapkan menjadi ikon kemajuan bangsa di kancah dunia,” jelasnya. (ANA)

  • Hadiri FTBI di SMP 8, Kadisdik Ingin Generasi Muda Makin Mencintai Bahasa Daerah

    Hadiri FTBI di SMP 8, Kadisdik Ingin Generasi Muda Makin Mencintai Bahasa Daerah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Minat generasi muda di Provinsi Sumatera Selatan khususnya di Kota Palembang untuk mempelajari dan mengembangkan bahasa daerah kian berkurang dan menjadi realitas yang memprihatinkan.

    Padahal, generasi muda adalah pemegang estafet eksistensi sebuah bahasa daerah, dan nasib keberadaan bahasa daerahnya.

    Oleh karena itu, SMP Negeri 8 Palembang menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat SMP Kota Palembang dengan tujuan sebagai upaya perlindungan bahasa daerah yang secara aktif menyertakan generasi muda sebagai agen transmisi bahasa antargenerasi.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang (Kadisdik), Muhammad Affan Prapanca yang turut hadir di acara festival tersebut mengatakan, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat SMP Kota Palembang merupakan suatu program melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda di Kota Palembang.

    “Hal ini, juga dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk karya dan pertunjukan,” ujarnya, Jumat 10 Oktober 2025.

    Program FTBI, lanjutnya, telah memberi ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya dengan identitas lokalnya. Diharapkan, kegiatan ini akan terus diadakan mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP di Palembang.

    “Dinas Pendidikan Kota Palembang berharap FTBI tidak hanya menjadi lomba tahunan, tapi berkembang menjadi gerakan nasional yang terus menghidupkan penggunaan bahasa daerah di berbagai ruang seperti di sekolah, rumah, media, dan komunitas lainnya,” katanya.

    Masih kata Affan, FTBI dirancang untuk memuat berbagai kegiatan ekspresif yang dapat diikuti oleh generasi muda, tingkat sekolah dasar maupun SMP. Kegiatan-kegiatan ini dikemas dalam bentuk festival dan lomba kekinian yang variatif, bertujuan agar dapat masuk ke segmen milenial dan membangkitkan minat positif mereka terhadap bahasa daerahnya.

    “FTBI merupakan bagian dari program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, serta dilaksanakan oleh Balai Bahasa. Melalui ajang ini, generasi muda diharapkan semakin mencintai bahasa dan sastra melayu yang menjadi ciri khas Palembang serta menjadikannya bagian dari keseharian,” terangnya. (ANA)

  • Dikunjungi Siswa Asal Bangka, Universitas PGRI Tunjukan Peran Sebagai Kampus Unggulan

    Dikunjungi Siswa Asal Bangka, Universitas PGRI Tunjukan Peran Sebagai Kampus Unggulan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali menunjukkan perannya sebagai kampus unggulan yang menjadi tujuan edukatif bagi pelajar dari berbagai daerah.

    Kali ini, Madrasah Aliyah Swasta Terpadu Bina Insan Cendikia Mentok Kabupaten Bangka Barat, Bangka

    melakukan kunjungan pendidikan ke UPGRIP dalam rangkaian kegiatan Goes to Campus, Jumat 10 Oktober

    2025.

    Dalam sambutannya, Rektor UPGRIP Assoc Prof Dr H Bukman Lian MM melalui Wakil Rektor III Dr Drs Sukardi M Pd menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan sekolah untuk menjadikan kampus ini sebagai salah satu destinasi kunjungan pendidikan.

    Kegiatan ini dinilai sebagai bentuk sinergi antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi dalam menumbuhkan semangat belajar berkelanjutan.

    “Kunjungan seperti ini sangat berarti karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan kampus. UPGRIP siap menjadi ruang inspirasi dan pengembangan potensi generasi muda dari berbagai daerah,” ujar Sukardi.

    Sementara Kabiro Bidang Perencanaan, Teknis Edukatif, Administrasi Akademik Dosen dan Mahasiswa (BTEEADM), Dr Hetilaniar mengatakan selain terakreditasi B, Universitas PGRI Palembang juga mempunya 8 Program Studi unggulan seperti Pendidikan Matematika, PGSD, Bimbingan Konseling (BK), Pendidikan Jasmani, Pendidikan Geografi, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris dan PPG.

    Selain itu juga, dilanjutkannya UPGRIP dilengkapi fasilitas laboratorium lima lantai dan perpustakaan lengkap dengan akreditasi A terbaik di Sumsel.

    “Keunggulan lain, Universitas PGRI merupakan Cyber University dan sudah menggunakan Sisfo untuk kegiatan perkuliahan,” katanya.

    “Keunggulan lain, bagi siswa yang berasal dari sekolah yang sudah MoU dengan Universitas PGRI Palembang, maka akan mendapatkan beragam keringanan, antara lain bebas uang pendaftaran, spalagi orang tua siswa adalah guru, anggota PGRI maka akan mendapatkan diskon uang kuliah sampai 50 persen,” tambahnya.

    Ditambahkan Hetilaniar, bagi guru-guru yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan Strata Dua (S2) yang sekolah tempatnya mengajar sudah MoU dengan Universitas PGRI Palembang, maka akan mendapatkan diskon atau keringanan SPP sampai 25 persen.

    “Kita mempunyai 5 program studi di Pascasarjana Universitas PGRI Palembang, yaitu Magister Manajemen Pendidikan, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, dan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Matematika” jelasnya.

    Selama berada di lingkungan kampus, para siswa mendapatkan penjelasan tentang berbagai program studi unggulan di UPGRIP, termasuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, serta Fakultas Hukum. Mereka juga berkesempatan berkeliling kampus untuk melihat fasilitas modern, laboratorium, ruang perkuliahan, hingga area kegiatan mahasiswa.

    Kepala MA Bina Insan Cendikia, Ratna Wardani mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan yang diberikan pihak UPGRIP.

    “Kami sangat mengapresiasi kesempatan ini. Melalui kunjungan ini, siswa kami mendapat gambaran nyata tentang kehidupan kampus dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ujarnya.

    Kegiatan Goes to Campus ini menjadi salah satu bentuk komitmen UPGRIP dalam mendukung peningkatan literasi pendidikan dan motivasi belajar bagi generasi muda.

    Dengan mengusung semangat “Berkarakter, Cerdas, dan Berdaya Saing Global,” UPGRIP terus membuka diri untuk menjadi mitra strategis bagi sekolah-sekolah di seluruh Indonesia dalam mencetak sumber daya manusia unggul masa depan. (ANA)

  • Perpanjangan Rektor UMP Hambat Regenerasi, Akibatkan Konsentrasi Kekuasaan Berlebih

    Perpanjangan Rektor UMP Hambat Regenerasi, Akibatkan Konsentrasi Kekuasaan Berlebih

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), Firdaus Hasbullah, menyampaikan tanggapannya terkait adanya laporan Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan (Sumsel), Zulkifli (49), terhadap BPH UMP ke Mapolda Sumsel.

    Sebelumnya, PWM Sumsel melaporkan BPH UMP, karena diduga telah melakukan tindakan pidana manipulasi dan pemalsuan dokumen surat rekomendasi perpanjangan Rektor UMP, yang telah dikeluarkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Agustus 2025 yang lalu.

    Menurut Firdaus, ia memiliki beberapa pandangan terkait perpanjangan jabatan rektor yang sudah dua periode masa jabatan dan sudah diperpanjang satu kali. Perpanjangan jabatan rektor dapat mengakibatkan konsentrasi kekuasaan yang berlebihan pada satu individu.

    Sehingga dapat mempengaruhi independensi dan objektivitas dalam pengambilan keputusan. Hal ini dapat berdampak negatif pada kemajuan UMP ke depan, juga demokrasi dalam kampus tidak berjalan sebagaimana mestinya.

    “Regenerasi kepemimpinan sangat penting dalam institusi pendidikan untuk memastikan bahwa ada kesegaran dan ide-ide baru yang dapat membawa kemajuan bagi institusi. Perpanjangan jabatan rektor dapat menghambat regenerasi kepemimpinan dan mengurangi kesempatan bagi pemimpin muda untuk berkembang. Apalagi UMP ini milik persyarikatan, bukan perusahaan milik pribadi,” ungkapnya, saat dihubungi via Telepon, Kamis (9/10/2025).

    Lanjut Firdaus, jika perpanjangan jabatan rektor dianggap perlu, maka harus ada kriteria yang jelas dan transparan untuk menentukan apakah seseorang dapat diperpanjang jabatannya.

    Kriteria tersebut harus berdasarkan pada kinerja dan kontribusi nyata bagi institusi bukan malah sebaliknya tidak ada kemajuan. Juga harus sesuai dengan aturan-aturan dan kaidah yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah, serta prosedur yang jelas dan benar.

    “Kalaupun itu terpenuhi dan PP Muhammadiyah sudah bersepakat, saya rasa tidak ada yang perlu diperdebatkan. Tinggal Rektor yang diperpanjang masa jabatannya bisa merasionalkan itu kembali kepada semua pihak, supaya tidak ada perpecahan, dan tidak cacat hukum. Jangan karena satu pokok permasalahan jadi mencederai nama baik Persyarikatan Muhammadiyah,” terangnya. (ANA)

  • Uji Kemampuan dan Kualitas, 15 Mahasiswa Prodi PAI UIN Ikuti Ujian Munaqosyah

    Uji Kemampuan dan Kualitas, 15 Mahasiswa Prodi PAI UIN Ikuti Ujian Munaqosyah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 15 mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melaksanakan ujian munaqosyah, Kamis 9 Oktober 2025.

    Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan Prodi PAI ini bertujuan untuk mengukur dan menguji kemampuan serta kualitas  mahasiswa dalam menguasai materi yang telah dipelajari, baik itu hafalan Al-Qur’an, pembacaan Tartil, atau penulisan karya ilmiah seperti skripsi.

    Ketua Program Studi PAI, Dr Nyayu Soraya M Hum mengatakan, peserta ujian munaqosyah yang terdiri dari 15 orang ini merupakan mahasiswa akhir angkatan 2020, 2021, 2022 yang telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi dalam mengikuti ujian munaqosyah sehingga merupakan mahasiswa yang telah siap mendapatkan gelar sarjana pendidikan.

    “Proses ujian berjalan dengan lancar dan tertib sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia. Setiap mahasiswa diuji oleh tim penguji yang terdiri dari dosen pembimbing dan penguji akademik sesuai dengan bidang keilmuannya,” katanya.

    Berdasarkan hasil penilaian tim penguji, seluruh peserta dinyatakan lulus ujian munaqosyah dengan hasil yang memuaskan. Kegiatan ini berjalan dengan lancar, tertib dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

    “Tujuan ujian munaqosyah ini merupakan penilaian akhir bagi mahasiswa dalam menyelesaikan kegiatan akademik di kampus dan menjadi syarat untuk memperoleh gelar sarjana seperti menilai proses dan hasil dari penulisan karya ilmiah yang telah dikerjakan mahasiswa, seperti skripsi,” terangnya.

    “Mengukur kemampuan akademik seperti menguji seberapa jauh pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam bidang studinya telah dikuasai sebelum mereka dinyatakan lulus,” tambahnya.

    Selain untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi yang sudah dipelajari selama ini, lanjut Nyayu Soraya tujuan ujian munaqosyah juga untuk menguji kelancaran dan keakuratan hafalan ayat-ayat Al-Qur’an, khususnya untuk mencetak penghafal Al-Qur’an yang berkualitas.

    “Mengukur kemampuan bacaan (Tartil), seperti menilai keterampilan peserta dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan sesuai standar, menilai pemahaman peserta terhadap makna dan isi kandungan Al-Qur’an, meningkatkan kecintaan dan semangat belajar dalam mempelajari, menghafal, dan memahami Al-Qur’an,” terangnya.

    “Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras peserta dalam pembelajaran Al-Qur’an, serta sebagai bagian dari evaluasi proses pembelajaran yang telah dijalani untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya mahir membaca dan menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an,” tuturnya menambahkan. (ANA)

  • Siap Hadapi Ujian Resmi November Mendatang, MAN 1 Gelar Simulasi

    Siap Hadapi Ujian Resmi November Mendatang, MAN 1 Gelar Simulasi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Suasana penuh ketelitian dan kehangatan terpancar jelas di ruang laboratorium komputer MAN 1 Palembang, Kamis 9 Oktober 2025. Para siswa siswi kelas XII tampak sangat begitu fokus dan tertib saat mengikuti Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

    Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Palembang, Widiawaty S Pd MM melalui Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulumnya mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi ujian resmi yang akan dilaksanakan pada November 2025 mendatang.

    “Dengan menggunakan sistem berbasis komputer, para siswa tampak antusias mencoba setiap soal yang menguji kemampuan akademik mereka di berbagai bidang,” katanya.

    Diterangkannya, simulasi ini diselenggarakan oleh pihak madrasah sebagai bentuk latihan dan pembiasaan terhadap sistem ujian berbasis digital. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengetes sejauh mana kesiapan serta kemampuan siswa-siswi dalam menghadapi tes akademik yang sesungguhnya.

    “Setiap siswa dan siswi tampak serius memperhatikan layar komputer masing-masing, membaca soal, dan menjawab dengan berhati hati,” katanya.

    Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum juga menyampaikan bahwa simulasi seperti ini sangat penting untuk melatih mental dalam menghadapi ujian sebenarnya.

    “Dengan latihan rutin, diharapkan para siswa siswi mampu meningkatkan kecepatan, ketelitian, serta rasa percaya diri saat menghadapi ujian nasional maupun seleksi masuk perguruan tinggi,” ujarnya.

    Melalui kegiatan simulasi TKA ini, lanjutnya, MAN 1 Palembang terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi yang siap bersaing di pendidikan yang semakin modern dan berbasis teknologi.

    “Latihan seperti ini bukan hanya tentang nilai, tetapi juga tentang membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat belajar yang tinggi,” ujarnya lagi. (ANA)

  • Agar Proses Pembelajaran Berjalan Sesuai Kurikulum, Guru MAN 1 Disupervisi

    Agar Proses Pembelajaran Berjalan Sesuai Kurikulum, Guru MAN 1 Disupervisi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Agar proses pelaksanaan belajar mengajar berjalan sesuai dengan kurikulum dan standar pendidikan madrasah, para guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang melakukan kegiatan supervisi pembelajaran di ruang kelas madrasah, Kamis 9 Oktober 2025.

    Kepala MAN 1 Palembang, Widiawaty S Pd MM menuturkan, supervisi dilakukan oleh guru senior dengan cara mengamati langsung proses pembelajaran di kelas.

    “Dalam kegiatan ini, guru yang disupervisi memaparkan metode pembelajaran yang digunakan serta menunjukkan kemampuan dalam mengelola kelas,” jelasnya.

    Menurutnya, kegiatan supervisi ini juga dilakukan dengan adanya diskusi dan evaluasi antara guru yang disupervisi dengan pengawas.

    “Evaluasi dilakukan secara terbuka yang bertujuan untuk membangun dan membantu guru dalam meningkatkan profesionalismenya,” katanya.

    “Supervisi pada MAN 1 Palembang merupakan kegiatan rutin untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme guru dalam proses pembelajaran dan administrasi, yang dilakukan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk memastikan standar pembelajaran tercapai,” tambahnya.

    Harapan dari adanya kegiatan supervisi guru ini, terang Widiawaty yaitu, agar mutu pendidikan di MAN 1 Palembang semakin meningkat.

    “Dengan adanya pendampingan dan evaluasi yang berkelanjutan, guru dapat memberikan pembelajaran yang lebih efektif untuk para siswa dan siswi,” katanya.

    “Supervisi seperti ini membuat kami semakin termotivasi untuk terus memperbaiki cara mengajar dan berinovasi dalam pembelajaran. Kami juga mendapatkan banyak masukan dari guru senior yang membantu kami untuk lebih berkembang,” ujar salah seorang guru yang mengikuti supervisi di madrasah yang berlokasi di Jalan Gubernur H A Bastari Kelurahan 15 Ulu Kecamatan Jakabaring Palembang itu.

    Tak hanya supervisi, dilanjutkannya guru-guru MAN 1 Palembang sebelumnya juga sangat antusias sekali dalam mengikuti dan mengerjakan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) yang beberapa waktu lalu dilaksanakan di Laboratorium Komputer MAN 1 Palembang.

    Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk evaluasi sekaligus refleksi dalam meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah.

    “Pelaksanaan Sulingjar berjalan lancar dengan dukungan penuh dari pihak sekolah. Para guru tampak serius dan disiplin dalam mengisi setiap butir instrumen yang tersedia. Hal ini menunjukkan komitmen untuk memberikan data yang akurat sehingga hasilnya dapat dijadikan dasar perbaikan kualitas pembelajaran di madrasah,” sampainya.

    Kata Widiawaty, kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi guru maupun lembaga.

    “Dengan adanya Sulingjar, kita bisa mengetahui gambaran nyata kondisi pembelajaran di kelas. Data ini akan menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki metode mengajar, manajemen kelas, serta sarana prasarana. Dampaknya tentu akan terasa langsung pada peningkatan kualitas hasil belajar siswa,” ujarnya.

    Manfaat kegiatan Sulingjar bagi guru dan madrasah antara lain, diterangkannya memberikan refleksi terhadap strategi pembelajaran yang sudah diterapkan, menjadi dasar untuk pengembangan profesionalisme guru, memberikan masukan bagi pimpinan madrasah dalam meningkatkan layanan pendidikan, serta meningkatkan keterlibatan guru dalam upaya peningkatan mutu madrasah.

    “Hasil pelaksanaan Sulingjar di MAN 1 Palembang menunjukkan adanya keterlibatan aktif guru dan dukungan penuh dari pihak sekolah. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya sekadar pengisian instrumen, tetapi juga menjadi momen penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih berkualitas,” tuturnya. (ANA)

  • Kembangkan Kampus Berbasis Digital, UIN Raden Fatah “Sowan” ke Indosat Ooredoo

    Kembangkan Kampus Berbasis Digital, UIN Raden Fatah “Sowan” ke Indosat Ooredoo

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Prof Dr Muhammad Adil MA menjelaskan, dalam upaya mengembangkan kampus berbasis digital serta memperkuat transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi, UIN Raden Fatah sowan berkunjung ke Indosat Marvelous Xperience (MX) Center Kantor Pusat Indosat Ooredoo Hutchison, di Jakarta.

    “Kunjungan kemarin itu menjadi bagian dari langkah strategis UIN Raden Fatah dalam membangun kolaborasi dengan industri telekomunikasi nasional, khususnya dalam pengembangan ekosistem digital dan teknologi informasi kampus,” jelasnya, Rabu 8 Oktober 2025.

    Dikatakannya, dari kunjungan itu memberikan inspirasi dan gambaran konkret bagi UIN Raden Fatah dalam mengetahui tentang bagaimana dunia industri mengelola dan menerapkan inovasi digital secara berkelanjutan.

    “Melalui kunjungan tersebut, kami ingin belajar dari praktik terbaik Indosat dalam menciptakan ekosistem digital yang adaptif dan berdaya saing. Ini sejalan dengan komitmen UIN Raden Fatah untuk mengembangkan kampus berbasis digital serta menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi era transformasi teknologi,” ujarnya.

    Menurutnya, MX Center sendiri merupakan fasilitas unggulan Indosat yang menampilkan berbagai solusi digital mutakhir, seperti implementasi jaringan 5G, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), big data analytics, hingga cloud computing. Teknologi ini menjadi bagian dari upaya Indosat mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pendidikan tinggi.

    Dari kegiatan kemarin, kata Muhammad Adil juga menjadi bagian dari rangkaian penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Raden Fatah Palembang dan Indosat Ooredoo Hutchison.

    Suasana pada saat kunjungan UIN Raden Fatah Palembang beberapa hari kemarin di Indosat Ooredoo. (Photo: Deni Kurniawan)

    “Kerja sama tersebut meliputi penguatan infrastruktur teknologi informasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), penelitian bersama, serta program magang mahasiswa,” katanya.

    Melalui kemitraan ini, UIN Raden Fatah Palembang berharap terjalin kolaborasi berkelanjutan antara dunia akademik dan industri untuk menghadirkan inovasi digital yang berdampak positif bagi civitas academica dan masyarakat luas

    “Rombongan UIN Raden Fatah yang kemarin mendampingi saya berkunjung ke Indosat yakni Wakil Rektor I Prof Dr Munir, Wakil Rektor II Prof Dr Abdul Hadi MAg, Kepala PUSTIPD Awang Sugiarto S Kom, serta Ketua Tim Kerja Sama dan Humas Vaurina, S Sos M I Kom. Kami   disambut langsung oleh jajaran manajemen Indosat Ooredoo Hutchison yang memfasilitasi sesi diskusi, eksplorasi teknologi, serta tur ke area pameran inovasi di MX Center,” terangnya.

    Sementara itu, dari rilis yang diterima media ini perwakilan Indosat Ooredoo Hutchison, Sona Suratman sangat mengapresiasi langkah proaktif UIN Raden Fatah dalam menjalin kolaborasi lintas sektor.

    “Kami menyambut baik langkah UIN Raden Fatah yang berorientasi pada penguatan kapasitas digital. Dunia pendidikan adalah mitra strategis dalam membangun talenta digital yang akan menjadi tulang punggung ekonomi masa depan,” katanya. (ANA)

  • Pastikan Jajanan Siswa Sesuai Standar Kebersihan Kepala Madrasah Sidak Kantin Sekolah

    Pastikan Jajanan Siswa Sesuai Standar Kebersihan Kepala Madrasah Sidak Kantin Sekolah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs)  Negeri 1 Palembang, Listya Yustikarini melakukan inspeksi mendadak (sidak) atau pemantauan langsung ke kantin sekolah, Rabu 8 Oktober 2025.

    Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelayanan dan kualitas makanan yang dijual kepada siswa memenuhi standar kebersihan dan kesehatan. Dikatakan Listya, ini juga bagian dari pengawasan madrasah untuk menciptakan lingkungan yang sehat.

    “Penting untuk melakukan pemantauan langsung. Jadi saya tahu kondisi kantin, makanan apa saja yang dijual dan bagaimana tingkat kesehatan makanan, kebersihan tempatnya dan penjualnya juga harus bersih. Anak-anak kita setiap hari jajan di kantin, oleh karena itu harus terjamin kesehatannya,” kata Listya.

    Dalam pemantauan atau sidak yang dilakukan tersebut kepala madrasah turut didampingi oleh para koordinator dan petugas UKS.

    Mereka memeriksa kondisi dapur, peralatan masak, serta bahan makanan yang digunakan oleh para pedagang kantin. Serta jenis makanan yang dijual, apakah sesuai standar kesehatan. Selain itu, juga dilakukan pengecekan terhadap kebersihan lingkungan kantin dan cara penyajian makanan.

    “Kantin sekolah merupakan bagian penting dari pembentukan lingkungan belajar yang sehat. Oleh karena itu, kami ingin memastikan semua makanan yang dikonsumsi siswa benar-benar aman. Setiap kantin harus mengikuti standar makanan yang sehat,” ujar Listya.

    Para pedagang kantin, disampaikannya terlihat kooperatif selama sidak berlangsung. Mereka juga menyambut baik arahan pihak madrasah untuk terus menjaga kebersihan dan memenuhi standar gizi makanan.

    “Saya juga berpesan agar tidak ada penggunaan bahan berbahaya seperti pewarna dan pengawet non-izin dalam makanan yang dijual,” ujarnya.

    Selain aspek kebersihan, kepala madrasah mengingatkan pentingnya penerapan prinsip ramah lingkungan di area kantin. Pihak sekolah mendorong penggunaan wadah makanan yang dapat digunakan kembali dan mengurangi plastik sekali pakai. Dia juga berpesan kepada para siswa untuk tidak sembarangan jajan di luar sana dan selalu menjaga kebersihan.

    “Kami pastikan, setiap makanan yang dijual di kantin MTsN 1 Palembang sudah memenuhi standar sehat dan pastinya halal, dan terhindar dari bahan-bahan yang dilarang. Dari awal mereka sudah mendapatkan informasi tentang aturan berjualan di sini. Jika, ada yang melanggar, kami akan segera tindak lanjuti,” tegasnya.

    “Sidak ini merupakan bagian dari upaya rutin MTs Negeri 1 Palembang dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga madrasah,” dia menambahkan. (ANA)

  • SMA 6 Gandeng TNI, Bentuk Karakter Siswa dan Cegah Kenakalan Remaja

    SMA 6 Gandeng TNI, Bentuk Karakter Siswa dan Cegah Kenakalan Remaja

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Di tengah aktivitas lingkungan sekolah, sejumlah siswa di SMA Negeri 6 Palembang yang sedang berutinitas dikagetkan dengan kedatangan sejumlah anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di sekolah mereka.

    Tak ayal, kedatangan sekelompok pria berbadan tegap dengan seragam loreng-loreng itu sontak membuat gemetar sebagian besar siswa yang sedang beraktivitas di sekolah tersebut.

    Namun bukan untuk tujuan yang tidak baik, justru kedatangan aparatur negara tersebut ingin membentuk karakter disiplin dan menumbuhkan jiwa nasionalisme di kalangan pelajar itu sendiri.

    TNI bekerja sama dengan pihak sekolah dalam hal ini SMA Negeri 6 Palembang untuk menyelenggarakan pendidikan karakter siswa melalui berbagai kegiatan seperti latihan baris-berbaris (PBB), ceramah motivasi, dan pembekalan wawasan kebangsaan guna menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, cinta tanah air, dan mental yang tangguh pada generasi muda.

    Kepala SMAN 6 Palembang, Fir Azwar S Pd menerangkan kegiatan ini bertujuan membentuk karakter positif, mencegah kenakalan remaja, dan mempersiapkan siswa menjadi pribadi yang berintegritas serta nasionalis.

    “Di tengah semangat awal tahun ajaran baru, SMA Negeri 6 Palembang resmi menggelar Latihan Dasar Kedisiplinan Siswa (LDKS) untuk siswa kelas XI selama tiga hari penuh,” jelasnya, Rabu 8 Oktober 2025.

    “Halaman sekolah kita jadikan arena pembentukan karakter, kita menggandeng TNI Babinsa Kecamatan Kemuning sebagai mitra utama dalam pelatihan,” tambahnya.

    Dengan tema mengusung membentuk generasi muda yang disiplin, bertanggung jawab, dan berjiwa pemimpin, dijelaskan Fir Azwar

    LDKS tahun ini bukan sekadar rutinitas tahunan melainkan menjadi manifestasi nyata dari komitmen sekolah dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan cinta tanah air di luar pencapaian akademik.

    “LDKS adalah bagian integral dari visi pendidikan nasional. Pendidikan tidak hanya soal nilai di rapor, tetapi tentang bagaimana kita membentuk pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, dan siap memimpin,” ujarnya.

    Menurutnya, dibawah arahan instruktur TNI, para siswa menjalani serangkaian materi intensif mulai dari latihan baris-berbaris (LTBB), wawasan kebangsaan, bela negara, hingga sesi penguatan karakter.

    Sementara Ketua pelaksana kegiatan, Hj Elvi Martalinda M Pd menyebutkan bahwa jadwal dirancang padat dan aplikatif, berlangsung dari pagi hingga sore setiap harinya selama tiga hari.

    “LDKS bukan hanya soal fisik dan teori. Setiap hari dimulai dengan apel pagi, dilanjutkan dengan simulasi dan refleksi, lalu ditutup dengan evaluasi. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi tumbuh dalam keseharian siswa,” katanya.

    “Melalui bimbingan TNI, kami berharap para siswa menyerap nilai disiplin dan nasionalisme secara lebih mendalam,” tambahnya.

    Guna menyiapkan generasi tangguh, disampaikannya, dalam hal ini siswa kelas XI SMA Negeri 6 Palembang agar mengingat bahwa LDKS akan menjadi titik balik dalam perjalanan mereka sebagai pelajar dan calon pemimpin.

    Diharapkan, setelah mengikuti kegiatan ini, mereka para siswa memiliki bekal kepemimpinan, tanggung jawab, dan kedisiplinan yang lebih kuat, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

    “LDKS di SMAN 6 Palembang bukan sekadar program. Ia adalah investasi karakter, sebuah langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang siap menjawab tantangan zaman dengan integritas dan semangat kebangsaan,” tuturnya. (ANA)

  • Program Community Service Tanamkan Nilai Kepedulian dan Semangat Berbagi

    Program Community Service Tanamkan Nilai Kepedulian dan Semangat Berbagi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Guna menanamkan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, SMA Negeri Sumatera Selatan melalui bidang kesiswaannya meluncurkan program unggulan yakni Program Community Service (CS).

    Program CS dengan mengangkat tema Knowledge is Power, Sharing is Caring yang resmi dilaunching pada, 3 Oktober 2025 itu bertujuan untuk mengajak siswa agar terus belajar sepanjang hayat (lifelong learning) dan menyalurkan ilmu yang sudah didapat kepada anak-anak yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.

    “Nantinya melalui program ini siswa akan berbagi ilmu yang selama ini sudah didapat atau dipelajari di sekolah ke anak-anak yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah seperti  berbagi ilmu basic speaking english, mengaji, menggambar, berwirausaha, serta kesehatan, dan lainnya,” terang

    Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Eko Valery Freddie, Selasa 7 Oktober 2025.

    Menurutnya, kegiatan Program CS tersebut sudah dilaksanakan sejak  5 Oktober–9 November 2025 dan diikuti oleh siswa kelas XI yang terbagi dalam 10 kelompok.

    “Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan, melatih keterampilan sosial, serta menumbuhkan empati dan tanggung jawab antar sesama,” ujarnya.

    Disampaikannya, Community Service menjadi wadah nyata bagi siswa SMAN Sumatera Selatan untuk menerapkan ilmu, memberi manfaat, dan menginspirasi lingkungan sekitar dengan semangat berbagi dan belajar tanpa henti.

    “Melalui program ini siswa didorong untuk tidak hanya menjadi pembelajar aktif tetapi juga agen perubahan yang mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan,” katanya.

    “Nantinya dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan para siswa berinteraksi langsung dengan anak-anak disekitar lingkungan sekolah, menciptakan suasana belajar yang hangat, inklusif dan saling menginspirasi,” tambahnya.

    Diterangkannya, melalui program ini diharapkan para peserta tidak hanya memperluas wawasan dan keterampilan sosial tetapi juga menumbuhkan empati, rasa tanggung jawab dan kesadaran akan pentingnya kontribusi bagi masyarakat.

    “Community Service menjadi wadah nyata bagi siswa SMAN Sumatera Selatan untuk mempraktikkan nilai-nilai kemanusiaan, kemandirian dan kepemimpinan. Dengan semangat Knowledge is Power, Sharing is Caring,  kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan keyakinan bahwa ilmu akan semakin bermakna ketika dibagikan kepada orang lain,” tuturnya. (ANA)

  • Dugaan Diskriminasi Guru Honorer SMA 9 Terus Bergulir, Ini Kata Pengawas Dinas Pendidikan

    Dugaan Diskriminasi Guru Honorer SMA 9 Terus Bergulir, Ini Kata Pengawas Dinas Pendidikan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kasus dugaan diskriminasi dan intimidasi seperti apa yang dituturkan oleh Veni Zeliana, seorang guru honorer di SMA Negeri 9 Palembang, terus bergulir.

    Kepala SMA Negeri 9 Palembang, yang sebelumnya sempat menjadwalkan ingin melakukan pertemuan dengan media guna memberikan klarifikasi terkait pemberitaan perseteruan dirinya dengan Veni Zeliana, ternyata tidak hadir dihari yang sudah ditentukan. Ini disebabkan karena sakit atau sedang kurang enak badan.

    “Pak Kepsek tidak masuk hari ini karena sedang sakit,” ujar beberapa staf dan guru, saat media ini, menyambangi sekolah tersebut, Senin, 6 Oktober 2025.

    Namun meskipun begitu, pihak sekolah mewakilkan klarifikasinya untuk menjawab tuduhan pemberitaan yang disampaikan Veni Zeliana kepada Kepsek dan beberapa oknum di SMA Negeri 9 Palembang itu, kepada Pengawas Jenjang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Syamsul Rizal yang sedang ditugaskan oleh dinas di SMA tersebut.

    Menurut Syamsul Rizal, polemik yang dialami salah satu guru honorer atas nama Veni Zeliana, yang disebut tidak direkomendasikan kepala sekolah untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), karena disebabkan beberapa faktor.

    Dia menjelaskan, bahwa berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, Veni mulai mengajar di SMA Negeri 9 Palembang sebagai guru sejarah menggantikan guru sebelumnya yang pensiun pada 2 November 2022.

    “Dia, Veni ini masuk belum terbit SK-nya. SK baru terbit di semester genap atau Januari 2023,” ujar Syamsul.

    Syamsul mengatakan, pada semester genap tersebut, terdapat dua guru baru berstatus ASN yang dimutasi ke SMAN 9 Palembang untuk mata pelajaran sejarah. Akibatnya, terjadi pembagian Jam Pelajaran (JP) yang memprioritaskan guru bersertifikasi sesuai aturan.

    “Kita memetakan pemenuhan jam guru sertifikasi dulu yakni 24 JP. Sedangkan Ibu Veni hanya kebagian 2 JP untuk mata pelajaran sejarah. Itu karena jamnya sudah terisi oleh guru bersertifikasi. Tahun ajaran 2023–2024 juga begitu,” ujarnya.

    Terkait informasi bahwa Dinas Pendidikan sempat menyatakan Veni memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi PPPK, Syamsul mengaku belum mengetahui hal tersebut.

    “Kalau saya berdasarkan data yang ada. Kalau menurut dinas memenuhi syarat, tentu akan kita klarifikasi dan cek lagi. Saya juga tidak berani menghalangi hak orang,” katanya.

    Lebih lanjut, Syamsul menjelaskan bahwa pada Juli–Agustus 2025, Veni sempat mencoba mengisi data untuk pendaftaran PPPK paruh waktu. Namun, sistem aplikasi menolak pendaftarannya.

    “Dia memang mau ikut tes, tapi aplikasi langsung menolak dan tidak bisa lanjut. Di SMAN 9 ini muncul 14 nama guru yang bisa daftar, tapi tidak ada nama beliau karena belum memenuhi syarat,” terangnya.

    Syamsul menilai permasalahan yang dialami Veni bukan karena adanya penolakan dari pihak sekolah, melainkan lebih kepada antrean dan mekanisme administrasi.

    “Sebenarnya ini lebih ke soal bersabar dan menunggu antrean saja,” pungkasnya.

    Sementara sebelumnya, Veni Zeliana, guru mata pelajaran sejarah ini mengaku, diminta mundur dari sekolah tempatnya mengajar.

    “Saya diminta berhenti dari sekolah ini, dengan alih-alih oknum-oknum itu memberikan dukungan kepada saya untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” jelasnya.

    Guru Honorer, Veni Zeliana. (Photo: Deni Kurniawan)

    Veni menjelaskan, bahwa dirinya telah mengabdikan diri di SMA Negeri tersebut sejak 22 November 2022 dan sampai saat ini dirinya terus mengalami cobaan dugaan diskriminasi dan intimidasi dari pihak sekolah.

    Ia juga mengungkap bahwa sejak November 2024 kariernya di sekolah itu seperti dipersulit.

    “Saya sudah mengajar sejarah tingkat lanjut di kelas XI. Namun sejak tahun lalu, mata pelajaran itu tiba-tiba dihapus dari daftar paket sekolah. Alasannya, katanya cukup diambil oleh tiga guru ASN yang sudah ada dan peminatnya sedikit, padahal siswa-siswa saya justru sangat antusias,” terangnya.

    Tak berhenti di situ, diterangkan Veni  nasib malang yang dialaminya terus berlanjut ketika ia tidak direkomendasikan pihak sekolah untuk mengikuti seleksi PPPK tahap dua tahun 2024.

    Ia mengaku telah memenuhi semua syarat, namun hanya dirinya yang tak dimasukkan namanya ke dalam daftar peserta.

    “Semua syarat saya penuhi. Tapi nama saya tidak diusulkan pihak sekolah. Saya sudah coba klarifikasi, malah dipingpong ke sana kemari tanpa jawaban jelas. Alasan mereka berubah-ubah. Saya merasa diperlakukan tidak adil,” ujarnya.

    Veni mengaku merasa difitnah dan diopinikan buruk sehingga kariernya seolah dipatahkan. Ia juga mengaku mendapat desakan halus untuk mengundurkan diri dan mencari sekolah lain.

    “Saya hanya ingin keadilan. Siswa-siswa saya pun bertanya mengapa saya tidak lagi mengajar. Mereka tahu saya kompeten di bidang sejarah, tapi pelajaran sejarah tingkat lanjut malah dihapus. Saya merasa diperlakukan tidak layak sebagai guru yang sudah mengabdi,” ujarnya, seraya  menahan tangis. (ANA)

  • Tingkatkan Keterampilan, Formadika UIN Raden Fatah Mengabdi di Masyarakat Musi Rawas

    Tingkatkan Keterampilan, Formadika UIN Raden Fatah Mengabdi di Masyarakat Musi Rawas

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Salah satu bentuk upaya dalam meningkatkan keterampilan dan wawasan mahasiswa dibidang matematika dan keguruan, Forum Mahasiswa Pendidikan Matematika (Formadika) UIN Raden Fatah Palembang melakukan kegiatan pengabdian ditengah masyarakat Kabupaten Musi Rawas.

    Nabila Nora Gresia, selaku Ketua Pelaksana kegiatan Formadika menyampaikan bahwa kegiatan Formadika Mengabdi merupakan kegiatan mandiri dalam lingkup forum mahasiswa, dimana peran yang diambil yaitu peran sebagai forum kemahasiswaan yang mewadahi, mengembangkan, dan menyalurkan potensi mahasiswa program studi pendidikan matematika.

    “Salah satunya yang dilakukan saat ini yaitu kegiatan ilmiah dan pengembangan diri dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat, seperti yang dilakukan di masyarakat Kabupaten Musi Rawas tepatnya di Desa F Trikoyo Kecamatan Tugu Mulyo,” jelasnya, Senin 6 Oktober 2025.

    “Kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan wawasan mahasiswa dibidang matematika dan keguruan. Salah satu yang dilakukan yaitu kegiatan ilmiah dan pengembangan diri dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat,” tambahnya.

    Dijelaskannya, tema yang diusung dalam kegiatan itu yakni dari mahasiswa untuk bangsa dengan membentuk calon guru berintegritas dengan semangat pengabdian dan kecerdasan numerasi.

    Sementara Wakil Ketua Bidang Kurikulum, Eka Samuningsih S HI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang tergabung dalam Formadika karena telah menginisiasi kegiatan pengabdian dengan tujuan menanamkan nilai integritas, kepedulian sosial, dan kecerdasan numerasi di tengah masyarakat.

    “Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan materi dari para narasumber seperti narasumber Selpi Saputri yang mengedepankan topik dunia perkuliahan,” katanya.

    “Materi ini memberikan gambaran umum tentang kehidupan perkuliahan, tantangan akademik, serta pentingnya kesiapan mental dan intelektual bagi mahasiswa. Kemudian narasumber  Uchi Istianda dengan topik beasiswa di perkuliahan yang menekankan pentingnya informasi terkait peluang beasiswa, baik akademik maupun non-akademik, sebagai salah satu bentuk dukungan dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan mahasiswa,” tambahnya.

    Selanjutnya, dikatakan Eka, narasumber Annisatul Mardiah Nasution memaparkan dengan mengedepankan topik matematika bermakna.

    “Materi ini menekankan bahwa pembelajaran matematika harus dikaitkan dengan konteks kehidupan nyata,” terangnya. (ANA)

  • Al Islam Kemuhammadiyahan Harus Jadi Identitas Kebanggaan

    Al Islam Kemuhammadiyahan Harus Jadi Identitas Kebanggaan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), khususnya yang menempuh pendidikan di Fakultas Agama Islam, harus memiliki jati diri serta menjadi identitas kebanggaan tersendiri terhadap Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK).

    Karena, menurut Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Palembang, Drs Abu Hanifah hal inilah

    yang menjadi pembeda dibandingkan lulusan kampus terakreditasi unggul ini dengan lulusan kampus lain.

    Lebih lanjut, Abu Hanifah memberikan pesan yang kuat mengenai makna AIK bagi mahasiswa dan lulusan, bahwa AIK bukan sekadar formalitas akademik, melainkan jati diri yang harus diwujudkan dalam karakter dan tindakan.

    “AlK ini bukan sekadar pelengkap kurikulum, tetapi identitas utama yang membedakan lulusan Universitas Muhammadiyah Palembang dari kampus lain,” terangnya, saat membuka kegiatan Baitul Arqam Mahasiswa (BAM) baru Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang tahun akademik 2025/2026 di Pondok Pesantren Thawalib Sriwijaya, Palembang.

    “Saya berharap mahasiswa baru mengikuti BAM dengan kesungguhan, karena dari sinilah karakter, kepribadian, dan cara pandang Muhammadiyah dibentuk, dan memahami jati diri AIK sekaligus bekal moral dan intelektual saat menjadi lulusan nanti,” tambahnya, Senin 6 Oktober 2025.

    Ia menambahkan bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang tidak cukup hanya berkompeten secara akademik, mereka juga harus memiliki keunggulan akhlak, spiritualitas, dan pemahaman keislaman yang berkemajuan.

    “Lulusan Muhammadiyah dikenal bukan hanya karena ijazahnya, tetapi karena nilai yang mereka tunjukkan dalam kehidupan sosial dan profesional,” katanya.

    Sebelumnya, ratusan mahasiswa UMP  penerima beasiswa yang biaya kuliahnya dibiayai oleh negara atau terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Angkatan 2025 dituntut tidak bukan hanya menuntaskan studi tepat waktu, melainkan juga harus berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr Suroso PR S Ag M Pd I kepada media ini, Rabu 2 Oktober 2025.

    Menurutnya, ada 140 mahasiswa baru yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Palembang tercatat sebagai penerima beasiswa prestisius tersebut.

    “Mereka kita tuntut tidak hanya fokus menyelesaikan kuliah tepat waktu tetapi juga harus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” terangnya.

    Katanya, penerimaan mahasiswa baru yang kuliahnya dibiayai oleh negara itu merupakan salah satu bukti komitmen Universitas Muhammadiyah Palembang dalam mencetak generasi unggul berdaya saing.

    “KIP Kuliah adalah amanah dari pemerintah. Mahasiswa yang terpilih menerima program ini adalah mereka yang mendapatkan kesempatan emas. Karena itu, prestasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Kami berharap kalian mampu menorehkan pencapaian akademik maupun non akademik hingga ke kancah internasional,” tegasnya. (ANA)

  • Guru SMA Negeri di Kertapati Diduga Alami Diskriminasi dan Intimidasi

    Guru SMA Negeri di Kertapati Diduga Alami Diskriminasi dan Intimidasi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang guru perempuan di salah satu SMA Negeri di Kecamatan Kertapati Palembang, yang masih berstatus honorer, diduga telah menjadi korban diskriminasi dan intimidasi dari sekolah tempatnya mengabdi. Guru mata pelajaran sejarah bernama Veni Zeliana S Pd ini mengaku diminta mundur dari sekolah tempatnya mengajar.

    “Saya diminta berhenti dari sekolah ini, dengan alih-alih oknum-oknum itu memberikan dukungan kepada saya untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” jelasnya, Jumat 3 Oktober 2025.

    Veni menjelaskan, bahwa dirinya telah mengabdikan diri di SMA Negeri tersebut sejak 22 November 2022 dan sampai saat ini dirinya terus mengalami cobaan dugaan diskriminasi dan intimidasi dari pihak sekolah. Ia juga mengungkap, bahwa sejak November 2024 kariernya di sekolah itu seperti dipersulit.

    “Saya sudah mengajar sejarah tingkat lanjut di kelas XI. Namun sejak tahun lalu, mata pelajaran itu tiba-tiba dihapus dari daftar paket sekolah. Alasannya, katanya cukup diambil oleh tiga guru ASN yang sudah ada dan peminatnya sedikit, padahal siswa-siswa saya justru sangat antusias,” terangnya.

    Tak berhenti di situ, diterangkan Veni, nasib malang yang dialaminya terus berlanjut ketika ia tidak direkomendasikan pihak sekolah untuk mengikuti seleksi PPPK tahap dua tahun 2024.

    Ia mengaku telah memenuhi semua syarat, namun hanya dirinya yang tak dimasukkan namanya ke dalam daftar peserta.

    “Semua syarat saya penuhi. Tapi nama saya tidak diusulkan pihak sekolah. Saya sudah coba klarifikasi, malah dipingpong ke sana kemari tanpa jawaban jelas. Alasan mereka berubah-ubah. Saya merasa diperlakukan tidak adil,” ujarnya.

    Veni mengaku merasa difitnah dan diopinikan buruk sehingga kariernya seolah dipatahkan. Ia juga mengaku mendapat desakan halus untuk mengundurkan diri dan mencari sekolah lain.

    “Saya hanya ingin keadilan. Siswa-siswa saya pun bertanya mengapa saya tidak lagi mengajar. Mereka tahu saya kompeten di bidang sejarah, tapi pelajaran sejarah tingkat lanjut malah dihapus. Saya merasa diperlakukan tidak layak sebagai guru yang sudah mengabdi,” ujarnya seraya  menahan tangis.

    Sementara itu, Kepala SMA Negeri tersebut melalui sambungan telepon tidak mau memberikan keterangan panjang prihal permasalahan ini.

    Ia hanya menyampaikan undangan untuk hadir langsung ke sekolah pada Senin mendatang untuk memperoleh klarifikasi.

    “Terima kasih informasinya, agar mendapat berita berimbang, kami mengundang untuk hadir di sekolah, Senin Pukul 09.00 WIB,” ujar Kepsek itu. (ANA)

  • Tak Hanya Sebatas Jargon, Program MRA Jadikan Madrasah Rumah Kedua Bagi Siswa

    Tak Hanya Sebatas Jargon, Program MRA Jadikan Madrasah Rumah Kedua Bagi Siswa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – MTs Negeri 2 Palembang yang berlokasi di Jalan Inspektur Marzuki Kelurahan 20 Ilir D IV Kecamatan Ilir Bar I ini, terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang siswa melalui Program Madrasah Ramah Anak (MRA).

    Kepala MTs Negeri 2 Palembang, M A Fajar menyampaikan bahwa Program MRA ini bukan hanya sebatas jargon, tetapi telah menjadi bagian penting dari budaya madrasah.

    “Kami ingin madrasah ini menjadi rumah kedua bagi siswa, tempat mereka merasa dihargai, didengar, dan tumbuh dengan bahagia,” terangnya, Sabtu, 4 Oktober 2025.

    Menurutnya, upaya ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, bebas dari kekerasan, serta mendorong keterlibatan aktif seluruh warga madrasah, khususnya peserta didik.

    “MTsN 2 Palembang mengimplementasikan Program MRA sebagai bagian dari langkah strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berorientasi pada perlindungan hak-hak anak,” katanya.

    “Program ini dijalankan oleh seluruh elemen madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru, staf, hingga peserta didik, dengan dukungan dari Komite Madrasah serta pihak-pihak eksternal seperti Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kota Palembang,” tambahnya.

    Diterangkannya, program ini mulai diintensifkan sejak awal tahun ajaran 2025/2026, dan kini telah memasuki tahap penguatan nilai-nilai serta pembudayaan di lingkungan madrasah.

    “Program Madrasah Ramah Anak bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa mendapatkan hak atas pendidikan yang layak dalam lingkungan yang aman, tanpa diskriminasi, serta berdampak dalam pengembangan potensi akademik dan karakter mereka secara optimal,” ujarnya.

    Implementasi program dilakukan melalui berbagai strategi, disampaikan Fajar, seperti penerapan kebijakan zero tolerance terhadap kekerasan fisik maupun verbal.

    “Peningkatan kapasitas guru dalam membangun interaksi positif dan komunikatif dengan siswa, penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung kenyamanan belajar,

    pelibatan siswa dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan forum musyawarah siswa, dan penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan yang inklusif,” jelasnya melanjutkan. (ANA)

  • Tinjau MBG, Kadisdik Ingatkan Tentang Menjaga Fasilitas

    Tinjau MBG, Kadisdik Ingatkan Tentang Menjaga Fasilitas

    SUARAPULIK.ID, PALEMBANG – Guna memastikan agar fasilitas sarana dan prasarana yang tersedia berjalan sesuai dengan fungsinya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, M Affan Prapanca turun langsung meninjau ke SMP Negeri 22 Palembang, Sabtu 4 Oktober 2025.

    Di SMP yang berlokasi di Jalan Inspektur Marzuki No 2922, Kelurahan Siring Agung Kecamatan Ilir Barat I itu, Affan mengingatkan para guru agar tidak hanya memperluas pengetahuan saja tetapi juga dapat menjaga dan meningkatkan standar sarana yang tersedia.

    “Dalam kunjungan ini saya berharap tenaga pendidik dapat menjaga  sarana prasarana yang sudah tersedia

    karena fasilitas infrastruktur yang memadai ini tentunya akan mendukung proses pembelajaran yang efektif, jangan tidak dirawat, kebersihan dan kerapiannya harus diperhatikan,” jelasnya.

    “Saya meninjau kondisi fisik bangunan dan fasilitas pendidikan di SMP Negeri 22 ini untuk memastikan agar pemanfaatan sarana sesuai dengan fungsinya,” tambahnya.

    Selain itu, disampaikan Affan agar kualitas peserta didik semakin baik para guru juga diminta memperluas pengetahuan, wawasan dan keterampilan terutama di era digital yang terus berubah.

    “Saya berharap para guru terus meningkatkan wawasan dan keterampilan agar kualitas peserta didik semakin baik karena

    pembenahan sarana harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidik,” katanya.

    Tak hanya itu di SMP 22, Kadisdik yang turut didampingi Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SMP juga meninjau Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah tersebut.

    “Program ini merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak di sekolah,” ujarnya.

    “Dengan kolaborasi dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, komunitas, donatur, hingga relawan,  program ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. tuturnya. (ANA)

  • Timba Ilmu di MTs 1, 13 Mahasiswa dari Dua Fakultas UIN Diharapkan Jadi Guru Masa Depan

    Timba Ilmu di MTs 1, 13 Mahasiswa dari Dua Fakultas UIN Diharapkan Jadi Guru Masa Depan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 13 orang mahasiswa magang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang resmi dikembalikan ke pihak kampus. Mereka telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan praktik magang di  MTs Negeri 1 Kota Palembang.

    “Alhamdulilah, tugas kami memberikan pendampingan, arahan, dan bimbingan selama mahasiswa praktik di madrasah ini telah selesai. Dulu, kami terima sebanyak 13 mahasiswa. Hari ini kami serahkan kembali utuh tanpa kurang suatu apapun. Semoga ilmu dan pengalaman selama magang menjadi bekal adik-adik mahasiswa menjadi guru profesional di masa depan,” terang Kepala MTs Negeri 1 Palembang Listya Yustikarini, Jumat 3 Oktober 2025.

    Kepala MTsN 1 Palembang mengapresiasi kinerja para mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang itu. Ia menilai, para mahasiswa aktif selama melakukan magang dari tanggal 25 Agustus 2025 sampai 30 September 2025 lebih kurang selama satu bulan.

    “Mereka aktif dan semangat, tanpa diperintah, ikut menyambut siswa datang, upacara, aktif membantu berbagai kegiatan madrasah. Praktik mengajar di kelas juga sudah baik,” ungkapnya.

    Listya meyakinkan mahasiswa, bisa menjadi guru profesional dengan menerapkan ilmu, bimbingan guru pamong, dan pengalaman yang diperoleh dari madrasah.

    Disampaikannya, melalui praktik mengajar langsung di kelas, merancang perangkat pembelajaran, membuat media, menghadapi siswa dengan berbagai gaya belajar, dan hubungan komunikasi dengan guru maupun pegawai menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa magang itu

    untuk mempersiapkan diri menjadi guru profesional.

    Ia menambahkan, apa yang menjadi program dan keinginan dari Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) pada prinsipnya sudah dilaksanakan di MTs N 1 Palembang.

    Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), dilanjutkannya secara bertahap juga sudah dilaksanakan terutama pada mata pelajaran agama, dan menyusul nanti ke semua mata pelajaran umum.

    “Bukan hanya di kelas, praktik KBC juga menjadi budaya di lingkungan madrasah,” katanya.

    “Kami juga sudah memastikan tidak ada hal-hal negatif yang terjadi di madrasah ini. Kami selalu memantau dan pengawasan ketat. Juga masalah bullying atau perundungan, kekerasan kepada siswa kami pastikan tidak terjadi. Kami cepat tanggap dalam merespon hal-hal tersebut,” tuturnya.

    Sementara, ditambahkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UIN Raden Fatah Palembang, Muhammad Isnaini, pihaknya menyampaikan terima kasih atas bantuan dan keikhlasan kepala madrasah, para guru, dan guru pamong sudah membimbing, mengarahkan, membantu pembuatan modul ajar, dan lain sebagainya.

    Sehingga, katanya teori mereka para mahasiswa magang dibangku kuliah dapat mereka praktikan secara langsung. Ia juga mengharapkan keikhlasan ilmu yang diajarkan oleh para guru agar berkah untuk para mahasiswa.

    “Kami ucapkan dari lubuk hati yang paling dalam mewakili Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan terima kasih kepada MTsN 1 Palembang masih ingin menerima mahasiswa kami walaupun dalam keadaan mereka tertatih-tatih, membuat modul ajarnya masih mau diajarkan, membuat evaluasinya masih mau diajarkan walaupun mereka sebetulnya sudah melalui magang satu dan magang dua dan ini magang yang paling akhir bagi mereka,” katanya.

    Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Raden Fatah Palembang itu juga menitipkan tiga hal yang merupakan pesan dari Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI, Prof Dr Nyayu Khodijah yakni agar madrasah mensukseskan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), menghilangkan hal-hal yang bersifat negatif dari madrasah, dan terakhir mewujudkan lingkungan madrasah anti bullying atau perundungan.

    Dirinya juga mengaku bangga dengan MTsN 1 Palembang, kepada kepala madrasah, para wakil, para guru, dan pegawai sangat ramah dan peduli, serta perhatian terhadap mahasiswa magang, sehingga, kehadiran mereka di madrasah benar-benar dihargai dan menjadi kesan yang sangat berharga.

     “Kami sangat senang di sini. Tetapi, kami yakin tingkah laku, tindak tanduk kami tidak sesuai harapan, kami mewakili teman-teman mohon maaf setulus hati kepada MTs Negeri 1 Palembang kalau saja ada hal-hal kurang berkenan yang dilakukan oleh mahasiswa kami selama menjalani proses magang,” tandasnya. (ANA)

  • Kadisdik Minta Para Guru Tingkatkan Wawasan dan Keterampilan

    Kadisdik Minta Para Guru Tingkatkan Wawasan dan Keterampilan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Guna meningkatkan kualitas peserta didik di Kota Palembang semakin baik, para guru diminta memperluas pengetahuan, wawasan dan keterampilan terutama di era digital yang terus berubah.

    “Saya berharap para guru terus meningkatkan wawasan dan keterampilan agar kualitas peserta didik semakin baik karena pembenahan sarana harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidik,” jelas Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang, M Affan Prapanca, kepada media ini, Jumat 3 Oktober 2025.

    Bermacam cara, lanjut Affan bisa dilakukan dalam meningkatkan kualitas tenaga pengajar baik melalui pelatihan profesional berkelanjutan, keikutsertaan dalam workshop dan seminar, ataupun kegiatan membaca buku untuk memperluas pengetahuan.

    “Peningkatan ini penting agar guru dapat menggunakan teknologi terbaru, menerapkan metode pengajaran inovatif, dan beradaptasi dengan perubahan karakter peserta didik, sehingga mampu menciptakan pendidikan yang berkualitas,” jelasnya.

    Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada tenaga pengajar saja, tetapi sarana dan prasarananya juga harus diperhatikan dan ditingkatkan lagi. Oleh karena itu, sekolah dengan kondisi darurat akan menjadi prioritas perbaikan.

    “Saya sudah berkunjung ke beberapa sekolah yang menjadi prioritas untuk dibenahi seperti SD Negeri 17, SD Negeri 28, SD 230 dan beberapa SD lainnya lagi di Palembang,” katanya.

    “Peninjauan ke beberapa sekolah itu menjadi bukti keseriusan Pemkot Palembang melalui Dinas Pendidikan untuk memperbaiki sekolah rusak. Program ini diharapkan mampu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menjamin keselamatan siswa di sekolah,” tambahnya.

    Affan menegaskan, peninjauan ini menjadi sinyal dimulainya program pembaharuan infrastruktur sekolah secara konsisten dan bertahap.

    “Percepatan perbaikan adalah komitmen Dinas Pendidikan mendukung visi dan misi wali kota di bidang pendidikan,” ujarnya.

    Selain fokus pada infrastruktur, dilanjutkannya, saat kunjungan ke sekolah-sekolah dirinya juga menyempatkan diri berinteraksi dengan guru dan tenaga kependidikan.

    “Saya memperkenalkan diri sekaligus memberikan pembinaan agar para pendidik tetap semangat menjalankan tugas,” terangnya.

    “Sepekan saya menjabat sebagai Kadisdik sekolah yang dilaporkan mengalami kerusakan serius, khususnya bagian atap yang roboh dan membahayakan proses belajar yakni SD Negeri 17 Palembang. Para guru banyak berharap langkah cepat pemerintah segera diwujudkan agar kegiatan belajar mengajar kembali berjalan aman dan nyaman,” tuturnya. (ANA)

  • Mahasiswa Penerima KIP Dituntut Berprestasi Nasional dan Internasional

    Mahasiswa Penerima KIP Dituntut Berprestasi Nasional dan Internasional

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ratusan mahasiswa penerima beasiswa yang biaya kuliahnya dibiayai oleh negara atau terdaftar sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Angkatan 2025 dituntut tidak bukan hanya menuntaskan studi tepat waktu, melainkan juga harus berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr Suroso PR S Ag M Pd I kepada media ini, Rabu 2 Oktober 2025.

    Menurutnya, ada 140 mahasiswa baru yang kuliah di Universitas Muhammadiyah Palembang tercatat sebagai penerima beasiswa prestisius tersebut.

    “Mereka kita tuntut tidak hanya fokus menyelesaikan kuliah tepat waktu tetapi juga harus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” terangnya.

    Katanya, penerimaan mahasiswa baru yang kuliahnya dibiayai oleh negara itu merupakan salah satu bukti komitmen Universitas Muhammadiyah Palembang dalam mencetak generasi unggul berdaya saing.

    “KIP Kuliah adalah amanah dari pemerintah. Mahasiswa yang terpilih menerima program ini adalah mereka yang mendapatkan kesempatan emas. Karena itu, prestasi bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Kami berharap kalian mampu menorehkan pencapaian akademik maupun non akademik hingga ke kancah internasional,” tegasnya.

    Ia juga mengingatkan bahwa Universitas Muhammadiyah Palembang akan memberikan dukungan, baik berupa pembinaan, pendampingan, maupun fasilitas penunjang agar mahasiswa penerima KIP bisa berkembang secara maksimal. Menurutnya, peluang terbuka luas, mulai dari lomba akademik, riset, pertukaran pelajar, hingga ajang kreativitas mahasiswa.

    Selain menekankan aspek prestasi, Dr Suroso juga menyoroti pentingnya karakter dan integritas.

    “Beasiswa ini bukan hanya soal biaya kuliah yang ditanggung pemerintah. Lebih dari itu, mahasiswa harus menunjukkan etos kerja keras, kedisiplinan, dan akhlak mulia. Inilah yang membedakan mahasiswa penerima KIP dengan mahasiswa lainnya,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga kontribusi nyata dalam organisasi kemahasiswaan, kegiatan sosial, dan inovasi yang bisa memberi dampak bagi masyarakat. (ANA)

  • Guru Besar dari India Kunjungi UMP, Perkuat Kapasitas Dosen dan Mahasiswa

    Guru Besar dari India Kunjungi UMP, Perkuat Kapasitas Dosen dan Mahasiswa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Guna memperkuat kapasitas dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang mampu bersaing di tingkat global Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) mendatangkan seorang akademisi dari National Institute of Technology Karnataka (NITK) Surathkal India, Prof Arun M Isloor Ph D.

    Kedatangan guru besar asal India itu guna menjadi narasumber pada  visiting lecturer workshop research paper writing yang diselenggarakan oleh UM Palembang pada, Rabu 2 Oktober 2025.

    Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Sumber Daya Manusia dan Kerjasama UMP Palembang, Dr Eko Ariyanto M Chem Eng mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen Universitas Muhammadiyah sebagai salah satu perguruan tinggi di Kota Palembang yang aktif membangun jejaring akademik internasional.

    Ia menegaskan pentingnya kegiatan workshop ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi langkah strategis untuk membangun kolaborasi internasional.

    “Harapannya melalui kegiatan ini melahirkan karya tulis bersama antara dosen Universitas Muhammadiyah Palembang dengan akademisi dari NITK yang bisa dipublikasikan di jurnal bereputasi,” ujarnya.

    Diharapkan, katanya hasil kolaborasi ini bukan hanya menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal internasional, tetapi juga berdampak nyata dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan.

    Ditambahkan Rektor UMP Prof Dr Abid Djazuli SE MM, adanya kegiatan seperti ini menegaskan posisi Universitas Muhammadiyah Palembang bukan hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai lembaga penguji kompetensi yang diakui secara internasional.

    “Alhamdulillah, capaian ini menjadi tonggak penting bagi Universitas Muhammadiyah Palembang dalam meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memberi mereka pengakuan kompetensi yang berstandar nasional,” tuturnya.

    Sebelumnya, UMP juga kembali membuktikan diri sebagai kampus di Provinsi Sumatera Selatan yang serius mendorong internasionalisasi pendidikan.

    Kampus dengan almamater hijau tersebut mendapat kunjungan penting dari SUM Technology Co Ltd,  perusahaan teknologi asal Kobe, Jepang, Selasa (16/9/2025).

    Kampus yang sudah terakreditasi unggul ini berencana akan menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Jepang tersebut dalam bidang rekrutmen mahasiswa dan lulusan berprestasi.

    Kunjungan resmi tersebut berlangsung di Gedung KH Faqih Usman Universitas Muhammadiyah Palembang yang dihadiri delegasi, antara lain, Mr Ueda Atsuhiro (Operational Sales Director), Mr Mihara Seiji (Director of Finance), dan Mr Syamsul Arifin (Director of Engineering and HR) dari SUM Technology Co Ltd.

    SUM Technology Syamsul Arifin menyampaikan niatnya untuk merekrut mahasiswa dari berbagai program studi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang. Tidak hanya sekadar mencari tenaga kerja, perusahaan Jepang itu juga menekankan pentingnya mengembangkan potensi mahasiswa agar siap bersaing di dunia industri global.

    “Kami percaya kerja sama ini akan membuka prospek berharga bagi mahasiswa dan lulusan Universitas Muhammadiyah Palembang termasuk program magang langsung di perusahaan,” ungkap Syamsul Arifin. (ANA)

  • Sejumlah SD Negeri di Palembang Masih Kekurangan Ruang Kelas

    Sejumlah SD Negeri di Palembang Masih Kekurangan Ruang Kelas

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kondisi kekurangan ruang kelas belajar masih banyak dihadapi di sejumlah sekolah-sekolah dasar di Kota Palembang, baik karena ruang kelas yang rusak atau jumlah ruang yang tidak sebanding dengan jumlah siswa.

    Diberbagai pertemuan Pemerintah Kota Palembang telah banyak menyebutkan bahwa sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan ruang kelas, namun masalah ini memerlukan perhatian dan solusi berkelanjutan guna memastikan kualitas pendidikan yang layak.

    Kebutuhan ruang belajar mendesak turut disampaikan beberapa kepala sekolah seperti Kepala SD Negeri 103 Palembang, Rosalina yang menyampaikan betapa beratnya menampung 600 siswa hanya dengan lima ruang belajar dari total 18 rombongan belajar (rombel).

    “Kami terpaksa membagi kelas jadi empat shift dalam sehari. Anak-anak hanya belajar sekitar dua jam,” tuturnya, kepada media ini saat dibincangi, Kamis 2 Oktober 2025.

    Padahal, lanjut Rosalina, lahan sekolah masih memungkinkan untuk pembangunan ruang kelas tambahan. Menurutnya, sekolah yang beralamat di Jalan Swadaya Murni RT 22 RW 09 Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang ini sudah mengajukan proposal ke pemerintah melalui dinas terkaitnya namun sampai saat ini belum ada realisasi.

    “Kami berharap agar kebutuhan ruang kelas baru bisa segera terealisasi,” harapnya.

    Hal yang sama juga disampaikan Kepsek SD Negeri 248 Palembang,  Zulherman. Menurut Zulherman, sekolahnya yang berlokasi di Jalan Husin Basri RT 01 RW 01 Kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang ini memiliki 970 siswa dengan 28 rombel, tetapi hanya 10 ruang belajar.

    “Kami jalankan tiga shift. Situasi ini tidak ideal bagi perkembangan anak. Kami butuh tambahan ruang kelas segera,” katanya.

    Sementara itu menanggapi akan hal ini Walikota Palembang Ratu Dewa mengatakan kondisi seperti ini akan menjadi perhatian serius dari pemerintah untuk segera ditindaklanjuti.

    “Segera akan kita benahi, dan dianggarkan proses pembangunan penambahan ruang kelas baru di sejumlah SD yang ada di Kota Palembang,” ujarnya.

    Kata Dewa, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah kota.

    Menurutnya, fasilitas sekolah yang layak, salah satunya penambahan ruang kelas baru bukan hanya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

    “Pemerintah kota akan memastikan fasilitas pendidikan di Palembang terus ditingkatkan, baik dari sisi fisik bangunan maupun sarana pendukung lainnya,” jelasnya.

    Sebelumnya, anggota DPRD Kota Palembang Ruspanda Karibullah, ST dari Fraksi PAN juga menjelaskan bahwa salah satu aspirasi terbesar terkait pendidikan yang muncul yakni persoalan kekurangan ruang kelas di berbagai sekolah.

    Menurutnya, kondisi tersebut harus segera diatasi agar proses belajar mengajar di sekolah-sekolah dasar yang ada di Kota Palembang ini tidak terganggu.

    “Beberapa sekolah memang sangat mendesak, dan sudah kita catat untuk menjadi prioritas. Dengan begitu, tidak ada lagi anak-anak yang hanya bisa belajar sebentar karena keterbatasan ruang,” jelasnya. (ANA)

  • Perkuat Sinergi, Polda Ajak Mahasiswa Unsri Cegah Radikal Terorisme di Lingkungan Kampus

    Perkuat Sinergi, Polda Ajak Mahasiswa Unsri Cegah Radikal Terorisme di Lingkungan Kampus

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Universitas Sriwijaya (Unsri) bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Sumsel, menggelar seminar wawasan kebangsaan dan pencegahan intoleransi, radikalisme, serta terorisme di lingkungan kampus, Rabu 1 Oktober 2025.

    Kegiatan yang berlangsung di Graha Sriwijaya Kampus Palembang itu, diikuti oleh sivitas akademika Unsri, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi salah satunya Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Sumsel, Dr Isabella Kepala  Kesbangpol Provinsi Sumsel, Dr H Alfajri Zabidi dan eks Napiter, Budi Setiawan Ismail alias Abu Ghozi.

    Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Unsri, Prof Dr Ir H Rujito Agus Suwignyo mengatakan, bahwa seminar ini memiliki makna yang sangat strategis terutama dalam memperkuat wawasan kebangsaan.

    “Tentu kita memahami juga bahwa intoleransi, radikalisme dan terorisme adalah tantangan besar yang dihadapi oleh masyarakat kita terutama di dunia pendidikan. Kita semua tentu sepakat bahwa sikap intoleran yang berujung pada radikalisme dan terorisme tidak dapat dibiarkan berkembang terutama di kalangan generasi muda yang merupakan harapan bangsa,” terangnya.

    Oleh karena itu, menurutnya melalui seminar ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih tentang bahaya-bahaya tersebut dan bagaimana cara mencegahnya, terutama dalam kehidupan kampus.

    “Menghadapi terorisme saat ini adalah dengan penguatan ideologi, mahasiswa memiliki intelektualitas dan responsivitas terhadap masalah kedepan, manfaatkan kegiatan ini dengan baik karena narasumber adalah pakar yang kompeten terkait pencegahan terorisme,” katanya.

    “Dengan menanamkan nilai-nilai toleransi, pemuda dapat membangun jembatan komunikasi yang kuat, mengurangi konflik, dan memperkuat solidaritas sosial,” tambahnya.

    Dalam beragama, katanya harus mengedepankan sikap toleran, saling menghormati, dan memahami perbedaan. Ketika agama dijalankan dengan cinta kasih dan pengertian, akan menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai, menjauhkan diri dari ekstremisme dan radikalisme yang merusak.

    “Pendidikan agama yang inklusif dan moderat menjadi kunci dalam membangun perdamaian dan menghilangkan benih-benih terorisme,” ujarnya. (ANA)

  • Supervisi Guru, Tingkatkan Mutu Profesionalisme Tenaga Pengajar

    Supervisi Guru, Tingkatkan Mutu Profesionalisme Tenaga Pengajar

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Guna meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalisme tenaga pengajar, MTs Negeri 1 Palembang melaksanakan kegiatan supervisi guru, Rabu 1 Oktober 2025.

    Kegiatan ini menjadi agenda rutin madrasah untuk memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai standar dan memberikan dampak positif bagi peserta didik.

    Kepala MTsN 1 Palembang, Listya Yustikarini, menjelaskan bahwa supervisi merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga kualitas pendidikan.

    “Supervisi guru bukan sekadar penilaian, tetapi lebih kepada pembinaan agar guru dapat terus berkembang, kreatif, dan inovatif dalam mengajar,” ujarnya.

    Pelaksanaan supervisi dilakukan oleh tim yang terdiri dari kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, guru senior atau pembina serta pengawas madrasah.

    “Mereka memantau secara langsung kegiatan belajar mengajar di kelas, mencatat temuan, dan memberikan umpan balik yang membangun,” katanya.

    Ditambahkan Wakil Kepala Bidang Kurikulum MTs Negeri 1 Palembang, Hilayati sebelum dilakukan supervisi, para guru terlebih dahulu melakukan pra supervisi.

    “Jadi, tujuan dari pra supervisi itu pengarahan awal kepada guru agar pelaksanaan supervisi berjalan efektif, dan terarah. Menyamakan persepsi antara supervisor dan guru mengenai tujuan, manfaat, dan mekanisme supervisi,” jelasnya.

    Sementara Pengawas Madrasah, Dra Hj Zarwati M Pd yang melakukan supervisi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mengatakan, salah satu tugas pengawas madrasah adalah melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial, termasuk melakukan supervisi guru.

    Zarwati saat melakukan supervisi salah satu guru di kelas 8 C mengatakan, secara umum pelaksanaan pembelajaran sudah baik. Mulai dari kegiatan awal, inti, dan penutup.

    “Cara guru mengajar sudah bagus, penguasaan kelas bagus, interaksi dengan siswa. Ini harus dipertahankan dan ditingkatkan lagi,” katanya.

    Diakhir supervisi, ia memberikan penilaian dan menyampaikan hasil kepada guru. Juga, memeriksa administrasi kelengkapan guru. Disitu, guru mengetahui, kekurangan dan kelebihan saat mengajar, menjadi bahan evaluasi dan peningkatan kedepannya.

    Zarwati mengatakan, kemampuan penguasaan materi dan penguasaan kelas saat mengajar sangat menentukan keberhasilan siswa menyerap materi pelajaran. Selain itu, media mengajar juga sangat menentukan, apakah siswa tertarik atau tidak. Oleh karena itu guru harus mampu membuat media yang cocok dengan materi ajar.

    “Sekarang ini teknologi pendidikan semakin maju. Guru harus cerdas membaca situasi dan membuat media yang memang cocok dengan kelasnya. Manfaatkan kecanggihan teknologi untuk mendukung pembelajaran di kelas,” ungkapnya.

    Pengawas madrasah lanjutnya, memiliki peran melakukan pendampingan kepada sekolah atau madrasah dalam hal peningkatan mutu pendidikan. Salah satunya, melakukan pengawasan akademik ikut melakukan supervisi guru. Dari sini, bisa memberikan rekomendasi berdasarkan hasil pantauan langsung di kelas maupun lingkungan madrasah.

    “Saya sudah melihat langsung cara guru mengajar. Juga sudah memeriksa administrasi pembelajarannya. Secara keseluruhan sudah baik. Tapi, saya harap ini terus ditingkatkan, kebersihan kelas dan lingkungan madrasah terus dijaga ditingkatkan, kerjasama warga madrasah sangat penting dalam menumbuhkan budaya positif di madrasah,” imbuhnya.

    Guru-guru menyambut kegiatan supervisi dengan antusias. Salah satu guru, Nurhayati, mengungkapkan bahwa supervisi memberikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.

    “Masukan yang diberikan sangat membantu saya memperbaiki metode mengajar agar lebih menarik bagi siswa,” katanya.

    Dengan adanya supervisi ini, guru-guru menjadi lebih bersemangat mempersiapkan diri baik penampilan saat mengajar, maupun kelengkapan administrasinya.

    MTsN 1 Palembang berharap tercipta suasana belajar yang kondusif, guru semakin profesional, dan hasil belajar siswa semakin baik. Kegiatan supervisi dijadwalkan berlangsung hingga akhir bulan September, mencakup seluruh mata pelajaran yang diajarkan di madrasah. (ANA)

  • MTs 1 Dorong Siswa Berprestasi di Bidang Akademik Maupun Non Akademik

    MTs 1 Dorong Siswa Berprestasi di Bidang Akademik Maupun Non Akademik

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – MTs Negeri 1 Palembang terus mendorong siswa dan siswinya untuk berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik.

    Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs) 1 Palembang, Listya Yustikarini mengingatkan bahwa prestasi tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dijemput dengan usaha, doa, dan kerja keras.

    “Prestasi itu tidak turun begitu saja. Siswa harus mau berusaha, belajar dengan sungguh-sungguh, dan berani mencoba. Kalau kita menjemput prestasi dengan kerja keras, insyaAllah hasilnya akan baik,” ujarnya, saat dibincangi, Selasa 30 September 2025.

    Menurutnya,  untuk bisa meraih prestasi, salah satunya siswa harus memiliki niat yang kuat dalam hati. Niat sekolah yang benar, tidak nakal di kelas, mengikuti pelajaran dengan baik, mendengarkan nasihat guru dan berniat untuk yang baik-baik. Niat berawal dari saat akan berangkat ke madrasah.

    “Ya Allah berilah aku kemudahan menuntut ilmu,” katanya memberi contoh kepada para siswa.

    Listya Yustikarini menambahkan, prestasi bukan hanya dalam bentuk capaian juara atau piala, tetapi juga bisa terlihat dari perubahan sikap, kedisiplinan, dan semangat belajar siswa setiap harinya.

    “Prestasi itu luas maknanya. Tidak selalu harus juara satu. Saat anak-anak bisa lebih rajin, lebih percaya diri, dan mau berusaha lebih baik dari sebelumnya, akhlaknya semakin baik, itu juga sebuah prestasi,” jelasnya.

    Madrasah juga memberikan berbagai dukungan, seperti pembinaan rutin untuk lomba, pendampingan dari guru, serta kesempatan luas bagi siswa untuk mengasah bakat dan minat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler , pembinaan keagamaan menjadi wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

    Selain itu, MTsN 1 Palembang juga berkomitmen menciptakan suasana belajar yang nyaman dan penuh motivasi. Harapannya, siswa tidak hanya berprestasi di sekolah, tetapi juga mampu bersaing di tingkat kota, provinsi, bahkan nasional.

    “Yang penting anak-anak jangan takut gagal. Karena dari kegagalan kita belajar, dan dari usaha yang sungguh-sungguh, prestasi bisa kita raih,” tuturnya. (ANA)