Hadiri FTBI di SMP 8, Kadisdik Ingin Generasi Muda Makin Mencintai Bahasa Daerah

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Minat generasi muda di Provinsi Sumatera Selatan khususnya di Kota Palembang untuk mempelajari dan mengembangkan bahasa daerah kian berkurang dan menjadi realitas yang memprihatinkan.

Padahal, generasi muda adalah pemegang estafet eksistensi sebuah bahasa daerah, dan nasib keberadaan bahasa daerahnya.

Oleh karena itu, SMP Negeri 8 Palembang menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat SMP Kota Palembang dengan tujuan sebagai upaya perlindungan bahasa daerah yang secara aktif menyertakan generasi muda sebagai agen transmisi bahasa antargenerasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang (Kadisdik), Muhammad Affan Prapanca yang turut hadir di acara festival tersebut mengatakan, Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat SMP Kota Palembang merupakan suatu program melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda di Kota Palembang.

“Hal ini, juga dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk karya dan pertunjukan,” ujarnya, Jumat 10 Oktober 2025.

Program FTBI, lanjutnya, telah memberi ruang bagi anak-anak muda untuk berkarya dengan identitas lokalnya. Diharapkan, kegiatan ini akan terus diadakan mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP di Palembang.

“Dinas Pendidikan Kota Palembang berharap FTBI tidak hanya menjadi lomba tahunan, tapi berkembang menjadi gerakan nasional yang terus menghidupkan penggunaan bahasa daerah di berbagai ruang seperti di sekolah, rumah, media, dan komunitas lainnya,” katanya.

Masih kata Affan, FTBI dirancang untuk memuat berbagai kegiatan ekspresif yang dapat diikuti oleh generasi muda, tingkat sekolah dasar maupun SMP. Kegiatan-kegiatan ini dikemas dalam bentuk festival dan lomba kekinian yang variatif, bertujuan agar dapat masuk ke segmen milenial dan membangkitkan minat positif mereka terhadap bahasa daerahnya.

“FTBI merupakan bagian dari program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang diinisiasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, serta dilaksanakan oleh Balai Bahasa. Melalui ajang ini, generasi muda diharapkan semakin mencintai bahasa dan sastra melayu yang menjadi ciri khas Palembang serta menjadikannya bagian dari keseharian,” terangnya. (ANA)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *