213 Mahasiswa Teknik Sandang Gelar Sarjana, Lulusan Baru Diharapkan Jadi Agen Perubahan

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 213 mahasiswa lulusan baru dari Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang resmi dikukuhkan sebagai sarjana teknik.

Yudisium ke 79 UM Palembang yang digelar di Auditorium Muhammadiyah turut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Palembang Prof Dr Ir Kgs Ahmad Roni ST MT dan beberapa petinggi lainnya.

Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang, Dr Netty Herawati ST MT mengatakan, 213 lulusan baru Fakultas Teknik yang mengikut Yudisium ke 79 itu terdiri dari peserta Teknik Sipil 67 lulusan, Teknik Kimia 17 lulusan, Teknik Elektro 63 lulusan, Arsitektur 19 lulusan, Teknik Industri 22 lulusan, dan Teknologi Informasi 25 lulusan.

“Untuk alumni terbaik diraih oleh Dinda Rahmadana dari Prodi Teknik Sipil dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3, 61, Husnul Khotimah dari Prodi Teknik Kimia dengan IPK 3, 77, Rygga Farira Rohma Wati dari Prodi Teknik Elektro dengan IPK 3, 89, Nurhaliza Devi dari Prodi Arsitektur dengan IPK 3, 86, Fahrurrozi Mawasandi dari Prodi Teknik Industri dengan IPK 3, 83, dan Muhammad Alfatur Rakhman dari Prodi Teknologi Informasi dengan IPK 3, 84,” terangnya, Rabu 5 November 2025.

Dr Netty Herawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yudisium atas kerja keras dan dedikasi selama menempuh pendidikan di Fakultas Teknik. Ia menekankan pentingnya menjaga etika akademik dan profesionalitas di dunia kerja yang kini semakin kompetitif.

“Para lulusan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan berkelanjutan dan kemajuan bangsa di era teknologi yang terus berkembang pesat,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof Dr Ir Kgs Ahmad Roni memberikan pesan mendalam kepada para lulusan. “Gelar Sarjana Teknik yang saudara raih hari ini bukan sekadar simbol akademik. Ia adalah amanah keilmuan, moral, dan tanggung jawab sosial,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan global menuntut lulusan teknik untuk berpikir kritis, adaptif, dan berorientasi pada solusi.

“Gunakan ilmu yang saudara peroleh untuk menciptakan solusi, bukan sekadar mencari posisi. Gunakan kecerdasan saudara untuk memudahkan kehidupan masyarakat, bukan membanggakan diri sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa di balik setiap rancangan bangunan, jembatan, mesin, maupun sistem teknologi, terdapat nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi esensi dari profesi teknik itu sendiri.

“Keilmuan teknik sejatinya adalah wujud kebermanfaatan dan keberlanjutan untuk kehidupan manusia” tambahnya.

Prof Ahmad Roni juga berpesan agar para alumni Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang senantiasa menjaga nama baik almamater dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, serta profesionalitas di dunia kerja. (ANA)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *