SUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG – Upaya peningkatan mutu pendidikan di Kota Palembang terus dilakukan secara menyeluruh. Salah satu langkah strategisnya adalah memperkuat dua aspek penting dalam sistem pendidikan, yakni supervisi manajerial dan supervisi pembelajaran. Keduanya memiliki fokus berbeda, namun saling melengkapi untuk mencapai tujuan bersama: pendidikan yang berkualitas, efisien, dan berorientasi pada peserta didik.
Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kota Palembang, Alhadi Yan Putra, menjelaskan bahwa supervisi manajerial menitikberatkan pada pengelolaan lembaga pendidikan agar seluruh proses belajar mengajar berjalan efektif dan terarah.
“Supervisi manajerial memastikan efisiensi dan efektivitas pengelolaan seluruh sumber daya sekolah—mulai dari keuangan, sarana prasarana, hingga personalia dan kurikulum,” ujar Alhadi di Palembang, Rabu (12/11/2025).
“Selain itu, supervisi ini juga mendorong peningkatan kompetensi kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola sekolah dengan lebih profesional,” tambahnya.
Melalui supervisi manajerial, lanjut Alhadi, sekolah diharapkan dapat menjalankan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Setiap elemen sekolah, baik guru maupun tenaga kependidikan, bertanggung jawab penuh terhadap tugas dan fungsi manajerial yang diemban. Dampaknya, penggunaan anggaran, fasilitas, serta sumber daya manusia dapat dioptimalkan secara lebih terencana dan terkoordinasi.
“Supervisi ini juga membantu pihak sekolah dalam pengambilan keputusan berbasis data, dengan analisis yang mampu mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan institusi pendidikan. “Dengan sistem pengelolaan yang sistematis, suasana belajar yang kondusif bisa tercipta, dan semangat belajar siswa akan meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, supervisi pembelajaran berfokus langsung pada proses belajar mengajar di kelas dan pengembangan profesionalisme guru. Melalui supervisi ini, guru didorong untuk terus meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran.
“Supervisi pembelajaran membantu guru dalam menggunakan strategi mengajar yang lebih efektif, memanfaatkan teknologi pendidikan, serta melakukan penilaian yang objektif terhadap siswa,” jelas Alhadi.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pengajaran ini berdampak langsung terhadap motivasi dan capaian akademik siswa. Tak hanya itu, guru juga mendapat kesempatan untuk berkembang melalui umpan balik, bimbingan, dan refleksi profesional yang berkelanjutan.
“Kami ingin membangun budaya berbagi dan kolaborasi antar guru. Dengan saling bertukar praktik terbaik, mereka bisa memecahkan berbagai tantangan pembelajaran di kelas secara bersama,” kata Alhadi.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Palembang, Rahma Danniarti, mengatakan kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu manajemen sekolah serta kualitas proses pembelajaran.
“Melalui supervisi manajerial,kami mendapatkan masukan yang sangat berharga terkait perencanaan program sekolah, pengelolaan sumber daya, dan tata kelola administrasi yang lebih efektif dan efisien. Pengawas sekolah juga membantu kami dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program, serta memberikan rekomendasi yang realistis untuk perbaikan berkelanjutan.
Sementara itu, pada aspek pembelajaran mendalam, pengawas sekolah memberikan pendampingan dan bimbingan kepada guru dalam mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Pendekatan inkuiri kolaboratif yang diterapkan membantu guru untuk merancang kegiatan belajar yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan reflektif,dalam menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif dan bermakna,”pungkasnya.

Leave a Reply