Category: pendidikan

  • SMP 30 Perketat Keamanan usai Insiden Percobaan Penculikan Siswi

    SMP 30 Perketat Keamanan usai Insiden Percobaan Penculikan Siswi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pasca peristiwa percobaan penculikan yang dialami oleh korban siswi Kelas 7 SMPN 30 Palembang bernama Elsa (13), beberapa waktu lalu, hingga kini kasus tersebut terus bergulir dan masih ditangani oleh Satreskrim Polrestabes Palembang.

    Terkait keamanan di sekolah tempat korban menimba ilmu setelah kejadian itu pihak sekolah akhirnya angkat bicara.

    Kepala SMPN 30 Palembang, Kamila Delima MS i saat ditemui media ini akhirnya memberikan statement prihal kejadian yang dialami salah satu siswinya itu.

    “Benar adanya peristiwa tersebut dan hingga kini masih di tangani pihak kepolisian. Untuk korban sendiri didampingi orang tuanya sudah melapor ke Polrestabes Palembang,” ungkapnya, Senin 3 November 2025.

    Terkait keamanan sendiri sekolah, menurutnya, bahwa keamanan di  SMPN 30 Palembang sudah sangat ketat.

    “Dalam arti anak anak kita sampai di lokasi atau di depan sekolah ini terus dipantau oleh security sekolah (penjaga sekolah). Di SMNP 30 sendiri memiliki dua pagar sekolah yang artinya selalu di pantau oleh security dan beberapa guru lainnya,” jelasnya.

    Selain security, lanjutnya, ada juga guru piket yang berjumlah 8-9 orang yang memantau kegiatan anak anak mulai dari masuk sekolah hingga pulang sekolah.

    “Dan kita terus mengimbau kepada anak anak, usai melaksanakan kegiatan tadarusan kita melakukan refleksi, dimana kami selalu menghimbau anak anak, datang tempt waktu dan pulang tepat waktu,” bebernya.

    Disampaikannya, untuk jadwal pulang sudah selalu dikonfirmasi kepada orang tua melalui grup WhatsApp wali murid.

    “Jadi sekolah kita ini tidak ada yang namanya pulang mendadak mendadak. Jika pulang cepat tentunya pasti di beritahukan ke wali murid lewat grup WhatsApp yang ada,” katanya.

    Kamila juga menghimbau kepada orang tua untuk selalu mengantar dan menjemput anaknya.

    “Setiap anak-anak pergi sekolah dan pulang harus didampingi. Hal ini terus kami imbau kepada orangtua dan wali murid,” ungkapnya, sambil mengatakan jadwal masuk di SMPN 30, Palembang 06.40 WIB, sudah melakukan kegiatan sekolah.

    Untuk pulang sekolah, ditambahkan Kamila kembali, di hari Senin pukul 14.00 WIB sedangkan untuk hari Selasa, Rabu dan Kamis pukul 15.00 WIB dan untuk hari Jumat pulang pukul 11.20 WIB.

    “Jika ada pulang cepat sebelum pelajaran selesai. Tentunya pasti diberitahukan di grup WhatsApp,” tuturnya.

    Sementara itu, Pengamat Pendidikan sekaligus Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Palembang, H Ahmad Zulinto memberi peringatan keras terkait hal tersebut.

    “Kita bersyukur tidak ada korban jiwa. Namun ini menjadi peringatan keras bagi kita semua, terutama orang tua dan pihak sekolah, untuk meningkatkan kewaspadaan,” ujar Zulinto.

    Zulinto menegaskan bahwa menjaga keselamatan dan keamanan anak bukan hanya tugas satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, guru, dan orangtua.

    “Guru dan kepala sekolah wajib mengawasi siswa selama berada di lingkungan sekolah, sedangkan orang tua harus memastikan keamanan anak saat berangkat maupun pulang sekolah. Kolaborasi ini penting agar pendidikan anak berjalan dengan baik tanpa ada rasa cemas,” tegasnya.

    Menurutnya, kasus seperti ini tidak hanya menimbulkan kepanikan di kalangan orang tua, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi psikologis siswa. Karena itu, ia mengajak seluruh sekolah di Palembang untuk menguatkan sistem keamanan lingkungan sekolah, misalnya dengan menambah petugas jaga, menerapkan sistem penjemputan yang lebih ketat, dan mengedukasi siswa agar tidak mudah percaya pada orang asing.

    Zulinto juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku percobaan penculikan tersebut.

    “Kami berharap polisi segera mengungkap siapa pelakunya. Kasus ini tidak boleh dibiarkan karena sudah menimbulkan keresahan di masyarakat, khususnya di kalangan orang tua murid,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kehadiran aparat di sekitar lingkungan sekolah pada jam pulang dan berangkat bisa memberikan efek psikologis yang menenangkan bagi siswa dan orang tua.

    Menurut Zulinto, berita tentang upaya penculikan anak di beberapa daerah menjadi peringatan penting bagi semua pihak agar tidak lengah.

    Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, terutama ketika melihat anak yang tampak kebingungan atau didatangi oleh orang tak dikenal.

    “Anak-anak kita adalah aset bangsa. Keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama. Jangan menunggu kejadian baru bertindak.Ia juga mengajak sekolah untuk memperbanyak sosialisasi kepada siswa mengenai cara mengenali potensi bahaya dan langkah penyelamatan diri, seperti berteriak minta tolong atau segera lari ke tempat ramai ketika ada orang asing yang mencurigakan,” tegas Zulinto

    Sebelumnya, didampingi orang tuanya Elsa (13) mendatangi SPK Terpadu Polrestabes Palembang untuk membuat laporan resmi apa yang dialami oleh anaknya.

    Dihadapan penyidik Guntur, ayah dari Elsa mengatakan bahwa dia sangat shock apa yang dialami oleh anaknya.

    “Jujur pak saya sangat terkejut apa yang dialami oleh nak saya. Karna selama ini saya rasa saya tidak ada musuh, tapi mengapa anak saya mau di culik oleh orang,” ujarnya.

    “Saya harap pelaku cepat ditangkap, agar kami tau apa motip pelaku menculik anak saya, karna saya rasa saya tidak ada persolan atau musuh di mana pun,” tambahnya penuh harap.

    Ketika mendapati kabar anaknya pertamanya Elsa (13), siswi SMPN 30, Palembang menjadi korban percobaan penculikan, Guntur (50) ayah korban yang berjualan di kawasan Timbangan Kabupaten Indralaya langsung pulang ke Palembang.

    “Sempat sok pak dan panik. Saya mendapatkan telepon dari pihak kepolisian dan sekolah anak saya menjadi korban percobaan penculikan,” ungkapnya.

    Guntur mengungkapkan, mendapati adanya kabar tersebut diri langsung pulang ke Palembang. “Alhamdulillah anak saya selamat dari korban pencobaan penculikan. Dan keadaan sehat,” katanya.

    Lanjut Guntur, untuk kronologi kejadian dirinya tidak mengetahui peristiwa. Namun menurut cerita anaknya , saat kejadian anaknya itu  hendak pergi sekolah dan berjalan kaki seperti biasanya.

    Lalu, ditengah perjalanan di kawasan Jalan Pegagan, ada yang mengikuti Elsa. “Saat itu lah Elsa berusaha menyelamatkan diri dengan cara melawan,” ungkapnya.

    Ketika ditanya terkait penculikan tersebut yang dialami sang anak, apakah dirinya memiliki masalah diluar atau keluarga, Guntur menjawab tidak ada masalah.

    “Tidak ada permasalahan keluarga atau permasalahan diluar,” katanya.

    Guntur berharap kepada pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti peristiwa ini dan menangkap pelaku, ‘Saya berharap peristiwa ini ditindaklanjuti segera oleh petugas kepolisian. Dan pada pelaku segera ditangkap karena meresahkan warga Palembang,” tuturnya. (ANA)

  • Puskesmas Pakjo Periksa Kesehatan Siswa di MTsN 2

    Puskesmas Pakjo Periksa Kesehatan Siswa di MTsN 2

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – MTsN 2 Kota Palembang bekerja sama dengan Puskesmas Pakjo melaksanakan kegiatan Pemeriksaan Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja, Senin 3 November 2025.

    Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VIII MTsN 2 Kota Palembang dengan penuh antusias di UKS MTsN 2 Palembang.

    Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi pengecekan tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, telinga, gigi, kebersihan diri, serta status gizi dan kesehatan umum.

    Tim medis dari Puskesmas Pakjo juga memberikan penyuluhan tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat, terutama di masa remaja yang merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan.

    Kepala MTsN 2 Kota Palembang, M.A. Fajar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian sekolah terhadap kesehatan peserta didik.

    “Kami berharap melalui kegiatan ini, para siswa lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri. Tubuh yang sehat akan mendukung semangat belajar dan prestasi mereka di sekolah,” ujarnya.

    Kegiatan ini memberikan dampak positif tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi orang tua.

    Bagi siswa, pemeriksaan ini membantu mereka mengetahui kondisi kesehatan diri, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan, dan membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini.

    Bagi orang tua, hasil pemeriksaan menjadi bahan evaluasi untuk memperhatikan pola makan, istirahat, serta kebersihan anak di rumah, sehingga terjalin kerja sama yang baik antara pihak sekolah, orang tua, dan layanan kesehatan.

    Dengan adanya sinergi antara MTsN 2 Kota Palembang dan Puskesmas Pakjo, lanjutnya diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter. (ANA)

  • Demokratis, MTsN 1 Gelar Pencoblosan Ketua dan Wakil Ketua OSIM

    Demokratis, MTsN 1 Gelar Pencoblosan Ketua dan Wakil Ketua OSIM

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – MTs Negeri 1 Kota Palembang menggelar kegiatan pencoblosan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) untuk Tahun Pelajaran 2025/2026.

    Kegiatan yang diikuti seluruh siswa, guru, dan pegawai ini berlangsung di halaman madrasah dengan penuh antusias, Senin 3 November 2025. Momen tersebut menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi di lingkungan madrasah.

    Proses pemilihan dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, dan rahasia, menyerupai pelaksanaan pemilu sesungguhnya.

    Sebelum pencoblosan dimulai, Kepala MTsN 1 Palembang melalui Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Ermawati menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan melatih siswa untuk memahami dan menerapkan praktik demokrasi secara nyata. Ia juga menekankan pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kedewasaan dalam menggunakan hak pilih.

    “Hari ini kita akan melaksanakan pencoblosan calon pemimpin OSIM baru. Mari kita gunakan hak suara sesuai hati masing-masing karena kita sudah menyaksikan penampilan calon-calon kita sebelumnya. Kegiatan ini jangan dianggap main-main, karena dari sinilah kalian belajar menentukan pilihan dan menghormati jalannya sistem pemilihan ini,” ujar Ermawati.

    Ermawati menegaskan, melalui pemilihan seperti ini, siswa secara tidak langsung telah melaksanakan nilai-nilai demokrasi, yaitu kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, serta pemilihan umum yang bebas, adil, dan rahasia. Setiap pemilih harus menghormati hasil akhir pemilihan. Ia menambahkan, demokrasi juga mengandung nilai kejujuran, tanggung jawab, perlindungan hak asasi manusia, serta sistem pemilihan yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

    “Kalau di madrasah, melalui hasil pemilihan ini diharapkan kepengurusan OSIM yang baru dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Karena pada dasarnya organisasi OSIM adalah dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa. Kegiatan ini menjadi jembatan untuk mendapatkan pemimpin pilihan siswa,” katanya.

    Sementara itu, Pembina OSIM Naruddin menjelaskan bahwa tiga pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIM sebelumnya telah melewati tahap seleksi dan kampanye resmi, serta tampil di hadapan seluruh siswa untuk memperkenalkan visi dan misi mereka.

    Ketiga pasangan calon tersebut, diterangkannya yakni Paslon 1: Habib Alfaeyza (8D) dan Rifdah Azzahra (7D), Paslon 2: M Fauzan Rizky (8A) dan Shaquilla Afifah Khairunnisa (8D), serta Paslon 3: Argya Lakeisha S (8C) dan M Yusuf Azhar (8C).

    “Alhamdulillah, sesuai agenda, hari ini kita melaksanakan pemilihan. Pesertanya seluruh siswa, guru, dan pegawai. Semua anggota OSIM aktif mempersiapkan kegiatan ini, mulai dari tempat, surat suara, hingga petugasnya pun mereka sendiri. Ini benar-benar wujud nyata demokrasi siswa di madrasah. Harapannya, siapa pun yang terpilih dapat menjalankan amanah dan memberikan kontribusi terbaik untuk madrasah ini,” ujar Naruddin.

    Proses pemilihan berjalan lancar dan teratur. Para wakil kepala madrasah mengawali kegiatan pencoblosan, disusul guru dan pegawai, kemudian siswa secara bergiliran dari kelas ke kelas, diawali kelas VII. Petugas lapangan merupakan anggota OSIM yang bekerja dengan penuh semangat demi suksesnya kegiatan tersebut. Mulai dari meja pendaftaran, petugas bilik suara, hingga meja tinta.

    Ketua OSIM, Gibran (9G), mengaku bangga karena dirinya dan tim dapat berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Di masa kepemimpinannya, ia memiliki anggota yang solid dan siap bertugas.

    “Setiap pilihan yang kita ambil pasti ada konsekuensinya. Kalau kita memilih, kita juga harus siap dengan segala risikonya. Artinya, kita harus berusaha memberikan yang terbaik untuk organisasi kita,” ujarnya di sela kegiatan.

    Salah satu anggota OSIM, Zahir (9F), mengaku sangat bersemangat menjadi bagian dari seksi bidang perlengkapan yang mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan.

    “Saya sejak kelas VII sudah bergabung di OSIM dan memang senang bekerja di lapangan. Kalau tidak ikhlas, pasti tidak akan bisa bertahan,” ucapnya sambil tersenyum.

    Setelah seluruh suara terkumpul, panitia langsung melakukan penghitungan secara terbuka dan transparan. Siswa-siswi tampak antusias mengikuti jalannya pemilihan hingga pengumuman calon terpilih. Hasil pemungutan suara mencerminkan semangat kebersamaan dan sportivitas antar siswa maupun pendukung masing-masing calon.

    Melalui kegiatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIM ini, MTsN 1 Palembang tidak hanya memilih pemimpin siswa yang baru, tetapi juga menanamkan pentingnya berpartisipasi aktif dalam kehidupan berorganisasi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam membangun karakter kepemimpinan yang jujur, adil, dan bertanggung jawab. (ANA)

  • Tekad Kepala SMK 8, Lahirkan Lulusan Jenius yang Siap Bersaing Ciptakan Lapangan Pekerjaan

    Tekad Kepala SMK 8, Lahirkan Lulusan Jenius yang Siap Bersaing Ciptakan Lapangan Pekerjaan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepala SMK Negeri 8 Palembang Rafli S Pd M Pd menjelaskan sebagai salah satu sekolah kejuruan di Kota Palembang dirinya bertekad akan terus bekerja keras untuk menghasilkan lulusan siswa siswi yang terbaik, genius dan siap berkompetisi dalam bersaing.

    “Sebagai pemimpin di sekolah ini saya bertekad untuk menghasilkan anak-anak yang tidak hanya cerdas, berakhlak tetapi sebagai generasi penerus yang mampu bersaing dalam dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan sendiri melalui wirausaha,” terang Rafli, saat dibincangi media ini, Sabtu 1 November 2025.

    “Untuk mencapai tujuan itu tak hanya diperlukan kerjasama yang solid dan integritas tenaga pengajar saja, tetapi juga perlu adanya dukungan pemerintah baik daerah, pusat dan dinas pendidikan yang sangat tinggi,” tambahnya.

    Jika hal itu bisa dicapai, lanjutnya dirinya sangat meyakini mudah-mudahan kedepan cita-cita untuk melahirkan lulusan siswa-siswi yang bermutu, sesuai dengan harapan  ini dapat terwujud secara cepat.

    “Untuk mencapai hal tersebut tidak hanya perlu adanya kesiapan sekolah seperti guru, pegawai dan seluruh komponen yang ada dalam mendidik saja tetapi juga harus mengedepankan atau mengutamakan link and match dengan dunia industri melalui program magang dan kolaborasi guru dengan perusahaan, agar anak didik begitu tamat bisa langsung memasuki dunia kerja dan itu sudah kami lakukan di SMKN 8 Palembang,” terangnya.

    Salah contoh upaya melahirkan lulusan unggul, terangnya seperti terobosan Program Keahlian Agribisnis Tanaman di SMK Negeri 8 Palembang yang dirancang untuk menghasilkan lulusan berkompeten dalam bidang budidaya tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan dengan menggunakan teknologi modern dan berkelanjutan.

    “Siswa akan mempelajari berbagai teknik budidaya mulai dari konvensional hingga teknologi terdepan seperti hidroponik, aeroponik, dan precision farming. Program ini juga menekankan pada aspek bisnis dan kewirausahaan di sektor pertanian,” katanya.

    Dengan fasilitas greenhouse modern, menurutnya lahan praktik seluas 15 hektar, dan kerjasama dengan berbagai mitra industri, lulusan program ini siap menjadi tenaga ahli yang dibutuhkan oleh industri pertanian modern.

    Rafli juga memaparkan bahwa sekolah yang dipimpinnya saat ini sangat mematuhi peraturan yang dicanangkan oleh pemerintah salah satunya SMKN 8 Palembang sudah

    mampu menjalankan sistem penerimaan murid baru sesuai aturan tanpa hambatan berarti.

    “Penerimaan murid di SMKN 8 sesuai kuota dan mengikuti regulasi yang berlaku. Minat calon siswa setiap tahun terus meningkat, dan kami berkomitmen melayani dengan baik agar semua wilayah, termasuk seberang ulu bisa terakomodasi,” jelasnya.

    Menurutnya, saat ini SMKN 8 Palembang memiliki 1.624 siswa dari berbagai jurusan. Favorit siswa sekarang ini tetap pada jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Teknik Kendaraan Ringan.

    “Namun, perjuangan kami adalah terus memperluas kesempatan kerja bagi lulusan agar terserap optimal di industri,” ungkap Rafli.

    Hasil pantauan media ini, setelah kepemimpinan Rafli, sebagai Kepsek di SMKN 8 Palembang sekolah yang berlokasi di Jalan Panca Usaha Kecamatan Seberang Ulu I itu banyak perubahan yang signifikan, mulai dari sistem belajar mengajar sekaligus fisik gedung sekolah yang bisa dikatakan megah.

    Hal ini membuktikan bahwa sistim dan program yang ada berjalan dengan baik, dan patut di contoh bagi seluruh SMKN yang ada di Provinsi Sumatera selatan khususnya di Palembang. (ANA)

  • Smart Exercise, Olahraga Aman Sesuai Kondisi Jantung Bagi Kelompok Usia Lanjut

    Smart Exercise, Olahraga Aman Sesuai Kondisi Jantung Bagi Kelompok Usia Lanjut

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya olahraga yang aman dan sesuai dengan kondisi tubuh, tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk smart exercise, Kamis 30 Oktober 2025.

    Dokter Raden Ayu Tanzila M Kes selaku tim pelaksana dari kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan smart exercise

    atau edukasi dan implementasi aplikasi sederhana pemantauan olahraga sesuai usia dan kondisi jantung ini bertujuan untuk  pengenalan konsep olahraga cerdas yang mempertimbangkan kondisi kesehatan jantung, terutama bagi kelompok usia lanjut.

    “Banyak lansia yang masih aktif berolahraga, tapi tidak semuanya memahami batas aman aktivitas fisik mereka. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi berbasis data kesehatan, khususnya denyut jantung, agar olahraga yang dilakukan tetap menyehatkan dan tidak membahayakan,” ujarnya.

    Diterangkannya, kegiatan dimulai dengan sesi senam ringan bersama, dilanjutkan dengan pengukuran denyut jantung sebelum dan sesudah olahraga menggunakan alat monitor sederhana. Data yang diperoleh digunakan untuk menentukan intensitas olahraga yang sesuai dengan usia dan kondisi jantung masing-masing peserta.

    Raden Ayu Tanzila berharap, kegiatan semacam ini dapat terus dilanjutkan secara rutin dan dikembangkan dalam skala lebih luas.

    “Kami ingin masyarakat, khususnya lansia, dapat berolahraga dengan bijak, tidak asal bergerak. Karena olahraga yang tepat, bukan yang berat, adalah kunci menuju hidup sehat di usia lanjut,” tegasnya.

    Pada kesempatan yang sama dr Ni Made Elva Mayasari menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi sederhana dapat membantu masyarakat melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan jantung akibat aktivitas fisik berlebihan.

    “Pemantauan denyut jantung secara berkala sangat penting, terutama bagi lansia dengan riwayat hipertensi atau penyakit jantung. Dengan aplikasi ini, mereka bisa lebih waspada dan tahu kapan harus berhenti atau menurunkan intensitas olahraga,” jelasnya.

    Peserta yang mayoritas ibu-ibu lansia terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka mendapatkan kesempatan berkonsultasi langsung dengan tim medis, mempelajari cara menghitung denyut jantung maksimal (Maximum Heart Rate), serta memahami zona latihan aman sesuai dengan kondisi masing-masing.

    Melalui kegiatan ini, dijelaskannya  tidak hanya memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kebugaran tubuh. (ANA)

  • Beri Paham Lansia, Dosen Kedokteran UMP Edukasi Resiko Diabetes dan Gaya Hidup Sehat

    Beri Paham Lansia, Dosen Kedokteran UMP Edukasi Resiko Diabetes dan Gaya Hidup Sehat

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Puluhan Lansia ibu-ibu bahkan nenek-nenek yang tinggal disekitaran Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) diberi pemahaman terkait gaya hidup sehat dan bahaya resiko diabetes, Kamis, 30 Oktober 2025.

    Hal itu dilakukan tim dosen Fakultas Kedokteran UMP sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat.

    Kegiatan edukasi preventif dengan pengukuran risiko penyakit diabetes melitus dan gaya hidup sehat yang

    di laksanakan di Klinik Dokter Keluarga Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang ini digagas oleh

    dua dosen Fakultas Kedokteran UMP, yakni dr Miranti Dwi Hartanti M Biomed dan dr Lilis Khairani Sp PD serta melibatkan dua mahasiswa Fakultas Kedokteran, Aqila Meisya Putri Mulya Nurfauza dan Rizky Andelina.

    Disampaikan dr Miranti Dwi Hartanti program ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara tenaga pendidik dan mahasiswa dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

    “Dalam pelaksanaannya, para peserta diberikan edukasi mengenai bahaya diabetes melitus, faktor risiko yang dapat memicu penyakit tersebut, serta cara-cara menjaga gaya hidup sehat untuk mencegahnya. Selain penyuluhan, kegiatan juga disertai dengan pemeriksaan screening risiko diabetes, termasuk pengukuran kadar gula darah, indeks massa tubuh, serta wawancara mengenai pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari,” jelasnya.

    Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian kelompok (research group) yang berfokus pada edukasi preventif dan deteksi dini diabetes melitus, terutama bagi kelompok berisiko seperti ibu-ibu lansia.

    “Kegiatan ini adalah bagian dari riset kami tentang edukasi kesehatan. Kami melakukan screening kepada para ibu untuk mengetahui tingkat risiko diabetes melitus, baik dalam kategori rendah, sedang, maupun tinggi. Harapannya, para ibu bisa lebih sadar akan kondisi kesehatannya dan mengambil langkah pencegahan yang tepat,” jelas dr. Miranti.

    Ia menambahkan, screening dini sangat penting karena banyak masyarakat yang belum menyadari gejala awal diabetes hingga penyakit sudah berada pada tahap lanjut. Dengan kegiatan ini, diharapkan peserta dapat mengenali potensi risiko sejak awal dan melakukan perubahan gaya hidup menuju pola yang lebih sehat.

    Sementara itu, dr Lilis Khairani menegaskan bahwa diabetes melitus masih menjadi salah satu penyakit kronis dengan angka kejadian yang terus meningkat di Indonesia. Faktor utama penyebabnya, kata dia, adalah pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan hidup tidak sehat.

    “Upaya preventif harus dimulai dari edukasi. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa mencegah lebih mudah dan murah daripada mengobati,” tutur dr Lilis.

    Selain edukasi medis, kegiatan ini juga memberikan motivasi bagi para lansia untuk menjaga kualitas hidup dengan tetap aktif secara fisik dan sosial. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab seputar pengelolaan pola makan, olahraga ringan yang sesuai untuk usia lanjut, serta pemantauan kesehatan mandiri di rumah.

    “Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran lapangan yang berharga. Mereka berperan dalam membantu proses screening, pendataan, serta memberikan edukasi dasar kepada peserta. Menurut Aqila dan Rizky, keterlibatan langsung dalam kegiatan pengabdian masyarakat memberikan pengalaman nyata dalam menerapkan ilmu kedokteran yang telah dipelajari di bangku kuliah,” katanya.

    Kegiatan edukasi preventif dengan pengukuran risiko penyakit diabetes melitus dan gaya hidup sehat ini merupakan salah satu langkah strategis Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang dalam mendukung program Healthy Campus sekaligus wujud kepedulian terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat di sekitar kampus.

    Dengan adanya kegiatan seperti ini, lanjutnya diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit kronis seperti diabetes semakin meningkat.

    “Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang berkomitmen untuk terus melanjutkan kegiatan serupa secara berkala, dengan sasaran yang lebih luas, guna mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif,” tuturnya. (ANA)

  • Siswa SD Swakarya Banyuasin Pancarkan Senyum Bahagia usai Punya Ruang Kelas yang Layak

    Siswa SD Swakarya Banyuasin Pancarkan Senyum Bahagia usai Punya Ruang Kelas yang Layak

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Senyum bahagia tergambar jelas dari raut wajah Siswa-Siswi SD Swakarya Desa Pulau Borang, Dusun Parit Beton, Kecamatan Banyuasin 1, Kabupaten Banyuasin.

    Betapa tidak, setelah bertahun-tahun belajar di ruang kelas yang memprihatinkan, kini mereka merasakan punya ruang kelas yang layak dan nyaman.

    Ruang kelas baru tersebut diresmikan langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R Djajadi didampingi Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan, Rabu (29/10/2025).

    “Alhamdulillah, ruang kelas SD Swakarya sudah direnovasi,” ungkap Andi, di sela-sela peresmian.

    Kata Andi, renovasi ruang kelas sendiri berawal dari kunjungan Ibu Bhayangkari Sumatera Selatan Dewwy Andi Rian beberapa waktu lalu.

    “Inisiasi ruang kelas dan bedah sekolah ini berawal dari kunjungan Ibu Bhayangkari beberapa waktu lalu, dan setelah dilihat memang harus dibantu untuk direnovasi,” kata Andi.

    Sebelum diresmikan lanjut Andi, ruang kelas tersebut berlantai semen. “Alhamdulillah, setelah direnovasi lantai sudah dipasang keramik,” jelas Andi.

    Andi berharap, seluruh alumni SD Swakarya dapat memberikan sumbangsih untuk daerah dan bisa menjadi jantung harapan bangsa.

    “Mudah-mudahan seluruh alumni SD Swakarya dapat memberikan sumbangsih untuk daerah terutama untuk sekolah mereka,” harap Andi.

    Diakhir acara, Kapolda Sumsel menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah dan pemberian bantuan solar cell kepada nelayan di Desa Pulau Borang.

    “Harapannya dengan adanya bantuan solar cell ini dapat membantu meringankan beban nelayan, setidaknya kala baterai lampu habis tidak perlu lagi kembali ke darat,” tutup Andi.

    Kades Pulau Borang Aditia Warman mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Sumsel atas renovasi ruang kelas dan bedah sekolah SD Swakarya.

    “Sebelum dibangun, ruang kelas dan sekolah SD Swakarya jauh dari kata layak. Alhamdulillah hari ini Siswa-Siswi dapat merasakan ruangan kelas yang nyaman,” ucap Aditia.

    Menurut Aditia, Negara Indonesia kaya tidak pantas masih memiliki sekolah yang kurang layak. “Harapan kedepannya, warga khususnya bidang pendidikan SD Swakarya bisa menjalankan kegiatan belajar dengan baik dan semangat,” kata Aditia. (ANA)

  • Bina Mahasiswa Tak Hanya Cerdas Intelektual, Juga Berjiwa Pemimpin

    Bina Mahasiswa Tak Hanya Cerdas Intelektual, Juga Berjiwa Pemimpin

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ajang pemilihan bujang gadis yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Raden Fatah Palembang menjadi salah satu bentuk komitmen dalam membina mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan berjiwa pemimpin.

    Sebanyak 12 pasang mahasiswa FTIK dari macam tingkatan semester saling berkompetisi, unjuk kebolehan didepan juri saat ajang pemilihan bujang gadis yang digelar di Hotel The Alts, Selasa malam 28 Oktober 2025.

    Wakil Dekan III FITK UIN Raden Fatah Palembang, Dr Amalia Hasanah M Pd Ed D menuturkan, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan peserta.

    Ia menekankan, bahwa ajang bujang gadis FITK bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan wadah pembentukan karakter, kecerdasan, dan kepribadian mahasiswa yang berakhlak tul karimah.

    “Ajang grand final yang berlangsung tadi malam sangat semarak dengan berbagai penampilan istimewa dari para finalis. Para peserta menampilkan bakat terbaik mereka sekaligus menjawab pertanyaan dewan juri dengan penuh percaya diri dan wawasan yang luas,” katanya.

    Acara tadi malam, lanjutnya, merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa minggu, meliputi tahap seleksi administrasi, wawancara, pembekalan, hingga talent show.

    “Setelah melalui proses penilaian ketat, akhirnya terpilih bujang FITK 2025 dan gadis FITK 2025, yang dinobatkan langsung oleh juri kehormatan. Selain itu diumumkan pula kategori lain seperti bujang gadis berbakat, favorit, dan persahabatan, intelengensi, dan photogenik,” ujarnya.

    “Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penampilan musik akustik dari mahasiswa, yang menambah kehangatan malam puncak tersebut,” tambahnya.

    Sementara ditambahkan, Wakil Dekan I FTIK Dr Alimron M Ag ajang bujang gadis merupakan duta pendidikan dan budaya yang berada di naungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan sudah ada sejak tahun 2014.

    “Tetapi memang sempat terhenti disebabkan karena adanya pergantian kepengurusan dari organisasi di kampus yang menyebabkan terjadinya tidak ada pemilihan duta fakultas. Sejak tahun 2017 kemarin setelah perbaikan struktur organisasi di kampus UIN Raden Fatah, pemilihan duta kampus, khususnya FITK terselenggara kembali berkat Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FITK, di bawah Devisi Seni dan Budaya,” katanya.

    “Sekarang kepengurusan bujang gadis tarbiyah telah ada surat kepengurusannya secara resmi, sudah ada SK dan pembina bahkan telah menjalankan program kerja,” tutupnya menambahkan. (ANA)

  • Kunjungi SD 209, Kadisdik Minta Pihak Sekolah Rawat Fasilitas dengan Penuh Tanggungjawab

    Kunjungi SD 209, Kadisdik Minta Pihak Sekolah Rawat Fasilitas dengan Penuh Tanggungjawab

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Berkunjung ke SD Negeri 209 Palembang yang berada di Jalan KI Merogan Lorong Bahagia 1 Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati, Kadisdik Palembang, Muhammad Affan Prapanca meminta pihak sekolah baik, guru maupun kepala sekolah untuk dapat memelihara, merawat dan menggunakan fasilitas pendidikan dengan penuh tanggung jawab.

    “saya berharap pihak sekolah dapat memelihara fasilitas pendidikan dengan penuh tanggung jawab, memastikan anak didik merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah terutama kebersihannya, demi mendukung implementasi kurikulum pendidikan,” katanya.

    Kedepan, lanjut Affan Dinas Pendidikan akan memprioritaskan pembangunan fasilitas di sekolah-sekolah yang kekurangan atau tertinggal, agar tidak ada kesenjangan antarwilayah di Kota Palembang, sehingga dapat memberi kesempatan belajar yang setara dan berkualitas.

    “Untuk fasilitas di SD 209 ini saya rasa cukup layak dan nyaman bagi siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Tinggal saya minta para guru atau pihak sekolah untuk menjaga dan merawat fasilitas yang sudah bagus ini,” ujarnya.

    “Di SD ini tadi saya sudah meninjau kondisi gedung, ruang kelas, perpustakaan, serta toilet siswa. Hal ini dilakukan demi menilai kelayakan dan keamanan sarana prasarana agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan optimal,” tambahnya.

    Dikatakannya, dalam mencapai tujuan pendidikan, Disdik Palembang akan terus melaksanakan dan monitoring kondisi sekolah-sekolah yang ada di kota ini.

    “Kita akan terus evaluasi ke sekolah-sekolah, termasuk meninjau langsung proses pembelajaran serta kondisi sarana dan prasarana agar berjalan sesuai standar yang ditetapkan dan memberikan dampak positif bagi perkembangan siswa,” tuturnya.

    Sebelumnya, Affan Prapanca juga memberi pesan menohok kepada seluruh tenaga pendidik untuk dapat bekerjasama dan berperan aktif menjaga anak didik dalam menghadapi perubahan digital yang membawa pengaruh besar terhadap kehidupan anak-anak, baik positif maupun negatif.

    Hal itu disampaikannya saat pembukaan Lomba Smart Student Competition 2025 Discover your Potential Achieve Excellence Tingkat SD Kota Palembang di SMP Islam Terpadu Muhammadiyah.

    “Kami berharap, guru sebagai tenaga pendidik dan orang tua dapat bekerjasama menjaga anak didik dalam menghadapi perubahan digital yang membawa pengaruh besar terhadap kehidupan anak-anak, seperti kita ketahui, dunia digital menjadi bagian dari keseharian mereka dalam belajar, bermain, dan berinteraksi. Untuk itu mari kita tingkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap anak-anak demi menjaga psikis dan mentalnya sehingga terhindar dari hal yang tidak baik dan merugikan,” ujarnya.

    Menurutnya, anak-anak sebagai generasi emas yang menjadi aset berharga dan harapan bangsa di masa depan. Generasi ini diharapkan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, cerdas, berakhlak mulia, kreatif, dan berdaya saing tinggi sehingga mampu membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. (ANA)

  • Terima Bantuan Komputer, MAN 1 Gelar Gladi Bersih TKA Bagi Siswa

    Terima Bantuan Komputer, MAN 1 Gelar Gladi Bersih TKA Bagi Siswa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ketua Tim Kurikulum Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan, H Al Muzakir SE M Pd I, melakukan penyerahan 20 Unit PC Komputer merk  Lenovo Gen 13 kepada MAN 1 Palembang, Rabu, 29 Oktober 2025.

    Penyerahan PC yang berlangsung di ruang laboratorium komputer itu diterima dengan penuh rasa syukur oleh Kepala MAN 1 Palembang, Widiawaty.

    “Penyerahan ini merupakan bagian dari upaya kita dalam peningkatan fasilitas pendidikan untuk mendukung program digitalisasi madrasah serta mendukung Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi para siswa,” terang Al Muzakir.

    Menurutnya, komputer ini nantinya akan dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, seperti pembelajaran Informatika, pelaksanaan ujian berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT), serta pelatihan digital bagi guru dan siswa.

    “Diharapkan penambahan komputer ini dapat meningkatkan kompetensi digital seluruh warga madrasah dan dapat bermanfaat bagi madrasah,” ujarnya.

    Sementara disampaikan Widiawaty, Kepala MAN 1 Palembang melalui dukungan dari Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan ini, MAN 1 Palembang akan terus berkomitmen menjadi madrasah unggul yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

    “Dengan demikian, madrasah dapat melahirkan generasi yang pandai digital, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan di era modern,” katanya.

    Dijelaskannya, komputer bantuan dari Kemenag ini langsung akan digunakan pada pelaksanaan gladi bersih hari pertama TKA yang diikuti oleh seluruh siswa siswi kelas XII sebagai persiapan menghadapi ujian sesungguhnya yang akan datang.

    “Pada pelaksanaan gladi bersih tadi sangat jelas terlihat para siswa siswi tampak serius mengerjakan soal-soal yang ditampilkan melalui komputer masing-masing. Guru dan panitia pun turut memantau jalannya kegiatan untuk memastikan sistem berjalan lancar tanpa kendala teknis,” terangnya.

    Gladi bersih ini, katanya bertujuan untuk melatih kesiapan mental dan teknis para peserta sebelum menghadapi TKA sesungguhnya.

    Dengan latihan ini, diharapkan siswa dapat lebih terbiasa menggunakan sistem ujian berbasis teknologi atau komputer serta mampu mengatur waktu dengan baik.

    Dirinya sangat mengapresiasi atas semangat para siswa dalam mengikuti kegiatan gladi bersih tersebut dan tak lupa pula ia mengucapkan terimakasih kepada Kemenag Sumsel atas bantuan PC komputer ini.

    “Kami berharap melalui gladi bersih ini, para siswa harus siap dan percaya diri menghadapi ujian sebenarnya dengan hasil yang memuaskan,” ujarnya.

    Disampaikannya, kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar hingga akhir sesi, dan menandai awal yang baik untuk rangkaian pelaksanaan TKA di MAN 1 Palembang. (ANA)

  • Lomba Smart Student, Guru Diminta Berperan Aktif Jaga Anak Didik dari Pengaruh Era Digital

    Lomba Smart Student, Guru Diminta Berperan Aktif Jaga Anak Didik dari Pengaruh Era Digital

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ir H M Affan Prapanca beri pesan menohok kepada seluruh tenaga pendidik untuk dapat bekerjasama dan berperan aktif menjaga anak didik dalam menghadapi perubahan digital yang membawa pengaruh besar terhadap kehidupan anak-anak, baik positif maupun negatif.

    Hal itu disampaikannya saat pembukaan Lomba Smart Student Competition 2025 Discover your Potential Achieve Excellence Tingkat SD Kota Palembang di SMP Islam Terpadu Muhammadiyah, Sabtu 25 Oktober 2025.

    “Kami berharap, guru sebagai tenaga pendidik dan orang tua dapat bekerjasama menjaga anak didik dalam menghadapi perubahan digital yang membawa pengaruh besar terhadap kehidupan anak-anak, seperti kita ketahui, dunia digital menjadi bagian dari keseharian mereka dalam belajar, bermain, dan berinteraksi. Untuk itu mari kita tingkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap anak-anak demi menjaga psikis dan mentalnya sehingga terhindar dari hal yang tidak baik dan merugikan,” ujarnya.

    Menurutnya, anak-anak sebagai generasi emas yang menjadi aset berharga dan harapan bangsa di masa depan. Generasi ini diharapkan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul, cerdas, berakhlak mulia, kreatif, dan berdaya saing tinggi sehingga mampu membawa kemajuan bagi bangsa dan negara.

    “Lomba yang di SMP Islam Terpadu Muhammadiyah Palembang ini saya sangat mengapresiasi dan merasa bangga dengan antusias anak didik dalam keikutsertaannya pada kompetisi yang positif dan bermanfaat di masa depan ini,” katanya.

    Diterangkannya, demi kemajuan pendidikan di masa depan peningkatan kualitas pendidikan sangat penting diperhatikan, salah satunya seperti dengan seringnya mengadakan kegiatan positif semacam perlombaan cerdas cermat.

    “Karena Lomba semacam ini dapat memacu siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan menjadi bibit unggul di bidang akademik. Selain itu, dengan adanya lomba, para guru diharapkan termotivasi untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran agar siswa mereka dapat bersaing secara sehat,” terangnya.

    “Lomba cerdas cermat merupakan cara yang efektif untuk membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan kompetitif, sehingga memupuk minat siswa untuk terus belajar. Menumbuhkan semangat juang,  dengan berpartisipasi, siswa belajar bahwa kemenangan adalah hasil dari kerja keras, persiapan, dan semangat pantang menyerah,” tambahnya.

    Hal penting lainnya, lanjut Affan, melalui lomba, siswa belajar untuk menghargai kemenangan dan menerima kekalahan dengan lapang dada. Memupuk kerja sama tim, dimana format lomba kelompok mendorong siswa untuk berkolaborasi, berkomunikasi, dan saling mendukung.

    “Perlombaan semacam ini juga menjadi salah satu alat ukur untuk mengevaluasi mutu sekolah dan kualitas pembinaan guru serta kepala sekolah. Hasil lomba dapat menjadi dasar untuk perbaikan di masa mendatang. Lomba cerdas cermat sering kali menjadi bagian dari program yang lebih besar untuk mewujudkan kota atau kabupaten yang cerdas dalam berbagai aspek, seperti karakter, wawasan, budaya, teknologi, dan informasi,” tuturnya. (ANA)

  • Tuan Rumah FGD Evaluasi SMMPTN Barat 2025, Unsri Bahas Peningkatan Seleksi Masuk Mahasiswa Baru

    Tuan Rumah FGD Evaluasi SMMPTN Barat 2025, Unsri Bahas Peningkatan Seleksi Masuk Mahasiswa Baru

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Universitas Sriwijaya (UNSRI) menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Group Discussion (FGD) Evaluasi Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Barat, Sabtu 25 Oktober 2025.

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 7 Gedung Fakultas Ilmu Komputer UNSRI Palembang ini diikuti oleh para rektor dan perwakilan perguruan tinggi anggota Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS-PTN) Wilayah Barat.

    Dalam sambutannya, Rektor UNSRI, Prof Dr Taufiq Marwa SE M Si menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan menekankan pentingnya kegiatan FGD ini sebagai wadah berbagi pengalaman antar perguruan tinggi.

    “Selamat datang di Kampus Universitas Sriwijaya, dan selamat mengikuti kegiatan Evaluasi Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Barat Tahun 2025. Mudah-mudahan kegiatan evaluasi ini bisa berjalan dengan lancar dan menjadi ajang saling berbagi pengalaman antar universitas,” ujar Prof Taufiq.

    Tujuan dari kegiatan FGD ini, dijelaskannya adalah untuk meninjau dan memperbaiki penyelenggaraan seleksi mandiri di perguruan tinggi agar lebih kredibel dan profesional di masa mendatang.

    “Beragam isu-isu strategis demi kemajuan pendidikan  dibahas dalam FGD ini diantaranya seperti

    mekanisme seleksi penerimaan mahasiswa baru, meninjau model seleksi yang digunakan, termasuk proses UTBK dengan masukan dari internal PTN,” terangnya.

    “Mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah teknis yang mungkin terjadi selama pendaftaran online, pelaksanaan ujian, atau pengumuman hasil. Transparansi dan kredibilitas dengan memperbaiki sistem untuk meningkatkan kualitas seleksi agar semakin profesional, dengan melibatkan lembaga seperti KPK dan Irjen Kemendikti Saintek,” tambahnya.

    Selain itu, lanjutnya, masalah komunikasi antar panitia, lembaga terkait lainnya untuk memastikan komunikasi yang solutif antara panitia pusat, panitia universitas, dan calon mahasiswa.

    Dihadapan para rektor dan perwakilan perguruan tinggi lainnya anggota BKS-PTN, Rektor UNSRI menjelaskan bahwa UNSRI memiliki dua kampus utama di Sumatera Selatan yaitu di Palembang dan Indralaya.

    “Kampus Indralaya menjadi pusat kegiatan utama d Sriwijaya, sedangkan Kampus Palembang digunakan untuk program Pascasarjana, D3, serta program khusus yang diseleksi secara mandiri,” terangnya.

    Di akhir sambutannya, Rektor UNSRI menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta dan memohon maaf jika terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan. (ANA)

  • Jaga Mental di Akhir Studi, UPGRIP dan INDEXS UNSRI Bahas Strategi Atasi Stres dan Kecemasan

    Jaga Mental di Akhir Studi, UPGRIP dan INDEXS UNSRI Bahas Strategi Atasi Stres dan Kecemasan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Guna mencegah hal-hal buruk yang bisa saja terjadi dalam menyelesaikan tugas-tugas akhir dua universitas kenamaan di Kota Palembang menggelar kolaborasi kerjasama, Sabtu 25 Oktober 2025.

    Kerjasama dalam pencegahan kecemasan atau ketakutan yang berlebih dikalangan mahasiswa semester akhir digelar oleh  Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) bersama Institute for Empowering Digital Society Sriwijaya (INDEXS) Universitas Sriwijaya (UNSRI) di Aula H Usman Madjid, Gedung Perpustakaan Lantai 5 UPGRIP.

    Seminar kerjasama yang dibuka secara resmi oleh Rektor UPGRIP, Assoc Prof Dr H Bukman Lian MM M Si itu mengusung tema Mengatasi Stres dan Kecemasan: Strategi untuk Kesehatan Mental yang Seimbang dalam Menghadapi Tugas Akhir.

    “Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester akhir dari dua universitas yakni PGRI Palembang dan UNSRI yang tengah menghadapi tantangan akademik menjelang penyelesaian studi,” jelas Prof Bukman.

    Tujuan utama kegiatan Jaga Mental Mahasiswa di Akhir Studi, diterangkannya yakni untuk membantu mahasiswa mengatasi tekanan psikologis dan tantangan yang muncul selama masa-masa kritis penyelesaian studi.

    “Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan mahasiswa tetap fokus, produktif, dan mampu menyelesaikan tugas akhir dengan optimal,” katanya.

    Secara lebih rinci tujuan dari kegiatan tersebut, katanya mengurangi stres dan kecemasan, memberikan pemahaman dan strategi bagi mahasiswa dalam mengelola stres yang disebabkan oleh tuntutan akademik, seperti pengerjaan skripsi, tesis, dan berbagai revisi.

    “Serta mengurangi perasaan cemas, khawatir, dan tertekan yang sering dialami mahasiswa tingkat akhir, sehingga mereka merasa lebih damai dalam menjalani prosesnya. Meningkatkan kesejahteraan psikologis, membantu mahasiswa merasa didukung secara emosional dan sosial, yang dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka secara keseluruhan,” terangnya.

    “Mendorong mahasiswa untuk memiliki pola pikir positif, menerima diri, dan menetapkan tujuan yang realistis. Mencegah dampak negatif yang lebih parah, memberikan informasi mengenai faktor risiko masalah kesehatan mental dan strategi pencegahannya,” tambahnya.

    Selain itu, lanjutnya kegiatan ini bertujuan untuk membantu mahasiswa mengenali gejala-gejala distres atau depresi agar bisa segera mencari bantuan profesional jika diperlukan selain itu juga meningkatkan performa akademik

    mahasiswa dengan kesehatan mental yang baik agar mampu memproses informasi dengan lebih efektif, dan memiliki motivasi lebih tinggi untuk belajar.

    “Serta juga mahasiswa dapat menghindari penundaan (prokrastinasi) akibat tekanan psikologis, sehingga mahasiswa dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. Mempersiapkan diri untuk masa depan, membekali mahasiswa dengan keterampilan mengelola emosi dan adaptasi, yang tidak hanya berguna selama perkuliahan, tetapi juga untuk menghadapi tantangan di dunia kerja setelah lulus,” ujarnya.

    “Memastikan mahasiswa lulus dengan kondisi mental yang stabil, siap untuk berkontribusi pada masyarakat, dan mampu menjalani kehidupan yang lebih memuaskan,” tambahnya.

    Selain dihadiri oleh Rektor UPGRIP, acara tersebut turut pula dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, antara lain Wakil Rektor I Assoc Prof Dr Dessy Wardiah M Pd, Wakil Rektor II Assoc Prof Dr Dt Yasir Arafat SE MM, dan Wakil Rektor III Assoc Prof Dr Drs Sukardi M Pd.

    Hadir pula Kepala BPTEAADM Dr Hetilaniar M Pd, Ketua tim INDEXS Prof Ir Deris Stiawan Ph D IPU Eng, Ketua Tim Penelitian dr Rizma Adhliayah Syakuroh Mars, Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Qurhanul Rizkie Ph D dan masih banyak narasumber berkompeten di bidangnya yang turut hadir di acara tersebut. (ANA)

  • Demi Mutu Pendidikan, Prodi PGMI UIN Raden Fatah Gelar Simulasi Bersama Asesor Asal Malaysia

    Demi Mutu Pendidikan, Prodi PGMI UIN Raden Fatah Gelar Simulasi Bersama Asesor Asal Malaysia

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang melaksanakan Simulasi Akreditasi Lapangan (AL) LAMDIK 2.0 bersama asesor eksternal, Dr Siti Anisah M Pd dari UIN Jurai Siwo Metro Malaysia, Jumat 24 Oktober Palembang.

    Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya berkelanjutan untuk mewujudkan mutu pendidikan yang unggul, profesional, dan berkarakter Islami di UIN Raden Fatah Palembang.

    Melalui simulasi ini, diterangkan Kaprodi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang, Dr Tutut Handayani M Pd seluruh tim PGMI dapat melakukan refleksi, penguatan dokumen, serta memastikan seluruh aspek tridharma perguruan tinggi berjalan dengan efektif dan berdampak.

    “Kami berkomitmen menghadirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak Islam Melayu, kreatif, adaptif, dan siap menjadi pendidik unggul di tingkat madrasah dan sekolah dasar,” ujar Dr Tutut Handayani.

    “Dengan semangat kebersamaan dan doa, kami memohon dukungan dari seluruh civitas akademika, mahasiswa, alumni, dan mitra kerja agar proses akreditasi ini berjalan lancar dan menghasilkan hasil terbaik,  menuju PGMI UIN  yang Unggul dan Berdaya Saing Global,” tambahnya.

    Tak hanya itu, di hari yang sama Prodi lainnya yakni Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) FITK UIN Raden Fatah Palembang juga sukses menggelar Seminar Proposal di ruang pertemuan Prodi PAI.

    Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Prodi Dr Rohmadi M Pd, Dosen PJ Seminar Proposal Achmad Fadil M Pd, para dosen penguji lainnya dan 10 mahasiswa peserta.

    Sekretaris Prodi PAI, Dr Rohmadi dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar proposal adalah langkah yang sangat penting dalam melatih kemampuan, keberanian, ketekunan, dan menjadi awal menuju kelulusan yang berkualitas, bangun, susun, tulis, dan selesaikan tepat waktu.

    “Keajaiban skripsi hanya terjadi pada mereka yang gigih dalam mengambil sebuah tindakan yang nyata di setiap harinya,” ujarnya. (ANA)

  • Program Bulan Bakti, 1000 Bibit Ikan Ditebar di Kolam MAN 1 Palembang

    Program Bulan Bakti, 1000 Bibit Ikan Ditebar di Kolam MAN 1 Palembang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, melakukan penebaran 1000 bibit ikan tembakang di kolam halaman belakang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Palembang, Jumat 24 Oktober 2025.

    Penebaran bibit ikan ini merupakan  program bulan bakti yang dicanangkan oleh kementerian kelautan dan perikanan sebagai bentuk kepedulian terhadap perairan.

    Disampaikan Kasubag Umum BRPPUPP, Rully Ismanto S Si penyebaran 1000 bibit ikan tembakang yang dilaksanakan di kolam MAN 1 Palembang ini turut pula diikuti oleh guru dan kepala MAN 1 serta beberapa siswa dan siswi lainnya.

    “Kegiatan ini dapat membantu menambah wawasan dan juga untuk melatih kepedulian siswa siswi dengan bibit ikan yang sudah di sebar. Bibit ikan yang sudah disebar juga dapat menjadi media belajar yang nyata untuk mengajarkan para siswa tentang siklus hidup ikan serta pengelolaan air,” terang Rully.

    Kedepan, lanjutnya,  benih ikan dapat membantu menjaga populasi ikan tetap stabil dan beragam, sehingga ekosistem perairan tetap seimbang dan sehat.

    “Benih ikan ini dapat menjadi sarana untuk mengedukasi siswa siswi tentang pentingnya menjaga kelestarian sumber daya air dan tidak melakukan penangkapan ikan secara ilegal atau merusaknya,” katanya.

    “Program bulan bakti ini sangat membantu menambah wawasan saya dan pengetahuan saya mengenai Perikanan dan kelautan,” ujar Apriani, salah satu siswi MAN 1 Palembang, yang ikut kegiatan penebaran benih ikan.

    Tak hanya penebaran bibit ikan, ditambahkan kepala madrasah, Widiawaty, S Pd MM dalam upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, MAN 1 Palembang dikesempatan kali ini juga menggelar kegiatan pengarahan mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik, khususnya botol bekas.

    “Kegiatan yang disampaikan di halaman sekolah ini mengkhususkan anak-anak untuk tidak membuang sampah plastik terutama di aliran dan saluran air terkhususnya sungai,” terangnya.

    Kegiatan ini, menurutnya bertujuan untuk mengajak para siswa lebih bijak dalam membuang sampah, terutama botol plastik yang dapat didaur ulang.

    “Melalui program ini, sekolah juga memperkenalkan sistem bank sampah sebagai wadah pengumpulan botol plastik agar dapat diolah kembali menjadi barang bernilai guna,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, dirinya menjelaskan cara memilah botol plastik serta bagaimana proses pengumpulan dan pengelolaan di bank sampah. Para siswa juga diajak untuk berpartisipasi aktif dengan membawa dan menaruh sampah botol plastik mereka ke tempat yang telah disediakan.

    “Kami berharap para siswa dapat membiasakan diri untuk memilah sampah sejak dini. Dengan begitu, sekolah kita bisa menjadi lingkungan yang bersih sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa MAN 1 Palembang semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Sekolah juga berharap program bank sampah dapat berjalan secara berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi seluruh warga sekolah. (ANA)

  • Lomba Tari Kreasi Baru Sumatera Selatan 2025

    Lomba Tari Kreasi Baru Sumatera Selatan 2025

    SUARAPUBLIK, Palembang — Dinas Pendidikan Kota Palembang bersama SMP Negeri 27 Palembang sukses menyelenggarakan Lomba Tari Kreasi Baru Sumatera Selatan Tahun 2025 pada hari Kamis, 23 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 46 sekolah tingkat SD dan SMP dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

    Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Bapak Ir. H. M. Affan Prapanca, M.T., IPM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wadah penting bagi peserta didik untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya daerah.

    “Melalui lomba tari kreasi baru ini, kita ingin menanamkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi,” ujar Bapak Affan Prapanca dalam sambutannya.

    Sebagai tuan rumah, SMP Negeri 27 Palembang mempersiapkan kegiatan ini dengan penuh semangat dan kerja sama dari seluruh warga sekolah.

    Kepala SMP Negeri 27 Palembang, H Rusdiana menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini dengan lancar dan meriah.

    Lomba Tari Kreasi Baru Sumatera Selatan 2025 menampilkan beragam tari dengan sentuhan modern namun tetap berakar pada kekayaan budaya daerah. Dewan juri menilai berdasarkan aspek teknik, kreativitas, kekompakan, kostum, dan penghayatan makna tari.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berkontribusi aktif dalam pelestarian budaya daerah serta memperkuat identitas bangsa melalui seni tari.

  • Serbu Polrestabes, Ratusan Anak SD Diberi Edukasi Tertib Berlalulintas Sejak Usia Dini

    Serbu Polrestabes, Ratusan Anak SD Diberi Edukasi Tertib Berlalulintas Sejak Usia Dini

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Suasana riuh penuh canda tawa anak-anak terdengar jelas di Ruang Traffic Management Center Satlantas Polrestabes Palembang, Rabu 22 Oktober 2025.

    Ratusan anak Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Salsabilla Palembang berkunjung menemui bapak-bapak polisi lalulintas guna mengikuti  kegiatan edukatif keselamatan berlalu lintas.

    Kedatangan para siswa bersama guru-guru pendampingnya itu disambut langsung oleh Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan S Pradipta, bersama jajarannya. Pantauan saat berlangsungnya kegiatan, sangat terlihat jelas antusiasme anak-anak begitu terasa.

    Mereka, ratusan anak-anak itu, diperkenalkan dengan berbagai rambu lalu lintas, aturan dasar berkendara, hingga simulasi keselamatan yang dikemas interaktif dan menyenangkan.

    Tak hanya menerima materi, para siswa juga diajak melihat langsung kendaraan dinas kepolisian, ruang pelayanan Satlantas, hingga diberikan bingkisan edukatif.

    Momen paling ditunggu terjadi ketika mereka dipertontonkan video-video pelanggaran yang kerap dilakukan para pengendara di jalan raya.

    Dihadapan petugas, para siswa berjanji kelak dewasa nanti tidak mau mencontoh pelanggaran berkendara seperti yang ada didalam video.

    Tak hanya itu, antusias siswa pun juga terlihat saat mencoba simulasi tertib lalu lintas yang disiapkan petugas. Suasana pun makin semarak dengan tawa dan keceriaan anak-anak yang berebut ingin mencoba.

    Kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Finan S Pradipta melalui Kasubnit 1 Kamsel Ipda M Muhtasor mengatakan, pentingnya menanamkan disiplin berlalu lintas sejak usia dini.

    “Kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya perlu ditanamkan sejak anak-anak. Dengan begitu, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang peduli, taat aturan, dan bertanggung jawab ketika kelak menggunakan jalan raya,” ujar Ipda M Muhtasor, saat dibincangi media ini.

    Ipda M Muhtasor menambahkan, pihaknya akan terus menggandeng sekolah-sekolah yang ada di Kota Palembang untuk memperluas jangkauan edukasi akan pentingnya menanamkan disiplin berlalu lintas sejak usia dini.

    “Edukasi terus kita lakukan baik itu dengan turun langsung ke sekolah-sekolah maupun menerima kunjungan siswa di Mapolrestabes Palembang,” katanya.

    “Kami ingin anak-anak ini menjadi pionir keselamatan di lingkungannya masing-masing,” tegasnya.

    Melalui kegiatan ini, lanjut Ipda M Muhtasor Satlantas Polrestabes Palembang berharap generasi muda bukan hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kesadaran penuh tentang pentingnya disiplin di jalan raya.

    Budaya tertib lalu lintas, kata Muhtasor adalah investasi jangka panjang demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua masyarakat.

    Sementara, Suci Astriana, koordinator sekaligus guru pendamping anak-anak SDIT Salsabilla menyampaikan apresiasi atas langkah Polrestabes Palembang yang membuka ruang pembelajaran praktis ini.

    Menurutnya, metode belajar langsung semacam ini jauh lebih efektif untuk anak-anak. “Mereka belajar sambil bermain, jadi pesan keselamatan lebih mudah masuk ke dalam diri mereka,” ujarnya.

    “Sekolah kami berlokasi di Jalan DI Panjaitan Lorong Daruruhama No 88 RT 33 RW 12 Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju Kota Palembang,” tuturnya. (ANA)

  • Lolos Tes Tertulis, Peserta OSIM Jalani Tes Wawancara di MTs Negeri 1

    Lolos Tes Tertulis, Peserta OSIM Jalani Tes Wawancara di MTs Negeri 1

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1  Palembang menggelar tes wawancara dalam rangka pemilihan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) baru periode 2025/2026, untuk mewujudkan OSIM berkualitas, Selasa 21 Oktober 2025.

    Tes wawancara yang berlangsung di ruang laboratorium komputer tersebut diikuti sebanyak 10 besar peserta yang sebelumnya telah dinyatakan lolos pada tahapan tes tertulis.

    Adapun yang bertindak sebagai pewawancara atau penguji adalah kepala madrasah, wakil kurikulum, wakil kesiswaan, dan wakil humas.

    Kepala MTs Negeri 1 Palembang, Listya Yustikarini, mengatakan melalui tes wawancara, tim penyaringan jadi tahu kemampuan setiap peserta dalam menyampaikan pemikiran, pendapat, memecahkan masalah, kemampuan berkomunikasi, etika dalam berbicara, dan lain sebagainya.

    Menurut Listya, ketua OSIM harus mampu menjadi contoh yang baik dalam hal apapun kepada seluruh anggota dan siswa di madrasah.

    “OSIM adalah sebuah organisasi yang menjadi wadah atau sarana bagi siswa dalam melatih kepemimpinan, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta mengembangkan kemampuan sosial dan berorganisasi. Oleh karena itu, pemilihan ketua OSIM harus dilakukan dengan serius agar mendapatkan sosok yang memiliki integritas, kedewasaan, dan visi yang jelas demi kemajuan madrasah,” jelas Listya Yustikarini.

    Lebih lanjut, Listya menambahkan bahwa ketua OSIM juga harus mampu menjembatani komunikasi antara siswa dan guru serta pihak madrasah, sehingga aspirasi siswa bisa tersampaikan dengan baik dan program-program OSIM dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan madrasah.

    “Yang juga penting, mereka bisa menjadi teladan dalam berperilaku, bertutur kata, membangun hubungan harmonis, menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman, mendukung program madrasah, dan OSIM juga harus punya program kerja yang mendukung visi dan misi madrasah,” kata Listya.

    Sementara, Pembina OSIM, Naruddin menambahkan tes bertujuan untuk menggali lebih dalam potensi kepemimpinan, kreativitas, serta komitmen para calon anggota OSIM dalam menjalankan tugas organisasi.

    Tahapan ini katanya, bagian dari rangkaian seleksi yang telah dimulai sejak pendaftaran, dengan tujuan untuk memilih siswa terbaik yang akan memimpin OSIM di periode mendatang.

    “Hari ini, kami melaksanakan tes wawancara untuk 10 besar calon pengurus OSIM yang akan kami ambil 6 besar atau 3 kandidat calon ketua dan wakil, dan akan maju pada tahap selanjutnya. Tes ini penting untuk untuk memastikan bahwa para pengurus OSIM yang terpilih benar-benar memiliki visi dan komitmen yang tinggi terhadap pengembangan madrasah, serta mampu menjadi teladan bagi seluruh siswa di MTsN 1 Palembang,” kata Naruddin.

    Pantauan pada saat tes wawancara tampak suasana tenang mewarnai jalannya tes yang sedang berlangsung di ruang laboratorium komputer tersebut. Setiap peserta fokus untuk memberikan jawaban terbaik dari setiap butir pertanyaan yang akan diterima.

    Dihadapan penguji, peserta menyampaikan jawaban-jawaban terbaik. Para penguji pun memberikan perhatian penuh dan mencatat setiap jawaban dengan cermat, memastikan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan transparan.

    Sesekali, terdengar suara peserta yang menjelaskan dengan penuh keyakinan dan percaya diri, menampilkan kemampuan komunikasi yang baik serta wawasannya tentang kepemimpinan dan tanggungjawab.

    Suasana ini memperlihatkan betapa pentingnya posisi ketua OSIM bagi para siswa, tidak hanya sebagai pemimpin tetapi juga sebagai teladan di madrasah. (ANA)

  • SKK Migas Bekali Mahasiswa UMP Wawasan Hukum Energi Terkini

    SKK Migas Bekali Mahasiswa UMP Wawasan Hukum Energi Terkini

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Sumatera Selatan (Sumsel) menggandeng Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah (UM) Palembang guna menggelar kuliah umum tentang hulu migas, Senin 20 Oktober 2025.

    Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang Abdul Hamid Usman SH M Hum ini menghadirkan langsung Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumsel, Syafei Sapri dan Tim Operation Services Officer SKK Migas Sumatera Selatan sebagai narasumber.

    Disampaikan Abdul Hamid Usman, dalam sambutannya bahwa dirinya mewakili Fakultas Hukum UM Palembang sangat mengapresiasi penuh kepercayaan SKK Migas dan KKKS wilayah Sumatera Selatan yang sudah mempercayai fakultasnya  sebagai mitra kolaborasi.

    “Terima kasih kepada SKK Migas dan KKKS wilayah Sumsel yang telah menggandeng Fakultas Hukum dalam kegiatan ini. Kuliah umum ini bukan sekadar forum penyampaian materi, tetapi momentum penting untuk membukakan cakrawala baru bagi mahasiswa kami terkait hukum energi, khususnya sektor hulu migas” ujarnya.

    Menurut Abdul Hamid, mahasiswa hukum tidak boleh hanya berkutat pada hukum pidana atau perdata konvensional. Dunia kerja menuntut SDM hukum yang mampu memahami sektor strategis seperti energi, lingkungan, dan investasi.

    Dengan adanya kuliah umum ini,  dirinya berharap lahir calon ahli hukum migas dari Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang di masa depan.

    Dikatakannya, aspek legalitas menjadi tulang punggung dari keseluruhan proses eksplorasi hingga produksi. Dari mulai penerbitan izin lingkungan, perjanjian kerja sama, hingga penyelesaian sengketa apabila terjadi pelanggaran kontrak atau pencemaran wilayah operasional.

    “Mahasiswa hukum wajib mengetahui bahwa sektor migas bukan hanya urusan teknis pengeboran. Di dalamnya ada ratusan klausul kontrak, regulasi perpajakan, ketentuan lingkungan, bahkan isu-isu ketenagakerjaan. Semuanya membutuhkan peran ahli hukum,” tegasnya.

    Ia menambahkan, peluang karier lulusan hukum di sektor migas sangat terbuka lebar, baik sebagai legal officer di perusahaan KKKS, konsultan hukum energi, maupun auditor kontrak pemerintah.

    “Fakultas Hukum mendorong bahwa kolaborasi ini tidak akan berhenti pada satu kuliah umum saja. Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang siap menjajaki program lanjutan seperti magang, penelitian bersama, atau legal rafting workshop khusus sektor migas,” tuturnya. (ANA)

  • Sulap Limbah Daun Nanas Jadi Penghasilan Bernilai Tinggi, UPGRIP Beri Pelatihan UMKM di Prabumulih

    Sulap Limbah Daun Nanas Jadi Penghasilan Bernilai Tinggi, UPGRIP Beri Pelatihan UMKM di Prabumulih

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Siapa sangka limbah daun nanas yang selama ini dianggap tak berguna, kini bisa disulap menjadi sumber penghasilan yang bernilai tinggi.

    Salah satunya seperti inovasi yang dihadirkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) bersama Kelompok Pengrajin UMKM Omah Kreatif Indy Prabumulih, beberapa waktu lalu.

    Kegiatan yang berlangsung di Prabumulih Timur dengan tajuk pemberdayaan perempuan dalam kelompok pengrajin UMKM serat nanas sebagai upaya penguatan ekonomi keluarga ini menjadi bukti nyata komitmen UPGRIP dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang pengabdian kepada masyarakat.

    Menurut Wakil Rektor II Universitas PGRI Palembang, Assoc Prof Dr Yasir Arafat SE MM, kegiatan di Prabumulih itu berlangsung salah satunya berkat adanya dukungan dari hibah internal Universitas PGRI Palembang.

    “Kami memberikan pelatihan kepada kelompok perempuan dan pelaku UMKM tentang cara mengolah limbah daun nanas menjadi produk ramah lingkungan bernilai tinggi, seperti tas, dompet, dan kain serat alami,” jelasnya, Sabtu 18 Oktober 2025.

    “Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas PGRI Palembang dan Kelompok Pengrajin Serat Nanas UMKM Omah Kreatif Indy,” tambahnya.

    Yasir Arafat menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah konkret untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat.

    “Universitas hadir untuk mendampingi masyarakat agar bisa memanfaatkan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

    “Melalui kerja sama ini, UPGRIP berharap lahir lebih banyak inovasi lokal yang tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membawa limbah jadi berkah bagi masyarakat,” tambahnya lagi.

    Sementara itu, dari rillis yang diterima media ini Ketua Kelompok Pengrajin, Istina, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya atas kolaborasi dari UPGRIP ini.

    “Kami merasa sangat terbantu. Sekarang kami tahu cara mengolah serat nanas menjadi produk bernilai tambah dan memasarkan lewat media digital,” ungkapnya.

    Selain pelatihan teknis, lanjutnya peserta juga dibekali pengetahuan tentang kewirausahaan, manajemen usaha, serta strategi pemasaran digital. Tujuannya agar para perempuan pengrajin mampu mandiri, berdaya saing, dan menjadi motor penggerak ekonomi keluarga di lingkungan masing-masing.

    “Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam mendukung kesetaraan gender dan pertumbuhan ekonomi inklusif,” katanya.

    Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama, pemberian cinderamata, serta komitmen untuk melanjutkan pendampingan berkelanjutan antara Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) dan UMKM Serat Nanas Prabumulih. (ANA)

  • Peringati Hari Tani Nasional, Himagri Pertanian UMP Selenggarakan Seminar Inspiratif

    Peringati Hari Tani Nasional, Himagri Pertanian UMP Selenggarakan Seminar Inspiratif

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional Tahun 2025, Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagri) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP)  menyelenggarakan seminar inspiratif bertajuk “Merajut Asa di Ladang Karya Generasi Muda: Bertani, Beraksi, dan Berarti”, Sabtu 18 Oktober 2025.

    Acara yang berlangsung di Aula Gedung KH Faqih Usman Lantai 7 UM Palembang ini menghadirkan dua pakar pertanian kenamaan Sumatera Selatan yakni Dr Ir M Yamin MP dan Prof Dr Ir Supli Effendi Rahim, M.Sc., dengan Dr Yetty Hastiana, M.Si bertindak sebagai moderator.

    Kehadiran para akademisi sekaligus praktisi di bidang pertanian ini menambah bobot diskusi mengenai masa depan dunia pertanian Indonesia, khususnya di tangan generasi muda.

    Dalam sambutannya, Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof Dr Sri Rahayu  menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk seluruh panitia dan mahasiswa yang berhasil menyelenggarakan kegiatan ini dengan melibatkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Selatan.

    “Seminar seperti ini bukan hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga deklarasi bahwa generasi muda tidak boleh menjauh dari dunia pertanian. Justru dari tangan kalianlah masa depan kedaulatan pangan Indonesia ditentukan,” ujar Prof Sri Rahayu.

    Sementara itu, dalam pemaparannya, Dr M Yamin menegaskan bahwa pertanian modern tidak lagi identik dengan pekerjaan kasar di sawah. Menurutnya, industri pertanian saat ini sudah memasuki era digitalisasi, mekanisasi, hingga agripreneurship.

    “Petani masa depan bukan hanya mereka yang menanam, tetapi juga yang mampu mengelola data, memahami pasar, dan membangun brand produk lokal,” jelasnya.

    Sedangkan Prof Supli Effendi Rahim menyoroti pentingnya kemandirian pangan dan ketahanan ekonomi berbasis komoditas lokal. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi besar dunia pertanian.

    “Indonesia punya lahan luas dan kekayaan hayati melimpah. Sayangnya, kita masih banyak mengimpor bahan pangan. Kalau bukan kalian yang mengubah kondisi ini, siapa lagi,” tegasnya menanyakan.

    Seminar diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan berbagai pertanyaan seputar kewirausahaan pertanian, peluang karier, hingga strategi menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan.

    Tak hanya mendatangkan orang penting di dunia pertanian, acara tersebut turut pula dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palembang Dr Helmi Zuryani, S Pi M Si, para Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dosen, serta ratusan mahasiswa lintas jurusan.

    Kehadiran peserta yang antusias menunjukkan bahwa isu pertanian kini tak lagi dianggap kuno, tetapi justru menjadi bidang strategis dan menjanjikan di masa depan. (ANA)

  • Hakim Militer hingga Advokat Terjun Langsung Beri Kuliah Umum Mahasiswa UMP

    Hakim Militer hingga Advokat Terjun Langsung Beri Kuliah Umum Mahasiswa UMP

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) terus berkomitmen mencetak lulusan yang bukan hanya kuat secara teori, tetapi juga matang secara praktik.

    Universitas dengan almamater hijau tersebut melaksanakan kegiatan kuliah umum kemahiran hukum litigasi bertajuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap praktik ilmu hukum dengan langsung mendatangkan empat narasumber profesional dari lintas lembaga peradilan untuk membagikan pengalaman dan wawasannya.

    Wakil Dekan I Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang, Yudistira SH M Hum menyampaikan, bahwa kehadiran narasumber dari berbagai lingkungan peradilan memberi warna tersendiri dalam proses pembelajaran di UMP.

    “Mahasiswa diajak menyelami langsung dunia hukum dari para pelaku lapangan. Ini bukan sekadar kuliah umum, tapi transfer pengalaman langsung dari para praktisi hukum. Mahasiswa bisa bertanya, berdiskusi, bahkan memahami etika dan dinamika profesi hukum secara nyata,” jelasnya, Jumat 17 Oktober 2025.

    Ia menambahkan bahwa Fakultas Hukum UMP berkomitmen memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman akademik berbasis praktik agar mahasiswa memiliki keunggulan kompetitif saat bersaing di dunia profesional.

    Selama 2 hari pelaksanaan, lanjutnya suasana kuliah umum berlangsung interaktif. Para narasumber tidak hanya membahas proses litigasi secara prosedural, tetapi juga membagikan kasus-kasus nyata yang mereka tangani.

    Suasana kuliah umum dengan para narasumber profesional terkait dunia hukum yang berlangsung di UM Palembang, Jumat 17 Oktober 2025. (Photo: Deni Kurniawan)

    “Misalnya, bagaimana PTUN menangani sengketa administrasi negara, bagaimana peran PERADI dalam menjaga profesionalisme advokat, dinamika persidangan di pengadilan militer, hingga penyelesaian perkara rumah tangga di pengadilan agama,” katanya.

    Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang adaptif dan progresif.

    “Tidak hanya mengandalkan kurikulum konvensional, namun juga mengembangkan pola pembelajaran berbasis pengalaman langsung (experiental learning) agar mahasiswa fakultas hukum memahami hukum bukan sebagai teks, tetapi sebagai realitas yang hidup,” ujarnya.

    Dengan adanya kolaborasi intensif antara akademisi dan praktisi, diharapkan lulusan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang tidak hanya fasih berbicara hukum, tetapi juga mampu bertindak sebagai problem server di tengah masyarakat.

    Sementara itu, Kepala Laboratorium Fakultas Hukum UMP, Dr Suharyono SH MH menegaskan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian dari strategi penguatan keilmuan berbasis praktik nyata.

    “Selama ini mahasiswa banyak belajar hukum secara normatif. Melalui kegiatan ini, kami ingin mereka menyaksikan dan memahami bagaimana hukum bekerja di ruang sidang, bukan hanya di dalam buku,” ujarnya.

    Menurutnya, kedekatan mahasiswa dengan praktisi hukum sejak di bangku kuliah akan mempercepat proses adaptasi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang saat terjun ke dunia profesional, baik sebagai advokat, hakim, jaksa, maupun profesi hukum lainnya.

    Sekedar informasi sejumlah narasumber berkompeten di bidang hukum yang dihadirkan UMP diantaranya yakni sebagai pemateri yakni Wakil Ketua Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang Andi Atika Nuzli SH MH, Ketua (Perhimpunan Advokat Indonesia) PERADI Kota Palembang

    Dr Azwar Agus SH M Hum, Hakim Militer DILMIL 1-04 Kota Palembang Mayor Chk (K) Dr Endah Wulandari SH MH, dan Hakim Pengadilan Agama Kota Palembang Dr H Masalan Bainon S Ag MH. (ANA)

  • Pesta Demokrasi Pemilihan Pengurus OSIM Digelar, 143 Siswa Antusias Ikuti Seleksi

    Pesta Demokrasi Pemilihan Pengurus OSIM Digelar, 143 Siswa Antusias Ikuti Seleksi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pesta demokrasi pemilihan pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) di MTs Negeri 1 Kota Palembang mulai digelar. Berawal dari proses pendaftarn, tercatat sebanyak 143 siswa siap berkompetisi pada OSIM Tahun Pelajaran 2025/2026. Mereka mengikuti tes tertulis didepan tim penilai.

    Pembina OSIM MTs Negeri 1 Palembang, Naruddin mengatakan, tes tertulis berlangsung di ruang laboratorium komputer madrasah. Ruang lingkup materi ujian memuat tugas dan fungsi OSIM di madrasah.

    “Ada 8 butir pertanyaan uraian yang kami siapkan dan membutuhkan jawaban penalaraan serta strategi siswa dalam membangun OSIM di madrasah,” terangnya, Jumat 17 Oktober 2025.

    Naruddin menjelaskan, tujuan dilakukan seleksi tersebut adalah untuk mendapatkan calon pengurus yang benar-benar layak dan siap bertanggung jawab menjalankan program kerja OSIM, menentukan jumlah calon pengurus yang dibutuhkan sesuai kebutuhan organisasi, dan membentuk kepemimpinan yang mampu menjadi teladan dan mengayomi teman-temannya.

    “Seleksi juga bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin bergabung di keorganisasian OSIM karena minat siswa sangat tinggi, dan ini juga sebagai bentuk transparan agar hasil nya memang sesuai yang diharapkan,” kata Naruddin.

    Dari hasil seleksi tersebut kata Naruddin, diambil 10 siswa dengan nilai terbaik untuk selanjutnya disaring lagi menjadi 6 terbaik atau terpenuhi 3 kandidat, yaitu calon ketua dan wakil. Kemudian, 36 siswa untuk menduduki 6 posisi seski bidang dalam OSIM.

    “Jadi yang untuk 10 besar itu akan mengikuti tahap wawancara dan dari hasil wawancara itulah akan ditemukan 6 besar atau 3 kandidat yaitu pasangan calon ketua dan wakil. Baru stelah itu, tahap selanjutnya unjuk bakat, orasi, kampanye, pencoblosan, dan hingga pelatikan pengurus terpilih,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala MTs Negeri 1 Palembang, Listya Yustikarini, mengatakan, OSIM adalah organisasi resmi yang dibentuk di lingkungan madrasah sebagai wadah kegiatan siswa.

    Fungsi utama OSIM, dikatakannya adalah menampung aspirasi siswa, mengembangkan potensi dan bakat, serta melatih kepemimpinan dan tanggung jawab sosial para anggotanya.

    OSIM disampaikannya, menjadi sarana pembinaan kesiswaan yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan melalui pengembangan karakter, sosial, dan kepribadian siswa. OSIM juga berfungsi membantu madrasah dalam membangun citra positif di masyarakat.

    “Kepada seluruh panitia yang terlibat dalam pemilihan OSIM baru ini agar dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Karena pemilihan OSIM ini digelar layaknya pemilu sungguhan dan mengedepankan asas demokrasi, kejujuran, dan tanggung jawab,” kata Listya.

    Dia mengharapkan, ketua dan wakil ketua OSIM terpilih nanti mampu menjadi pelopor perubahan positif, mampu menyuarakan aspirasi siswa, serta melanjutkan program-program madrasah dengan inovasi baru. Kegiatan ini membekali generasi muda untuk menjadi pemimpin yang bijak, jujur, dan berkarakter. (ANA)

  • Komitmen Listya: Jadikan MTs 1 Sebagai Lembaga Pendidikan MADUSERA

    Komitmen Listya: Jadikan MTs 1 Sebagai Lembaga Pendidikan MADUSERA

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kepala MTs Negeri 1 Kota Palembang, Listya Yustikarini berkomitmen akan menjadikan madrasah yang dipimpinnya ini sebagai Lembaga Pendidikan Madrasah Unggul, Sehat dan Ramah Anak (MADUSERA).

    Pernyataan itu disampaikan Listya Yustikarini saat memimpin rapat koordinasi bersama seluruh warga madrasah, baik wakil kepala maupun guru-guru dan para wali kelas di MTs Negeri 1 Palembang, Jumat 17 Oktober 2025.

    Selain tetap ingin menjadikan lembaga pendidikan yang dikenal MADUSERA, rapat tersebut juga membahas  persiapan madrasah dalam mengikuti penilaian madrasah award yang saat ini sedang berlangsung.

    “Saya mengharapkan kerjasama dan dukungan semua warga madrasah terutama guru yang diberi tugas tambahan sebagai wali kelas karena  wali kelas menjadi garda terdepan membersamai dan menggerakan siswa dalam membantu mewujudkan MTsN 1 Palembang menjadi yang terbaik dalam ajang penilaian kegiatan tersebut,” ujarnya.

    Perlu diingat pertemuan ini, lanjut Listya bukan hanya karena untuk kepentingan penilaian dalam ajang madrasah award saja, tetapi ini memang sudah menjadi komitmen dalam upaya untuk memberikan pendidikan yang terbaik.

    “Ini bukan sebatas penilaian tapi cita-cita kita bersama. Kami sangat mengharapkan kerjasama dan bantuan bapak ibu terutama wali kelas untuk mengajak siswanya, ayo kita dukung dan wujudkan madrasah yang unggul, sehat, dan ramah anak ini. Kami yakin, dengan semangat kebersamaan dan kesadaran kita semua, ini akan mudah terwujud,” kata Listya.

    Listya menjelaskan, saat ini MTsN 1 Palembang sedang mengikuti penilaian madrasah award. Penilaian ini mencakup tata kelola madrasah, sekolah sehat, dan sekolah ramah anak.

    Untuk itu, katanya, peran wali kelas sangat mendukung dalam rangka menggerakan dan melaksanakan aksi nyata bersama para siswa.

    Aksi nyata itu, terangnya, dengan melaksanakan program-program yang sudah ada seperti 7K, kegiatan peduli lingkungan sehat melalui program jum’at bersih, sosialisasi kesehatan melalui tim UKS, siaga kantin sehat, edukasi dan kebiajkan sekolah anti perundungan, peningkatan layanan kepada siswa dan masyarakat, peningkatan kualitas pembelajaran, dan lain sebagainya.

    “Sebenarnya apa yang kita laksanakan ini sudah ada dan berjalan. Hanya saja belum menjadi pembiasaan yang benar-benar menjadi karakter. Untuk itu, kami mengharapkan kerjasama bapak ibu untuk sama-sama kita membangun budaya di madrasah kita ini, menjadikannya pembiasaan, kemudian kita dan seluruh siswa terbiasa, akhirnya menjadi karakter,” ungkapnya.

    Listya menegaskan, berbagai upaya pembenahan dan perbaikan di MTsN 1 Palembang katanya, bukan sekedar untuk merebut juara atau terhindar dari hukuman. Namun, bentuk komitmen untuk mewujudkan MTsN 1 Palembang yang lebih baik ke depannya.

    Karena dia sadar, harapan dan cita-cita orang tua pastilah menginginkan putra putri mereka keluar dari MTsN 1 Palembang memiliki bekal pengetahuan yang cukup, serta ada perubahan karakter dari yang sebelumnya kurang baik menjadi lebih baik, bahkan memiliki keunggulan lebih.

    “Menjadi madrasah yang unggul dalam segala aspek, sekolah sehat, sekolah ramah anak, itu bukan untuk dinikmati sebulan dua bulan. Tapi ini adalah cita-cita untuk selamanya, bahkan untuk dilanjutkan oleh pemimpin selanjutnya. Oleh karena itu, mari kita bangun bersama. Kita wujudkan anak-anak didik kita memiliki pembiasaan yang baik yang akhirnya menjadi karakter,” tegasnya.

    Dia juga mengharapkan dukungan semua pihak termasuk orang tua untuk mengingatkan anak-anak mereka saat di rumah. Dari hal yang kecil misalnya, disiplin dari bangun tidur untuk merapikan tempat tidur, menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri, membuang sampah di tempatnya, dan hal-hal lain yang tujuannya untuk membentuk karakter yang baik.

    Listya yakin dengan komitmen yang kuat dari seluruh internal madrasah, ditambah lagi dukungan dari orang tua, dan masyarakat, penyelenggaraan pendidikan di MTsN 1 Palembang akan berjalan dengan lancar, program-program akan terlaksana dan memberikan dampak pada perubahan perilaku terutama kepada siswa.

    MTsN 1 Palembang secara bertahap memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan, mendukung proses belajar secara optimal, serta memberikan kenyamanan bagi siswa dan warga madrasah. (ANA)

  • Sebelum Jadi Guru, 4360 Mahasiswa UIN Raden Fatah Jalani Uji Kompetensi Didepan 100 Pengawas

    Sebelum Jadi Guru, 4360 Mahasiswa UIN Raden Fatah Jalani Uji Kompetensi Didepan 100 Pengawas

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 4360 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang mengikuti

    Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (UKMPPG) yang dilaksanakan Kementerian Agama RI, Rabu 15 Oktober 2025.

    Kegiatan yang dilangsungkan di Gedung Perpustakaan Lantai IV Kampus B UIN Raden Fatah Palembang ini, bertujuan untuk menguji kompetensi mahasiswa dalam bidang profesi keguruan yang didalamnya terdiri dari Uji Kinerja (UK) dan Uji Pengetahuan (UP), sebelum nantinya benar-benar mengabdi di masyarakat menjadi tenaga pengajar atau guru.

    Kaprodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Raden Fatah Palembang, Dr Irja Putra Pratama M Pd mengatakan UKMPPG ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, dan menjadi tolok ukur kelulusan untuk memperoleh sertifikat pendidik.

    Uji kompetensi ini, menurutnya penting sebagai alat ukur ketercapaian standar kompetensi guru.

    “Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 15-16 Oktober  2025 di Gedung Perpustakaan lantai IV, Kampus B UIN Raden Fatah Palembang dengan diikuti 4360  peserta dan pengawas 100 orang dalam 5 sesi,” jelasnya.

    Secara teknis, diterangkannya ujian ini dilangsungkan dalam lima sesi, tiga sesi di hari pertama dan dua sesi di hari kedua, guna menjamin kelancaran dan pemerataan pelaksanaan.

    “Kegiatan ini bukan hanya berskala besar dari sisi jumlah, tetapi juga memiliki tujuan yang jelas dan berdampak jangka panjang,” katanya.

    Melalui program PPG dan UKMPPG ini, lanjutnya, diharapkan dapat membentuk guru yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga berintegritas dan memiliki nilai-nilai kepemimpinan spiritual.

    “Dengan keberhasilan pelaksanaan ini, publik dapat berharap akan hadirnya generasi pendidik yang lebih unggul, tangguh, dan adaptif terhadap tantangan zaman,” ujarnya.

    “Semoga langkah ini menjadi awal dari peningkatan mutu pendidikan di segala bidang yang lebih merata dan profesional di seluruh tanah air, khususnya tenaga pengajar di Sumatera Selatan,” tambahnya.

    Menurutnya, selain sebagai syarat mendapatkan sertifikat pendidik, keberhasilan dalam UKMPPG juga membuka peluang bagi para guru maupun calon guru untuk mendapatkan pengakuan sebagai tenaga pendidik yang kompeten dan layak secara akademik serta moral.

    “UKMPPG bukan sekadar prosedur formalitas, melainkan proses strategis yang berorientasi pada mutu pendidikan nasional,” tuturnya. (ANA)

  • Siswa MTs 1 Sabet Juara 1 dan 2 di Ajang Kejuaraan Karate Piala Pangdam II/Swj

    Siswa MTs 1 Sabet Juara 1 dan 2 di Ajang Kejuaraan Karate Piala Pangdam II/Swj

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Prestasi membanggakan ditorehkan salah satu siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1  Palembang yang berhasil menyabet

    dua juara sekaligus di ajang Kejuaraan Karate Piala Pangdam II/ Sriwijaya di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) beberapa waktu lalu.

    Siswa berprestasi yang mengharumkan nama madrasah itu yakni bernama Syauqi, seorang pelajar yang duduk di bangku kelas IX A MTs Negeri 1 Palembang.

    Syauqi berhasil meraih dua prestasi sekaligus, yaitu juara 1 dan 2 di ajang Kejuaraan Karate Piala Pangdam II/ Sriwijaya yang diikuti sekitar 1.986 peserta dari 77 Kontingen utusan dari perguruan di bawah naungan FORKI dan peserta dari luar daerah Sumsel lainnya seperti Bengkulu, Lampung, Jambi dan Kepulauan Bangka Belitung, termasuk dari Provinsi Sumatera Utara.

    Ketika namanya disebut saat upacara bendera di Lapangan Mts Negeri 1 Palembang karena dianggap sudah mengharumkan nama madrasah, Syauqi mengaku bangga ketika mendapat sambutan hangat dari para guru dan teman-teman siswa lainnya saat namanya diumumkan.

    Siswa yang bercita-cita menjadi atlet karate ini mengaku sangat bersyukur karena selama ini mendapat dukungan yang kuat dari madrasah dan keluarganya.

    “Alhamdulilah, keberhasilan saya berkat do’a dan dukungan dari keluarga besar MTs 1 Palembang dan orang tua dirumah,” kata Syauqi, saat dibincangi media ini di sekolahnya, Rabu, 15 Oktober 2015.

    Sauqi mengatakan, selama pertandingan, ia selalu menjunjung nilai-nilai kejujuran dan sportivitas. Ia selalu ingat nasihat dari guru dan orang tua, untuk selalu jujur, disiplin dan berjuang dengan penuh semangat.

    “Saya selalu ingat nasehat dan wejangan dari guru dan orang tua, untuk harus selalu rendah hati, gak boleh sombong atas apa yang sudah kita raih,” ungkapnya.

    Sementara Kepala MTs Negeri 1 Palembang, Listya Yustikarini menyampaikan rasa bangga dirinya kepada Syauqi. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan keluarga besar MTsN 1 Palembang.

    Menambah deretan siswa MTsN 1 Palembang yang sukses di bidang olahraga. Ini menjadi bukti, siswa madrasah tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga non akademik seperti olahraga dan lainnya.

    “Alhamdulilah, prestasi ini membuktikan siswa madrasah, siswa MTsN 1 Palembang tidak hanya unggul di bidang akademik, juga bidang non akademik seperti olahraga, dan juga bidang lain. Sauqi, salah satu contoh siswa yang memiliki semangat untuk mengembangkan kemampuannya. Kami harap, semangatnya menjadi contoh untuk yang lain,” jelasnya.

    Selain Syauqi, disampaikannya beberapa siswa lainnya juga sudah banyak berhasil menyumbang prestasi di bidang olahraga untuk madrasah yaitu seperti pernah meraih juara 1 futsal putra, dan 2 futsal putri tingkat kota. Juara 1 kompetisi renang gaya punggung, dan juara 1 gaya kupu-kupu tingkat nasional. (ANA)

  • Inovasi Baru, SMK 8 Hadirkan Perpustakaan Teknologi Luar Ruangan

    Inovasi Baru, SMK 8 Hadirkan Perpustakaan Teknologi Luar Ruangan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Guna menarik minat baca di kalangan siswanya akan pengetahuan teknologi, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Palembang melakukan terobosan baru dengan menghadirkan perpustakaan luar ruangan.

    Perpustakaan yang selama ini identik dengan koleksi buku-buku terpajang rapi di rak sangat jauh berbeda jika dibandingkan perpustakaan teknologi luar ruangan yang ada di SMKN 8 Palembang.

    Dimana perpustakaan tersebut tidak hanya menghadirkan gambar maupun buku-buku saja namun memperlihatkan langsung wujud asli teknologinya seperti sepeda motor, komputer dan perangkat teknologi lainnya.

    “Perpustakaan luar ruangan ini dibangun dengan misi meningkatkan literasi baik bagi siswa maupun guru, diharapkan mereka dengan ini dapat meningkatkan imajinasinya karena tak hanya memperlihatkan gambar di buku, namun wujud asli teknologinya. Di sini, kami mengoleksi berbagai peralatan dan teknologi terdahulu hingga masa kini,” terang Kepala SMKN 8 Palembang Rafly, Rabu 15 Oktober 2025.

    Rafly menuturkan, perpustakaan yang menawarkan beragam koleksi teknologi lini menjadi salah satu yang pertama di Kota Palembang bahkan di provinsi ini.

    “Ini telah kami garap sejak tahun 2022, saat saya baru awal menjadi kepala sekolah. Saya tidak katakan ini yang pertama, namun ini mengawali, khususnya di Kota Palembang atau Sumsel,” katanya.

    Tampak suasana perpustakaan luar ruangan yang ada di SMK Negeri 8 Palembang. (Photo: Deni Kurniawan)

    Bahkan menurut Kepsek, mekanisme yang diterapkan pada perpustakaan sudah modern, dimana informasi penjelasan bagi pengunjung tidak lagi menggunakan buku melainkan

    melalui barcode yang tersedia di masing-masing item yang dapat dipindai untuk memunculkan informasi mengenai koleksi teknologi disana.

    “Dari koleksi yang ada, kami menggunakan barcode berisi informasi mengenai benda tersebut, agar siswa dapat menggali lebih dalam. Di samping fungsinya sebagai perpustakaan, ini juga sebagai bengkel praktek bagi siswa jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Instalasi lampu minyak hingga LED serta jurusan perhotelan dan usaha layanan wisata,” ujarnya.

    Rafly menyebut ada ratusan item yang dihadirkan di Perpustakaan Luar Ruangan. Koleksi itu didapat dari swadaya siswa, guru, masyarakat, hingga sumbangan instansi pemerintah yang ada di kota dan provinsi ini.

    Dia berharap, perpustakaan ini dapat terus berdiri dengan koleksi yang kian bertambah. Selain itu juga dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

    “Selain untuk siswa, tidak menutup kemungkinan bagi masyarakat yang ingin menggali literasi dan mencari ilmu. Monggo, datang ke Perpustakaan Luar Ruangan SMKN 8 Palembang,” terangnya lagi.

    “Tujuan dan manfaat didirikannya perpustakaan ini yakni sebagai pusat pembelajaran dan inovasi, penguatan identitas budaya daerah, serta pelestarian budaya. Selain itu juga sebagai pendidikan vokasi yang relevan karena dapat berperan dalam melestarikan budaya sekaligus menjadi pusat pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman sekarang ini,” tuturnya. (ANA)

  • Kunjungi SMK 8, DPRD Sumsel Serap Berbagai Aspirasi Guru dan Para Siswa

    Kunjungi SMK 8, DPRD Sumsel Serap Berbagai Aspirasi Guru dan Para Siswa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pelaksanaan kegiatan reses masa sidang IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Dapil I digelar di SMKN 8 Palembang yang berlokasi di Jalan Panca Usaha Lorong Mufakat RT 54 RW 07 Kelurahan 5 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I, Selasa 14 Oktober 2025.

    Acara itu dihadiri enam anggota dewan dari berbagai partai politik, yakni Abdullah Taufik SE MM (Partai Gerindra), Aryuda Perdana Kusuma S Sos (Partai Golkar), Muhammad Toha S Ag (PKS), Ir Romiana Hidayati (PDI Perjuangan), H Chairul S Matdiah MH (Partai Demokrat), dan Firmansyah Hakim SH (Partai NasDem).

    Dalam kegiatan itu, para wakil rakyat tersebut mendengarkan berbagai aspirasi yang disampaikan pihak sekolah, guru dan para siswa SMK Negeri 8 Palembang.

    Anggota DPRD Sumsel Dapil I, Muhammad Toha, mengapresiasi tingginya kualitas penyampaian aspirasi dari siswa dan guru.

    Toha terkesan dengan salah satu siswa yang mengusulkan agar pemerintah tidak hanya memperhatikan fasilitas di sekolahnya sendiri, tetapi juga sekolah-sekolah lain di Palembang.

    “Ternyata yang dimintanya ini menurut kami perlu diapresiasi apa daya pikirnya dan wawasannya yang sudah memperhatikan sekolah-sekolah lain. Kalau untuk sekolah sendiri itu sudah biasa, tetapi dia sudah memikirkan sekolah lain,” jelas Toha.

    Terkait aspirasi dari para guru, Toha menyebut mayoritas permintaan berkaitan dengan status kepegawaian, khususnya guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang berharap diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

    “Hati kami tetap berharap ke depan ada perubahan sehingga mereka juga bisa diangkat secara otomatis,” tambah Toha, meskipun mengakui saat ini ada aturan yang belum memungkinkan.

    Harapan besar untuk SMKN 8, lanjutnya reses ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi antara dunia pendidikan dan legislatif. Diharapkan, berbagai kebijakan yang mendukung penguatan SMK dapat segera direalisasikan.

    Sementara itu, Ir Romiana Hidayati dari Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan apresiasinya terhadap jalannya acara yang berlangsung tertib dan interaktif.

    “Kegiatan di SMKN 8 Palembang berjalan teratur. Saya mengapresiasi para siswa yang sopan dan cerdas dalam menyampaikan aspirasi mereka. Beberapa aspirasi akan kami bawa sebagai bahan laporan reses, termasuk permintaan bantuan yang nantinya akan kami upayakan melalui dana CSR, seperti perbaikan lapangan dan fasilitas lainnya,” ujar Romiana.

    Ia juga menegaskan komitmen para anggota dewan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, meskipun pemerintah saat ini sedang melakukan pengetatan anggaran. Selain itu, ada pula pertanyaan dari pihak sekolah terkait perlindungan hukum bagi guru yang hingga kini belum memiliki payung hukum yang jelas. Menanggapi hal tersebut, Romiana berjanji akan menyampaikan hal ini kepada pihak pemerintah untuk ditindaklanjuti.

    Kepala Sekolah SMKN 8 Palembang, Rafli S Pd M Pd menyambut baik pelaksanaan reses ini. Ia berharap aspirasi yang disampaikan guru dan siswa dapat direalisasikan pada masa sidang berikutnya.

    “Dari sekolah menyampaikan mungkin penambahan fasilitas baik gedung maupun kelas, bengkel, dan tempat praktik bagi siswa,” ujar Rafli.

    Ia juga berharap adanya peluang kerja yang diprogramkan oleh pemerintah bagi lulusan SMKN 8 Palembang, mengingat sekolah sudah memiliki program PKK (Pusat Kegiatan Belajar) tingkat sekolah dan provinsi.

    “Kami berharap mereka dapat bersekolah dengan baik, dapat menyelesaikan dengan baik, apapun kondisinya sehingga pada saat nanti mereka akan kita persiapkan untuk menjadi pimpinan di negeri ini yang lebih baik,” terangnya.

    “Dengan adanya perhatian dari DPRD Sumsel, diharapkan berbagai kebijakan yang mendukung penguatan SMK dapat segera terealisasi, sehingga lulusan SMK semakin siap menghadapi tantangan industri dan dunia kerja,” tambahnya.

    Dukungan dari DPRD Sumsel ini, kata Kepsek menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan kejuruan. Dengan sinergi antara pemerintah, sekolah, dan industri, lulusan SMK di Sumatera Selatan diharapkan dapat bersaing di dunia kerja dan menjadi tenaga profesional yang siap pakai. (ANA)

  • Cegah Penularan Penyakit, Sebelum Memasuki Kelas MTs 2 Wajibkan Siswa Cuci Tangan Pakai Sabun

    Cegah Penularan Penyakit, Sebelum Memasuki Kelas MTs 2 Wajibkan Siswa Cuci Tangan Pakai Sabun

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Setiap harinya, sebelum memasuki ruangan kelas untuk melakukan aktivitas belajar para siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 2 Palembang diwajibkan terlebih dahulu harus mencuci tangan di wastafel menggunakan sabun.

    “Dengan penerapan ini kita ingin anak-anak merasa aman, nyaman, dan terlindungi di madrasah. Gerakan mencuci tangan di wastafel menggunakan sabun ini merupakan langkah sederhana namun bermakna,” terang Kepala MTs Negeri 2 Palembang, M A Fajar, Selasa 14 Oktober 2025.

    Menurut Fajar, madrasah ramah anak dimulai dari lingkungan yang bersih dan sehat, dan itu bisa dimulai dari hal kecil seperti mencuci tangan. Tentu hal ini akan berdampak ke siswa untuk membiasakan diri hidup bersih sejak dini.

    “Tujuan kegiatan positif yang diwajibkan ini untuk menekan risiko penularan penyakit di lingkungan sekolah, dan mewujudkan madrasah ramah anak yang tidak hanya mengutamakan pendidikan tapi juga kesejahteraan dan perlindungan siswa,” katanya.

    Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas menjaga kebersihan, sambung Fajar serta dalam rangka mewujudkan madrasah yang bersih, sehat, dan ramah anak.

    “Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas menjaga kebersihan, melainkan menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam membangun budaya hidup sehat sejak dini. Dengan mengusung tema cuci tangan, langkah kecil wujudkan madrasah ramah anak, gerakan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap kesehatan pribadi maupun lingkungan,” ujarnya.

    “Kegiatan ini diawali dengan melakukan enam langkah cuci tangan yang benar di area wastafel madrasah yang telah disediakan. Adanya kegiatan ini para siswa tampak antusias melaksanakannya,” tambahnya.

    Disampaikannya, cuci tangan pakai sabun secara rutin dapat mencegah berbagai penyakit menular seperti diare, flu, dan infeksi kulit. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan madrasah.

    Fajar menyampaikan bahwa perilaku cuci tangan adalah hal sederhana namun berdampak besar.

    “Dengan langkah kecil seperti mencuci tangan, MTs Negeri 2 Palembang menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Dari tangan-tangan kecil yang bersih, tumbuh generasi sehat yang cerdas dan berkarakter,” tuturnya. (ANA)