SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —Kesadaran akan pentingnya pendidikan anak usia dini terus menguat seiring meningkatnya pemahaman masyarakat tentang fase perkembangan anak. Para pendidik dan pengelola lembaga PAUD diingatkan bahwa kualitas guru menjadi faktor penentu dalam keberhasilan stimulasi pada usia emas atau golden age. Pada tahap inilah dasar kemampuan kognitif, sosial, bahasa, dan karakter mulai terbentuk.
Di tengah tuntutan profesionalisme, para guru PAUD dan Taman Kanak-Kanak (TK) diminta untuk tidak hanya mengajar, tetapi juga memahami cara anak belajar, bertumbuh, dan berinteraksi. Pendekatan pedagogik yang tepat diyakini mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan anak.
Kabid PAUD dan Dikmas, Andalusia, S.Pd., MM., menegaskan bahwa masa usia dini adalah periode paling krusial dalam kehidupan seorang anak. Pada fase ini, seluruh aspek perkembangan berlangsung sangat cepat dan membutuhkan pendampingan yang tepat dari pendidik yang kompeten.
Menurutnya, guru memegang peran ganda, bukan hanya sebagai penyampai materi pembelajaran. Mereka harus menjadi fasilitator yang mendorong eksplorasi, pendamping emosional yang memberikan rasa aman, sekaligus pembimbing perkembangan anak secara menyeluruh.
“Pengajaran pada usia dini tidak bisa disamakan dengan pendidikan formal lainnya. Dampaknya sangat panjang, bahkan memengaruhi rasa percaya diri, kemampuan beradaptasi, hingga motivasi belajar anak di masa mendatang,” jelas Andalusia.
Ia menekankan bahwa pembelajaran yang efektif di PAUD harus berorientasi pada bermain sambil belajar. Pendekatan ini meliputi eksplorasi lingkungan, kegiatan kreatif, penguatan interaksi sosial, serta stimulasi motorik halus dan kasar yang sesuai dengan usia dan kesiapan anak.
Selain itu, guru yang menguasai pedagogik mampu mengenali tanda-tanda perkembangan setiap anak, termasuk kapan mereka membutuhkan stimulasi tambahan atau pendekatan khusus. Pengetahuan ini penting agar proses belajar tidak hanya menyenangkan, tetapi juga tepat sasaran.
Andalusia menambahkan bahwa tantangan guru PAUD tidak berhenti pada aspek pedagogik. Profesionalitas juga menjadi tuntutan besar. Guru harus memahami psikologi perkembangan, mampu merancang kurikulum yang relevan, menciptakan kelas yang aman, serta menjalin komunikasi efektif dengan orang tua.
“Keberhasilan pendidikan anak usia dini tidak dapat dipisahkan dari sinergi antara guru dan orang tua. Keduanya harus saling bekerja sama agar stimulasi yang diberikan konsisten, baik di sekolah maupun di rumah,” pungkasnya.

Leave a Reply