Bibit Bersertifikat Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat OKU

- Redaksi

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARA PUBLIK.ID, PALEMBANG — Penggunaan bibit unggul dan bersertifikat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Hal tersebut disampaikan Direktur IPB Training, Muhammad Sigit Susanto, M.M., CPC, saat memberikan materi dalam Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit bagi 176 pekebun asal OKU Angkatan 30 hingga 35 di Hotel Beston, Palembang, 29 September hingga 4 Oktober 2026.

Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan, dan IPB Training.

Sigit mengatakan, peningkatan produktivitas tidak hanya ditentukan oleh perawatan tanaman, tetapi harus dimulai sejak tahap awal budidaya, termasuk pengolahan lahan dan pemilihan bibit.

“Petani mestinya memilih bibit yang tersertifikasi. Bibit unggul produktivitasnya sudah diteliti di laboratorium dan dibuktikan di lapangan,” kata Sigit, Selasa (29/9/2026).

Menurut dia, penggunaan bibit yang tidak memiliki asal-usul jelas dapat meningkatkan risiko berbagai persoalan dalam budidaya, termasuk serangan hama dan penyakit serta rendahnya hasil produksi.

Karena itu, benih bersertifikat perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang. Dengan material tanam yang berkualitas, pekebun memiliki peluang untuk memperoleh hasil panen yang lebih optimal dan menjaga produktivitas kebun secara berkelanjutan.

“Kalau panennya lebih baik, kualitas hasilnya lebih baik. Secara tidak langsung kesejahteraan petani juga bisa meningkat,” ujarnya.

Selain pemilihan bibit, Sigit mengingatkan pekebun agar memahami seluruh tahapan budidaya sawit, mulai dari persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit hingga proses panen.

Ia juga menekankan bahwa keberlanjutan harus menjadi bagian dari pengelolaan perkebunan rakyat. Menurutnya, kebun sawit tidak hanya ditargetkan produktif dalam jangka pendek, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan bagi pekebun dalam jangka panjang.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian OKU, Ir. Hendri Eka Putra, S.P., M.Si., IPM, mengatakan pelatihan budidaya sawit bagi pekebun OKU telah dilaksanakan dalam tiga gelombang, yakni pada awal Agustus, akhir Agustus, dan akhir September.

Secara keseluruhan, kegiatan tersebut telah diikuti 451 pekebun.

“Harapannya dengan dibekali ilmu, budidayanya lebih bagus, penanganan hasilnya lebih bagus, dan yang pasti produktivitasnya meningkat,” kata Hendri.

Kabupaten OKU sendiri memiliki sekitar 72,9 ribu hektare perkebunan kelapa sawit yang sebagian besar merupakan perkebunan rakyat. Kondisi harga sawit yang dinilai relatif baik turut mendorong sebagian pekebun karet untuk beralih atau mengembangkan usaha ke komoditas kelapa sawit.

Besarnya luasan perkebunan tersebut sekaligus menjadi peluang bagi peningkatan produktivitas melalui penerapan praktik budidaya yang baik.

Dalam pelatihan, pekebun juga didorong untuk memilih benih dari sumber yang jelas dan tersertifikasi, termasuk sumber benih seperti Sembawa.

Peningkatan pengetahuan dan keterampilan pekebun diharapkan dapat memperbaiki praktik budidaya, meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil, sekaligus memperkuat keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di OKU.

Produktivitas yang menjadi salah satu target dalam pengembangan perkebunan sawit rakyat tersebut disebut dapat mencapai sekitar 2 ton per hektare per bulan apabila didukung penerapan budidaya yang tepat.

Dengan potensi luasan kebun dan kondisi harga yang relatif baik, peningkatan produktivitas menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi pekebun sawit di Kabupaten OKU. (*)

Berita Terkait

Tiga Pelaku Begal Beraksi, Gasak Motor Dikawasan Jembatan Musi 6
Saksi Ungkap Jejak Uang Rp6 Miliar dalam Perkara Perintangan Penyidikan Internet Desa Muba
Menuju indonesia Bebas Rabies 2030, Gelar Vaksin Gratis
Curanmor di Kantor SPPG Empat Lawang Terungkap, Satu Terduga Pelaku Ditangkap
Mencuri di Kantor Tempatnya Bekerja, Sandri Ditangkap Opsnal Unit Ranmor
Modus Minta Diantar, Pria Ini Larikan Sepeda Motor 
Polsek Batanghari Leko Gencarkan Sosialisasi, Pasang Spanduk Larangan Illegal Drilling dan Refinery
FUN RUN SMARTFREN 5G Palembang Hadirkan Semangat Lari Bersama Ribuan Peserta

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 15:08 WIB

Tiga Pelaku Begal Beraksi, Gasak Motor Dikawasan Jembatan Musi 6

Selasa, 29 September 2026 - 15:06 WIB

Saksi Ungkap Jejak Uang Rp6 Miliar dalam Perkara Perintangan Penyidikan Internet Desa Muba

Selasa, 29 September 2026 - 15:05 WIB

Menuju indonesia Bebas Rabies 2030, Gelar Vaksin Gratis

Selasa, 29 September 2026 - 15:03 WIB

Curanmor di Kantor SPPG Empat Lawang Terungkap, Satu Terduga Pelaku Ditangkap

Selasa, 29 September 2026 - 15:01 WIB

Mencuri di Kantor Tempatnya Bekerja, Sandri Ditangkap Opsnal Unit Ranmor

Berita Terbaru

Foto korban di rumah sakit

Kota Palembang

Tiga Pelaku Begal Beraksi, Gasak Motor Dikawasan Jembatan Musi 6

Selasa, 29 Sep 2026 - 15:08 WIB

Empat Lawang

Menuju indonesia Bebas Rabies 2030, Gelar Vaksin Gratis

Selasa, 29 Sep 2026 - 15:05 WIB

Foto : cctv saat pelaku Masuk ke kantornya

Kota Palembang

Mencuri di Kantor Tempatnya Bekerja, Sandri Ditangkap Opsnal Unit Ranmor

Selasa, 29 Sep 2026 - 15:01 WIB