Ahli BPK Ungkap Dugaan Rekayasa Penyaluran KUR BSI OKI, Kerugian Negara Capai Rp9,5 Miliar

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID- Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Tulang Bawang Unit II kepada petani tambak udang di Desa Bumi Pratama Mandira, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Palembang, Kamis (30/7/2026).

 

Dalam persidangan tersebut, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang ahli, yakni Adi Wijaya selaku Ahli Keuangan Negara dan Arif Wibowo selaku Ahli Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

 

Perkara ini menjerat tiga terdakwa, yakni Syaifudin alias Udin bin Ahmad, S.P., selaku Micro Relationship Manager (MRM) BSI KCP Tulang Bawang Unit II, Sapriyadi Susanto selaku pengelola PT Karomah Ilahi Mandira (PT KIM), serta Liswan bin Barazi selaku Sekretaris PT KIM. Ketiganya diadili dalam berkas perkara terpisah.

 

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sangkot Lumban Tobing, S.H., M.H.

 

Di hadapan majelis hakim, Ahli Keuangan Negara Adi Wijaya menjelaskan mengenai kedudukan keuangan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, kekayaan negara yang telah dipisahkan sebagai penyertaan modal pada BUMN tetap berasal dari negara, namun pengelolaannya dilakukan secara terpisah berdasarkan mekanisme korporasi.

 

Ia menerangkan, apabila terjadi kerugian pada BUMN, penilaiannya harus memperhatikan karakter kekayaan negara yang telah dipisahkan tersebut. Pengelolaan keuangan BUMN tidak sepenuhnya disamakan dengan pengelolaan keuangan negara pada instansi pemerintah karena telah tunduk pada aturan korporasi.

 

“BUMN memiliki kekayaan negara yang dipisahkan sebagai penyertaan modal. Oleh karena itu, pengelolaannya mengikuti aturan korporasi dan prosedur yang berlaku,” terang Adi Wijaya di hadapan majelis hakim.

 

Adi juga menegaskan bahwa untuk menentukan ada atau tidaknya kerugian negara pada BUMN harus dilakukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan serta didukung bukti dan mekanisme pemeriksaan yang berlaku.

 

Sementara itu, Ahli BPK RI Arif Wibowo memaparkan hasil audit yang dilakukan dalam perkara tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah penyimpangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp9,5 miliar.

 

Arif mengungkapkan, tim audit menemukan adanya keterlibatan Widjanarko dalam proses pencairan KUR. Menurutnya, Widjanarko mengetahui proses pencairan dan pembiayaan KUR tidak didukung dengan bukti pembelian barang sebagaimana mestinya.

 

“Dalam melakukan pemeriksaan saat audit, tim menemukan adanya keterlibatan Widjanarko dalam proses pencairan KUR, karena Widjanarko mengetahui saat pencairan dan pembiayaan KUR tidak didukung dengan bukti pembelian barang.

 

Berdasarkan kesimpulan audit, terdapat dugaan adanya kesepakatan antara Widjanarko, Sapriyadi, Liswan, dan Samirun mengenai pembagian persentase 50 persen, serta adanya tindakan Syaifudin yang menaikkan proyeksi keuntungan hasil tambak udang dalam pengajuan pembiayaan,” ungkap Arif Wibowo di persidangan.

 

Usai mendengarkan keterangan kedua ahli, majelis hakim melanjutkan persidangan dengan agenda Ade Charge.

 

Dalam surat dakwaan, ketiga terdakwa diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dalam penyaluran KUR kepada 95 petani tambak udang di Desa Bumi Pratama Mandira, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten OKI, pada periode 2022 hingga 2023.

 

Berdasarkan hasil audit BPK RI, perbuatan para terdakwa diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp9.564.522.131,71.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Peluang Usaha UMKM, Raih Omzet Puluhan Juta di OPI Food Carnival 2026
26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Perluas Jaringan Internet
Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 
Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan
Ketua DPM FH UM Palembang Kecam Kekerasan terhadap Aktivis Mahasiswa dan Jurnalis di Mapolda Sumsel
DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:54 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Peluang Usaha UMKM, Raih Omzet Puluhan Juta di OPI Food Carnival 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:29 WIB

26 Tahun Biznet, Perkuat Infrastruktur Digital dan Perluas Jaringan Internet

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi

Berita Terbaru

Kadis Kesehatan empat lawang, Dery Kurniawan

Empat Lawang

Kabut asap Landa Empat Lawang, Kasus ISPA Meningkat

Rabu, 14 Okt 2026 - 19:10 WIB