oleh

Enam Wilayah Zona Merah COVID-19, Gubernur Bilang Begini

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Zona penyebaran tinggi atau zona merah COVID-19 di Sumatera Selatan (Sumsel), kembali bertambah. Jika sebelumnya hanya Kota Palembang, Kabupaten Musi Banyuasin dan Lahat, sebagai zona merah, maka sejak kemarin, Selasa (13/7/2021), tiga daerah yakni Kabupaten Ogan Ilir, OKU Timur dan Prabumulih, juga ditetapkan sebagai zona merah.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, penambahan zona merah terjadi di berbagai kota se-Indonesia. Untuk di Sumsel, penambahan zona merah ini terjadi karena tingkat tracking yang tinggi, serta adanya kesadaran masyarakat untuk memeriksa kondisi dengan tes COVID-19, seperti PCR, swab dan alat tes lainnya.

“Ini menunjukan tracking kita tinggi, petugas di lapangan gerak cepat memeriksa kondisi masyarakat yang pernah berhubungan dengan pasien positif COVID-19,” kata Deru, saat dijumpai di Asrama Haji Palembang, Rabu (14/7/2021).

Deru menjelaskan, jika Kepala Daerah yang berada dalam zona merah bisa memberlakukan Pembatasan Pergerakan Masyarakat (PPKM) Mikro di daerah masing-masing. Namun, sampai saat ini, kata Deru, belum ada yang mengajukan pemberlakuan.

“Jika ada yang mau PPKM saya tunggu permohonannya. Jika memang harus PPKM ya lakukan,” tegasnya.

Deru berharap, zona merah kembali berkurang setelah dilakukanya PPKM skala Mikro di beberapa di kota, seperti Palembang dan Lubuk Linggau.

“Harapan kita angka penyebaran kasus COVID-19 bisa melandai dan kesadaran masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan lebih tinggi,” jelasnya.

Seiring dengan bertambahnya zona merah, kasus sembuh juga mengalami peningkatan. Ia mengaku bersyukur sampai saat ini angka kesembuhan di Sumsel cukup tinggi yakni 83 persen dibanding angka nasional.

“Angka kesembuhan di Sumsel masih diatas angka kesembuhan secara nasional. Yakni 83 persen sementara nasional tercatat sekitar 81 persen. Karena itu, Pemprov Sumsel juga terus memaksimalkan 3T (tracking, testing dan treatment),” kata Kepala Dinas Kesehatan Lesty Nurainy saat ditemui di tempat yang sama.

Pada 13 Juli, angka kesembuhan di Sumsel bertambah 191 kasus sehingga secara keseluruhan mencapai 28.017 kasus. “Angka kesembuhan tersebut memang menunjukkan hal yang baik. Artinya Pemprov Sumsel terus berupaya memaksimalkan 3T untuk meningkatkan angka kesembuhan ini,” tambah Lesty. (ANA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed