Category: JAMBI

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kukuhkan 46 Duta Kebersihan si Kelurahan Bakung Jaya

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kukuhkan 46 Duta Kebersihan si Kelurahan Bakung Jaya

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Upaya mendorong pengelolaan lingkungan permukiman yang berkelanjutan terus diperkuat melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha bersama _local hero_, Zalman Kurniawan menginisiasi pembentukan Duta Kebersihan Kelurahan Bakung Jaya sebagai bagian dari perluasan Program Kampung Elok Batuah pada Sabtu (6/12/2025) di Kantor Keluran Bakung Jaya.

    Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Forum RT Kelurahan Bakung Jaya, dan Pemerintah Kelurahan Bakung Jaya. Sebanyak 46 pemuda yang mewakili 46 RT di Kelurahan Bakung Jaya secara resmi dikukuhkan sebagai Duta Kebersihan dan diharapkan menjadi motor penggerak kesadaran serta aksi lingkungan di wilayahnya masing-masing.

    Zalman Kurniawan menyampaikan bahwa pembentukan Duta Kebersihan merupakan upaya memperkuat basis pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

    “Duta Kebersihan diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi berperan aktif sebagai inspirator dan penggerak di tingkat RT. Mereka akan mengampanyekan budaya hidup bersih dan sehat, ” ujar Zalman.

    Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat peran generasi muda dalam menjaga lingkungan permukiman sekaligus memastikan keberlanjutan Program Kampung Elok Batuah. Program tersebut sebelumnya berhasil mengurangi sampah organik melalui pengolahan maggot Black Soldier Fly (BSF) yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan berbasis ekonomi sirkular.

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para Duta Kebersihan dibekali pelatihan peningkatan kapasitas agar mampu menjalankan peran sebagai agen perubahan di tingkat RT. Pelatihan meliputi materi tentang sampah dan lingkungan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pengolahan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Mulyono, materi _public speaking_ oleh tenaga profesional, Multon Ackrowi, serta materi media sosial dan desain grafis oleh video animator, Muhammad Nur, guna mendukung kampanye lingkungan secara digital dan persuasif.

    Dukungan juga disampaikan oleh Purwanoto, Lurah Bakung Jaya. Ia menilai inisiatif sejalan dengan kebutuhan wilayahnya dalam menangani persoalan persampahan permukiman.

    “Pembentukan Duta Kebersihan memperkuat peran generasi muda dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kami berharap mereka dapat bersinergi dengan program kelurahan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Purwanto.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa inisiatif merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

    “Pembentukan Duta Kebersihan sejalan dengan komitmen perusahaan dalam penguatan aspek lingkungan dan sosial melalui pelibatan aktif masyarakat, sekaligus mendorong keberlanjutan program dan perluasan dampaknya di tingkat komunitas,” jelas Rusminto.

    Program Kampung Elok Batuah dan pembentukan Duta Kebersihan turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui pengurangan timbulan sampah organik. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendorong inovasi pengelolaan lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Fasilitasi Khitanan Massal Gratis di SPBU Kebun Jeruk Jambi

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Fasilitasi Khitanan Massal Gratis di SPBU Kebun Jeruk Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Sales Area (SA) Jambi mendukung Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mitra melaksanakan kegiatan khitanan massal gratis bagi warga Kota Jambi pada Senin (22/12/2025). Kegiatan berlangsung di gedung serbaguna SPBU 24.361.35 PT Nusa Citra Sarana di Kebun Jeruk, Kecamatan Sipin, dengan 105 anak sebagai peserta, khususnya dari keluarga kurang mampu.

    Kegiatan sosial tersebut bekerja sama dengan tenaga medis dari Rumah Sakit Umum Raden Mattaher yang menghadirkan tujuh dokter dan tujuh perawat untuk memastikan proses khitanan berjalan aman, higienis, dan sesuai standar medis. Para peserta memperoleh layanan kesehatan secara gratis, mulai dari pemeriksaan pra-tindakan hingga perawatan pascakhitan.

    Sales Area Manager (SAM) Jambi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Choerul Anwar, menyampaikan bahwa kegiatan khitanan massal ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata SPBU mitra dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

    “Kami mengapresiasi komitmen SPBU PT Nusa Citra Sarana yang tidak hanya berfokus pada layanan energi, tetapi juga aktif berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Kegiatan khitanan massal gratis ini menjadi upaya bersama agar masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, dapat merasakan dampak positif kehadiran Pertamina Patra Niaga di tengah kehidupan sosial mereka,” ujar Choerul.

    Antusiasme dan rasa syukur juga disampaikan oleh para orang tua peserta. Salah satu wali murid mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu meringankan beban keluarga.

    “Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Biaya khitanan yang biasanya cukup berat bagi kami bisa dilakukan secara gratis dengan pelayanan medis yang baik. Terima kasih kepada SPBU dan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel atas kepeduliannya,” ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kegiatan sosial semacam ini merupakan wujud nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat.

    “Kami ingin kehadiran Pertamina Patra Niaga tidak hanya dirasakan melalui layanan energi, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan SPBU mitra seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan dengan lingkungan sekitar,” jelas Rusminto.

    Kegiatan khitanan massal gratis ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan akses layanan kesehatan, serta Tujuan 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan membuka kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan VCT dalam Rangka HUT Pertamina ke-68

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan VCT dalam Rangka HUT Pertamina ke-68

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI  — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun PT Pertamina (Persero) ke-68, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Jambi melaksanakan kegiatan Donor Darah dan Pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) di Fuel Terminal Jambi, Kamis (18/12/2025).

    Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Tim Medical Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sebagai wujud kepedulian dan aksi sosial perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat, sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar wilayah operasional. Kegiatan terlaksana atas kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi.

    Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari pekerja dan pekarya Fuel Terminal Jambi serta masyarakat Ring 1 turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Antusiasme peserta terlihat sejak awal pelaksanaan sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus kontribusi nyata untuk membantu sesama.

    Selain layanan kesehatan, kegiatan ini juga terintegrasi dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan mitra binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yaitu Kelompok Usaha Sehati. Mitra binaan tersebut menyediakan sayuran organik hasil budidaya hidroponik yang menjadi bagian dari paket sembako bagi para pendonor, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

    Fuel Terminal Manager Jambi, Ajik Putra Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

    “Melalui kegiatan donor darah dan pemeriksaan VCT, kami ingin memberikan manfaat nyata bagi pekerja dan masyarakat sekitar. Keterlibatan mitra binaan TJSL juga menjadi upaya kami untuk mendorong pertumbuhan usaha lokal agar semakin berdaya dan berkelanjutan,” ujar Ajik.

    Apresiasi juga disampaikan oleh PMI Kota Jambi terhadap konsistensi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendukung kegiatan donor darah.

    dr. Refi dari PMI Kota Jambi menyatakan bahwa kebutuhan darah di wilayah Jambi masih cukup tinggi dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.

    “Kami sangat mengapresiasi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang secara konsisten mendukung program donor darah. Kontribusi dari kegiatan seperti ini sangat membantu pemenuhan stok darah di Kota Jambi. Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap sesama,” ujar Refi.

    Pelaksanaan donor darah bertujuan membantu pemenuhan kebutuhan stok darah, sementara pemeriksaan VCT menjadi bagian dari upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Pertamina dalam mendukung kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa peringatan HUT Pertamina ke-68 dimaknai sebagai momentum untuk berbagi dan memperkuat kepedulian sosial.

    “Sinergi antara program kesehatan, aksi sosial, serta pemberdayaan mitra binaan TJSL diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi nilai-nilai AKHLAK serta komitmen Pertamina dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan,” jelas Rusminto.

    Sebagai bagian dari implementasi TJSL, kegiatan donor darah dan pemeriksaan VCT ini turut mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik melalui peningkatan akses layanan kesehatan dan deteksi dini penyakit, serta Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pemberdayaan UMKM binaan. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus menghadirkan program sosial dan kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Antarkan UMKM Cahaya Abadi Sejahtera Raih Juara 1 Lomba PKK Kota Jambi

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Antarkan UMKM Cahaya Abadi Sejahtera Raih Juara 1 Lomba PKK Kota Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI — Kiprah pemberdayaan perempuan kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Cahaya Abadi Sejahtera, kelompok usaha ibu rumah tangga binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) berbasis olahan ikan gabus, meraih Juara 1 Kategori Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) mewakili Kelurahan Bakung Jaya pada ajang Pelaksana Terbaik Implementasi 10 Program Pokok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Jambi 2025.

    UMKM binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha tersebut dinilai unggul atas capaian kinerja kelompok, inovasi pengolahan produk, serta konsistensi implementasi pemberdayaan ekonomi keluarga yang berdampak nyata.

    Ajang Pelaksana Terbaik Implementasi 10 Program Pokok PKK merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK untuk mengapresiasi kelompok PKK dan UP2K yang berhasil menjalankan program pemberdayaan secara efektif dan berkelanjutan, dengan penilaian mencakup kelembagaan, partisipasi, kualitas produk, keberlanjutan usaha, dan dampak ekonomi.

    Melalui proses pendampingan, UMKM Cahaya Abadi Sejahtera telah berhasil memperoleh izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta sertifikasi halal sebagai bentuk pemenuhan standar keamanan dan kualitas produk. Salah satu produknya yaitu kerupuk atom terpilih sebagai produk UMKM yang dipasarkan di Gerai UMKM Kantor Wali Kota Jambi, mewakili Kecamatan Paal Merah.

    Ria Sita, pengelola UMKM Cahaya Abadi Sejahtera yang bergabung sejak 2023, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.

    “Alhamdulillah, kami bersyukur. Pendampingan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel membantu kami meningkatkan kualitas produk, melengkapi perizinan, dan memperluas pemasaran sehingga bisa meraih Juara 1 Kategori Kelompok UP2K mewakili Kelurahan Bakung Jaya,” ujar Ria.

    Kelompok usaha ini juga menghasilkan sembilan varian olahan ikan gabus, seperti kerupuk, brownies, cookies, nugget, abon, hingga produk albumin, dengan harga Rp15 ribu – Rp60 ribu dengan omzet mencapai Rp87 juta.

    Lurah Kelurahan Bakung Jaya, Purwanoto, yang menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi kuat antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan dunia usaha.

    “Keberhasilan ini membuktikan ibu rumah tangga mampu menghasilkan produk berdaya saing dengan pendampingan yang tepat. Pemerintah Kelurahan Bakung Jaya mengapresiasi sinergi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam memperkuat ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujar Purwanoto.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

    “Penghargaan ini menegaskan bahwa program TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berfokus pada pendampingan jangka panjang untuk menumbuhkan kemandirian masyarakat. Penguatan UMKM pangan lokal berbasis ikan gabus menjadi wujud komitmen penerapan prinsip _Environmental, Social, and Governance_, khususnya aspek sosial, sekaligus contoh praktik pemberdayaan komunitas yang berkelanjutan,” jelas Rusminto.

    Melalui capaian ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), dan Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Ubah Kopi Kerinci Menjadi Produk Bernilai Tinggi*

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Ubah Kopi Kerinci Menjadi Produk Bernilai Tinggi*

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Keprihatinan Gunaryadi melihat harga kopi petani yang hanya Rp17–18 ribu per kilogram pada 2018 mendorongnya untuk menciptakan solusi. Melalui inovasi dan pendampingan intensif Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), usaha kopi miliknya, ICN (Indonesia Coffee Nature) Kerinci, kini mencapai harga Rp65 ribu per kilogram dan berhasil menciptakan diversifikasi produk berupa parfum kopi dengan total nilai mencapai Rp900 ribu per kilogram.

    “Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui UMK Academy benar-benar membuka mata kami. Dari literasi keuangan, produk ramah lingkungan, manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), hingga strategi marketing, semuanya kami pelajari dengan mendalam,” ungkap Gunaryadi, pendiri ICN yang memulai usahanya sejak 2018.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga bantuan konkret berupa mesin roasting, mesin giling, timbangan, dan laptop. Selain itu, pendampingan pengurusan izin Halal, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), dan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) memastikan produk ICN memenuhi standar dan siap bersaing.

    ICN terus memperluas hilirisasi produknya. Selain parfum kopi, mereka menghasilkan kopi bubuk, lilin aromaterapi kopi, dan _coffee charcoal_ penyaring udara dengan harga Rp25–70 ribu. Seluruh proses produksi dilakukan dengan standar ramah lingkungan dan efisiensi tinggi.

    Pembinaan berkelanjutan ini menghasilkan peningkatan signifikan. Omzet ICN melonjak dari Rp65 juta per bulan pada 2023 menjadi Rp165 juta per bulan pada 2024, atau naik 154 persen. Usaha ini kini mempekerjakan sembilan orang di bagian sortir, produksi, dan penjualan.

    Dampak sosialnya pun terlihat nyata. Beberapa karyawan mulai merasakan peningkatan kesejahteraan, bahkan ada yang kini sudah mulai membangun rumah sendiri.

    “Alhamdulillah, dari bekerja di sini saya bisa menyekolahkan anak hingga lulus sebagai Sarjana Hukum. Saya sangat bersyukur,” ujar Tri Widyastuti, salah satu karyawan ICN.

    Dalam proses produksinya, ICN menerapkan konsep zero waste dengan memanfaatkan seluruh limbah kopi. Limbah bubuk dijadikan parfum, sisa parfum diolah menjadi lilin aromaterapi, dan limbah lilin diubah menjadi coffee charcoal penyaring udara. Sementara abu kulit ari kopi dengan jumlah sekitar 24 kg per bulan, sepenuhnya diolah menjadi kompos menggunakan EM4 sekaligus menjadi bahan bakar tambahan, sehingga tidak ada limbah yang terbuang.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel juga aktif mengikutsertakan ICN dalam berbagai pameran dan expo, sehingga produk-produknya semakin dikenal luas. ICN telah meraih berbagai prestasi, seperti Juara 3 Bootcamp Training Bank Indonesia Jambi, Petani Berprestasi 1 Nasional, Juara 3 UMK Academy Go Online 2023, dan Juara 1 UMK Academy Kategori Go Green 2024.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan komitmen perusahaan.

    “ICN Kerinci menunjukkan bagaimana intervensi yang tepat, mulai dari penguatan kapasitas, pemenuhan legalitas, hingga pemanfaatan teknologi yang dapat mengubah rantai nilai komoditas lokal menjadi lebih berkelanjutan dan bernilai tinggi. Pendampingan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata bagi para pekerja dan keluarganya. Inilah bentuk komitmen kami dalam memastikan UMKM binaan mampu tumbuh, naik kelas, dan berkontribusi pada ekonomi daerah,” jelas Rusminto.

    Program pembinaan ICN Kerinci merupakan wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Gelar Pemeriksaan Kesehatan Door to Door dan Edukasi Hidup Sehat di Jambi

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Gelar Pemeriksaan Kesehatan Door to Door dan Edukasi Hidup Sehat di Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Jambi kembali menunjukkan komitmennya meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang kesehatan. Pemeriksaan kesehatan gratis digelar di RT 04 Kelurahan Kasang, wilayah Ring 1 FT Jambi pada Rabu (26/11), dan mendapat sambutan hangat, terutama dari warga lansia.

    Data nasional mencatat sekitar 2,9 juta penduduk tinggal di wilayah yang belum terjangkau fasilitas kesehatan, menunjukkan masih adanya kesenjangan layanan bagi masyarakat. Kondisi ini membuat kehadiran layanan kesehatan di pemukiman menjadi sangat penting, terutama bagi warga lanjut usia yang memiliki keterbatasan mobilitas.

    Menjawab kebutuhan tersebut, Pertamina Patra Niaga menghadirkan dua layanan utama berupa pemeriksaan kesehatan door to door dan edukasi pola hidup sehat oleh dr. Yudia Pratama. Warga mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi kesehatan, serta penjelasan mengenai pencegahan penyakit yang umum dialami lansia, sehingga mereka lebih mudah memantau kondisi kesehatannya tanpa perlu pergi jauh.

    Kegiatan ini diikuti 89 peserta terdiri dari, Fuel Terminal Manajer (FTM) Jambi, Ajik Putra Kurniawan, perangkat kelurahan hingga warga Ring 1, dengan mayoritas adalah lansia yang membutuhkan pendampingan kesehatan rutin. Salah satu peserta, Netty, menyampaikan rasa terbantunya mengikuti program ini.

    “Saya sangat bersyukur bisa diperiksa di rumah. Saya sudah lanjut usia dan tidak selalu mampu pergi ke fasilitas kesehatan. Program ini sangat membantu,” ujar Netty.

    Lurah Kasang, Novri Indra, juga menilai program ini menjawab kebutuhan masyarakat yang jarang melakukan pengecekan kesehatan karena keterbatasan waktu dan biaya.

    “Layanan door to door ini memudahkan warga, terutama lansia. Kami sangat mengapresiasi kepedulian Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” tutur Novri.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melihat warga di sekitar wilayah operasional sebagai mitra penting perusahaan. Karena itu, dukungan kesehatan menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan. Program pemeriksaan dan edukasi kesehatan ini direncanakan berlangsung rutin setiap bulan sebagai upaya membantu masyarakat tetap sehat, aman, dan terlindungi.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

    “Kami ingin kehadiran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak hanya dirasakan melalui layanan energi, tetapi juga melalui kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Program kesehatan ini kami dorong agar benar-benar membantu warga menjaga kualitas hidupnya,” ujar Rusminto. Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan pertamina.com

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Program TJSL Lewat Kolaborasi TAMASYA Bersama BKKBN Jambi

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Program TJSL Lewat Kolaborasi TAMASYA Bersama BKKBN Jambi

    SUARAPUBLIK.ID JAMBI — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha terus memperkuat komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan melalui dukungan terhadap Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang digagas BKKBN Provinsi Jambi. Melalui program ini, perusahaan mengakselerasi kontribusinya dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, khususnya pada sektor pendidikan, ketahanan keluarga, dan percepatan penurunan stunting sebagai tiga fokus utama TJSL yang sejalan dengan agenda nasional.

    Menindaklanjuti penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), pertemuan di Kantor Gubernur Jambi pada Senin (24/11) menjadi langkah strategis bagi Pertamina dan BKKBN dalam memperkuat ekosistem pengasuhan anak yang aman, terstandar, serta mampu meningkatkan kualitas keluarga sebagai unit terkecil pembangunan bangsa.

    Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan Kelas Orang Tua Hebat (KERABAT) Seri 3 bertema “Ayah Hebat, Ayah Terlibat”, yang menyoroti pentingnya peran ayah dalam pengasuhan sebagai salah satu indikator ketahanan keluarga. Sebanyak 220 peserta mengikuti pembekalan terkait komunikasi keluarga, pola asuh positif, hingga langkah pencegahan stunting secara komprehensif.

    Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi, Putut Riyatno, menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

    “Kami sangat mengapresiasi dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terhadap penguatan ketahanan keluarga. Kami berharap kolaborasi dalam Program TAMASYA dapat menjadi contoh sinergi strategis untuk mendorong pengasuhan ramah anak sekaligus percepatan penurunan stunting,” ujar Putut.

    Sebagai wujud implementasi TJSL di bidang pendidikan, Pertamina turut menyerahkan sarana pembelajaran kepada TPA Kids House Assalim, binaan Program TAMASYA. Bantuan ini meliputi perangkat belajar anak, media edukasi bagi orang tua, serta perlengkapan ruang kelas yang mendukung terciptanya layanan pengasuhan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

    Ketua Yayasan TPA Kids House Assalim, Kaka Niati Gustia, mengungkapkan rasa syukurnya.

    “Bantuan ini sangat membantu meningkatkan mutu pengasuhan dan proses belajar anak. Kami berterima kasih atas komitmen Pertamina dalam mendukung pendidikan anak usia dini,” ujarnya.

    Program TAMASYA sendiri telah berjalan di lebih dari 3.200 titik layanan secara nasional dan terbukti memperkuat kualitas pengasuhan keluarga, sekaligus meningkatkan partisipasi kerja perempuan melalui layanan asuh yang aman dan terstandar. Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memperkuat dampak tersebut melalui pendekatan TJSL yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa Program TAMASYA merupakan bagian penting dari arah strategis TJSL perusahaan.

    “Dukungan kami pada Program TAMASYA adalah implementasi nyata komitmen TJSL Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di bidang pendidikan dan ketahanan keluarga. Melalui kolaborasi dengan BKKBN, kami ingin memastikan keluarga memiliki fondasi pengasuhan yang kuat sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat, percaya diri, dan siap menjadi generasi unggul masa depan.”

    Kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Patra Niaga dan BKKBN Jambi turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat memperluas akses edukasi pengasuhan sekaligus memperkuat pembangunan keluarga dan komunitas yang lebih sehat serta berdaya di Kota Jambi.

  • Desa Bukit Makmur Raih Penghargaan 15 Desa Terbaik Nasional Program BRILiaN 2025 Batch 3

    Desa Bukit Makmur Raih Penghargaan 15 Desa Terbaik Nasional Program BRILiaN 2025 Batch 3

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Desa Bukit Makmur, yang terletak di Sungai Bahar Unit 15, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai salah satu dari 15 Desa Terbaik Nasional dalam Program BRILiaN Village 2025 Batch 3 yang digagas oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

    Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa semangat, kolaborasi, dan inovasi dapat mengantarkan desa menuju kemajuan, meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur. Akses jalan menuju Desa Bukit Makmur memang masih sulit, namun hal itu tidak menyurutkan tekad masyarakat untuk terus berkembang dan bertransformasi.

    Melalui penerapan pengelolaan keuangan yang transparan, digitalisasi layanan desa, serta pemberdayaan masyarakat yang inklusif, Desa Bukit Makmur berhasil menciptakan keseimbangan antara teknologi modern dan kearifan lokal. Berbagai sektor ekonomi seperti perkebunan sawit, ketahanan pangan, dan pariwisata berbasis komunitas kini tumbuh pesat.

    Selain itu, berbagai produk olahan pangan bernilai jual tinggi yang dikelola oleh masyarakat terutama kelompok ibu rumah tangga turut memperkuat perekonomian desa dan membuka lapangan kerja baru.

    Program BRILiaN Village merupakan inisiatif BRI untuk menciptakan ekosistem desa tangguh, inovatif, dan berkelanjutan melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, serta akses keuangan digital. Melalui program ini, BRI berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas di seluruh pelosok Indonesia.

    “Program BRILiaN bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah bagi desa-desa untuk tumbuh bersama, mengoptimalkan potensi lokal, dan membangun kemandirian ekonomi berbasis digital,” ujar perwakilan BRI dalam keterangannya.

    Dengan prestasi ini, Desa Bukit Makmur diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa yang berkelanjutan.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Pelestarian Alam Melalui Program TJSL Ecosantara, Aksi Nyata Tebar Kehidupan di Jambi

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Pelestarian Alam Melalui Program TJSL Ecosantara, Aksi Nyata Tebar Kehidupan di Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI  – Sebagai perusahaan energi berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Jambi melakukan kegiatan Ecosantara: Aksi Nyata Tebar Kehidupan di kawasan Desa Baru, Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, sebagai bentuk komitmen terhadap upaya menjaga keberlanjutan ekositem lokal bersama masyarakat setempat pada Rabu (7/10/2025).

    Sejalan dengan isi dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menegaskan pentingnya peran seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga dan memperbaiki kualitas lingkungan. Pertamina membangun semangat untuk terlibat dalam aksi nyata program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

    Melalui kegiatan ini, Pertamina berupaya memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam sekaligus mendukung target pemerintah dalam peningkatan tutupan hijau dan konservasi keanekaragaman hayati. Kegiatan dihari oleh lebih 70 peserta, Camat Muara Sebo, Kepala Desa Baru, perwakilan Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Wilayah V, Lembaga Adat Masyarakat Kabupaten Muaro Jambi, Kapolsek Muaro Sebo, dan perwakilan elemen masyarakat lainnya.

    Kegiatan dibuka dengan kata sambutan, penyampaian materi, pelepasliaran burung endemik, dan penanaman bibit pohon endemik di Desa Baru. Dalam sambutannya, Agung Surendro, selaku Fuel Terminal Manager Jambi PT Pertamina Patra Niaga, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

    “Kegiatan Ecosantara ini bukan sekadar seremoni penanaman dan pelepasliaran satwa, tetapi bentuk komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan alam dan keanekaragaman hayati di wilayah penyangga Cagar Budaya Muaro Jambi. Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai bahwa menjaga alam berarti menjaga kehidupan dan masa depan generasi mendatang,” ujar Agung Surendro.

    Acara turut diisi dengan penyampaian materi oleh Dr. Tedjo Sukmono, Dosen Fakultas Ilmu Biologi Universitas Jambi mengenai karakteristik ekosistem rawa serta menekankan pentingnya restorasi vegetasi endemik untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan daya dukung lingkungan secara berkelanjutan kepada masyarakat dan mahasiswa Universitas Jambi.

    “Biodiversitas bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga keseimbangan fungsi ekosistem. Keterlibatan masyarakat dan mahasiswa dalam kegiatan seperti ini menjadi langkah awal membangun kesadaran ekologis yang kuat,” jelas Dr. Tedjo.

    Pelepasliaran burung-burung endemik Jambi seperti burung jalak kebo, burung ciblek, burung pencor, burung kicap, burung perkutut, burung kalcer, tekukur, kutilang, burung berba, burung cinenen, dan murai kampung ke habitat alami di sekitar kawasan Lubuk Penyengat menjadi puncak dari seluruh rangakaian kegiatan ini.

    Selain itu, ratusan bibit pohon endemik seperti meranti, gaharu, mahoni, papaya, pisang dan jelutung juga ditanam di area sekitar ekowisata. Aksi tersebut dipimpin oleh Supriyadi, anggota Pemuda Peduli Lingkungan Muaro Jambi (PPLMJ), dan Sukirman, Ketua Komunitas Muaro Dano, yang turut memberikan edukasi kepada peserta tentang teknik pelepasliaran dan peran penting burung dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

    Kepala Desa Baru, Sandiwara, turut menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina dan seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini.

    “Kami merasa bangga karena kegiatan ini melibatkan masyarakat desa secara langsung. kegiatan Ecosantara Tebar Kehidupan sejalan dengan visi Desa Baru sebagai desa wisata berbasis lingkungan dan budaya,” ujarnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 15 (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

    “Melalui penanaman pohon, pelepasliaran satwa endemik, serta penebaran bibit ikan, Pertamina turut mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan konservasi keanekaragaman hayati di wilayah Muaro Jambi,” jelas Rusminto.

    Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, sebelumnya Pertamina juga telah menebar 150.000 bibit ikan nilem di kawasan wisata air Lubuk Penyengat sebagai upaya menjaga ekosistem perairan setempat. Pertamina berharap inisiatif ini terus memberikan kontribusi nyata dalam melestarikan biodiversitas, memperkuat identitas budaya lokal, serta menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi komunitas sekitar kawasan Ekowisata Lubuk Penyengat.

  • Cegah Stunting, Pertamina Hadirkan Program PMT Sekaligus Edukasi Penanganan Tersedak pada Anak

    Cegah Stunting, Pertamina Hadirkan Program PMT Sekaligus Edukasi Penanganan Tersedak pada Anak

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha menyelenggarakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Pelatihan Penanganan Tersedak pada Anak di Aula Kantor Kelurahan Bakung Jaya, Sabtu (23/08). Program ini merupakan respons terhadap kondisi gizi anak di wilayah tersebut, dimana tercatat 23 balita mengalami masalah gizi kurang dan 15 ibu hamil memerlukan perhatian khusus dalam pemenuhan nutrisi.

    Kegiatan yang diikuti 60 peserta terdiri dari balita dan ibu hamil ini mendapat dukungan langsung dari Puskesmas Talang Bakung sebagai pembina teknis. Tim medis AFT Sultan Thaha memberikan pelatihan interaktif menggunakan boneka peraga, memungkinkan para ibu mempraktikkan langsung teknik pertolongan pertama. Materi mencakup langkah pencegahan, posisi tubuh anak yang tepat, hingga cara memberikan tekanan pada dada dan punggung secara aman.

    Lurah Bakung Jaya, Purwanoto, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pertamina dalam mendukung pencegahan stunting. “Kegiatan ini bukan sekadar pemberian makanan tambahan, tetapi edukasi berharga bagi orang tua. Pengetahuan penanganan darurat seperti anak tersedak sangat penting untuk dipraktikkan di rumah,” ujarnya.

    Kepala Puskesmas Talang Bakung, dr. Repelita Witri, menekankan pentingnya edukasi penanganan tersedak dan pemanfaatan Posyandu sebagai pusat layanan kesehatan terdekat untuk memantau pertumbuhan balita serta konsultasi kesehatan ibu hamil.

    “Peserta kegiatan ini adalah balita dengan masalah gizi kurang, baik dari segi berat badan maupun tinggi badan sesuai usianya, termasuk ibu hamil yang memerlukan perhatian khusus. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan PMT secara optimal dan pelatihan dari Pertamina untuk mendukung perbaikan status gizi anak-anak mereka,” jelasnya.

    Salah satu peserta, Dira Marisa (28), ibu dari Farhan Abdurrahman (2), salah satu balita Bawah Garis Merah (BGM) yaitu kondisi yang mengindikasikan adanya gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya sangat terbantu dengan bantuan makanan bergizi untuk anak saya, plus dapat pelatihan penanganan anak tersedak. Semoga dengan bantuan ini, anak saya bisa tumbuh dengan baik dan sehat seperti anak-anak lainnya,” katanya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung program kesehatan dan nutrisi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil. “Program PMT dan pelatihan penanganan tersedak ini merupakan wujud nyata kepedulian Pertamina terhadap tumbuh kembang optimal anak-anak Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting melalui program-program yang tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.

    Sebagai komitmen berkelanjutan, Pertamina akan melakukan pendampingan rutin terhadap anak-anak yang mengalami masalah gizi melalui koordinasi dengan Puskesmas Talang Bakung. “Pendampingan intensif juga akan diberikan kepada keluarga dengan anak kurang gizi hingga status gizi mereka kembali normal, memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Bakung Jaya,” lanjut Rusminto.

    Program ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mencapai _Sustainable Development Goals_ (SDGs) dan penerapan prinsip _Environmental, Social & Governance_ (ESG). Secara khusus, program ini mendukung pencapaian SDGs Tujuan 2 (Menghapus Kelaparan) dan Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pemenuhan gizi tambahan dan peningkatan kapasitas orang tua dalam menangani keadaan darurat kesehatan anak.

  • Zalman Rangkul Warga Raup Jutaan dari Kelola Sampah Organik

    Zalman Rangkul Warga Raup Jutaan dari Kelola Sampah Organik

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha telah menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Basamo Elok Jambi” sejak tahun 2022 di Kelurahan Bakung Jaya. Program ini dirancang sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi tantangan tata kelola pemukiman kampung kota sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan yang berkelanjutan dan inklusif.

    Keberhasilan program ini terlihat nyata dalam dua pilar utama yang saling menguatkan. Kelompok Wisata Berseri mengelola eduwisata kolam pemancingan yang tidak hanya menyediakan rekreasi edukatif, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Sementara itu, Koperasi Tuah Berkah Bersama mengembangkan berbagai bidang usaha strategis, mulai dari pembibitan budidaya ternak seperti ikan dan ayam, industri makanan dan masakan olahan, hingga produksi kompos sampah organik.

    Di balik kesuksesan ini, terdapat peran strategis lokal hero yang mampu menggerakkan perubahan dari kalangan masyarakat. Zalman Kurniawan, Ketua RT 21 sekaligus Ketua Koperasi Tuah Berkah Bersama, telah membuktikan bahwa kepemimpinan yang visioner dan komitmen terhadap lingkungan dapat menciptakan transformasi nyata di masyarakat. Dengan pendekatan edukasi dan gotong royong, Zalman berhasil merangkul 31 anggota kelompok masyarakat untuk terlibat aktif dalam mengelola pemukiman yang asri dan sejahtera.

    “Edukasi adalah dasar dari perubahan. Kalau masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan dan tahu cara mengolah potensi lokal, maka manfaatnya akan terus berlanjut dan berkembang,” ujar Zalman. Prinsip ini menjadi landasan dalam setiap inisiatif yang dikembangkan, mulai dari pengelolaan drainase sekitar hingga pemanfaatan potensi ekonomi lokal yang berkelanjutan.

    Salah satu pencapaian terpenting program ini adalah implementasi sistem pengelolaan sampah terpadu melalui kegiatan setor sampah pilah yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendapatan lebih dari Rp 54 juta per tahunnya, program “Basamo Elok Jambi” membuktikan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Inovasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) menjadi kunci sukses, berhasil mengelola 9.000 kg sampah organik per tahun sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi berupa pelet ikan dan ayam.

    Program ini juga memanfaatkan lahan tidak produktif menjadi area budidaya ikan air tawar dan urban farming yang berkontribusi signifikan dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Pengembangan UMKM olahan ikan dengan produk unggulan albumin ikan gabus semakin memperkuat diversifikasi ekonomi lokal yang ramah lingkungan.

    “Dampak nyata yang kami rasakan adalah terciptanya peluang usaha bagi 31 warga Bakung Jaya, yang tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga tetapi juga membangun kemandirian ekonomi komunitas,” ujar Zalman. Partisipasi aktif masyarakat dari berbagai generasi menunjukkan bahwa program ini telah berhasil menciptakan rasa memiliki dan keberlanjutan jangka panjang.

    “Kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada saya membuka peluang lebih luas untuk memperluas manfaat program ini dan menjangkau lebih banyak masyarakat dalam upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” tambah Zalman.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini menjadi contoh konkret bagaimana kolaborasi antara korporasi dan masyarakat dapat menghasilkan program TJSL yang berkelanjutan, inklusif, dan berdampak langsung.

    “Program ini diharapkan dapat terus meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang ekonomi sirkular, serta mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bakung Jaya melalui berbagai sumber penghasilan yang ramah lingkungan,” ujar Rusminto.

    Kontribusi program “Basamo Elok Jambi” sejalan dengan pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDG) Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, membuktikan komitmen Pertamina dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

  • Ekosantara Pertamina, Ketika Keanekaragaman Hayati Berpadu dengan Budaya di Candi Muaro Jambi

    Ekosantara Pertamina, Ketika Keanekaragaman Hayati Berpadu dengan Budaya di Candi Muaro Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Jambi meluncurkan Program Ekologi Nusantara (Ekosantara) yang dimulai dari tanggal 4 Agustus dan berakhir di September 2025, sebuah inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menggabungkan upaya pelestarian warisan budaya dan konservasi keanekaragaman hayati di kawasan Cagar Budaya Candi Muaro Jambi.

    Program ini menerapkan model kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dalam satu gerakan terpadu untuk menjaga kelestarian alam dan budaya Indonesia. Sebagai langkah awal, Program Ekosantara menggelar kegiatan susur sungai dan observasi biodiversitas selama dua pekan di kawasan hutan dan aliran sungai Candi Muaro Jambi. Kegiatan ini melibatkan partisipasi lintas sektor dengan pendekatan ilmiah yang terstruktur.

    Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Agung Nugraha, memberikan apresiasi terhadap pendekatan kolaboratif ini. “Kami menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Upaya konservasi yang efektif memerlukan keterlibatan seluruh stakeholder. Program Ekosantara menunjukkan bahwa pelestarian biodiversitas adalah tanggung jawab bersama yang melampaui batas institusional,” ungkapnya.

    Pada pelaksanaannya, program ini menghadirkan Profesor Tedjo Sukmono, pakar lingkungan dan konservasi, yang memastikan standar ilmiah dalam setiap tahap observasi. Mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) terlibat aktif dalam proses pendataan spesies endemik, menciptakan pembelajaran langsung yang menghubungkan teori dengan praktek konservasi.

    “Kawasan Candi Muaro Jambi memiliki nilai strategis sebagai laboratorium alam yang menyimpan kekayaan biodiversitas. Melalui penelitian lapangan ini, kami dapat memetakan potensi flora dan fauna endemik sekaligus membangun kapasitas generasi muda dalam bidang konservasi,” jelaskan Tedjo Sukmono.

    Program ini turut melibatkan Pemuda Peduli Lingkungan dan Kelompok Sadar Wisata, yang berperan sebagai garda terdepan dalam edukasi masyarakat, pemeliharaan kebersihan kawasan, dan pengembangan wisata berbasis ekologi di Lubuk Penyengat sebagai gerbang utama kawasan cagar budaya.

    Observasi biodiversitas yang dilakukan telah berhasil mengidentifikasi berbagai spesies endemik, termasuk burung kingfisher dan rangkong, serta pohon-pohon lokal yang berperan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai dan hutan di kawasan tersebut. Data hasil penelitian ini akan menjadi basis penyusunan peta konservasi dan strategi pelestarian berkelanjutan di kawasan Cagar Budaya Candi Muaro Jambi.

    Program Ekosantara menargetkan transformasi Cagar Budaya Candi Muaro Jambi menjadi destinasi wisata edukasi terpadu dimana masyarakat dapat menikmati warisan sejarah sekaligus mempelajari flora dan fauna endemik Jambi. Program ini bertujuan membentuk komunitas sadar lingkungan, mengembangkan ekonomi kreatif berbasis ekowisata, dan menjadikan Candi Muaro Jambi sebagai model percontohan nasional integrasi pelestarian budaya-konservasi biodiversitas yang dapat direplikasi di kawasan cagar budaya lainnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan komitmen Pertamina terhadap prinsip Environment, Social, Governance (ESG) untuk memperkuat Candi Muaro Jambi sebagai warisan sejarah sekaligus pusat konservasi biodiversitas dan destinasi wisata edukasi lingkungan berkelanjutan di Jambi.

    “Program Ecosantara merupakan gerakan kolaboratif untuk melestarikan warisan alam dan budaya. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kami percaya bahwa pelestarian alam dan budaya adalah pondasi pembangunan berkelanjutan,” katanya.

    Melalui Program Ekosantara, Pertamina memperkuat komitmennya terhadap pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya pada Tujuan 15 (Ekosistem Daratan) dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Inisiatif ini membuktikan komitmen Pertamina dalam membawa perubahan positif memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian warisan alam dan budaya Indonesia untuk generasi mendatang.

  • Pertamina Dukung Peresmian Kampung Edukasi Nan Bahagia di Jambi

    Pertamina Dukung Peresmian Kampung Edukasi Nan Bahagia di Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Jambi dalam meresmikan “Kampung Edukasi Nan Bahagia” di Kelurahan Bakung Jaya, Kota Jambi. Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis Kampung Bahagia yang digagas oleh Wali Kota Jambi, Maulana, dan diresmikan oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha.

    Kampung edukasi ini menjadi pusat pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek pendidikan, lingkungan, kesehatan, serta nilai sosial. Inisiatif ini turut mendukung target Pemerintah Kota Jambi mencapai Zero Waste 2026 melalui pengurangan timbunan sampah di TPA Talang Gulo dan penguatan ekosistem Bank Sampah/TPS 3R di setiap RT.

    Beberapa fasilitas unggulan yang hadir di kampung ini meliputi Apartemen Maggot, Pertanian Hortikultura, Bank Sampah Digital, serta Rumah Produksi UMKM yang mengolah ekstrak ikan gabus menjadi produk albumin. Seluruh kegiatan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dan penerapan prinsip ekonomi sirkular.

    Peresmian turut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, pemuda, dan mitra kolaborasi dengan dukungan dari Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    Wali Kota Jambi, Maulana, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pertamina dalam mendukung transformasi masyarakat melalui kampung edukasi ini.

    “Kami mengapresiasi dukungan Pertamina dalam mewujudkan program ini. Kolaborasi ini adalah bentuk nyata semangat Kampung Bahagia sebagai gerakan perubahan menuju masyarakat yang lebih bahagia, mandiri, dan berdaya,” ujar Maulana.

    Ketua Kelompok Kampung Edukasi Nan Bahagia, Zalman Kurniawan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina dan Pemerintah Kota Jambi yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan penuh dalam mewujudkan kampung edukasi ini. Dengan kolaborasi ini, kami optimis dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Zalman.

    Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan di daerah operasional.

    “Pertamina siap berperan aktif dalam mendukung program pengelolaan sampah melalui edukasi masyarakat, penyediaan sarana dan prasarana, serta pemberdayaan pelaku usaha lokal berbasis ekonomi sirkular,” ujar Rusminto.

    Program ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) dan Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

  • Pertamina Perkuat Adaptasi Iklim melalui Sistem Pangan Terintegrasi di Kelurahan Kasang, Jambi

    Pertamina Perkuat Adaptasi Iklim melalui Sistem Pangan Terintegrasi di Kelurahan Kasang, Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Jambi menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan mendorong partisipasi Kelurahan Kasang, Kota Jambi, dalam Program Kampung Iklim (ProKlim) yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Langkah ini telah terlaksana selama dua tahun dan menjadi bagian strategis dari upaya adaptasi perubahan iklim sekaligus penguatan ketahanan pangan di wilayah yang secara geografis rentan terhadap bencana banjir.

    Kelurahan Kasang merupakan daerah yang berada di bantaran Sungai Batanghari, sungai terbesar di Provinsi Jambi, sehingga kerap mengalami genangan dan banjir tahunan saat musim hujan atau ketika debit sungai meningkat. Kondisi ini berdampak langsung pada pemukiman, infrastruktur, serta lahan pertanian masyarakat, menjadikan ketahanan pangan sebagai kebutuhan yang sangat mendesak.

    Menanggapi tantangan tersebut, Pertamina mengembangkan sistem ketahanan pangan terintegrasi berbasis lingkungan. Sistem ini meliputi budidaya hidroponik sebagai solusi bercocok tanam di lahan terbatas dan tahan genangan, pengelolaan sawah secara adaptif agar tetap produktif meskipun curah hujan tinggi, penanaman tanaman palawija seperti jagung dan ubi yang cepat panen sebagai cadangan pangan, serta budidaya ikan menggunakan sistem bioflok jaring apung yang efisien dan tetap berfungsi dalam kondisi air tergenang.

    Lurah Kasang, Novri Indra, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Pertamina melalui program yang telah terbukti membantu masyarakat terhindar dari gagal panen maupun kerugian pasca banjir tahunan yang sebelumnya kerap mengganggu stabilitas pangan warga.

    “Inisiatif ini sangat bermanfaat bagi wilayah kami. Kami optimis, dengan kolaborasi berbagai pihak, Kelurahan Kasang bisa menjadi percontohan kelurahan tangguh iklim dan mandiri pangan di Kota Jambi,” katanya.

    FT Manager Jambi, Agung Surendro, menyatakan program ini merupakan bentuk nyata strategi adaptasi terhadap risiko iklim. Menurutnya, seluruh pendekatan ini dirancang untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko iklim sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal secara berkelanjutan.

    “Pertamina berperan sebagai penyedia energi sekaligus mitra strategis dalam pembangunan masyarakat. Ketahanan pangan lokal menjadi landasan penting dalam membentuk komunitas yang tangguh menghadapi risiko iklim, terutama di wilayah rawan banjir seperti Kasang,” ujarnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis masyarakat, Pertamina terus berupaya menciptakan dampak positif dari tingkat lokal dalam mendukung agenda nasional penurunan emisi karbon dan pembangunan berkelanjutan.

    “Pertamina mendorong penuh Kelurahan Kasang untuk terlibat dalam ProKlim karena wilayah ini memiliki potensi besar dalam penguatan ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan berbasis komunitas. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata Pertamina dalam mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), terutama Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan),” tutup Nikho.

  • Pertamina Gandeng BPOM Wujudkan UMKM Berdaya Saing di Program Basamo Elok Jambi

    Pertamina Gandeng BPOM Wujudkan UMKM Berdaya Saing di Program Basamo Elok Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha terus menunjukkan komitmen nyata dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Konsisten menjalankan program pembinaan, Pertamina bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi serta Badan Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jambi melakukan monitoring dan evaluasi terhadap UMKM Cahaya Abadi Sejahtera, kelompok binaan dalam program Basamo Elok Jambi di Kelurahan Bakung Jaya, Kota Jambi.

    Program Basamo Elok Jambi yang diinisiasi sejak 2023 ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperbaiki kualitas permukiman urban. Salah satu fokusnya adalah penguatan UMKM Cahaya Abadi Sejahtera, yang unggul dalam produk olahan ikan gabus seperti albumin, kerupuk atom, brownies, dan makanan ringan lainnya.

    Pembinaan dilakukan secara menyeluruh mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, produksi, pemasaran, hingga penyediaan rumah produksi. Hasilnya, UMKM ini aktif mengikuti kurasi produk di Galeri UMKM Siginjai Dekranasda Kota Jambi serta sejumlah event tingkat kelurahan hingga kota. Pendapatan tahunannya tercatat sebesar Rp25.664.250, menjadi salah satu indikator capaian positif dari proses pembinaan yang konsisten.

    Pertamina turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki visi serupa dalam meningkatkan kualitas UMKM di Kota Jambi, termasuk BPOM Jambi, Badan Mutu KKP Jambi, serta perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan SDM dan riset produk.

    Kepala BPOM Jambi, Musthofa Anwari, mengapresiasi peran aktif Pertamina dalam membina UMKM dan memfasilitasi rumah produksi.

    “Kami mengapresiasi kontribusi Pertamina melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yang konsisten mendukung pengembangan UMKM. BPOM Jambi siap memperkuat dukungan dalam standarisasi rumah produksi dan percepatan legalitas produk UMKM Cahaya Abadi Sejahtera,” ujarnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Nikho berharap program pembinaan ini dapat menjadi katalisator bagi UMKM untuk tumbuh lebih profesional, inovatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

    “Sebagai perusahaan energi nasional yang berorientasi global, Pertamina berkomitmen mendorong UMKM naik kelas agar lebih profesional dan berdaya saing tinggi. Pembinaan ini sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs) tujuan 1 Tanpa Kemiskinan dan tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Nikho.

  • Komitmen Pertamina dalam Konservasi Arwana Green Pino sebagai Wujud Pelestarian Lingkungan dan Jaga Warisan Hayati Jambi

    Komitmen Pertamina dalam Konservasi Arwana Green Pino sebagai Wujud Pelestarian Lingkungan dan Jaga Warisan Hayati Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Sebagai wujud komitmen terhadap pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus penguatan ekonomi lokal, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha menginisiasi Program Budidaya Ikan Arwana Green Pino di Kota Jambi. Program yang telah berjalan sejak 2022 ini dilaksanakan oleh Kelompok Arwana Perak Lestari melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), dengan pendampingan dari Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sei Gelam.

    Arwana Green Pino (Scleropages formosus) merupakan spesies endemik Jambi yang terancam punah akibat degradasi habitat dan eksploitasi berlebih. Program ini hadir sebagai inisiatif konservasi berbasis masyarakat melalui kolaborasi multipihak antara dunia usaha, pemerintah, dan kelompok lokal. Hingga kini, sebanyak 150 ekor Arwana Green Pino berhasil dibudidayakan, di antaranya 80 ekor telah dilepasliarkan ke perairan konservasi Batang Sumay, Kabupaten Tebo, sebagai bagian dari upaya pelestarian jangka panjang.

    Sebanyak 60 ekor lainnya kini dalam tahap pembesaran dan diproyeksikan menjadi calon indukan dalam dua tahun ke depan. Meski sempat menghadapi tantangan, seperti kematian akibat cuaca ekstrem, kelompok terus meningkatkan sistem pemeliharaan melalui monitoring berkala dan perbaikan infrastruktur kolam.

    Ketua Kelompok Arwana Perak Lestari, Mahyudin, memberikan apresiasinya kepada Pertamina dan mengatakan inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pelestarian spesies endemik, tetapi juga pada pengembangan usaha berbasis lingkungan. Selain Arwana Green Pino, kelompok turut membudidayakan gurami, kelemak, lele, gabus, nila, koi, dan Arwana Golden Red sebagai strategi diversifikasi untuk memperkuat ketahanan ekonomi serta menambah nilai edukatif dan ekologis program.

    “Kami sangat mengapresiasi Pertamina yang telah mendorong penguatan kapasitas kelompok dan keberlanjutan program ini. Melalui inisiatif ini, selain berupaya menjaga keberlangsungan spesies endemik Jambi, juga membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Kami ingin masyarakat melihat bahwa budidaya ikan tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bersama,” ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan sinergi antara Pertamina, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadirkan model pengelolaan konservasi yang berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi. Menurutnya, program ini, merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap kelestarian lingkungan dan masa depan generasi mendatang.

    “Program ini merupakan perwujudan komitmen Pertamina dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati dan penguatan kapasitas masyarakat. Kami meyakini bahwa konservasi dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan. Inisiatif ini juga mencerminkan keseriusan Pertamina dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 14 (Ekosistem Laut), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan),” tutup Nikho.

  • Pelanggan Setia 13 Tahun, Guru SMPN 11 Muaro Jambi Raih Mercedes-Benz C200 dari Telkomsel Poin Gembira Festival 2024

    Pelanggan Setia 13 Tahun, Guru SMPN 11 Muaro Jambi Raih Mercedes-Benz C200 dari Telkomsel Poin Gembira Festival 2024

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Telkomsel terus berkomitmen dalam memberikan apresiasi kepada pelanggan setia melalui Program Undian Poin Gembira Festival 2024. Program ini berlangsung dari 1 November hingga 31 Desember 2024 sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas pelanggan Telkomsel dan IndiHome.

    Dalam kesempatan ini, Telkomsel menyerahkan 1 unit Mercedes-Benz C200 Avantgarde kepada Endah Widyanti, seorang guru di SMPN 11 Muaro Jambi yang telah menjadi pelanggan setia Telkomsel selama lebih dari 13 tahun. Selain itu, 2 unit motor Yamaha Nmax diberikan kepada Adi Syahpril, guru di SMPN 2 Muaro Rupit yang tinggal di Perum Grand Vienna Jambi, dan Arif Tulus Santoso, seorang aparat kepolisian yang bertugas di Polsek Maro Sebo Ilir. Penyerahan hadiah ini dilakukan secara langsung pada 17 Maret 2025 di GraPARI Jambi.

    General Manager Consumer Business Region Sumbagsel, Dedfriady Masta, menyampaikan, “Undian Poin Gembira Festival 2024 merupakan bentuk apresiasi Telkomsel dan IndiHome kepada pelanggan setia. Program ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk menghadirkan nilai tambah melalui produk dan layanan terbaik. Kami mengucapkan selamat kepada Ibu Endah Widyanti, Bapak Adi Syahpril, Bapak Arif Tulus Santoso, serta seluruh pelanggan yang telah memenangkan berbagai hadiah spesial. Kami berharap program ini dapat semakin meningkatkan pengalaman digital pelanggan dan menambah kebahagiaan dalam aktivitas sehari-hari.”

    Endah Widyanti, pelanggan setia Telkomsel sejak 2011, mengaku terkejut saat mengetahui dirinya memenangkan hadiah utama. Ia mengetahui informasi mengenai Undian Poin Gembira Festival 2024 melalui aplikasi MyTelkomsel dan menukarkan 190 poin untuk kupon undian. Adi Syahpril, pelanggan Telkomsel sejak 2021, menukarkan lebih dari 1.100 poin, sementara Arif Tulus Santoso yang telah menggunakan Telkomsel lebih dari 7 tahun memperoleh informasi dari Call Center 188 dan menukarkan lebih dari 100 poin untuk mengikuti undian.

    Endah Widyanti mengungkapkan rasa syukurnya, “Awalnya, saya hanya ingin menukarkan poin agar tidak hangus di akhir tahun. Ketika diberi tahu bahwa saya memenangkan Mercedes-Benz C200 Avantgarde, saya hampir tidak percaya. Saya langsung memverifikasi melalui USSD *777# dan mengunjungi GraPARI Jambi. Saya merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Telkomsel yang telah menghadirkan program luar biasa ini. Semoga Telkomsel terus sukses dan menghadirkan program menarik lainnya.”

    Para pemenang Program Undian Poin Gembira Festival 2024 diumumkan pada Januari 2025 dengan berbagai hadiah menarik, termasuk 100 unit Modem Orbit, 300 unit Samsung A06, 10 unit Samsung Z Flip6, 10 unit iPhone 15, 30 unit Honda Beat, 25 unit Yamaha Nmax, dan hadiah utama 1 unit Mercedes-Benz C200 Avantgarde. Seluruh pajak hadiah dan biaya distribusi ditanggung oleh Telkomsel, sehingga pemenang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan.

    Program Undian Poin Gembira Festival 2024 terbuka bagi seluruh pelanggan Telkomsel dan IndiHome, yang dapat memperoleh kupon undian dengan menukarkan Telkomsel Poin melalui aplikasi MyTelkomsel atau myIndiHome selama periode 1 November – 31 Desember 2024.

    Pada tahun 2025, Telkomsel berkomitmen untuk terus menghadirkan program loyalitas yang inovatif guna meningkatkan pengalaman pelanggan. Salah satu langkah strategisnya adalah menggabungkan program loyalitas Telkomsel dan IndiHome menjadi satu, yaitu Telkomsel Poin, yang memungkinkan pelanggan menukarkan poin mereka melalui aplikasi masing-masing.

    Sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan setia, Telkomsel menghadirkan berbagai program undian menarik sepanjang tahun. Menyambut Ramadan dan Idulfitri, Telkomsel meluncurkan program loyalitas khusus, yaitu Promo Ramadan. Sementara itu, pada tahun 2025, program Undi Undi Hepi akan diselenggarakan dalam dua kategori: Undi Undi Hepi Bulanan, dengan Grand Prize 1 unit mobil yang diundi setiap bulan, dan Undi Undi Hepi Mingguan, dengan berbagai hadiah menarik yang diundi setiap dua minggu.

  • Pertamina Dorong Pola Hidup Sehat Melalui Donor Darah dan Pertanian Ramah Lingkungan

    Pertamina Dorong Pola Hidup Sehat Melalui Donor Darah dan Pertanian Ramah Lingkungan

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Jambi, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi, sukses menggelar kegiatan donor darah rutin. Acara ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan masyarakat dan mendorong pola hidup sehat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pertamina melibatkan salah satu binaan TJSL, kelompok usaha hidroponik lokal, untuk berkontribusi dalam kegiatan ini. Sebanyak 100 paket sembako berisi sayuran hidroponik 100% organik tanpa pestisida dibagikan kepada para pendonor darah.

    Sayuran hidroponik yang disediakan merupakan hasil dari program TJSL Pertamina yang fokus pada pengembangan pertanian urban ramah lingkungan. Kelompok usaha binaan ini mendukung ketahanan pangan lokal sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan sehat dan bebas bahan kimia berbahaya. Langkah ini sejalan dengan visi perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang positif.

    FT Manager Jambi, Agung Surendro, menyampaikan harapannya agar inisiatif ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup sehat sekaligus mendukung pertanian lokal yang berkelanjutan.

    “Kami sangat senang dapat melibatkan kelompok hidroponik binaan dalam kegiatan ini. Melalui partisipasi mereka, kami memberikan lebih dari sekadar sembako—yakni pangan sehat, bergizi, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam berkontribusi nyata terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan.

    “Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi Pertamina dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama mendukung SDGs ke-3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, ke-12 tentang pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta ke-13 terkait aksi untuk mengatasi perubahan iklim melalui pengembangan pertanian ramah lingkungan,” tutup Nikho.

  • Pastikan Kenyamanan Listrik Selama Nataru, PLN ULP Kota Baru Sosialisasikan Keselamatan Jaringan Listrik

    Pastikan Kenyamanan Listrik Selama Nataru, PLN ULP Kota Baru Sosialisasikan Keselamatan Jaringan Listrik

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kota Baru melakukan sosialisasi keselamatan listrik melalui program PLN Jaga Kamu (Jaga Keselamatan Masyarakat Umum). Program ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keselamatan di sekitar jaringan listrik, demi mencegah potensi kecelakaan yang dapat mengancam jiwa maupun infrastruktur kelistrikan.

    Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kota Baru Jambi, Agustina Pertiwi, menerangkan bahwa PLN memprioritaskan Keselamatan masyarakat, petugas dan juga instalasi kelistrikan. Untuk itu kepatuhan pada aturan keselamatan, perlu menjadi perhatian bersama agar dapat mencegah insiden yang tidak diinginkan. PLN menghimbau masyarakat untuk memperhatikan beberapa langkah keselamatan berikut:

    1. Tidak bermain layang-layang di bawah jaringan listrik. Bermain layangan di sekitar jaringan listrik berbahaya, terutama jika menggunakan benang berserat logam yang dapat menghantarkan arus listrik.

    2. Tidak mencantolkan benda pada jaringan listrik. Mencantolkan benda seperti bendera atau kain dapat menyebabkan gangguan listrik, kerusakan, hingga risiko kebakaran.

    5. Menjaga jarak aman saat membangun atau merenovasi bangunan. Memastikan bangunan tidak terlalu dekat dengan jaringan listrik untuk mengurangi risiko tersengat listrik.

    6. Tidak menanam pohon besar didekat jaringan listrik. Pohon besar dapat menyentuh kabel listrik dan memicu hubungan pendek atau kebakaran.

    7. Menghindari aktivitas yang terlalu dekat dengan kabel jaringan dan gardu listrik. Jaringan dan Gardu listrik hanya boleh diakses oleh petugas berkompeten. PLN mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitarnya.

    “PLN juga aktif melakukan sosialisasi di sekolah, tempat ibadah, dan komunitas lokal untuk meningkatkan pemahaman masyarakat luas tentang keselamatan listrik. Selain itu, inspeksi rutin jaringan listrik, pemangkasan pohon, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat terus dilakukan untuk memastikan keamanan, terutama di kawasan padat penduduk”, ungkap Agustina.

    Dengan berbagai langkah preventif ini, PLN berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keselamatan di sekitar jaringan listrik, terutama menjelang masa libur panjang Natal dan Tahun Baru.

    Agustina Pratiwi juga berharap masyarakat dapat melaporkan jika terjadi gangguan listrik atau ada kebutuhan layanan kelistrikan dapat melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center 123 yang beroperasi 24 jam.

    “Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di sekitar jaringan listrik demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Jika melihat potensi gangguan, segera lapor ke PLN Mobile atau unit layanan terdekat.” tutup Agustina Pertiwi.

  • Pertamina Kembangkan Desa Cerdas Energi Berbasis PLTS di Jambi

    Pertamina Kembangkan Desa Cerdas Energi Berbasis PLTS di Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI –  Sebagai komitmen dalam mendukung transisi energi berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Jambi melaksanakan sosialisasi dan aktivasi Program Desa Energi Berdikari (DEB). Kegiatan ini berlangsung dengan menggandeng Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), menjadi inisiatif strategis untuk mendorong ketahanan energi desa melalui pemanfaatan energi terbarukan.

    Program DEB merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam mendukung transisi energi hijau, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui solusi energi berbasis keberlanjutan. Pada kegiatan sosialisasi dan aktivasi, Pertamina mengedukasi Kelompok Bina Mandiri, mitra binaan program pengembangan masyarakat, terkait konsep desa mandiri energi yang berbasis teknologi ramah lingkungan.

    Melalui pelatihan langsung, masyarakat desa diberikan wawasan mendalam tentang potensi energi terbarukan, khususnya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang diharapkan mampu mendukung kemandirian energi desa, mengurangi ketergantungan pada energi konvensional, serta menekan biaya energi secara signifikan. Kelompok Bina Mandiri menyambut positif inisiatif ini dengan menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan desa mereka lebih tangguh secara energi dan ramah lingkungan.

    SPV I HSSE & Fleet Safety, Mohammad Ekki Hadian, menyampaikan dengan berhasilnya program ini, diharapkan dapat terus mendorong masyarakat desa untuk memanfaatkan energi terbarukan, menciptakan dampak positif bagi lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

    “Program Desa Energi Berdikari merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat desa untuk mandiri, baik secara ekonomi maupun energi. Kolaborasi ini tidak hanya membawa manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan melalui program ini, Pertamina tidak hanya berupaya menciptakan desa yang mandiri secara pemanfaatan siklus energi, tetapi sekaligus berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.

    “Implementasi teknologi ramah lingkungan seperti PLTS memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa, mengurangi emisi karbon, dan memperkuat ketahanan energi nasional. Program DEB menjadi bagian dari visi Pertamina dalam mendukung pencapaian tujuan Sustainable Development Goals SDGs, khususnya di bidang energi bersih dan terjangkau (SDG 7), inovasi dan infrastruktur (SDG 9), serta aksi terhadap perubahan iklim (SDG 13),” tutup Nikho.

  • Pertamina Berikan Program Rumah Edukasi untuk Keterampilan Berbasis Mandiri di Balai Pemasyarakatan Jambi

    Pertamina Berikan Program Rumah Edukasi untuk Keterampilan Berbasis Mandiri di Balai Pemasyarakatan Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan perubahan positif dan mendukung pembangunan berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha melaksanakan program Rumah Edukasi Pertamina di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jambi. Program ini berupa pelatihan menjahit intensif yang diikuti oleh 20 peserta dan berlangsung sejak Oktober hingga Desember 2024.

    Peserta dilatih secara bertahap oleh instruktur profesional, mulai dari mengenal alat dan perlengkapan menjahit, menggambar pola dasar pakaian, hingga mengerjakan proyek menjahit seragam kelompok. Pada tahap akhir, peserta diberikan tugas untuk menjahit pakaian untuk diri sendiri sebagai bentuk pengaplikasian keterampilan yang telah dipelajari.

    Rahmat, salah satu peserta program, mengungkapkan apresiasinya kepada Pertamina atas fasilitas pelatihan yang diberikan. “Kami berterima kasih kepada Pertamina atas fasilitas Rumah Edukasi ini. Kesempatan berlatih menjahit sangat bermanfaat untuk menambah keterampilan kami ke depan. Semoga pelatihan ini memotivasi kami untuk lebih mandiri dan percaya diri,” ujar Rahmat.

    Hasil dari pelatihan ini mulai terlihat dengan meningkatnya kemampuan peserta dalam menjahit secara mandiri. Peserta pelatihan berhasil menyelesaikan pakaian dengan tingkat kerapian dan presisi yang sesuai standar, termasuk seragam kelompok yang dikerjakan sebagai proyek bersama. Kemajuan ini memperkuat keterampilan teknis mereka, serta membangun rasa percaya diri untuk mengaplikasikan keahlian tersebut dalam kehidupan sehari-hari maupun peluang usaha di masa depan.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan Rumah Edukasi Pertamina merupakan wujud nyata dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam meningkatkan kapasitas dan membuka peluang usaha bagi warga binaan pemasyarakatan.

    “Rumah Edukasi Pertamina bertujuan meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan warga binaan agar mereka siap kembali ke masyarakat. Diharapkan, para peserta bersungguh-sungguh dalam memanfaatkan pelatihan ini agar memiliki keterampilan yang cukup untuk mandiri. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi),” tutup Nikho.

  • Komitmen Pertamina Wujudkan Perubahan Positif Melalui Inisiatif Berkelanjutan di Jambi

    Komitmen Pertamina Wujudkan Perubahan Positif Melalui Inisiatif Berkelanjutan di Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Kelurahan Bakung Jaya telah menjadi lokasi pelaksanaan program inovatif yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebagai bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha, membentuk program Basamo Elok Jambi pada tahun 2022. Program ini menghadirkan empat kegiatan utama yang berfokus pada pengelolaan lingkungan berbasis komunitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

    Salah satu kegiatan unggulan adalah Budidaya dan Aneka Olahan Ikan Air Tawar dengan memberdayakan Kelompok Cahaya Abadi Sejahtera. Program ini meliputi budidaya ikan gurami, lele, gabus, dan nilem, serta pengolahan hasilnya menjadi produk bernilai tambah seperti abon, nugget, atom, dan albumin ikan gabus. Dengan sertifikasi Perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) yang telah diperoleh, produk-produk ini kini meraih permintaan tinggi di pasar lokal, memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat.

    Selain itu, Budidaya Maggot dan Pengelolaan Sampah Organik yang dijalankan oleh Kelompok Apartemen Maggot 21 memanfaatkan hingga 750 kg sampah organik setiap bulan. Sampah ini diolah menjadi maggot sebagai pakan ikan dan unggas, serta pupuk organik. Kemudian, Konsep Urban Farming yang diusung Kelompok Agro Sejahtera 21 turut mendukung ketahanan pangan lokal. Melalui pemanfaatan lahan sempit dengan media tanam polibag, masyarakat kini dapat mengakses sayuran segar sekaligus mengoptimalkan ruang terbatas di kawasan permukiman padat penduduk.

    Inisiatif lainnya adalah Wisata Pemancingan Lansia Sebaya, yang dikelola kelompok lansia di RT 21 dan RT 08, Kelurahan Bakung Jaya. Selain menjadi ruang rekreasi, tempat ini juga mendukung pemberdayaan ekonomi kreatif, menarik pengunjung sebagai destinasi wisata lokal yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, memberikan apresiasi atas kemajuan dan dampak positif yang telah dihasilkan oleh Program Basamo Elok Jambi dan menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

    “Program Basamo Elok Jambi patut kita apresiasi atas kemajuan yang telah dicapai dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan Pertamina telah menunjukkan hasil yang luar biasa. Kami akan terus berkomitmen memperkuat dan memperluas implementasi program ini, sejalan dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs),” ungkapnya.

    Zalman Kurniawan, salah satu anggota aktif Program Basamo Elok Jambi, menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina, “Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina atas dukungannya dalam program ini. Program ini telah memberikan solusi nyata terhadap permasalahan sampah organik di lingkungan kami. Dampaknya sangat terasa, baik untuk lingkungan maupun ekonomi masyarakat.”

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan dengan pendekatan multidimensional yang mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, Program Basamo Elok Jambi telah berhasil menciptakan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

    “Program Basamo Elok Jambi merupakan contoh konkret implementasi tujuan SDGs, khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan serta SDG 12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Program ini berfokus pada pengelolaan lingkungan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” tutup Nikho.

  • Pertamina Optimalkan Pertanian Hidroponik dengan Teknologi Penjernihan Air Hujan

    Pertamina Optimalkan Pertanian Hidroponik dengan Teknologi Penjernihan Air Hujan

    SUARAPUBLIK.ID JAMBI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Jambi terus mendukung pertanian berkelanjutan dengan inovasi untuk petani hidroponik khususnya Kelompok Hidroponik Usaha Sehati. Dengan teknologi penjernihan air hujan menggunakan senyawa Natrium Hidroksida (NaOH) dalam sistem Deep Water Culture (DWC), Pertamina membantu petani mengatasi tantangan kualitas air yang kurang optimal dan memaksimalkan penggunaan air hujan untuk hidroponik.

    Salah satu tantangan terbesar dalam pertanian hidroponik adalah kebutuhan air bersih yang kurang memadai. Dengan memanfaatkan senyawa NaOH, air hujan dapat digunakan lebih efisien dalam mendukung pertumbuhan tanaman, karena bersifat menetralkan pH air hujan dan menghilangkan kontaminan yang dapat merusak akar tanaman. Hal ini memungkinkan sistem DWC bekerja lebih efektif, dengan air yang bebas dari zat yang dapat merusak akar tanaman.

    Pertamina juga memberikan Transfer Knowledge terkait program ini, yang dihadiri oleh 15 orang dari pemerintah daerah, kelompok hidroponik, dan masyarakat Kelurahan Sejinjang. Program ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada sumber air tanah dan mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengurangi biaya pengeluaran air bagi petani.

    Ketua Kelompok Hidroponik Usaha Sehati, Ruswandi, menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina, melalui kegiatan ini menjadi sumber pengetahuan bagi mereka terkait inovasi pengelolaan air hujan untuk pertanian berkelanjutan.

    “Kami berterima kasih kepada Pertamina, selain memberikan sarana dan prasarana kepada petani, Pertamina juga memberikan pelatihan dan pembinaan untuk mengoptimalkan penggunaannya. Kami percaya, dengan adanya terobosan ini, petani dapat memperoleh hasil yang lebih baik dan lebih efisien,” ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan Pertamina berkomitmen untuk terus mengimplementasikan program yang mendukung sektor pertanian dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia.

    “Kami berharap teknologi penjernihan air hujan yang kami perkenalkan dapat menjadi solusi jangka panjang yang tidak hanya meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 2: Zero Hunger, Tujuan 6: Clean Water and Sanitation, dan Tujuan 12: Responsible Consumption and Production. Kami percaya, petani dapat meningkatkan produktivitas mereka sambil berkontribusi pada pelestarian lingkungan,” tutup Nikho.

  • Pertamina Berikan Solusi Inovatif dalam Mengelola Sampah Organik Kota Jambi Melalui Apartemen Maggot 21

    Pertamina Berikan Solusi Inovatif dalam Mengelola Sampah Organik Kota Jambi Melalui Apartemen Maggot 21

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Sampah organik yang terus menumpuk sering kali menjadi permasalahan serius di banyak daerah, termasuk di Kelurahan Bakung Jaya, Kota Jambi. Menyikapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha menjalankan komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Apartemen Maggot 21. Melalui inisiatif ini, masyarakat setempat berhasil mengelola sampah tersebut menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi dan mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

    Program Apartemen Maggot 21 dibentuk atas permasalahan pengelolaan sampah organik di Kota Jambi, berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2023 menghasilkan hampir 300.000 ton sampah per tahun, yang sebagian besar belum dikelola secara optimal. Melalui pendekatan ini, sekitar 900 kg sampah organik diolah setiap bulan menjadi 300 kg maggot, yang kemudian diubah menjadi produk turunan seperti pakan ternak, unggas, dan ikan dengan total produksi mencapai 400 kg per bulan.

    Dengan memanfaatkan 40 biopond yang masing-masing berkapasitas hingga 15 kg maggot, program ini berhasil meningkatkan pendapatan anggota kelompok hingga Rp 3.200.000 per bulan. Produk turunan seperti pelet ikan dan pakan unggas tidak hanya mengurangi ketergantungan pada produk pakan komersial tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

    Inovasi teknologi turut berperan penting dalam keberhasilan program ini. Salah satu inovasi unggulan adalah Eco Sun Hybrid Dryer (ESHD), alat pengering maggot berbasis kombinasi energi surya dan listrik. Alat ini merupakan hasil inovasi Pertamina dengan memanfaatkan limbah scrap besi dari kegiatan operasional perusahaan. Dengan teknologi ini, mampu mengeringkan hingga 85 kg maggot dalam 40 menit, menjadikannya solusi yang efisien sekaligus ramah lingkungan.

    Penggerak Apartemen Maggot 21, Wahyu Budi Wibowo, menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina, yang dimana program ini sangat berdampak pada efisiensi pengelolaan sampah organik dan penurunan emisi gas rumah kaca, serta menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina atas bantuan dan adanya inovasi ini. Melalui kolaborasi ini, kami berharap program Apartemen Maggot 21 dapat direplikasi di wilayah lain sebagai solusi nyata pengelolaan lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ungkap Wahyu.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan program ini merupakan wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Nikho berharap, melalui pendekatan ini dapat tercipta ekosistem yang mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan

    “Program ini menjadi salah satu implementasi TJSL yang strategis, dibentuk untuk memberikan dampak yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada tujuan ke-8, yaitu menciptakan pekerjaan layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi, tujuan ke-12, mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta tujuan ke-13, yang mengedepankan penanganan perubahan iklim,” tutup Nikho.

  • Pertamina Optimalisasi Lahan dan Penanganan Sampah melalui Program Basamo Elok Jambi

    Pertamina Optimalisasi Lahan dan Penanganan Sampah melalui Program Basamo Elok Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Kawasan perkotaan sering menghadapi berbagai masalah lingkungan dan sosial, seperti permukiman kumuh dan kesejahteraan masyarakat yang rendah. Menyikapi hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha meluncurkan Program Basamo Elok Jambi. Program ini, yang mulai berjalan sejak 2022, bertujuan untuk membantu masyarakat Kelurahan Bakung Jaya, Kota Jambi, mengatasi tantangan tersebut, termasuk pengelolaan lahan terbatas dan sampah rumah tangga yang belum optimal.

    Program Besamo Elok Jambi memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mengoptimalkan lahan terbatas untuk kegiatan produktif dan mengelola sampah organik. Kedua, memperkuat ekonomi lokal melalui kelompok usaha seperti budidaya ikan dan pengolahan produk perikanan. Ketiga, meningkatkan kualitas ruang publik dan memberikan edukasi lingkungan. Ketiga tujuan tersebut dilaksanakan dalam beberapa program diantaranya, Apartemen Maggot 21 dengan budidaya maggot, Agro Sejahtera 21 di bidang perkebunan hortikultura, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Cahaya Abadi Sejahtera yang mengelola ikan air tawar dengan hasil turunan berupa minyak albumin, dan Lansia Sebaya yang menghadirkan wisata pemancingan serta taman edukasi untuk anak-anak.

    Salah satu keberhasilan program ini adalah dukungannya terhadap Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, untuk menciptakan solusi bersama dalam menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan, yang berhasil mendapatkan peringkat utama. Sebagai bentuk apresiasi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi melakukan kunjungan ke Kelurahan Bakung Jaya. Kunjungan ini juga meninjau inovasi teknologi seperti Eco Sun Hybrid Dryer (ESHD) yang dikembangkan kelompok Apartemen Maggot 21 untuk memaksimalkan pengelolaan sampah organik.

    Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Kota Jambi, Dadan Rusdiana, mengapresiasi upaya Pertamina dalam menjalankan program TJSL.
    “Kami sangat mengapresiasi Pertamina atas program TJSL yang dijalankan di Kelurahan Bakung Jaya. Kami juga mendukung kelompok binaan yang konsisten mengelola sampah, karena tidak banyak pihak yang mau bekerja di bidang ini. Semoga program ini bisa terus berkembang dan melibatkan lebih banyak masyarakat untuk mengelola sampah rumah tangga secara maksimal,” ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam keberhasilan program ini. Melalui program ini, Pertamina terus menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.
    “Sebagai perusahaan energi, Pertamina berkomitmen membangun program sosial dan lingkungan yang berkelanjutan. Program Basamo Elok Jambi merupakan bukti nyata komitmen kami dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya Tujuan Nomor 11 Kota dan Permukiman Berkelanjutan, dan Tujuan Nomor 13 Penanganan Perubahan Iklim,” tutup Nikho.

  • Pertamina Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat Kelurahan Kasang

    Pertamina Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat Kelurahan Kasang

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Sebagai perusahaan energi yang berkomitmen pada pengelolaan lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Fuel Terminal (FT) Jambi kembali mempertegas komitmennya dengan melaksanakan pembinaan dan pelatihan pengolahan sampah organik di Kelurahan Kasang, Jambi. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Program Kampung Iklim (ProKlim), yang bertujuan mengedukasi masyarakat tentang teknik pembuatan pupuk kompos ramah lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

    Pelatihan ini menyasar pengelolaan sampah rumah tangga sebagai bahan baku pupuk kompos, menawarkan solusi berkelanjutan untuk pengurangan limbah organik yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Materi pelatihan mencakup teknik dasar dan lanjutan pengolahan kompos, manfaatnya dalam meningkatkan kesuburan tanah, hingga pemanfaatannya untuk pertanian organik atau sebagai produk bernilai jual. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

    Kolaborasi antara Pertamina dan Pemerintah Kelurahan Kasang, memastikan pelatihan ini dapat berlangsung seremonial, dan mampu memberikan dampak nyata. Masyarakat diajak untuk tidak hanya memahami pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga mempraktikkannya sebagai bagian dari rutinitas harian. Pemerintah Kelurahan berperan aktif dalam memobilisasi peserta dan memfasilitasi kebutuhan pelatihan, menunjukkan pentingnya sinergi antar pihak dalam upaya keberlanjutan lingkungan.

    Aminah, salah satu peserta pelatihan dan anggota Kelompok ProKlim, menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “Kami kini lebih memahami bagaimana sampah rumah tangga dapat dikelola menjadi kompos berkualitas. Selain bermanfaat untuk kebun sendiri, pupuk ini juga berpotensi dijual, sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga kami,” tuturnya.

    Pada kesempatan yang sama, FT Manager Jambi, Agung Surendro, menilai program ini strategis untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas. “Pengolahan pupuk kompos memiliki dua manfaat strategis, yakni pengurangan limbah organik dan pengembangan peluang ekonomi. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan pupuk ini untuk kebutuhan pertanian maupun sebagai produk komersial,” ungkapnya.

    Selain itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs).

    “Dengan pendekatan yang mencakup edukasi, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan, Pertamina terus berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan hijau di Indonesia. Program ini selaras dengan SDGs poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan poin 15 (Ekosistem Daratan). Melalui pengelolaan sampah organik, kami tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan ekosistem keberlanjutan yang mendukung ekonomi lokal,” tergas Nikho.

  • Pertamina Dirikan Koperasi Berkah Sejahtera Bersama untuk Mendorong Ekonomi Inklusif di Jambi

    Pertamina Dirikan Koperasi Berkah Sejahtera Bersama untuk Mendorong Ekonomi Inklusif di Jambi

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Dalam upaya memperkuat kelembagaan dan mendorong pengembangan ekonomi masyarakat terpadu, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha, membentuk Koperasi Berkah Sejahtera Bersama. Koperasi Berkah Sejahtera Bersama dibentuk dengan pendampingan dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Jambi. Koperasi dibentuk dengan tujuan memperkuat kelembagaan, berfokus pada pemberdayaan ekonomi melalui pengelolaan yang profesional, peningkatan akses terhadap pelatihan, dan pengembangan keterampilan bisnis bagi anggota kelompok usaha di bawah naungannya.

    Inovasi ini dibentuk melalui Program Basamo Elok Jambi, yang akan menjadi payung bagi empat kelompok usaha rakyat binaan Pertamina, diantaranya Kelompok Cahaya Abadi Sejahtera yang berfokus pada budidaya dan pengolahan ikan dengan produk olahan seperti abon ikan dan nugget, dan Kelompok Apartemen Maggot 21 mengelola sampah organik untuk menghasilkan maggot sebagai pakan ternak dan bahan pelet unggas.

    Selain itu, ada Kelompok Agro Sejahtera yang menjalankan pertanian urban farming dan produksi pupuk organik berbasis maggot, dan Kelompok Lansia Sebaya yang melibatkan kelompok lansia dalam budidaya ikan dan penghijauan lahan. Pembentukan koperasi ini diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi antar kelompok, memfasilitasi standar kualitas BPOM untuk rumah produksi, dan membuka akses pasar yang lebih luas.

    Kepala Bidang Perkoperasian Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kota Jambi, Lufi Ardian, menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina atas pembentukan Koperasi Berkah Sejahtera Bersama.

    “Kami sangat mendukung adanya inisiatif Pertamina untuk pembentukan koperasi ini. Pendampingan kami selama proses pembentukkan koperasi ini memastikan agar Koperasi Berkah Sejahtera Bersama dapat segera beroperasi dengan struktur yang kuat dan pengelolaan yang baik. Kami yakin inisiatif ini dapat menjadi contoh bagi pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi yang mendorong kesejahteraan masyarakat secara luas.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan inovasi ini berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif, berkelanjutan, dan selaras dengan target SDGs. Pertamina memberikan dukungan penuh atas inisiatif pembentukan Koperasi Berkah Sejahtera Bersama sebagai bagian dari komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.

    “Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya pada Tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Tujuan 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta Tujuan 11 Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Kami berharap koperasi ini dapat menciptakan lebih banyak peluang ekonomi yang inklusif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup Nikho.

  • Tanamkan rasa cinta lingkungan, Pertamina Ajak Generasi Muda Jambi Mengolah Sampah jadi Produk Bernilai Ekonomis

    Tanamkan rasa cinta lingkungan, Pertamina Ajak Generasi Muda Jambi Mengolah Sampah jadi Produk Bernilai Ekonomis

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan di generasi muda, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha menggelar program Pertamina Goes To School dengan memberikan Pelatihan Pengolahan dan Pemanfaatan Sampah Organik yang dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Kota Jambi.

    Program tersebut, sebagai wujud nyata Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, mendukung inisiatif Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menerapkan nilai-nilai Adiwiyata di lembaga pendidikan, khususnya di Kota Jambi.

    Dalam program ini, Pertamina memberikan pelatihan pengolahan Eco Enzyme yang secara langsung disampaikan oleh salah satu perwira Pertamina, Ayu Desferanza sebagai Jr. Spv. Health, Safety, Security and Environment (HSSE) sekaligus memberikan sosialisasi budidaya manggot Black Soldier Fly (BSF) oleh Kelompok Binaan Pertamina, Apartemen Maggot 21.

    “Kami berharap, program ini menanamkan pemahaman mendalam tentang pelestarian lingkungan sejak dini, dengan manfaat langsung bagi siswa berupa keterampilan mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomis, kemampuan membuat Eco Enzyme, serta budidaya maggot BSF yang mendukung keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan,” ujar Ayu Desferanza.

    Dikesempatan yang sama, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTs Negeri 3 Kota Jambi, Bustamam, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina dan menyambut baik langkah nyata ini dalam mengedukasi siswa terkait pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina. Seperti yang kita tahu, sampah masih menjadi tantangan besar hingga saat ini, dan kita perlu menanamkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Harapannya, anak-anak bisa mempraktikkan ilmu yang didapat untuk menjaga kebersihan di lingkungan mereka,” ungkapnya.

    Selain itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan program ini merupakan komitmen Pertamina dalam mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060 dengan menerapkan konsep green transition dalam bisnis dan TJSL.

    “Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina terus mendorong program-program berkelanjutan yang menjadi bagian dari komitmen terhadap Environmental, Social & Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim),” tutup Nikho.

  • DLH Kota Jambi Dukung Inovasi Baru Apartemen Maggot dan Teknologi Eco Sun Hybrid Dryer (ESHD) dari Pertamina Patra Niaga AFT Sultan Thaha untuk Pengelolaan Sampah Organik

    DLH Kota Jambi Dukung Inovasi Baru Apartemen Maggot dan Teknologi Eco Sun Hybrid Dryer (ESHD) dari Pertamina Patra Niaga AFT Sultan Thaha untuk Pengelolaan Sampah Organik

    SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Thaha, mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi untuk penerapan inovasi “Apartemen Maggot” dan teknologi Eco Sun Hybrid Dryer (ESHD) dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga.

    Program ini menjadi inovasi pertama dan satu-satunya di Kota Jambi, yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya dalam pengurangan sampah, penggunaan energi terbarukan, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

    Inovasi ESHD memanfaatkan limbah scrap besi bekas dari akses tangki timbun di Pertamina dalam pembuatan alat pengering maggot, dengan metode berbasis energi surya yang ramah lingkungan dan hemat energi, untuk memproduksi pelet ikan dan pakan unggas bernilai ekonomi, sehingga mendukung upaya circular economy dan pengurangan limbah industri. Dengan biaya Rp 21.150.000, program ini membantu mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi yang mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paalmerah.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Ardi memberikan apresiasi dan menyampaikan dukungan kepada Pertamina terhadap inovasi Apartemen Maggot dan teknologi ESHD. Program ini dapat menjadi solusi komprehensif dalam pengelolaan sampah organik di Kota Jambi.

    “Inovasi ini tidak hanya baru dan unik di kota ini, tetapi juga sesuai dengan beberapa tujuan SDGs, seperti energi bersih dan terjangkau, produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk tujuan. Dengan potensi ekonomi yang signifikan, program ini meningkatkan nilai ekonomi sampah organik sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim,” ungkap Ardi.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan melalui program ini, Pertamina berupaya untuk mengatasi permasalahan sampah organik, serta mendukung SDGs dengan pendekatan ramah lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat.

    “Program Apartemen Maggot dan ESHD merupakan inisiatif yang mencerminkan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Kami berharap Apartemen Maggot dan ESHD bisa menjadi contoh inspiratif yang bermanfaat bagi wilayah lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa,” tegas Nikho.

    Dengan dukungan DLH Kota Jambi, inovasi Apartemen Maggot dan ESHD diharapkan menjadi model tata kelola permukiman berkelanjutan yang mampu memberikan dampak signifikan dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi.