Category: BABEL

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung UMKM Binaan Tampil di Airport Local Pride Festival

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung UMKM Binaan Tampil di Airport Local Pride Festival

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Bandara Depati Amir kini tak lagi sekadar ruang transit, tetapi menjadi etalase produk unggulan Bangka. Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam mendukung Program _Corporate Social Responsibility_ (CSR) InJourney Airport Smart UMKM yang digelar Angkasa Pura dalam rangka Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung selama 22 hari, dari 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 ini, menjadi sarana promosi strategis bagi UMKM lokal untuk menjangkau penumpang selama periode peningkatan mobilitas masyarakat.

    Kegiatan yang mengusung tema “Airport Local Pride Festival”, bertujuan mendorong pertumbuhan UMKM lokal Pulau Bangka, mengangkat identitas serta kebanggaan terhadap produk-produk unggulan daerah, sekaligus meningkatkan pengalaman penumpang bandara melalui kehadiran produk lokal yang berkualitas dan berdaya saing.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel tidak sekadar hadir sebagai pendukung. Perusahaan secara aktif memfasilitasi dua mitra binaan untuk berpartisipasi dalam bazar ini, membuka akses pasar yang lebih luas dan memberi ruang promosi strategis di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur panjang.

    IT Manager Pangkal Balam, Tri Awan Nusa Putra, menyampaikan bahwa dukungan terhadap mitra binaan menjadi langkah nyata Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam memperluas akses pasar bagi UMKM lokal.

    “Momentum Natal dan Tahun Baru kami manfaatkan untuk menghadirkan ruang promosi strategis melalui kolaborasi lintas pihak dalam Airport Local Pride Festival guna memperkuat ekosistem UMKM yang berkelanjutan,” ujar Tri.

    Acara ini menghadirkan mitra binaan UMKM Batik Bukit Besar dari Kelurahan Bukit Besar dengan produk kreatif ramah lingkungan seperti batik ecoprint, batik ciprat, dan aneka keripik berbahan hasil hidroponik, serta Kelompok Arisi yang memasarkan Madu Arisi berbasis pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, memperkaya ragam produk unggulan lokal Pulau Bangka.

    Siti, pelaku UMKM Batik Bukit Besar, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

    “Kami sangat bersyukur atas dukungan yang membuka kesempatan berjualan di area bandara sekaligus meningkatkan kepercayaan diri UMKM lokal untuk memperkenalkan produk khas Bangka kepada masyarakat yang lebih luas. Ini menjadi panggung besar bagi karya kami,” ungkap Siti.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

    “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel konsisten mendorong UMKM berbasis potensi lokal. Keterlibatan mitra binaan ini menjadi wujud dukungan kami dalam meningkatkan daya saing UMKM dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Rusminto.

    Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terhadap program CSR InJourney Airport Smart UMKM sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pemberdayaan UMKM, dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi strategis antar-BUMN dan pemangku kepentingan.

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan Desa Wisata Burong Mandi Berbasis Komunitas dan Berkelanjutan

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan Desa Wisata Burong Mandi Berbasis Komunitas dan Berkelanjutan

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu fokusnya adalah pengembangan Desa Wisata Burong Mandi, Belitung Timur, yang kini berkembang sebagai destinasi wisata berbasis komunitas (community-based tourism).

    Program ini menekankan penguatan kapasitas pelaku wisata, pengembangan atraksi, serta penyediaan fasilitas pendukung yang ramah lingkungan. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan pelatihan pengelolaan destinasi, pendampingan digitalisasi promosi, serta fasilitas wisata yang meningkatkan kenyamanan pengunjung.

    Sebagai bagian dari konservasi pesisir, pada tahun 2025 dilakukan penanaman 30 pohon ketapang laut untuk menahan abrasi. Desa wisata juga memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui pemasangan lima panel surya yang digunakan sebagai penerangan di area pantai.

    Dampak program mulai terlihat nyata. Dalam satu tahun, pendapatan masyarakat meningkat 15–30%. Kelompok Sadar Wisata Burong Mandi (Pokdarwis) turut menyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD) sebesar Rp58 juta, didorong oleh meningkatnya minat wisata, khususnya pada atraksi _paddle board_ yang menjadi daya tarik di Desa Burong Mandi.

    Ketua Pokdarwis, Herkoles, yang dikenal sebagai _local hero_ penggerak wisata paddle board, menyampaikan apresiasinya.

    “Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sangat berarti bagi kami. Pelatihan dan fasilitas baru membuat kami semakin siap dan percaya diri mengelola Burong Mandi sebagai destinasi unggulan,” ujar Herkoles.

    Popularitas Burong Mandi semakin menguat setelah pada tahun 2025 desa ini meraih medali emas dalam Open Tournament Canoe Kayak & SUP Paddle Board – Piala Panglima TNI HUT ke-80, membuktikan kualitas atraksi wisata air yang dimiliki.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan harapan perusahaan terhadap keberlanjutan program ini.

    “Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel ingin memastikan masyarakat merasakan dampak ekonomi yang nyata dari potensi wisatanya. Burong Mandi memiliki kekuatan alam dan komunitas yang hebat, dan kami berkomitmen mendukungnya agar terus tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak keluarga,” jelas Rusminto.

    Pengembangan Desa Wisata Burong Mandi sejalan dengan kontribusi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terhadap _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan Layak). Kolaborasi lintas pihak ini diharapkan menjadi model desa wisata yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara konsisten.

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Wujudkan Solusi Air Bersih bagi Kelompok Tani dan Pengelola Sampah di Pangkalpinang

    Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Wujudkan Solusi Air Bersih bagi Kelompok Tani dan Pengelola Sampah di Pangkalpinang

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL — Menghadapi tingginya risiko kekeringan di Kelurahan Bukit Besar, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) mengambil langkah strategis melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan membangun sumur bor dan fasilitas penampungan air bersih pada 2025. Program ini menjadi solusi nyata atas keterbatasan air yang selama bertahun-tahun menghambat aktivitas warga, khususnya kelompok pengolah sampah dan petani perempuan.

    BPBD Kota Pangkalpinang menetapkan wilayah Bukit Besar sebagai salah satu kawasan rawan kekeringan tertinggi di Bangka Belitung. Kondisi tersebut membuat warga sering mengalami kesulitan memperoleh air bersih, terutama pada musim kemarau.

    Kini, keberadaan sumur bor yang dibangun Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah menjadi sumber air utama bagi Kelompok Wanita Tani dan Sahabat Farm, mitra binaan yang bergerak di bidang pertanian sayur dan pengelolaan sampah organik. Akses air yang stabil memungkinkan kedua kelompok tersebut menjaga produktivitas serta mengembangkan rantai aktivitas pertanian dan biokonversi secara berkelanjutan.

    Umala, Ketua Kelompok Wanita Tani yang beranggotakan 25 ibu rumah tangga, merasakan perubahan signifikan sejak sumur bor beroperasi.

    “Dulu setiap kemarau kami terpaksa membeli air dan tanaman hidroponik sering gagal panen. Sekarang air selalu tersedia. Pertanian menjadi lebih teratur, tanaman tumbuh lebih baik, dan hasil panen ikut meningkat,” ujarnya.

    Ketersediaan air juga memperkuat kapasitas Sahabat Farm dalam mengolah hingga 1.000 kilogram sampah organik per bulan. Proses biokonversi menghasilkan maggot, kasgot, dan eco enzyme yang tidak hanya menambah pendapatan kelompok hingga 3,6 juta rupiah per bulan, tetapi juga menjadi sumber input pertanian bagi Kelompok Wanita Tani. Dengan begitu, tercipta ekosistem sirkular yang saling mendukung antara pengelolaan sampah dan budidaya pangan.

    “Air adalah faktor penting di setiap tahapan proses kami. Sejak adanya sumur bor dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, kegiatan pengolahan maggot dan produksi kasgot berjalan tanpa hambatan,” jelas Didik Sugianto, Ketua Sahabat Farm.

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel juga memperkuat aspek edukasi melalui dukungan mini modul pengelolaan sampah organik yang dikembangkan Sahabat Farm sebagai materi pembelajaran bagi warga dan komunitas lain.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa penyediaan akses air bersih menjadi fondasi pemberdayaan masyarakat.

    “Akses air adalah syarat utama agar berbagai kegiatan produktif bisa berjalan. Dengan sumur bor ini, kami memastikan pondasi tersebut kuat sehingga program pertanian dan pengelolaan sampah dapat tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

    Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs) Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan UMKM Arisi Menjadi Brand Madu Dengan Omzet Miliaran Rupiah

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Kembangkan UMKM Arisi Menjadi Brand Madu Dengan Omzet Miliaran Rupiah

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Arisi, yang dalam bahasa Turki berarti lebah, kini tumbuh jauh melampaui sekadar merek madu. Sejak menjadi UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), usaha yang didirikan Widi Prayogo pada 2018 di Jalan KH Ali Mustofa, Rangkui, Pangkalpinang ini berkembang pesat. Dari usaha rumahan, ARISI kini beromzet lebih dari Rp2 miliar per tahun dan memberdayakan lebih dari 60 pemburu madu rimba serta peternak lebah Bangka.

    Widi memulai Usaha Mikro, Kecil, dan Mengengah (UMKM) ini dari kegelisahan sederhana. Masyarakat sulit memperoleh madu asli berkualitas, sementara pemburu dan peternak madu di Bangka belum mendapat harga yang layak. Ia menjadikan filosofi lebah sebagai landasan usaha, yaitu mengambil yang baik, menjaga keseimbangan alam, dan menghasilkan produk yang jujur.

    “Dari awal saya ingin menghadirkan madu asli berkualitas sekaligus memastikan pemburu dan peternak mendapat harga yang layak. Syukur, kini omzet kami sudah lebih dari Rp2 miliar per tahun,” ujar Widi.

    Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menjadi titik balik bagi Arisi. Pelatihan peningkatan usaha, penguatan manajemen risiko, pendampingan mutu, dan fasilitasi pameran mendorong usaha naik kelas. Omzet Arisi kini rata-rata Rp170 juta per bulan dan produknya tampil di Trade Expo Indonesia 2025 serta SMEXPO Palembang 2025.

    Dampaknya, Arisi membina lebih dari 60 pemburu madu hutan dan peternak lebah kelulut melalui pelatihan rutin, perluasan pasar, pendampingan produksi, standar mutu setara ekspor, dan harga yang lebih adil. Enam tenaga kerja tetap berasal dari Bangka dan meningkat menjadi 12 orang saat musim panen. Pendapatan pemburu yang semula sekitar Rp500 ribu sampai Rp3 juta per bulan kini meningkat signifikan, bahkan dapat mencapai lebih dari Rp10 juta pada musim madu.

    “Dulu saya menjual madu ke tengkulak dengan harga rendah. Setelah bergabung dengan Arisi dan mendapat pelatihan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, penghasilan saya stabil dan anak saya bisa sekolah dengan tenang,” kata Surya, pemburu madu binaan Arisi.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi mengatakan Arisi adalah contoh UMKM yang naik kelas melalui pembinaan menyeluruh.

    “Melalui pelatihan dan fasilitasi pemasaran, kami mendorong Arisi bertumbuh sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Inilah wujud nyata program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL),” ujar Rusminto.

    Melalui program binaan Arisi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel turut mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs) Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan) dan Tujuan 8 (Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak). Inisiatif ini menegaskan peran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam mendorong UMKM Bangka naik kelas dan memperkuat ekonomi masyarakat.

  • BRI Region 4 Palembang Salurkan KUR Rp6,9 Triliun untuk Dorong UMKM dan Ekonomi Daerah

    BRI Region 4 Palembang Salurkan KUR Rp6,9 Triliun untuk Dorong UMKM dan Ekonomi Daerah

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG- BRI Region 4 Palembang terus memperkuat perannya dalam mendorong ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Oktober 2025, total KUR yang telah disalurkan mencapai Rp6,9 triliun.

    Regional CEO BRI Region 4 Palembang, Luthfi Iskandar, mengatakan penyaluran KUR didominasi sektor produktif dengan nilai Rp4,65 triliun atau 67,41% dari total realisasi. Sektor tersebut meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta industri jasa yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di Sumatera Selatan, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.

    “Capaian ini menunjukkan komitmen BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat melalui pembiayaan usaha. Potensi sektor pertanian dan perkebunan di wilayah ini sangat besar, dan BRI hadir untuk memperkuat akses modal serta kapasitas pelaku usaha,” ujarnya.

    Pada 2024, BRI Region 4 Palembang juga mencatat performa positif dengan penyaluran KUR mencapai Rp8,59 triliun, tumbuh 52% dari tahun sebelumnya.

    Selain pembiayaan, BRI turut memberikan pendampingan usaha, pelatihan, dan edukasi keuangan agar pelaku UMKM dapat mengelola usaha secara berkelanjutan. Luthfi menegaskan bahwa penguatan kompetensi dan digitalisasi UMKM akan terus menjadi fokus BRI.

    “Kami berkomitmen mendampingi pelaku UMKM, baik melalui pemberian modal, pelatihan, hingga edukasi digital, agar mereka mampu meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas,” tegasnya.(Ril)

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Mitra Binaan Sahabat Farm Kelola Sampah Organik dan Anorganik Berkelanjutan

    Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Mitra Binaan Sahabat Farm Kelola Sampah Organik dan Anorganik Berkelanjutan

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Kelompok Sahabat Farm, mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dalam program PELIKAS (Penggerak Lingkungan Kelola Sampah), menerima alat konversi sampah plastik menjadi minyak energi pada Jumat (7/11) di Kelurahan Bukit Besar, Kota Pangkalpinang.

    Alat berkapasitas 300 kilogram dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini diserahkan secara simbolis kepada Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, melengkapi program pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot yang selama ini didampingi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel.

    Ketua Peneliti RIIM 3 (Riset Inovasi dan Implementasi Material), Karna Wijaya, yang menyerahkan alat tersebut menyampaikan bahwa teknologi konversi ini terbuat dari stainless steel berkualitas tinggi, lebih aman dan ekonomis dibandingkan drum besi konvensional.

    “Sahabat Farm memiliki _track record_ yang baik dalam pengelolaan sampah organik, sehingga kami percaya mereka dapat memanfaatkan alat ini secara optimal untuk mengelola sampah anorganik. Kami berharap inovasi ini dapat direplikasi di berbagai daerah,” jelas Karna.

    Sahabat Farm dipercaya mengelola alat konversi plastik ini berkat konsistensinya dalam menjalankan program PELIKAS yang telah dimulai sejak 2023 dan aktif berjalan secara penuh pada 2024. Sebagai mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, kelompok ini telah mengembangkan berbagai inisiatif pengelolaan sampah organik, seperti budidaya maggot, pembangunan rumah bibit dan rumah maggot berisi 26 biopon, penyediaan kandang ternak, serta pengadaan sumur bor untuk akses air bersih di wilayah rawan kekeringan.

    Program budidaya maggot menghasilkan produksi mencapai 20 kilogram per hari dengan pendapatan hingga Rp4,8 juta per bulan. Kini, dengan hadirnya alat konversi plastik untuk sampah anorganik, Sahabat Farm semakin komprehensif dalam mengelola seluruh jenis sampah secara berkelanjutan. Untuk mendukung operasional alat konversi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama PNRE (Pertamina New & Renewable Energy) juga akan menyediakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi ramah lingkungan.

    Nurhayati, bendahara Sahabat Farm, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan dan dukungan dari berbagai pihak.

    “Ini adalah kolaborasi luar biasa. Selama ini kami fokus pada sampah organik lewat maggot bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, kini dengan alat konversi plastik kami bisa mengelola semua jenis sampah. Dukungan PLTS dari Pertamina juga sangat membantu untuk operasional alat ini,” ujar Nurhayati.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan yang melibatkan riset, akademisi, korporasi, dan pemerintah daerah.

    “Sahabat Farm adalah bukti nyata bahwa mitra binaan yang konsisten dapat dipercaya mengelola program dari berbagai pihak. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel akan terus mendukung keberlanjutan operasional melalui PLTS, melengkapi ekosistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi,” ujar Rusminto.

    Melalui program PELIKAS, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memperkuat kolaborasi multipihak dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Sinergi tersebut menjadi bukti bahwa inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan energi terbarukan dapat berjalan beriringan, sekaligus mendukung pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs) khususnya Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Bank Sumsel Babel Ajak Anak Menabung Sejak Dini

    Bank Sumsel Babel Ajak Anak Menabung Sejak Dini

    SUARAPUBLIK, ID, PALEMBANG — Bank Sumsel Babel terus menguatkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda melalui kampanye “Menabung Sejak Dini”. Melalui berbagai produk tabungan anak, seperti Tabungan Pesirah Junior, Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar), dan Tabungan Pesirah Raden, bank daerah kebanggaan masyarakat Sumsel dan Babel ini mendorong anak-anak agar terbiasa menabung dan mengelola keuangan sejak usia sekolah.

    Kampanye ini juga sejalan dengan upaya nasional Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam membentuk perilaku finansial yang bijak serta memperluas akses layanan keuangan formal bagi pelajar.

    Tabungan Pesirah Junior menjadi salah satu produk unggulan yang dirancang khusus bagi anak-anak dan pelajar. Dengan setoran awal mulai dari Rp5.000, produk ini memberikan kemudahan serta fasilitas menarik seperti kartu ATM bergambar ceria dan kemudahan akses di seluruh jaringan ATM Bank Sumsel Babel.

    Sementara itu, Tabungan SimPel menawarkan kemudahan tanpa biaya administrasi bulanan dan proses pembukaan rekening yang sederhana, bekerja sama dengan sekolah-sekolah di seluruh Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

    “Menabung sejak dini bukan hanya soal menyimpan uang, tetapi juga tentang membangun karakter dan tanggung jawab terhadap masa depan,” ujar Teddy Kurniawan, Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel.
    Ia menambahkan, kebiasaan menabung yang ditanamkan sejak kecil dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang cerdas secara finansial dan mandiri.

    Melalui program Bank Goes to School dan berbagai kegiatan edukatif lainnya, Bank Sumsel Babel aktif memperkenalkan manfaat menabung kepada pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Dalam beberapa tahun terakhir, ribuan rekening pelajar telah dibuka, termasuk untuk siswa penyandang disabilitas, sebagai bagian dari komitmen terhadap keuangan inklusif.

    “Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun masa depan anak-anak kita,” lanjut Teddy. “Dengan produk tabungan anak ini, kami berharap orang tua dapat turut serta menanamkan nilai kedisiplinan dan perencanaan finansial bagi putra-putrinya.”

    Seluruh produk tabungan anak Bank Sumsel Babel dapat dibuka di kantor cabang terdekat maupun melalui kegiatan literasi keuangan di sekolah-sekolah.(Ril)

  • Pertamina Wujudkan Program PELIKAS Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi di Pangkalpinang

    Pertamina Wujudkan Program PELIKAS Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi di Pangkalpinang

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Timbunan sampah rumah tangga yang mencapai lebih dari 1.000 ton per tahun di Kelurahan Bukit Besar, Kota Pangkalpinang, kini menemukan solusi melalui Program Penggerak Lingkungan Kelola Sampah (PELIKAS). Program binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam ini dipimpin oleh Didik Sugianto, Ketua Kelompok Sahabat Farm, yang berhasil mengubah permasalahan lingkungan menjadi peluang ekonomi berkelanjutan.

    PELIKAS, yang sebelumnya bernama Ecolivestock sejak 2023 hingga berganti nama pada 2025, fokus mengolah sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi. Didik menginisiasi budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan ternak, produksi pupuk organik kasgot, dan pembuatan cairan eco enzyme yang berfungsi sebagai pupuk cair, pembersih rumah tangga, dan disinfektan alami. “Kami melihat sampah sebagai peluang. Dari limbah organik bisa dihasilkan pakan ternak, pupuk, dan produk ramah lingkungan yang menguntungkan masyarakat,” kata Didik.

    Kelompok Sahabat Farm yang beranggotakan 13 orang dari masyarakat setempat mencatat prestasi signifikan dalam setahun terakhir. Mereka berhasil mengolah rata-rata 600 kg sampah organik per bulan dan memproduksi sekitar 20 kg maggot segar per hari. Penjualan produk turunan sampah kepada peternak lokal menghasilkan omzet lebih dari Rp 40 juta per tahun, sekaligus membuka lapangan kerja bagi ibu rumah tangga dan pemuda di wilayah tersebut.

    Aspek pendidikan menjadi bagian penting dari program ini. Didik aktif memberikan pelatihan pembuatan eco enzyme, pemilahan sampah, dan budidaya maggot kepada berbagai kelompok masyarakat. Kegiatan ini mencakup pelatihan di SMK Negeri 2 Pangkalpinang serta menjadi tempat studi banding bagi mahasiswa Universitas Bangka Belitung, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan mitra perusahaan yang ingin mempelajari praktik pengelolaan sampah berkelanjutan.

    “Pengetahuan yang kami bagikan bukan hanya soal teknis mengolah sampah, tapi juga cara mengubah mindset masyarakat. Ketika orang mulai melihat sampah sebagai sumber daya, di situlah perubahan nyata dimulai,” jelas Didik. Ia meyakini bahwa edukasi berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan program dalam jangka panjang.

    Nurhayati, anggota Kelompok Sahabat Farm, merasakan manfaat langsung program ini. “Dulu saya hanya ibu rumah tangga biasa. Sekarang bisa dapat penghasilan tambahan dari mengolah sampah sendiri. Anak-anak juga jadi lebih peduli lingkungan,” ungkap Nurhayati yang kini aktif dalam kegiatan kelompok.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengapresiasi kontribusi Didik. “Pak Didik menunjukkan bagaimana tokoh lokal dapat menjadi agen perubahan. Bersama Pertamina, beliau membuktikan bahwa tantangan sampah bisa diubah menjadi peluang ekonomi sekaligus sarana edukasi masyarakat. Dampaknya nyata, baik untuk lingkungan maupun kesejahteraan warga,” ujar Rusminto.

    Program PELIKAS merupakan salah satu wujud komitmen terhadap Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menciptakan lapangan kerja berbasis pengolahan sampah, Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui model komunitas mandiri dengan ekonomi sirkular, Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab) dengan memanfaatkan kembali limbah organik, dan Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dengan mengurangi timbulan sampah organik penghasil emisi gas rumah kaca.

    Keberhasilan PELIKAS di Kelurahan Bukit Besar membuktikan bahwa inisiatif lokal dapat menciptakan model ekonomi sirkular yang mengintegrasikan kesadaran lingkungan dengan kemandirian ekonomi. Dedikasi Didik Sugianto menunjukkan bagaimana perubahan transformatif dimulai dari komunitas, mengubah sampah menjadi peluang ekonomi sekaligus membangun kesadaran lingkungan lintas generasi.

  • Dukung UMKM Air Mesu untuk Dorong Kualitas Daya Saing, Pertamina Gelar Pendampingan Kemasan Produk

    Dukung UMKM Air Mesu untuk Dorong Kualitas Daya Saing, Pertamina Gelar Pendampingan Kemasan Produk

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir melanjutkan komitmen pengembangan ekonomi lokal dengan menggelar program pendampingan kemasan produk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Jumat (08/08) di Desa Air Mesu, Pangkalpinang. Kegiatan ini dilaksanakan dalam kerangka kerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Promosi dan Kemasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

    Inisiatif ini merupakan bagian integral dari Program Durian Mesu Andalan Sejahtera (DURI MAS), program unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, yang secara berkelanjutan mendampingi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan kelompok UMKM di Desa Air Mesu. Program ini dirancang untuk membekali pelaku usaha lokal dengan pengetahuan dan keterampilan merancang kemasan yang menarik, fungsional, dan memenuhi standar pasar.

    “Pendampingan kemasan menjadi langkah strategis bagi UMKM untuk meningkatkan kelas usaha mereka. Kemasan berkualitas tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga memperkuat citra dan meningkatkan daya saing di pasar,” kata Pajri, Kepala Desa Air Mesu.

    Pelatihan diikuti 4 UMKM yang memproduksi olahan pangan khas daerah hingga kerajinan tangan. Materi pelatihan mencakup teknik desain kemasan, pemilihan bahan ramah lingkungan, strategi branding, dan tips pemasaran berbasis kemasan.

    Fitria Ningsih, salah satu peserta pelatihan yang menjalankan usaha Dodol dan Mochi Durian, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti program ini. “Pelatihan kemasan ini sangat membantu kami untuk memperbaiki tampilan produk. Sebelumnya, kami hanya menggunakan plastik biasa, sekarang kami belajar bagaimana membuat kemasan yang menarik dan informatif. Semoga dengan kemasan yang lebih baik, produk kami bisa lebih laku dan dikenal banyak orang,” ungkapnya.

    Kepala UPTD Rumah Promosi dan Kemasan, Alfatah Suriaan, menegaskan pentingnya kemasan sebagai faktor penentu keberhasilan penjualan. “Kami melihat potensi besar UMKM Air Mesu. Dengan kemasan yang tepat, nilai jual produk dapat meningkat signifikan. Pendampingan ini mencakup aspek estetika, fungsi, keamanan, dan keberlanjutan. Kami bangga dapat bersinergi dengan Pertamina memberikan solusi berkelanjutan bagi UMKM lokal,” katanya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menjelaskan bahwa dukungan terhadap UMKM sejalan dengan strategi TJSL Pertamina yang mengutamakan keberlanjutan.

    “Program DURI MAS mencerminkan komitmen kami memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kami memastikan UMKM yang didampingi dapat tumbuh mandiri dan berdaya saing. Pendampingan kemasan ini adalah langkah konkret mencapai tujuan tersebut,” terangnya.

    Program DURI MAS telah menjadi platform penguatan ekonomi masyarakat Air Mesu melalui pelatihan komprehensif, fasilitasi legalitas usaha, pendampingan produksi, dan dukungan pemasaran. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya tujuan nomor 1 (Tanpa Kemiskinan), 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

    Pertamina berharap melalui pendampingan kemasan ini, produk UMKM Desa Air Mesu dapat menembus pasar yang lebih luas dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

  • Pertamina Gelar Pelatihan Mitigasi Kebakaran Hutan di Kebun Raya Tuatunu Pangkalpinang

    Pertamina Gelar Pelatihan Mitigasi Kebakaran Hutan di Kebun Raya Tuatunu Pangkalpinang

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Menyambut musim kemarau yang rawan kebakaran, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam menggelar Pelatihan Mitigasi Bencana Kebakaran Hutan dan Pertolongan Pertama pada Jumat (25/07) di Kebun Raya Tuatunu, Kota Pangkalpinang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas masyarakat binaan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah konservasi lingkungan.

    Kebun Raya Tuatunu sebagai mitra binaan Pertamina yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati lokal memiliki potensi kerawanan kebakaran tinggi saat musim kemarau. Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kesiapsiagaan dan kemampuan pengelolaan mandiri kelompok pengelola dalam mengantisipasi ancaman bencana kebakaran.

    Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber internal perusahaan, yaitu Sahbandi Rachmatsyah dari tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang memaparkan prinsip dasar api, jenis bahan mudah terbakar, dan teknik mitigasi kebakaran, serta Muhammad Fersi Pratama, Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS) dari tim medis yang memberikan edukasi manajemen luka bakar sebagai pertolongan pertama pada insiden kebakaran.

    Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pangkalpinang, Bartholomeus Suharto, yang menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pertamina dalam upaya perlindungan kawasan hijau dari ancaman kebakaran.

    “Kolaborasi seperti ini penting untuk terus diperluas, terutama dalam menghadapi perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.

    Kegiatan ini mengikutsertakan 40 peserta yang terdiri dari Kelompok Kebun Raya Tuatunu, mahasiswa magang dan dosen Universitas Bangka Belitung, Kepala Bidang beserta fungsional dan analis Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, serta pengawas taman.

    Salah satu peserta pelatihan, Yudhi, mengakui bahwa pengetahuan yang diperoleh memberikan bekal penting dalam menjalankan tugas di kawasan konservasi. “Terima kasih Pertamina, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami yang bekerja di kawasan konservasi. Sekarang kami lebih siap menghadapi risiko kebakaran dengan pengetahuan dan keterampilan yang telah diberikan,” ujarnya.

    Peserta melakukan praktik langsung pemadaman api skala kecil menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) jenis Fire Blanket dan Tabung Dry Chemical Powder. Sebagai wujud kepedulian terhadap keselamatan kerja, Pertamina juga menyerahkan bantuan kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) lengkap untuk mendukung perlindungan optimal anggota kelompok di lapangan.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam mendampingi masyarakat menghadapi tantangan lingkungan secara aktif.

    “Selain berperan sebagai penyedia energi, Pertamina juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun kapasitas dan ketahanan lingkungan berkelanjutan. Melalui pelatihan ini, kami memastikan kelompok binaan memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan memadai untuk menghadapi risiko di sekitar mereka,” ujar Rusminto.

    Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina dalam mendukung _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan Tujuan 15 (Menjaga Ekosistem Daratan)

  • Dukung Ketahanan Pangan dan Lingkungan, Pertamina Gelar Pelatihan Hidroponik dan Budidaya Lele di Kelurahan Lontong Pancur

    Dukung Ketahanan Pangan dan Lingkungan, Pertamina Gelar Pelatihan Hidroponik dan Budidaya Lele di Kelurahan Lontong Pancur

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan pengentasan stunting berbasis lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam melaksanakan kegiatan Pelatihan Hidroponik dan Budidaya Lele di Kelurahan Lontong Pancur, Kecamatan Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Kami Penting (Kampung Iklim Pengentasan Stunting), yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan peningkatan gizi keluarga.

    Program Kami Penting terdiri dari dua kelompok binaan, yaitu Kelompok Hidroponik Lopan dan Kelompok Bangka Lopan Recycle (Balore). Pelatihan ini dikhususkan untuk Kelompok Hidroponik Lopan dan dihadiri oleh 14 anggota kelompok. Program yang telah berjalan selama dua tahun ini sempat mengalami vakum lebih dari setengah tahun, namun kini direaktivasi dengan melakukan pelatihan ulang dan perbaikan infrastruktur.

    Kegiatan reaktivasi ini mencakup penjadwalan ulang program dan pembentukan kembali struktur pengelolaan untuk mengoptimalkan waktu pelaksanaan yang selaras dengan ketersediaan peserta dan kondisi di lapangan. Pelatihan meliputi teknik penyemaian benih sayuran, pengenalan alat dan tahapan sistem hidroponik, serta edukasi proses budidaya ikan lele yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi sekitar 20 Kepala Keluarga (KK).

    Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari Lurah Lontong Pancur, Adly, yang menyatakan, “Program ini memiliki nilai ekonomis dan edukasi yang tinggi, mengingat teknologi hidroponik dan pengetahuan budidaya yang diberikan memiliki nilai investasi yang besar. Oleh karena itu, masyarakat harus menjaga dan memanfaatkan secara optimal fasilitas yang telah disediakan Pertamina.”

    Ketua Kelompok Hidroponik Lopan, Yuriska, mengapresiasi komitmen Pertamina dalam mereaktivasi program ini. “Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina yang sudah memberikan bantuan dan terus mendampingi kami hingga program ini bisa kembali berjalan dengan baik,” ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Pertamina berkomitmen terus mendukung pengembangan Kampung Iklim Ketahanan Pangan sebagai pusat edukasi dan aksi nyata menuju masyarakat yang sehat, mandiri, dan ramah lingkungan.

    “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas menjadi sumber pangan keluarga yang sehat, efisien, dan ramah lingkungan. Pertamina terus berupaya menghadirkan program-program tangguh yang tidak hanya menjawab kebutuhan sosial masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dan kemandirian pangan warga,” terangnya.

    Program Kami Penting merupakan bentuk kontribusi Pertamina dalam mendukung _Sustainable Development Goals_ (SDGs), terutama Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan), Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Pertamina Dorong Transisi Energi Bersih dan Pelestarian Lingkungan lewat ProKlim Desa Air Mesu

    Pertamina Dorong Transisi Energi Bersih dan Pelestarian Lingkungan lewat ProKlim Desa Air Mesu

    SUARAPUBLIK.ID, BANGKA – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mendukung implementasi Program Kampung Iklim (ProKlim) di Desa Air Mesu, Kabupaten Bangka Tengah. Program ini merupakan bagian dari strategi nasional menghadapi perubahan iklim dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

    Kegiatan diawali dengan sosialisasi ProKlim yang diikuti lebih dari 40 peserta dari berbagai elemen masyarakat desa, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kader Posyandu, Penyuluh Lingkungan, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis kearifan lokal.

    Selain edukasi, Pertamina turut mengimplementasikan langkah konkret melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari transisi energi bersih, penanaman pohon di sekitar sumber mata air untuk menjaga keberlanjutan ekosistem, serta pengembangan budidaya lebah kelulut yang mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus membuka potensi ekonomi masyarakat.

    Kepala Desa Air Mesu, Pajri, mengapresiasi dukungan Pertamina dalam pelaksanaan ProKlim di desanya. Ia menyambut program ini sebagai bentuk pengakuan terhadap komitmen warga dalam menjaga lingkungan. “Kami sangat bersyukur dan bangga, karena dukungan dari Pertamina dan DLHK memberikan semangat baru bagi masyarakat desa dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

    Manager AFT Depati Amir, Indra Gunawan, menyampaikan melalui pendekatan kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, Pertamina percaya pembangunan rendah karbon dan penguatan ketahanan iklim dapat diwujudkan secara merata hingga ke tingkat desa.

    “Sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap keberlanjutan, Pertamina bersinergi dengan DLHK untuk mengoptimalkan potensi lokal yang berkontribusi positif bagi lingkungan. Melalui ProKlim, kami mendorong terciptanya dampak yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis partisipasi,” katanya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan ProKlim merupakan upaya konkret untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam aksi iklim yang terstruktur dan berkelanjutan. Ia berharap Desa Air Mesu dapat menjadi model percontohan ProKlim di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.

    “Inisiatif ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. Pertamina hadir bukan hanya sebagai penyedia energi, tetapi juga mitra strategis dalam memperkuat ketahanan iklim di tingkat masyarakat. Program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 7 Energi Bersih dan Terjangkau, Tujuan 13 Penanganan Perubahan Iklim, dan Tujuan 17 Kemitraan untuk mencapai tujuan,” tutup Nikho.

  • Deshanda Craft, UMKM Binaan Bank Sumsel Babel di Kota Pangkal Pinang

    Deshanda Craft, UMKM Binaan Bank Sumsel Babel di Kota Pangkal Pinang

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Bank Sumsel Babel terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bangka Belitung. Kali ini, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Sumsel Babel, Ibu Riera Ecorhynalda , mengunjungi Deshanda Craft, sebuah UMKM yang bergerak di bidang kerajinan lidi nipah yang telah menjadi binaan Bank Sumsel Babel Cabang Syariah Pangkal Pinang sejak tahun 2023.

    Deshanda Craft telah sukses memasarkan produknya ke kota-kota besar di Indonesia seperti Yogyakarta, Bandung, dan Bali, serta mulai merambah pasar internasional. Selain menjual produk kerajinan, Deshanda Craft juga memiliki berbagai kegiatan seperti pameran, pelatihan kerajinan, dan layanan desain interior untuk kantor dan hotel.

    Dalam kunjungannya, Ibu Riera Ecorhynalda mengungkapkan apresiasinya terhadap inovasi yang dilakukan oleh Deshanda Craft. “Kami sangat bangga dengan pencapaian Deshanda Craft, yang tidak hanya melestarikan budaya tradisional tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal” ujar Ibu Riera.

    Sebagai bagian dari kolaborasi ini, Deshanda Craft juga berperan aktif dalam meningkatkan inklusi keuangan dengan mendorong mitra UMKM untuk membuka rekening di Bank Sumsel Babel Cabang Syariah Pangkal Pinang. Langkah ini tidak hanya memperkuat jaringan usaha mereka tetapi juga membuka akses perbankan yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

    “Kunjungan ini diharapkan dapat memotivasi Deshanda Craft untuk terus berinovasi dan meluaskan pasar mereka. Bank Sumsel Babel berkomitmen menjadi mitra yang andal dalam setiap tahap perkembangan UMKM di Bangka Belitung,” tambah Ibu Riera.

    Dengan dukungan yang berkelanjutan, Bank Sumsel Babel berusaha mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan program pemerintah dalam pemberdayaan UMKM.

  • BSB Raih Kepercayaan Masyarakat Sumsel dengan Hadiah Rp 550 Juta dan Pertumbuhan Ekonomi Positif

    BSB Raih Kepercayaan Masyarakat Sumsel dengan Hadiah Rp 550 Juta dan Pertumbuhan Ekonomi Positif

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Bank Sumsel Babel (BSB) kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah melalui acara penarikan undian super grand prize Tabungan Pesirah 2024. Acara yang digelar di atrium Palembang Indah Mall, Minggu (16/2/2025) ini menyuguhkan hadiah utama berupa uang tunai sebesar Rp 550 juta, yang menjadi idaman banyak nasabah.

    Direktur Utama BSB, Achmad Syamsudin, menjelaskan bahwa hadiah super grand prize tahun ini merupakan bentuk respons bank terhadap permintaan nasabah yang menginginkan hadiah dalam bentuk uang tunai. “Kami ingin memberikan yang terbaik untuk nasabah setia kami, dan hadiah ini adalah bentuk penghargaan kami atas kepercayaan mereka,” ujar Achmad.

    BSB juga menutup tahun 2024 dengan pencapaian luar biasa, mencatatkan aset sebesar Rp 39 triliun, yang menempatkan bank ini pada posisi kedua di tingkat provinsi. Dalam kesempatan ini, BSB juga mengungkapkan rencana untuk memberikan dividen kepada para pemegang saham sesuai janji yang telah disampaikan sebelumnya.

    “Dengan aset yang tercatat di angka Rp 39 triliun, kami terus berusaha memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian Sumsel. Tabungan BSB mencapai Rp 27,9 triliun, yang terdiri dari dana masyarakat sebesar Rp 25 triliun dan dana pemerintah Rp 3,2 triliun,” tambah Achmad.

    Dalam acara tersebut, BSB juga memperkenalkan layanan digital yang semakin memudahkan nasabah dalam bertransaksi, yakni BSB Mobile Banking. “Kami ingin memastikan nasabah dapat melakukan transaksi dengan mudah, kapan saja dan di mana saja,” kata Achmad.

    Kabar menggembirakan lainnya datang dari pemenang undian super grand prize, Thamrin, nasabah BSB Cabang Lemabang. Namun, hadiah ini bukanlah akhir dari rangkaian acara undian, karena pengundian serupa juga akan dilaksanakan di tingkat cabang-cabang BSB di seluruh Kabupaten/Kota se-Sumsel dan Babel.

    Pj. Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi langkah BSB dalam terus berinovasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “BSB bukan hanya bank, tetapi mitra yang ikut membangun ekonomi Sumsel. Kami mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan layanan BSB sebagai bagian dari kontribusi kita untuk kemajuan bersama,” katanya.

    Dengan aset yang terus berkembang dan komitmen untuk mendukung perekonomian daerah, BSB semakin menunjukkan peran pentingnya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Elen menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel sejalan dengan angka pertumbuhan nasional, yang menunjukkan peluang besar untuk kemajuan lebih lanjut.

    Sebagai penutup, acara ini diwarnai dengan penampilan musisi ternama Budi Doremi, yang turut memeriahkan suasana dan memberikan hiburan bagi para peserta.

    Dengan berbagai pencapaian dan komitmen yang terus berkembang, BSB tidak hanya berperan sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai pendorong kemajuan ekonomi bagi masyarakat Sumsel dan Babel.

  • Wonderful Journey of UMKM: Upaya Pertamina Tingkatkan Daya Saing UMKM Bangka Belitung

    Wonderful Journey of UMKM: Upaya Pertamina Tingkatkan Daya Saing UMKM Bangka Belitung

    SUARAPUBLIK.ID. BANGKA – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui program Wonderful Journey of UMKM Bangka Belitung, Pertamina bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya dan pemerintah setempat untuk memperkuat peran kelompok UMKM UP2K Desa Air Mesu.

    Program ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, dan daya saing produk unggulan khas Desa Air Mesu. Melalui pendampingan strategis, program ini bertujuan meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah sekaligus memperkuat kapasitas UMKM agar lebih mandiri dan berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

    Partisipasi Pertamina dalam Wonderful Journey of UMKM Bangka Belitung mencerminkan komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Lebih dari itu, inisiatif ini mempertegas peran Pertamina sebagai katalisator dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Bangka Belitung, sejalan dengan prinsip pembangunan inklusif yang berorientasi masa depan.

    Salah satu pelaku UMKM dari Desa Air Mesu, Fitria, menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina atas program yang diberikan. Fitria menilai program ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar.

    “Dengan adanya program ini, kami merasa lebih termotivasi untuk eksis dan menciptakan produk berkualitas. Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut agar UMKM dapat berkembang lebih maju,” ungkap Fitria.

    Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs).

    “Kami percaya pemberdayaan UMKM dapat menciptakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui sinergi dengan berbagai pihak, kami terus berupaya memberikan pendampingan dan fasilitas untuk membantu perkembangan UMKM. Melalui program ini, Pertamina juga berkontribusi dalam mendukung SDGs, khususnya tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan tujuan 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab,” tutup Nikho.

  • Transformasi Kelurahan Lontong Pancur: Kolaborasi Pertamina Ubah Wilayah Rentan Menjadi Produktif

    Transformasi Kelurahan Lontong Pancur: Kolaborasi Pertamina Ubah Wilayah Rentan Menjadi Produktif

    SUARAPUBLIK.ID, BANGKA – Kelurahan Lontong Pancur dulu dikenal sebagai pusat transaksi narkoba ilegal dan sering menjadi lokasi tindak kriminal, kini bertransformasi menjadi kawasan yang aman dan produktif. Transformasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam, Kepala Kelurahan Lontong Pancur, dan Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat.

    Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina membangun warung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kini dimanfaatkan sebagai Warung Kopi Aba (Anti Narkoba), Pondok Pangkas Rambut, dan usaha Ayam Geprek. Kehadiran usaha ini membuka peluang baru bagi masyarakat sekaligus mendukung kesejahteraan komunitas lokal.

    Wilayah ini sebelumnya menjadi momok bagi masyarakat setempat, dengan aktivitas ilegal dan tindak kriminal yang melibatkan berbagai kelompok, mulai dari anak muda hingga orang dewasa, sehingga banyak warga merasa enggan bahkan takut melintasi area tersebut. Namun, melalui upaya Pertamina bersama mitra lokal, hadirnya Warung Kopi Aba dan Pondok Pangkas Rambut berhasil menghilangkan peluang bagi tindakan kriminal, sekaligus menghadirkan rasa aman, ketenangan, dan kenyamanan yang kini dirasakan oleh masyarakat.

    Kepala Kelurahan Lontong Pancur, Adly, memberikan apresiasinya kepada Pertamina atas kontribusi nyata dalam mendukung transformasi wilayah ini.

    “Dulu, jalan ini merupakan pusat aktivitas ilegal yang mengganggu ketenteraman warga. Berkat kerja sama dengan Pertamina dan Ketua PKK Lontong Pancur, wilayah ini kini bangkit kembali melalui kegiatan positif yang mendukung perekonomian masyarakat. Kami sangat berterima kasih atas inisiatif ini,” ujarnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang aman.

    “Transformasi Lontong Pancur menjadi bukti nyata sinergi Pertamina, pemerintah lokal, dan komunitas dalam menciptakan perubahan sosial. Dengan menghadirkan peluang usaha seperti Warung Kopi Aba, kami berharap kawasan ini terus berkembang menjadi lingkungan yang lebih produktif, aman, dan sejahtera. Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), tujuan 10 (Mengurangi Kesenjangan), dan tujuan 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan),” tutup Nikho.

  • Pertamina Bangun Kolaborasi Bersama Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dalam Transfer Knowledge Ekowisata

    Pertamina Bangun Kolaborasi Bersama Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dalam Transfer Knowledge Ekowisata

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Dengan semangat pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir menggelar kegiatan Transfer Knowledge. Pada kegiatan ini, Pertamina berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dalam merangkai Program Pendidikan Dasar Pembangunan Karakter Cinta Tanah Air yang merupakan rangkaian Program Ekowisata Dul Bukit Pinteir. Program ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap tanah air.

    Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk melihat langsung pengelolaan program ekowisata di kawasan Dul Bukit Pinteir bersama Local Hero setempat. Ekowisata Dul Bukit Pinteir menjadi percontohan pelestarian lingkungan melalui berbagai inisiatif, termasuk pembudidayaan tanaman anggur di kawasan wisata tersebut. Pertamina melibatkan Kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada program ini dalam penyediaan produk, alat, dan jasa untuk mendukung operasional kawasan ekowisata.

    Mengusung konsep agroforestri, Program Ekowisata Dul mengintegrasikan pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. Selain mendorong pelestarian lingkungan, pengelolaan kawasan ini juga menciptakan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat melalui pemberdayaan UMKM.

    Ketua Organisasi Kampus Universitas Muhammadiyah, Hizbul Wathan, menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina atas pelaksanaan kegiatan ini. “Kegiatan transfer knowledge ini memberikan wawasan baru bagi mahasiswa, khususnya tentang bagaimana program ekowisata yang dirancang dengan baik dapat berdampak besar terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Hal ini menjadi inspirasi bagi kami untuk terus mendukung inisiatif serupa di masa depan,” ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan melalui program ini Pertamina terus berkomitmen mendukung kegiatan yang menjunjung kelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat.

    “Program ini membuktikan bahwa sinergi dapat menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan, menciptakan keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, program ini sejalan dengan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta tujuan ke-15 tentang Ekosistem Darat,” tutup Nikho.

  • Pertamina Dirikan Rumah Maggot Pertama di Pangkalpinang sebagai Inovasi Lingkungan Berkelanjutan

    Pertamina Dirikan Rumah Maggot Pertama di Pangkalpinang sebagai Inovasi Lingkungan Berkelanjutan

    SUARAPUBLIK.ID, BANGKA – Dalam mengolah sampah organik, diperlukan solusi yang tepat dan ramah lingkungan. Melalui hal tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel kembali mengimplementasikan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam, dengan mendirikan Rumah Maggot pertama di Kota Pangkalpinang. Melalui Program Ecolivestock di Kelurahan Bukit Besar, fasilitas ini dikelola oleh Kelompok Sahabat Farm dengan tujuan memberdayakan komunitas secara berkelanjutan dalam pengelolaan sampah organik.

    Rumah Maggot memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai pengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik dan pakan ternak bernilai ekonomi tinggi. Sebelumnya, sampah organik di Kelurahan Bukit Besar hanya dapat diolah sebanyak 100 kilogram per harinya, dan setelah adanya Rumah Maggot, sampah yang dikelola setiap hari dapat mencapai 300 kilogram. Melalui program ini, menghasilkan omzet rata-rata Rp 9 juta per bulannya.

    Bersama dengan Rumah Maggot, Pertamina juga memberikan bantuan berupa indukan ayam untuk diternakan. Program ini juga melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning di Bukit Besar, untuk mendukung keberlanjutan program dan memastikan pengolahan sampah dimanfaatkan sebagai pakan alami untuk budidaya ternak. Rumah Maggot juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan pelajar, tentang pentingnya pengelolaan limbah.

    Ketua Kelompok Sahabat Farm, Didik Sugianto, mengungkapkan, “Kami mengapresiasi dukungan Pertamina dalam mengimplementasikan Rumah Maggot, yang telah memberikan manfaat besar bagi pengelolaan sampah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.”

    IT Manager Pangkal Balam, Hadi Tama Waskito, menyampaikan program ini diharapkan mampu menciptakan dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kualitas lingkungan dan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat Pangkalpinang.

    “Pendekatan ini adalah bentuk komitmen kami terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan mendirikan Rumah Maggot pertama di Pangkalpinang, Pertamina berharap dapat mendorong budaya pengelolaan sampah yang lebih produktif dan ramah lingkungan,” ujarnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan inisiatif ini mencerminkan komitmen Pertamina dalam mendukung keberlanjutan, sejalan dengan visi Program Ecolivestock untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.

    “Melalui Rumah Maggot ini, Pertamina mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Kami berharap program ini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat Pangkalpinang,” tutup Nikho.

  • Pertamina Wujudkan Lingkungan Lestari dan Ekonomi Mandiri melalui Agroforestri Durian

    Pertamina Wujudkan Lingkungan Lestari dan Ekonomi Mandiri melalui Agroforestri Durian

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir meluncurkan program Pengembangan Perkebunan Durian Berbasis Agroforestri di Desa Air Mesu, Kabupaten Bangka Tengah. Program ini menjadi bukti nyata upaya Pertamina dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

    Program ini bertujuan meningkatkan kualitas perkebunan durian lokal dengan mengintegrasikan praktik agroforestri berkelanjutan. Agroforestri mengintegrasikan tanaman durian dengan tanaman pendukung seperti kayu keras, tanaman buah lainnya, serta tanaman penutup tanah. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah, mencegah erosi, dan menjaga keseimbangan ekosistem, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih lestari.

    Kepala Desa Air Mesu, Pajri, menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina. Menurutnya, selain berdampak pada hasil ekonomi, program ini juga memiliki manfaat ekologis yang signifikan melalui pengelolaan lahan secara bijaksana.

    “Kami sangat mendukung upaya pengembangan durian unggul ini karena memberikan dampak positif baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Dengan sistem agroforestri yang diterapkan, masyarakat tidak hanya mendapatkan hasil kebun yang lebih baik, tetapi juga turut menjaga ekosistem desa,” ujar Pajri.

    Melalui pendekatan ini, masyarakat diajak untuk mengembangkan varietas durian unggulan yang diharapkan mampu memperkuat posisi Desa Air Mesu sebagai sentra durian berkualitas di Kabupaten Bangka Tengah. Program ini juga dilengkapi dengan dukungan teknis seperti pemilihan bibit unggul, inovasi teknik budidaya, serta penerapan praktik pertanian ramah lingkungan.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan Pertamina terus berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan dengan mengintegrasikan kebutuhan masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan. Nikho berharap, inisiatif ini dapat menciptakan dampak positif bagi masyarakat, dari sisi ekonomi maupun lingkungan, sehingga memberikan inspirasi wilayah lain mengadopsi pendekatan serupa.

    “Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 2 dan 15, yaitu menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan, serta melindungi, merestorasi, dan meningkatkan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem darat. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Air Mesu sekaligus mendukung kelestarian lingkungan,” tutup Nikho.

  • Pertamina Raih Penghargaan Kategori Utama, Program Ecolivestock Sebagai Langkah Menuju Ekonomi Hijau

    Pertamina Raih Penghargaan Kategori Utama, Program Ecolivestock Sebagai Langkah Menuju Ekonomi Hijau

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam menerima penghargaan Pendukung Program Kampung Iklim dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pertamina meraih penghargaan dengan kategori Utama, atas dedikasi Pertamina dalam mendukung keberlanjutan lingkungan melalui Program Ecolivestock di Kelurahan Bukit Besar.

    Program Ecolivestock menjadi wujud nyata komitmen Pertamina terhadap pelestarian lingkungan yang dimulai sejak tahun 2020. Program Ecolivestock berfokus pada pemberdayaan perempuan dan keluarga dalam pengembangan Kebun Aquaponik 3R, sehingga memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Kelurahan Bukit Besar. Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau berbasis komunitas.

    Dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning dan Sahabat Farm, program ini telah berhasil mengintegrasikan praktik peternakan dan pertanian ramah lingkungan. Hasil dari program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat. Masyarakat lokal kini mampu mengelola limbah organik menjadi pupuk yang bernilai ekonomi, mengurangi dampak lingkungan, dan meningkatkan pendapatan keluarga melalui pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.

    Dalam sambutannya, IT Manager Pangkal Balam, Hadi Tama Waskito, mengatakan penghargaan ini adalah salah satu bentuk dukungan Pertamina terhadap mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Bangka Belitung. Hadi Tama berharap inisiatif ini dapat terus menginspirasi masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mewujudkan keberlanjutan.

    Pada kesempatan yang sama, Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugito, S.Sos., M.H., memberikan apresiasi terhadap langkah konkret yang dilakukan Pertamina dalam program Ecolivestock.

    “Perusahaan seperti Pertamina memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya seperti ini menunjukkan kepedulian terhadap aksi iklim dan pelestarian ekosistem, yang sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

    Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan dengan penghargaan ini Pertamina semakin berkomitmen untuk melanjutkan program-program keberlanjutan yang berdampak positif pada lingkungan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara luas.

    “Melalui Program Ecolivestock, Pertamina mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan ke-13, yakni Penanganan Perubahan Iklim; tujuan ke-15, yaitu Ekosistem Daratan; dan tujuan ke-8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan di Bangka Belitung,” tutup Nikho.

  • Pertamina Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Industri Peternakan melalui Program Ecolivestock Sahabat Farm

    Pertamina Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Industri Peternakan melalui Program Ecolivestock Sahabat Farm

    SUARAPUBLIK.ID, BANGKA – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam, menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan berkelanjutan dengan bekerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Kota Pangkalpinang melalui program pengembangan peternakan ramah lingkungan, khususnya dalam budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly).

    Sebagai fasilitator dalam Program Ecolivestock Sahabat Farm, Pertamina memberikan edukasi dan pengalaman praktis kepada para guru dan siswa untuk mendalami berbagai produk turunan dari Program Ecolivestock, diantaranya Maggot BSF, maggot kering, pakan ternak maggot, Eco Enzym, dan Kasgot (pupuk organik dari maggot).

    Selama dua bulan, para siswa terlibat langsung dalam praktik pemeliharaan dan pengelolaan peternakan maggot dan mengajarkan mereka untuk mengelola sumber daya secara efisien dan ramah lingkungan, sekaligus memberikan solusi bagi masalah ketahanan pangan.

    Ketua Sahabat Farm, Didik Sugianto, mengapresiasi Pertamina, melalui program ini memperkuat kolaborasi antara pendidikan dan industri, serta berperan dalam mempersiapkan generasi muda sebagai agen perubahan dalam sektor peternakan dan agrikultur yang berkelanjutan.

    “Terima kasih atas dukungan penuh dari Pertamina yang telah memfasilitasi terlaksananya program ini, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi dunia pendidikan dan industri. Kerja sama ini memberikan dampak positif bagi pendidikan peternakan di Pangkalpinang dan juga keterampilan praktis yang relevan untuk pengembangan sektor peternakan yang berkelanjutan,” ujar Didik.

    Selain itu, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menyampaikan program ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi yang berfokus pada keterampilan praktis.

    “Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Pertamina memastikan bahwa setiap program yang diluncurkan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian pembangunan yang inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” tutup Nikho.

  • Pertamina Fasilitasi Legalitas dan Program Pengembangan UMKM Desa Air Mesu

    Pertamina Fasilitasi Legalitas dan Program Pengembangan UMKM Desa Air Mesu

    SURAPUBLIK.ID, BANGKA – Sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir, memberikan program pengembangan bagi UMKM binaan. Pertamina memberikan bantuan berupa pemenuhan legalitas usaha, diantaranya sertifikasi Perizinan Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), Label Halal, dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

    Dalam pembinaannya, Pertamina mendorong hilirisasi bahan mentah lokal melalui program Ekobisnis Nek Ayam di Desa Air Mesu. UMKM binaan didukung untuk mengembangkan produk bernilai tambah, seperti kerajinan lidi nipah, madu lebah kelulut, mochi dan dodol durian, serta keripik pepaya. Produk-produk ini mencerminkan kreativitas lokal yang semakin berkualitas dan kompetitif.

    Pada kesempatan ini, UMKM binaan Pertamina mendapat kunjungan langsung dari Executive General Manager dan Senior Manager Operation & Maintenance Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan dukungan serta memastikan kelanjutan program pembinaan yang telah dilaksanakan.

    Kepala Desa Air Mesu sekaligus pembina UMKM Desa Air Mesu, Pajri, menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina atas kontribusi yang signifikan dalam pengembangan dan pemberdayaan UMKM Desa Air Mesu. Berkat dukungan Pertamina, UMKM di desa ini telah berkembang menjadi lebih mandiri, inovatif, dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

    “Kami berterima kasih kepada Pertamina atas dukungan yang telah meningkatkan pendapatan dan keterampilan pengelolaan para pelaku usaha kecil di Desa Air Mesu. Dampak positifnya sangat terasa, tidak hanya dalam peningkatan daya saing UMKM, tetapi juga dalam terbukanya lapangan pekerjaan dan pengembangan ekonomi lokal,” ungkap Pajri.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan melalui program ini, diharapkan UMKM binaan Pertamina dapat tumbuh secara mandiri dan memberikan manfaat bagi ekonomi daerah.

    “Dengan mendorong kemandirian UMKM, Pertamina berkomitmen menciptakan peluang ekonomi yang merata dalam sektor industri berbasis komunitas. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada Tujuan 8, yaitu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, serta Tujuan 9, yaitu mendorong pembangunan industri, inovasi, dan infrastruktur lokal yang tangguh,” tutup Nikho.

  • Implementasi Program TJSL Pertamina melalui Sinergi Ekonomi Lokal dan Pelestarian Lingkungan

    Implementasi Program TJSL Pertamina melalui Sinergi Ekonomi Lokal dan Pelestarian Lingkungan

    SUARAPUBLIK.ID, P.PINANG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari komitmen Pertamina terhadap pengembangan ekonomi hijau yang berdampak positif bagi masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan di Pangkalpinang.

    Dalam Program TJSL, Pertamina memiliki berbagai inisiatif berbasis keberlanjutan, seperti penangkaran burung endemik Bangka, pelestarian tanaman khas Hutan Kota Tua Tunu, pengembangan anggrek, dan budidaya madu kelulut, yang mengedepankan metode ramah lingkungan.

    Selain pelestarian ekosistem, program ini juga mendukung pemberdayaan masyarakat setempat melalui dukungan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal dalam menciptakan rantai ekonomi hijau. Beberapa produk UMKM yang dikembangkan di antaranya adalah Kelompok Tani Madu Sinergi yang menghasilkan madu Arisi ramah lingkungan dan Sahabat Farm yang mengolah limbah organik menjadi maggot dan pakan ternak berkualitas. Produk alami lainnya, seperti Teh Rosela Lidah Buaya dari Kelompok Wanita Tani Kemuning, serta Pempek Ubi, Surabi Durian, dan tembikar dari UMKM binaan Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir, turut mendukung ekonomi lokal berkelanjutan.

    Pada kesempatan yang sama, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, bersama tim manajemen mengunjungi IT Pangkal Balam untuk meninjau langsung implementasi program TJSL ini. Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Pertamina terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan sinergi antara korporasi, masyarakat, serta lingkungan.

    “Melalui program TJSL di Hutan Kota Tua Tunu, Pertamina berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang selaras dengan keberlanjutan lingkungan. Setiap langkah yang kami ambil mencerminkan prinsip perlindungan alam dan kesejahteraan masyarakat. Kami yakin kolaborasi ini akan memberikan dampak jangka panjang yang positif, menciptakan masa depan hijau yang mandiri dan berdaya bagi masyarakat Pangkalpinang,” ungkap Erwin.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan program TJSL di IT Pangkal Balam ini sejalan dengan nilai-nilai SDGs yang dijunjung Pertamina.

    “Program ini secara langsung mendukung tujuan SDGs, khususnya Tujuan Nomor 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Tujuan Nomor 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Tujuan Nomor 13 Penanganan Perubahan Iklim, dan Tujuan Nomor 15 Kehidupan di Darat. Dengan mengedepankan metode yang ramah lingkungan, kami ingin memastikan bahwa manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dan alam secara berkelanjutan,” tutup Nikho.

  • Pertamina Berikan Pelatihan dan Simulasi Emergency Drill Warga Air Mesu sebagai Antisipasi Risiko Kebakaran di Area Operasional

    Pertamina Berikan Pelatihan dan Simulasi Emergency Drill Warga Air Mesu sebagai Antisipasi Risiko Kebakaran di Area Operasional

    SUARAPUBLIK.ID, BANGKA – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir melaksanakan kegiatan simulasi keadaan darurat (Emergency Drill) berupa sosialisasi dan praktik pemadaman api di Desa Air Mesu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi kebakaran dan keadaan darurat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    Sebagai bagian dari komitmen Pertamina dalam menjaga keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekitar, kegiatan ini melibatkan tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) Pertamina yang berkolaborasi dengan warga Desa Air Mesu. Dalam pelatihan ini, Pertamina memberikan sosialisasi terkait potensi bahaya, serta panduan cara penanggulangan. Masyarakat juga dibimbing dalam praktik pemadaman api dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Fire Blanket yang disediakan perusahaan.

    Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh warga Desa Air Mesu yang berpartisipasi aktif dalam simulasi. Para peserta memperoleh pelatihan mengenai langkah-langkah penting yang harus dilakukan dalam keadaan darurat, termasuk prosedur penggunaan APAR dan Fire Blanket secara efektif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman warga mengenai prosedur tanggap darurat, khususnya tindakan awal yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran.

    Pemerintah Desa Air Mesu, personel TNI, Kepolisian, dan tokoh masyarakat setempat, turut hadir dalam kegiatan ini dan memberikan dukungan penuh, serta memberikan apresiasi atas inisiatif Pertamina yang proaktif dalam memberikan pembinaan bagi masyarakat terkait deteksi dini, prosedur evakuasi, serta cara meminimalkan risiko kerugian dan dampak yang lebih luas akibat kebakaran.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bahaya di sekitar wilayah operasional perusahaan.

    “Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Pertamina dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko kebakaran, khususnya di area yang berdekatan dengan wilayah operasional Pertamina. Diharapkan, pelatihan ini dapat memberikan pemahaman mendalam kepada warga mengenai prosedur tanggap darurat dan langkah awal yang harus diambil secara cepat dan tepat dalam situasi kebakaran.” tegas Nikho.

    Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik pemadaman api ini, Pertamina menunjukkan komitmennya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada tujuan nomor 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera, tujuan nomor 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, dan tujuan nomor 13 Penanganan Perubahan Iklim melalui langkah-langkah preventif untuk mitigasi risiko yang dapat memicu dampak lingkungan lebih luas.

  • Pertamina Dorong Ekosistem Pangan Sehat dengan Peluncuran Madu Arisi di Bangka

    Pertamina Dorong Ekosistem Pangan Sehat dengan Peluncuran Madu Arisi di Bangka

    SUARAPUBLIK.ID, BANGKA  – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam memperkenalkan Madu Arisi, produk inovatif dari program binaan Biowisata Kampung Melayu (Kelekak). Produk ini menjadi pionir di Pangkalpinang dengan kadar air optimal 18%, mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat.

    Madu Arisi berasal dari madu kelulut (stingless bee) yang diproses menggunakan teknologi dehumidifikasi, menghasilkan madu dengan kadar air ideal sehingga bisa disimpan tanpa pendingin dan tetap terjaga kualitasnya. Selain memberikan kemudahan bagi konsumen, inovasi ini juga membantu mengurangi konsumsi listrik rumah tangga, karena madu tidak perlu disimpan di lemari pendingin.

    Peluncuran Madu Arisi menegaskan komitmen Pertamina dalam mendukung ekosistem pangan yang sehat bagi manusia dan alam. Langkah ini selaras dengan upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekonomi berbasis lingkungan. Program ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

    Mitra binaan Pertamina, Widi Prayogo, menyampaikan apresiasi kepada Pertamina atas dukungan dalam memperkenalkan madu kelulut sebagai produk unggulan dengan nilai kelas tinggi di Bangka Belitung. Widi berharap, inisiatif ini mampu menciptakan produk berdaya saing yang berkontribusi pada ekonomi lokal dan memperkuat citra produk daerah.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina karena telah mendampingi kami dalam setiap proses, mulai dari produksi hingga pemasaran. Dengan dukungan ini, kami bisa menghasilkan produk yang berdaya saing dan berkontribusi pada perekonomian lokal serta memperkuat citra produk daerah,” ungkap Widi.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan bahwa Pertamina terus berupaya mengembangkan program-program yang sejalan dengan agenda keberlanjutan global, serta berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang ramah lingkungan.

    “Program Biowisata Kelekak melalui produk Madu Arisi berkontribusi pada beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu pada tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, tujuan 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan tujuan 15 Ekosistem Darat. Inisiatif ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan, dengan mendorong keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam,” tutup Nikho.

  • Pertamina Dukung Kesejahteraan Berkelanjutan di Bangka Belitung melalui Madu Arisi dan Maggot Sahabat Farm

    Pertamina Dukung Kesejahteraan Berkelanjutan di Bangka Belitung melalui Madu Arisi dan Maggot Sahabat Farm

    SUARAPUBLIK.ID, BABEL – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, melalui Integrated Terminal (IT) Pangkal Balam, memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui inovasi produk lokal. Dua produk unggulan, Madu Arisi dan Maggot Sahabat Farm, sukses menarik perhatian dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 di ICE BSD, Tangerang, dan Naker Fest 2024 di Pangkalpinang.

    Pada TEI 2024, Madu Arisi menjadi sorotan utama dengan potensi ekspor. Produk madu kelulut ini merupakan hasil dari program pemberdayaan masyarakat Biowisata Kampung Melayu Tuatunu. Dengan dukungan Pertamina dan Dinas Koperasi UKM Provinsi Bangka Belitung, kualitas madu ditingkatkan hingga mencapai kadar air rendah (18%), memenuhi standar internasional dan siap untuk ekspor. Dukungan Pertamina terhadap kedua produk ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung ekonomi inklusif dan keberlanjutan lingkungan.

    Widi Prayogo, Local Hero yang mengelola Madu Arisi, mengapresiasi kesempatan berharga di ajang TEI 2024. “Ajang ini membuka peluang besar bagi Madu Arisi untuk dikenal lebih luas dan memperkuat ekonomi masyarakat lokal Bangka Belitung,” ungkapnya.

    Sementara itu, Maggot Sahabat Farm menjadi perhatian di Naker Fest 2024 sebagai solusi pengolahan sampah organik. Inisiatif yang dipimpin oleh Didik Sugianto ini memanfaatkan maggot untuk mengubah limbah organik menjadi pakan ternak kaya protein, sekaligus mendukung ekonomi peternak.

    “Budidaya maggot tidak hanya mengurangi sampah organik, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Kami berharap inisiatif ini bisa menginspirasi wilayah lain untuk menerapkan solusi serupa,” kata Didik.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan bahwa inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), pada poin 8 Mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan produktif, poin 12 Mendorong konsumsi dan produksi berkelanjutan, dan poin 15 Melestarikan ekosistem darat dan keanekaragaman hayati.

    “Kami berupaya memberikan dampak positif melalui pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Ini adalah langkah konkret Pertamina untuk berkontribusi pada SDGs dan memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan,” ujar Nikho.

    Dengan semakin luasnya pengakuan atas produk-produk inovatif ini, Pertamina berharap dapat mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, memperkuat dampak positif di tingkat lokal dan global.

  • Komitmen Pertamina Wujudkan Ekonomi Mandiri melalui Festival UMKM Air Mesu

    Komitmen Pertamina Wujudkan Ekonomi Mandiri melalui Festival UMKM Air Mesu

    SUARAPUBLIK.ID, BANGKA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Air Mesu yang ke-1, Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir berperan aktif dengan memberikan dukungan pada Festival Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari rangkaian acara perayaan tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat setempat, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM.

    Festival UMKM ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, seperti lomba memasak, seni, dan kebudayaan, yang sukses menarik antusiasme warga Desa Air Mesu dan sekitarnya. Kehadiran acara ini memberikan dampak positif bagi para pelaku UMKM, mendorong mereka untuk terus berkembang di tengah tantangan ekonomi, termasuk dari lesunya bisnis tambang timah di wilayah tersebut.

    Sejalan dengan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan, Pertamina turut memperkenalkan program “Ekobisnis Nek Ayam” dalam festival ini. Program tersebut memberikan dukungan langsung kepada UMKM di Desa Air Mesu sebagai upaya berkelanjutan untuk mengembangkan potensi lokal agar menjadi pilar perekonomian yang mandiri.

    Kepala Desa Air Mesu, Pajri, mengungkapkan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini. “Alhamdulillah, pada HUT Desa Air Mesu yang pertama ini, kami bersama Pertamina Patra Niaga AFT Depati Amir berhasil menyelenggarakan berbagai kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap acara seperti ini dapat mempererat kebersamaan warga dan memacu pertumbuhan ekonomi melalui penguatan UMKM lokal,” ujarnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menekankan pentingnya peran UMKM dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

    “Festival ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pengembangan UMKM di Desa Air Mesu. Kami ingin memastikan pelaku usaha lokal dapat bertahan dan tumbuh meski menghadapi tantangan ekonomi. Potensi usaha mikro di sini sangat besar dan bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tuturnya.

    Dengan adanya program pembinaan dan dukungan dari Pertamina, diharapkan UMKM di Desa Air Mesu semakin mandiri dan mampu beradaptasi dengan tantangan ekonomi di masa depan. Komitmen ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi serta tujuan ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Pertamina Patra Niaga bertekad untuk terus mendukung ekonomi lokal dan memberdayakan UMKM sebagai bagian integral dari tanggung jawab sosial perusahaan.

  • Pertamina Implementasikan Solar Cell di Ekowisata Dul Bukit Pinteir sebagai Wujud Efisiensi Energi dan Pelestarian Lingkungan

    Pertamina Implementasikan Solar Cell di Ekowisata Dul Bukit Pinteir sebagai Wujud Efisiensi Energi dan Pelestarian Lingkungan

    SUARAPUBLIK.ID, BANGKA BELITUNG – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung efisiensi energi dan pelestarian lingkungan dengan menyerahkan 10 unit solar cell berkapasitas total 500 Wp kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gempita. Kelompok ini merupakan pengelola Ekowisata Dul di kawasan Bukit Pinteir, di bawah binaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon di kawasan tersebut dengan memanfaatkan energi terbarukan.

    Pemasangan solar cell di kawasan Ekowisata Dul berfungsi mengubah energi matahari menjadi listrik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, seperti penerangan, operasional fasilitas wisata, dan pengelolaan sumber daya setempat. Penggunaan energi terbarukan ini memungkinkan kawasan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menekan biaya operasional, serta mendukung upaya pelestarian lingkungan dengan menurunkan emisi karbon.

    Selain memberikan efisiensi energi, penerapan teknologi solar cell ini juga menjadi contoh nyata transisi ke energi bersih yang dapat mengedukasi para wisatawan mengenai pentingnya keberlanjutan. Dengan dukungan Pertamina, Ekowisata Dul Bukit Pinteir diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata ramah lingkungan, sesuai dengan tren pariwisata berkelanjutan yang terus berkembang.

    Ketua Pokdarwis Gempita, Syahrial, mengungkapkan apresiasinya atas kontribusi Pertamina dalam mendukung pengelolaan energi di kawasan Ekowisata Dul Bukit Pinteir.

    “Bantuan solar cell ini merupakan langkah penting bagi kami dalam menghemat energi sekaligus memperkuat upaya pelestarian lingkungan. Lebih dari itu, program ini membuka peluang bagi kami untuk meningkatkan kesadaran wisatawan akan pentingnya pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian integral dari konservasi alam,” ujarnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya mendorong efisiensi energi, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.

    “Pemanfaatan energi terbarukan melalui pemasangan solar cell ini diharapkan dapat menjadikan Ekowisata Dul Bukit Pinteir sebagai contoh konkret penerapan energi bersih di sektor pariwisata. Kami percaya langkah ini akan berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon secara signifikan, sekaligus mengukuhkan kawasan ini sebagai destinasi yang mengusung prinsip-prinsip keberlanjutan lingkungan yang selaras dengan visi jangka panjang perusahaan,” tegasnya.

    Program ini sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), poin 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Pertamina Patra Niaga berharap inisiatif ini dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat setempat, baik dari segi ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan, serta mendorong kawasan ekowisata untuk terus berkembang sebagai destinasi yang mengedepankan prinsip-prinsip ramah lingkungan.

  • Penanaman Pohon Durian di Bangka: Pertamina Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Komoditas Lokal

    Penanaman Pohon Durian di Bangka: Pertamina Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Komoditas Lokal

    SUARAPUBLIK.ID, BANGKA  – Sebagai bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Depati Amir bersinergi dengan Pemerintah Desa dan Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Air Mesu, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Air Mesu Lestari dalam melaksanakan program penanaman 100 bibit pohon durian di Desa Air Mesu, Bangka. Program merupakan komitmen Pertamina terhadap pelestarian keanekaragaman hayati, ketahanan pangan nasional, dan penguatan ekonomi masyarakat setempat melalui pemanfaatan potensi komoditas unggulan.

    Inisiatif ini bertujuan mendukung pengembangan bisnis hulu Ekobisnis Bukit Nek Ayam yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengelolaan durian. Pemanfaatan optimal hasil panen durian diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui hilirisasi produk turunan, menciptakan nilai tambah, serta mendukung kesejahteraan masyarakat. Penanaman pohon durian menjadi langkah strategis dalam mengembangkan Desa Air Mesu, sebagai destinasi agrowisata berbasis durian, memperkuat kapasitas masyarakat, dan menciptakan peluang ekonomi baru yang kompetitif.

    Kepala Desa Air Mesu, Pajri, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini yang memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan lingkungan.

    “Kami sangat berterima kasih kepada Pertamina atas dukungan dan kerja sama yang telah terjalin. Program penanaman pohon durian ini tidak hanya membantu menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian jangka panjang masyarakat Desa Air Mesu,” ujarnya.

    Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, menegaskan program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk mendorong keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat.

    “Inisiatif ini diharapkan dapat berkontribusi nyata terhadap pelestarian keanekaragaman hayati dan mendukung ketahanan pangan nasional dengan mengembangkan potensi durian sebagai komoditas unggulan. Hilirisasi produk durian yang kami dorong diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.

    Melalui program ini, Pertamina berkomitmen menciptakan dampak positif berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Inisiatif ini selaras dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 2 (Tanpa Kelaparan), tujuan nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta tujuan nomor 15 (Kehidupan di Darat).