AI Berdaulat Jadi Fondasi Pertumbuhan Menuju Indonesia Emas 2045

- Redaksi

Selasa, 28 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Pemerintah Republik Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dan status negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2038, sejalan dengan visi Asta Cita. Salah satu pendorong utama pencapaian tersebut adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) yang berdaulat.

Menyoroti hal ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama Twimbit, perusahaan riset dan konsultasi terkemuka, meluncurkan Empowering Indonesia Report 2025 bertema “Building Bridges of Tomorrow”. Laporan tersebut menegaskan pentingnya sovereign AI atau AI berdaulat sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Laporan ini menguraikan lima pilar kunci menuju kedaulatan AI, yakni infrastruktur digital andal, tenaga kerja berkelanjutan, industri AI inovatif, riset unggul, serta regulasi dan etika yang kokoh. Jika diterapkan secara strategis, adopsi AI berdaulat diproyeksikan menambah hingga USD140 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030, mendorong pertumbuhan ekonomi tahunan hingga 6,8 persen, serta mempercepat pencapaian status negara berpenghasilan tinggi ke tahun 2041—atau bahkan 2038 dalam skenario terbaik.

Menurut laporan tersebut, penerapan AI berdaulat juga berpotensi meningkatkan produktivitas hingga 18 persen di sektor jasa, 15–20 persen di sektor manufaktur, dan 5–8 persen di sektor pertanian. Dengan demikian, AI berdaulat menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing dan efisiensi nasional.

Dalam peluncuran laporan ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Nezar Patria menegaskan bahwa AI tidak hanya soal teknologi, tetapi juga kemandirian bangsa.

“Kedaulatan AI berarti kita membangun teknologi yang merefleksikan nilai-nilai Pancasila, menjamin etika dan keamanan, serta memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” ujar Nezar.

Dari sisi infrastruktur, laporan ini mencatat bahwa Indonesia membutuhkan investasi sekitar USD3,2 miliar hingga 2030 untuk memenuhi kebutuhan komputasi nasional. Saat ini, kapasitas data center berbasis AI di Indonesia baru mencakup kurang dari 1 persen dari pasar global, menunjukkan perlunya percepatan pembangunan pusat data berenergi terbarukan dan perluasan jaringan 5G nasional.

L

Selain itu, laporan tersebut menyoroti pentingnya pengembangan 400 ribu talenta AI pada 2030, dengan kebutuhan investasi sekitar USD968 juta untuk pendidikan, pelatihan, dan reskilling tenaga kerja. Indonesia kini memiliki 364 startup AI dengan total pendanaan mencapai USD1,08 miliar, serta berbagai inisiatif riset nasional seperti Sahabat-AI V2, Large Language Model (LLM) berparameter 70 miliar yang mendukung bahasa Indonesia serta bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Bali, dan Batak. Inovasi lokal ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai bertransformasi dari pengguna menjadi pembentuk teknologi AI di tingkat global.

Founder dan CEO Twimbit, Manoj Menon, mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis untuk memimpin di era AI berdaulat.

“Dengan membangun fondasi digital yang kuat dan menciptakan ekosistem yang inklusif, Indonesia dapat menjadi pusat pertumbuhan AI di Asia dan mempercepat tercapainya visi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Sementara itu, President Director & CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan komitmen Indosat dalam mempercepat kedaulatan digital dan transformasi AI nasional.

“Kedaulatan AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun masa depan yang dimiliki dan dikendalikan oleh Indonesia sendiri. Melalui kolaborasi strategis dan inovasi berkelanjutan, kami berkomitmen menghadirkan konektivitas inklusif dan solusi AI beretika untuk memberdayakan seluruh lapisan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Laporan Empowering Indonesia 2025 ditutup dengan seruan aksi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem AI berdaulat di Indonesia. Dengan memperkuat fondasi infrastruktur, membangun talenta masa depan, serta menegakkan tata kelola AI yang beretika, Indonesia siap melangkah dari sekadar pengguna teknologi menjadi arsitek peradaban digital yang berdaulat.

Berita Terkait

Pertamina Ajak Pelanggan Setia Pertamax Turbo Saksikan Langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Pertamina Siapkan SDM Garap Potensi Migas Unconventional Indonesia
PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon
Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026
New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru
Pertamina Patra Niaga Dukung Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Penyaluran LPG
Bikin Desain Premium Lebih Mudah dari Mana Saja, Telkomsel Hadirkan Paket Bundling Canva Pro Lite
RUPSLB Indosat Sahkan Perpanjangan Masa Jabatan President Director dan CEO, Perkuat Transformasi Berbasis AI dan Pertumbuhan Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Pertamina Ajak Pelanggan Setia Pertamax Turbo Saksikan Langsung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Pertamina Siapkan SDM Garap Potensi Migas Unconventional Indonesia

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:45 WIB

PGN Siap Integrasikan Biomethane ke Infrastruktur Gas, Dorong Pemanfaatan Energi Rendah Karbon

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:24 WIB

New Honda Stylo 160 Semakin Fashionable dengan Pilihan Warna Baru

Berita Terbaru